Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Gara-Gara Berkas


__ADS_3

Seminggu sudah semenjak penandatanganan kontrak kerja sama antara Adigja group dan Carnal group, nathan sedang di sibukkan dengan pembangunan resort yang ada di salah satu objek wisata di papua.


Nathan mengerahkan semua kemampuannya untuk mendapatkan hasil terbaik, nathan tidak mau mengecewakan Swan yang sudah mempercayakan proyek sebesar ini kepada perusahaannya.


Pagi tadi nathan mendapat kabar dari pihak Carnal Group bahwa akan ada revisi tata letak resort tersebut.


Nathan yang siang ini sedang memeriksa File keuangan kantornya, beberapa kali menghubungi emilia menanyakan apakah berkas dari Carnal Group sudah di kirim atau belum, tapi hingga menjelang jam makan siang belum ada kabar dari pihak Carnal Group.


Emilia mengingatkan bosnya untuk makan siang terlebih dahulu, namun nathan sepertinya tidak mendengarkan emilia, nathan tetap memeriksa berkas keuangan perusahaannya, Nathan sedikit bernafas lega karena keuangan perusahaan mengalami sedikit peningkatan semenjak dirinya mengambil alihnya.


Namun nathan di kejutkan dengan pintu ruangannya yang tiba-tiba saja terbuka.


"Emilia, bukannya kau tadi pamit untuk pergi makan siang? dan lain kali bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruanganku!" mata nathan masih melihat ke arah map yang berisi deretan angka keuangan kantornya.


Terdengar langkah sepatu heels wanita berjalan mendekati mejanya, langkah kakinya berbeda dengan emilia, nathan mengalihkan pandangan matanya dari berkas yang menumpuk di hadapannya.


Setelah melihat orang yang memasuki ruangannya, dengan acuh nathan kembali fokus memeriksa berkas keuangan kembali.


Sesil yang mendapat perlakuan seperti itu dari nathan mendengus dengan kesal, pasalnya jam makan siangnya harus di habiskan untuk mengantar berkas ke kantor nathan.


Setelah sembuh dari sakitnya, sesil kembali melakukan aktifitasnya bekerja di kantor papinya untuk belajar bisnis sekaligus membantu papinya.


Dan saat tadi ketika sesil hendak pergi makan siang, papinya memaksa dirinya untuk mengantar berkas revisi kepada nathan. Awalnya sesil menolak dan meminta papinya untuk mengirim via email saja, namun papinya dengan kekeh meminta dirinya mengantar langsung kepada nathan dan menjelaskan mengapa ada revisi tata letak.


Bahkan gara-gara berkas ini pula, sesil harus menunda makan siangnya, padahal perutnya sudah sangat lapar, karena tadi pagi sesil tidak sempat sarapan pagi.


Sesil meletakkan berkas nya tepat di atas map yang sedang nathan baca.


Kemudian tanpa di suruh sesil mendudukkan diri nya di kursi yang berhadapan langsung dengan nathan.


Nathan mengalihkan pandangannya ke arah sesil, nathan menajamkan pandangannya ke arah sesil dan dahinya membentuk lipatan di sana.


"Ada kepentingan apa sehingga nona harus bersusah payah datang kemari?"


"Tidak usah basa-basi, di sini hanya ada kau dan aku!" seru sesil


"Lalu kalau hanya ada kau dan aku, mau apa?" nathan tersenyum ke arah sesil dan bangkit berdiri dari kursinya lalu mendekati sesil, seketika nathan memutar kursi yang sesil duduki, hingga kini sandaran kursi tersebut terhimpit oleh meja dan kedua tangan nathan.

__ADS_1


Nathan menatap wajah sesil dengan seksama.


Jantung sesil kembali berdetak begitu kencang saat sedekat ini dengan nathan.


"Apa kau sangat mengkhawatirkan aku hingga kau kemarin sampai lupa berganti pakaian dan mengenakan piyama saat datang ke kantor papimu?" nathan menaikkan kedua alisnya dan menatap sesil begitu dalam


Sesil membuka mulutnya hendak menjawab namun jari telunjuk nathan terangkat dan menutup bibir mungil sesil "ssstttt"


Kali ini nathan berjongkok di hadapan sesil, nathan menatapi wajah gadisnya yang selalu membuat malamnya terasa panjang, paginya terasa indah ketika mengingat wajahnya.


"Nath.." sesil berusaha mendorong tubuh nathan menjauh namun tangan nathan memegang kursi dengan erat.


Pandangan nathan beralih ke bibir tipis sesil yang nampak merah merona karena polesan lipstik berwarna merah di sana, pikiran liar nathan kembali mengisi otaknya, batinnya begitu bergejolak menahan hawa nafsunya sendiri.


Nathan mendekatkan wajahnya dan memejamkan matanya, nathan memiringkan kepalanya dan semakin mendekat ke arah wajah sesil, seketika sesil memejamkan matanya secara naluri.


Entah setan dari mana, sesil merasa tak ingin menolak nathan kali ini, kini wajah mereka benar-benar dekat, bahkan nafas satu sama lain pun bisa di rasakan oleh nathan maupun sesil, Namun sialnya tiba-tiba pintu ruangan tersebut di ketuk, dan seketika itu nathan dan sesil kompak membuka matanya, nathan berdecak dengan kesal.


"Siapa?"


Mata emilia terbuka lebar ketika melihat bosnya sedang berjongkok di hadapan putri pemilik Carnal Group, meskipun tempo hari emilia pernah melihat sesil di dalam mobil nathan, namun emilia tidak menyangka hubungan bosnya sudah sejauh ini.


Emilia hanya tersenyum pelik kemudian meletakkan kresek berisi makanan di atas meja, lalu dia dengan cepat keluar dari ruangan nathan.


Setelah mendengar pintu ruangannya tertutup kembali, nathan kembali memfokuskan pandangannya ke arah sesil kembali


"Sampai mana tadi?"


"Sampai mana apanya?" sesil mendengus dengan kesal dan mendorong tubuh nathan menjauh dari kursi yang dia duduki, sesil berjalan menjauh meninggalkan nathan lalu menuju meja tempat dimana emilia menyimpan makan siang nathan.


Sedangkan nathan hanya bisa menggelengkan kepala sembari tersenyum.


Sesil dengan tidak berdosa langsung membuka kresek berisi makanan yang di belikan oleh emilia untuk nathan, tanpa basa-basi lagi sesil membukanya lalu memakannya, karena memang perutnya sudah keroncongan sedari tadi.


Nathan berjalan menghampiri sesil, kemudian nathan mendudukkan dirinya tepat di samping sesil yang sedang menikmati makan siangnya.


"Hm, seafood nya enak sekali" gumam sesil sembari mengunyah makanan di dalam mulutnya.

__ADS_1


"Kau tidak makan nath"? sambung sesil lagi.


"Makanlah, aku bisa nanti lagi makannya" nathan tak tega jika harus berbagi makanan dengan sesil, sesil pasti sangat lapar karena jam makan siangnya malah terganggu untuk mengantar berkas ke kantornya.


"aaaaa" sesil menyodorkan cumi asam manis ke depan mulut nathan. Namun nathan masih diam saja tidak bergeming sembari menatapi wajah sesil.


"Makanlah, kita bagi dua makannya, mesin saja bisa rusak bila terus bekerja, apalagi kau !" sesil memaksa mulut nathan untuk membuka.


Nathan hanya tersenyum lalu membuka mulutnya, dan dengan cepat sesil menyuapkan cumi asam manis dan nasi ke dalam mulut nathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***SLOW UP YA PEMS, KAN SRAYU BILANG JARI TANGAN SRAYU LAGI BENGKAK, JADI SUSAH NGETIKNYA


INI AJA UDAH BEBERAPA HARI NGGAK MASUK KERJA


JADI MOHON PENGERTIANNYA🙏***

__ADS_1


__ADS_2