Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Game


__ADS_3

Sesil berdiri di depan cermin rias kamarnya sambil kedua tangannya sibuk mengaitkan tali piyama yang saat ini dia kenakan. Sebenarnya dia agak sedikit ragu melakukan ini selain resikonya juga cukup berat, idenya kali ini juga bisa di bilang sedikit berani dari sebelumnya. Tapi semua konsekuensi sudah di pikirkan matang-matang oleh Sesil sebelumnya. Dengan langkah pasti Sesil membawa langkah kakinya menuju kolam renang mini yang saat ini sedang di gunakan oleh suaminya untuk berendam air hangat.


Perlahan Sesil membuka pintu kaca pembatas ruang santai yang menghubungkan antara ruang santai dan kolam renang mini out door di resort tersebut. Nathan sepertinya tidak menyadari kehadiran istrinya yang kini sudah berdiri di balik punggungnya.


Nathan masih sibuk memejamkan kedua matanya menikmati air hangat serta udara malam yang begitu sejuknya.


Sesil menatap punggung suaminya, dengan satu kali tarikan piyama yang di kenakan Sesil sudah terbuka, perlahan Sesil melepaskan piyama yang menutupi tubuhnya, hingga kini hanya tersisa bikini yang menutupi buah dada serta area sensitif miliknya.


Perlahan Sesil mulai masuk ke dalam kolam renang, dan kedua tangannya langsung memeluk tubuh kekar suaminya, kepalanya menyandar di punggung Nathan.


Seketika itu Nathan merasa sangat terkejut karena tiba-tiba saja ada yang memeluk tubuhnya dari belakang.


"Kenapa kau meninggalkan aku sendirian?" Bisik Sesil lembut.


Nathan hanya melebarkan senyumnya,sambil tangannya terangkat mengusap lembut kedua tangan istrinya yang melingkar secara sempurna di perutnya.


Nathan begitu menikmati hangat pelukan dari istrinya, cukup lama keduanya terdiam dengan posisi seperti itu, hingga Nathan mencoba melepaskan tangan istrinya dan berbalik badan supaya bisa leluasa menatap wajah istrinya.


Saat Nathan sudah menghadap sempurna ke arah Sesil, kedua matanya membulat dengan sempurna ketika melihat Sesil hanya mengenakan bikini untuk menutupi dua harta yang paling berharga milik Nathan.


"Astaga, kenapa kau hanya mengenakan ini? bagaimana kalau ada yang lihat?" Nathan langsung menarik tubuh istrinya dan mendekapnya dengan erat, dia takut akan ada orang yang melihat istrinya berpenampilan sangat seksi karena memang kolam renang ini terletak di luar resort serta di desain kusus memang kolam renang out door yang bisa memandang langsung ke arah lautan lepas.


"Haha" Sesil tertawa sangat keras melihat tingkah suaminya.


"Bukankah kau yang menginginkan aku mengenakan ini? lalu mengapa sekarang kau sehawatir ini?" goda Sesil.


"Gadis nakal ! ini tempat terbuka, kau tidak boleh memamerkan kemolekan tubuhmu kepada orang lain ! hanya aku yang berhak !" tegas Nathan.


"Tapi kan memang bikini seharusnya di gunakan di pantai untuk berjemur?" sanggah Sesil


"Pokoknya aku tidak mau tau ! Kau tidak boleh mengenakan ini di sini, aku tidak mau ada yang melihat keindahan tubuh istriku ! aku tidak sudi berbagi dengan pria manapun"


"Lepaskan aku, dasar pria aneh" Sesil mendorong paksa tubuh suaminya supaya menjauh dari tubuhnya.


Sesil menatap tajam kedua mata Nathan yang juga sedang menatap ke arahnya, Nathan melipat kedua tangannya di atas perut sambil memutarkan bibirnya ke kanan dan ke kiri.


"Hei suamiku yang paling tampan, bukankah kau sendiri yang mengisi koperku dengan setumpuk bikini berwarna-warni? bukankah kau bilang aku akan seksi mengenakan ini?" Sesil menarik bikini yang menutupi buah dadanya, hingga buah dada miliknya terlihat oleh Nathan dengan jelas.


"Astaga ! Gadis Nakal" Nathan menggertakkan giginya karena kesal melihat tingkah istrinya yang malah semakin berani membantah ucapannya.


"Hei suamiku, tidak perlu marah-marah, nanti kau akan cepat tua" ledek Sesil sambil tertawa cekikikan


"Kau lupa di pulau ini hanya ada kita berdua dan dua pelayan yang tinggal lumayan jauh dari kamar kita?" Sesil menaikkan kedua alisnya menatap Nathan, bahkan wajahnya terlihat mengejek suaminya.


Seketika wajah Nathan berubah menjadi datar, dia lupa kalau di pulau ini memang hanya ada dirinya dan istrinya. Karena rasa kawatir membuatnya melupakan kalau dirinya menyewa pulau ini hanya untuk mereka berdua saja.


"Kenapa? baru ingat? dasar pikun!" ejek Sesil sambil menjulurkan lidahnya ke depan.


"Awas ya" Nathan berusaha menggapai tubuh istrinya namun dengan cepat Sesil menghindarinya.


"Kasian deh, sudah tua jadi pelupa" Ejek Sesil lagi


"Gadis Nakal" Kali ini Nathan langsung menarik tangan istrinya dan langsung menggelitiki tubuh Sesil, membuat Sesil tertawa terpingkal-pingkal akan tingkah suaminya.


"Hentikan ! Geli" pinta Sesil sambil terus tertawa.


Namun Nathan tak memperdulikannya, dia terus saja menggelitiki istrinya hingga Sesil tertawa terpingkal-pingkal dan nafasnya menjadi tak beraturan.


Setelah puas menggelitiki tubuh istrinya, Nathan melepaskan Sesil.

__ADS_1


Kini keduanya berendam dalam air kolam air hangat sambil menikmati sinar rembulan dan hiasan ribuan bintang di langit.


Sesil yang sengaja mengambil posisi di balik punggung suaminya memberikan Nathan pijatan rileksasi di area pundak suaminya. Tangan mungilnya terus saja menekan-nekan perlahan di bahu suaminya, sementara Nathan memejamkan kedua matanya menikmati pijatan dari istrinya. Meskipun tubuh Sesil mungil, tapi tenaganya dalam memijat tidak bisa di remehkan.


Setelah puas berendam air panas, Nathan mengajak Sesil untuk membasuh di dalam. Nathan terlebih dahulu membantu Sesil mengenakan piyama untuk menutupi lekuk tubuh istrinya yang hanya di balut oleh bikini berwarna hitam, sangat seksi.


"Aku akan menunggumu sayang" bisik Nathan lembut di telinga istrinya, sambil tangannya sibuk memasangkan tali pengait piyama istrinya.


Sesil hanya tersenyum malu-malu mendengar ucapan suaminya. Sesil paham betul pasti suaminya menginginkan dirinya kembali.


Seperti biasa Sesil mandi terlebih dahulu sementara Nathan menunggu di depan kamar mandi, sebenarnya Nathan meminta Sesil untuk mandi bersama, namun Sesil menolaknya. Sesil sudah bisa bayangkan jika mandi bersama suaminya pasti akan terjadi sesuatu di dalamnya.


Kali ini Sesil menuntaskan mandinya dengan waktu yang sangat singkat, dia takut membuat suaminya menunggu lama dan malah sakit masuk angin. Setelah istrinya keluar kamar mandi, Nathan bergantian untuk membasuh tubuhnya, sementara Sesil mengenakan baju tidur dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sejenak Sesil melihat ke arah jam dinding kamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 12.00pm.


Tak butuh waktu lama, Nathan sudah keluar kembali dari dalam kamar mandi, dia sudah rapih mengenakan piyama tidur yang membalut tubuh kekarnya, perlahan Nathan mendekat ke arah ranjang, dan berdiri tepat di samping istrinya yang terlihat menyandarkan tubuhnya.


"Sayang kau sudah siap?" Nathan menarik kedua sudut bibirnya dan tersenyum penuh makna, membuat Sesil menggelengkan kepalanya.


Nathan mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya.


"Tunggu" Sesil menghalangi wajah Nathan menggunakan telapak tangannya, bahkan Sesil mendorong perlahan wajah suaminya menggunakan telapak tangannya.


"Bagaimana, kalau kita bermain, siapa yang kalah dia harus menuruti semua kemauan yang memenangkan permainan ini" imbuh Sesil mencoba mengulur waktu.


"Bukankah kita juga akan bermain ular sayang? kau sangat menyukainya bukan?" goda Nathan sambil menaik turunkan alisnya


"Dasar mesum !" Ketus Sesil sambil melipat kedua tangannya di atas perut.


"Ah baiklah, baiklah! Aku menerima tantanganmu ! Kau ingin bermain apa?" Tanya Nathan sambil mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang.


"Kita bermain game online, siapa yang bisa mengalahkan itu yang akan jadi pemenangnya" Sesil meraih ponsel miliknya dan milik suaminya, kemudian menyerahkan ponsel milik Nathan kepada sang empunya.


"Game apa? memangnya kau punya game?" tanya Nathan sedikit heran.


"Baiklah, aku suka ini" Nathan juga menyalakan ponsel miliknya dan mulai membuka aplikasi game online yang sudah lama tidak di mainkan olehnya.


Kesibukan mengurus perusahaan besar membuat Nathan mengabaikan game favoritnya.


"One, two, three, go !" Sesil dan Nathan memulai pertandingan keduanya. Kini bahkan sepasang suami istri itu asik melihat ke arah layar ponselnya.


Sepuluh menit pertama Nathan di buat kewalahan menghadapi istrinya, tidak di sangka Sesil cukup jago memainkan game kesukaannya. Entah darimana Sesil belajar bermain game, Nathan tidak tau. Yang menjadi fokus Nathan kali ini adalah bagaimana cara Nathan mengalahkan Sesil.


Setengah jam berlalu Sesil masih terus berusaha bertahan meskipun dirinya sudah di buat kewalahan karena Nathan terus saja menyerang tanpa memberinya jeda sedikitpun, hingga akhirnya game yang mereka mainkan menunjukkan Game Over, dan Nathan lah yang menjadi pemenangnya.


"Ah senang sekali" Nathan merenggangkan tangannya ke atas, lalu meletakkan ponsel miliknya ke atas meja kecil.


Malam ini rasanya dia begitu merasa beruntung bisa kembali bermain game kesukaannya dan di beri hadiah pula oleh istrinya.


"Baiklah, aku kalah" imbuh Sesil sambil meletakkan ponsel miliknya di atas meja kecil.


"Hm, tentu saja" Nathan menoleh ke arah istrinya dan menarik kedua sudut bibirnya hingga kini dirinya tersenyum nakal menatap istrinya.


"Iya baiklah" Sesil menghela nafasnya kemudian dia perlahan membuka kancing piyama yang dia kenakan satu persatu.


Setelah semua kancing tersebut terlepas, Sesil membuka piyama yang membalut tubuhnya dan melemparkan ke sembarang arah. Nathan tersenyum senang melihat istrinya menepati janjinya.


Tanpa menunggu lama lagi, Nathan langsung menindih tubuh istrinya dan melakukan apa yang sudah di tahannya sejak tadi.


Nathan begitu kalap menikmati sensasi rasa yang sudah hampir setiap hari dia rasakan namun tetap tidak merasa bosan, bahkan bisa dibilang membuat Nathan ketagihan dan ingin terus melakukannya pada istrinya.

__ADS_1


Sesil juga menikmati setiap perlakuan lembut Nathan yang membawanya menikmati keintimannya saat ini. Rasa yang selalu membuat Sesil mendesah menikmati setiap gerakan dari tubuh suaminya.


Hingga sudah lebih dari dua jam lamanya, akhirnya kegiatan keduanya selesai, Sesil memejamkan matanya karena tubuhnya terasa begitu lelah menghadapi kekuatan suaminya. Sesil selalu merasa kewalahan melayani hasrat suaminya yang menggebu-gebu.


Rasa lelah di tubuh Sesil membuat dirinya langsung masuk ke dalam alam mimpi, namun tidak dengan Nathan, dia melihat wajah istrinya yang sudah terlelap, perlahan Nathan mengusap keringat yang membasahi kening istrinya.


"Aku mencintaimu sayang" bisik Nathan lembut di telinga Sesil, kemudian Nathan memberikan satu kecupan di kening istrinya begitu lama.


Namun tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering, membuat Nathan berdecak dengan kesal karena di waktu yang menjelang pagi seperti ini ada yang mengganggunya.


Dengan sedikit kesal Nathan meraih kembali ponsel miliknya dan melihat ke arah layar ponsel miliknya, ternyata nama Bram tertera di layar ponselnya yang menyala. Nathan mengernyitkan dahinya saat melihat asistennya menghubunginya tengah malam.


"Halo.."


"......"


"Apa? dia menyusul ke Kamboja? besok siang penerbangannya kemari?" Nathan menautkan kedua alisnya


"........"


"Baiklah, terimakasih informasinya. Siapkan semuanya, besok sore aku akan membawa Sesil kembali ke Indonesia" Tanpa menunggu jawaban Bram, Nathan langsung memutuskan panggilan telefonnya.


Rahangnya mengeras menahan emosi, giginya terdengar bergemelatuk menahan emosinya yang sudah sampai pada puncaknya. Rasanya Nathan tidak suka liburannya ada pengacau.


Dengan begitu kesal, Nathan meremas ponselnya dan meletakkan kembali ke tempat semula.


Nathan kembali membaringkan tubuhnya di samping istrinya, kemudian tangannya melingkar sempurna di perut rata istrinya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun membawamu pergi dari sisiku"


Nathan kembali menatap dalam-dalam wajah Sesil, dan perlahan Nathan membernarkan selimut untuk menutupi tubuh istrinya.


Tangan Nathan mengusap perut rata istrinya, dia membayangkan seandainya Tuhan memberinya kepercayaan sekali lagi untuk melihat istrinya mengandung, pasti rasanya akan sangat senang sekali.


Namun semua itu hanya ada dalam angan Nathan saja, dia tidak mungkin mengatakan isi hatinya kepada Sesil, Nathan tidak mau membuat Sesil kembali terbebani dan malah membuat istrinya berlaku dan berpikiran konyol seperti beberapa hari yang lalu.


Rasa kantuk di mata Nathan membuatnya tak tahan lagi untuk membuka matanya, perlahan Nathan mulai menutup matanya, tangannya memeluk erat tubuh istrinya, hingga tak butuh waktu lama Nathan sudah masuk ke dalam alam mimpinya yang indah.


Bahkan dalam mimpinya, Nathan sedang bermain dengan seorang bayi laki-laki berumur kurang lebih dua tahun. Wajahnya sangat tampan seperti dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terus dukung Srayu dengan cara Like, komentar dam Vote ya guys😘

__ADS_1


Biar rating cerita Srayu terus naik tentunya.


Jika sepi komentar, sedikit yang Vote. Srayu jadi lemes nulisnya.


__ADS_2