Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Hari ini sesuai dengan permintaan Sesil, Nathan Yasmine sedang mengurus pernikahan mereka di kantor catatan sipil, hanya pernikahan biasa yang di gelar oleh keduanya. Bahkan keduanya sepakat tidak mengundang siapapun.


Sesil duduk menunggu di loby kantor catatan sipil di temani oleh Emilia dan Bram, sementara Yasmine dan Nathan sedang berada di dalam sebuah ruangan tempat dimana mereka mengucap janji.


Sesil meremas jari-jemari tangannya, ada rasa bahagia sekaligus sedih melihat suaminya menikah lagi. Sesil sedih karena akan berbagi suami dengan Yasmine tapi di satu sisi Sesil senang karena rumah tangga mereka akan segera ramai oleh suara anak kecil. Meskipun nanti anak itu terlahir dari rahim Yasmine tapi Sesil bertekad akan menganggapnya anak kandungnya.


Pintu ruangan terbuka, terlihat Yasmine dan Nathan keluar ruangan beriringan. Yasmine yang mengenakan gaun berwarna putih selutut terlihat begitu cantik meskipun hanya make up sederhana. Sedangkan Nathan masih sama seperti biasanya mengenakan pakaian kantornya.


"Selamat Yasmine, dan terimakasih" Sesil memeluk Yasmine dengan mata berkaca-kaca, rasanya dia tak menyangka kalau mulai sekarang dia harus rela berbagi kasih sayang suaminya dengan wanita lain.


"Oh ya, hari ini aku tidak bisa menemanimu pulang, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Biar kau di antar Nathan saja" imbuh Sesil sambil melirik ke arah Nathan yang berdiri di sampingnya


"Aku ada meeting penting dengan dewan direksi, biar Yasmine di antar oleh Bram saja" Tukas Nathan, bahkan tanpa memandang ke arah Sesil maupun Yasmine, Nathan langsung berlalu dari hadapan mereka semua di ikuti oleh Emilia.


"Dia memang seperti itu, dulu juga sangat menyebalkan, tapi Nathan sebenarnya baik" Sesil berusaha meyakinkan. Sementara Yasmine mengangguk paham dan tersenyum.


"Bram, tolong ya" Sesil melirik ke arah Bram yang masih setia menunggu.


Bram yang mendapat instruksi dari Sesil langsung mengangguk paham dan mempersilahkan Yasmine berjalan di depannya. Sementara Sesil memutuskan untuk pergi ke suatu tempat sebelum kembali ke kantornya.


^


Sesil duduk di sebuah bangku panjang, tangannya mengatup di depan dadanya, matanya terpejam dan dia sedang menenangkan diri sambil berdoa.


Sesil kini berada di salah satu tempat peribadatan yang biasanya rutin dia kunjungi setiap hari minggu bersama Nathan.


"Tuhan.." Ucap Sesil lirih


"Jika Engkau membenci dengan apa yang aku lakukan, aku harap masih ada pengampunan untukku. Bukan aku tidak mematuhi perintah-Mu. Tapi aku harap Tuhan memberkati apa yang sudah menjadi keputusanku. Aku melakukan ini semua demi kebahagiaan suamiku, Tuhan" Sesil semakin mengeratkan jari-jemarinya. Hatinya terasa ketakutan saat ini, takut jika Nathan akan lebih mencintai Yasmine karena Yasmine yang akan memberi Nathan seorang buah hati.


"Tuhan, jauhkanlah rasa iri yang mendera isi hatiku, Kuatkan hatiku Tuhan. Aku yakin Engkau memberkati kehidupan rumah tangga kami"


Sejenak Sesil terdiam, dan mengatur nafasnya yang terasa sesak. Setelah merasa perasaannya sedikit membaik, sesil membuka matanya dan tersenyum.


Kemudian dia beranjak dari kursi dan pergi keluar tempat peribadatan tersebut.


^


Sesil duduk di kursi kerjanya, dia terlihat fokus menatap layar komputernya. Hingga tak menyadari Siska yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.


"Bu.."


Sesil terkejut, dan mengalihkan pandangan matanya menatap ke arah Siska yang berdiri di depannya "Ada apa sis?"


Siska diam tak membuka mulutnya, dia tidak tau harus mengucapkan selamat atau malah mengucapkan bela sungkawa atas pernikahan kedua dari suami atasannya.


Siska menatap wajah Sesil dengan seksama, wajah atasannya sangat cantik, pribadi yang lemah lembut, rendah hati dan kepintaran dalam berbisnis tidak bisa di remehkan meskipun dia hanya seorang wanita.


"Ada apa Sisi?" Sesil melontarkan kembali pertanyaan yang sama pada sekretarisnya.


Seketika Siska terbangun dari lamunannya, dan menepiskan senyumnya " Lima belas menit lagi ada meeting bulanan evaluasi dengan divisi Humas Bu" Seru Siska mengingatkan.


"Hm Baiklah" Sesil kembali menatap layar laptopnya.


Sedangkan Siska masih berdiri di tempat yang sama, dia tak menyangka Sesil memiliki hati bak malaikat yang rela berbagi suami dengan wanita lain.


Jika saja Siska di posisi Sesil, mungkin dirinya tidak akan melakukan hal sebodoh itu.


"Ada hal penting yang ingin kau sampaikan padaku Sis?" Imbuh Sesil yang merasa heran melihat sekretarisnya masih tak bergeming di posisinya.


"Tidak Bu, saya permisi" Siska undur diri dan berlalu keluar dari ruangan Sesil.

__ADS_1


^


Hari ini Sesil dan Nathan pulang malam, keduanya memiliki deadline yang harus di kerjakan.


Sesil masih duduk di kursi kerjanya dan dengan fokus melihat layar komputernya hingga tak menyadari saat ini Nathan berdiri di luar ruangannya. Nathan memperhatikan wajah Sesil yang sedang serius bekerja, wajah istrinya sangat cantik, hatinya bagai malaikat, Nathan mungkin hanya akan menemukan satu wanita seperti Sesil di tengah ribuan wanita di dunia ini.


"Sampai mana hatimu bisa bertahan dengan kondisi ini sayang?" Batin Nathan, dia menatap istrinya yang terlihat sedang merapihkan barang-barang miliknya dan memasukkannya ke dalam tas.


Saat Sesil menyelempangkan tas miliknya di pundak sebelah kanan, tiba-tiba dia baru menyadari kehadiran Nathan yang sudah menunggunya di depan ruang kerjanya yang terbuat dari kaca, membuat siapa saja bisa dengan leluasa melihat kedalamnya.


Sesil melebarkan senyumnya, dan bergegas keluar dari ruangannya dan berlari kecil menghampiri suaminya yang sudah menunggu di depan pintu.


Sesil langsung melingkarkan tangannya di lengan kekar suaminya dan mengajak suaminya segera pulang ke rumah.


Kurang dari satu jam, mobil yang di kendarai Nathan sudah sampai di garasi mobil rumahnya. Keduanya seperti biasa turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Namun saat membuka pintu, terlihat Yasmine sudah berpakaian rapih dan menyambut kepulangan mereka.


Yasmine mengenakan gaun mini night gown berwarna cream, membuat kulitnya semakin terlihat putih.


"Kalian sudah pulang?" Yasmine mengambil alih tas kerja dari tangan Nathan, dan seketika pula Sesil menjauhkan tangannya dari lengan Nathan.


"Hai Yas" Sesil menepiskan senyumnya


"Ayo masuk, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita semua" Timpal Yasmine dengan melebarkan senyumnya.


Ketiganya masuk beriringan ke dalam rumah, tapi Yasmine terlihat masuk terlebih dahulu ke ruang kerja Nathan untuk menyimpan tas kerja Nathan.


Sedangkan Sesil dan Nathan naik ke lantai dua untuk membersihkan diri mereka.


Kurang lebih tiga puluh menit Yasmine menunggu, akhirnya Nathan dan Sesil terlihat masuk ke dalam ruang makan.


Melihat Nathan sudah duduk, Yasmine langsung mengambil piring makan Nathan dan menuangkan nasi dan beberapa lauk pauk.


Sesil tersenyum kecut, baru hari pertama saja rasanya hatinya sudah sedikit sakit melihat Yasmine yang kini mengambil alih tugasnya mengurus Nathan.


Namun Sesil sekuat tenaga membuang jauh-jauh rasa iri hatinya.


"Terimakasih Yas" Nathan menepiskan senyumannya, dan di balas senyuman pula oleh Yasmine.


Ketiganya kini menikmati makan malam bersama, sesekali Sesil tersenyum saat mendengar celotehan lucu dari Yasmine. Sementara Nathan menatap kedua wanita yang duduk satu meja dengannya, terlihat begitu akur di matanya.


Setelah menikmati makan malam, Sesil di bantu Yasmine membereskan piring kotor dan memasukkannya pada tempat yang seharusnya.


Sedangkan Nathan sudah terlebih dahulu duduk di ruang tamu menikmati secangkir kopi dan siaran televisi.


Setelah membereskan piring kotor, Sesil dan Yasmine menyusul Nathan ke ruang tamu untuk menikmati kebersamaan mereka. Keluarga baru bagi Sesil.


Malam semakin larut, Sesil juga sudah beberapa kali menguap bahkan matanya sudah terlihat berair.


Sesil terlebih dahulu memutuskan untuk kembali ke kamarnya, sementara Yasmine dan Nathan masih duduk di depan televisi.


Setelah merasa lelah Yasmine juga masuk ke dalam kamar yang memang sudah di siapkan Sesil untuknya. Sementara Nathan duduk sendiri di depan televisi sambil memijat pelipisnya, kepalanya terasa begitu pusing.


Setelah perasaannya tenang, Nathan memutuskan untuk menyusul istrinya ke dalam kamar.


Nathan mendorong pintu perlahan dan melihat lampu kamarnya sudah temaram, Dia juga melihat Sesil tidur mengenakan gaun mini yang menampakkan bagian dalam tubuhnya. Seketika Nathan menelan salivanya susah payah, istrinya yang ini selalu bisa membangkitkan gairah dalam jiwanya.


Nathan tanpa berganti pakaian, langsung merangkak ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Namun karena Sesil terkejut seketika langsung membalikkan badannya dan melihat Nathan berbaring di sebelahnya.

__ADS_1


"Sedang apa kau di sini?" Seru Sesil yang merasa terkejut melihat Nathan malah tidur di sampingnya.


"Ini kamarku, tentu saja aku ingin beristirahat" Seru Nathan yang mengacuhkan tatapan tajam dari Sesil.


"Nath, hari ini kau menikah dengan Yasmine, itu artinya hari ini malam pertamamu dengannya"


"Lalu memangnya kenapa kalau malam pertama?" Jawab Nathan dengan santainya


"Ya itu artinya kau harus memenuhi kewajibanmu sebagai seorang suami. Bagaimana bisa kau malah di sini" Ketus Sesil


"Bukankah dulu saat malam pertama kita juga tidak melakukan apapun? Bahkan kita berhubungan badan saja saat usia pernikahan kita menginjak dua bulan lamanya?" Sanggah Nathan.


Seketika Sesil membungkam mulutnya, apa yang di katakan Nathan benar adanya. Namun jika ini di biarkan tentu saja tidak baik untuk hubungan Nathan dan Yasmine kedepannya.


"Jadi sudahlah, malam ini aku ingin bersamamu" Nathan kembali melingkarkan tangannya di perut rata istrinya.


"Tidak bisa, kau harus adil memperlakukan aku dengan Yasmine. Pokoknya sekarang kau harus ke kamar Yasmine" Sesil menjauhkan tangan Nathan dari perutnya kemudian dia turun dari ranjang dan menarik tangan suaminya dengan paksa.


Namun seolah batu, Nathan sama sekali tidak bergerak dari tempatnya saat ini, bahkan kini Nathan menarik tangan Sesil hingga Sesil jatuh di atas dada bidangnya.


"Apa kau yakin memperbolehkan aku menyentuh wanita lain? menikmati tubuh Yasmine? bagaimana kalau Yasmine lebih bisa memuaskan aku nantinya dan pada akhirnya aku berpaling darimu" Nathan menaikkan alisnya


Sesil terdiam sejenak mencerna perkataan suaminya. Ada rasa takut terselip di hati kecilnya, tapi ini sudah menjadi pilihannya, jadi jika hal tersebut terjadi itu sudah menjadi nasib serta konsekuensi yang harus dia tanggung.


"Tentu saja aku memperbolehkanmu menyentuh Yasmine, dia juga istrimu, dia berhak atas segala yang melekat pada tubuhmu" Jawab Sesil yakin.


Nathan mendengus dengan kesal mendengar jawaban dari istrinya. Dia sangat keras kepala seperti batu.


Nathan yang merasa kesal mendorong tubuh Sesil menjauh dari tubuhnya, kemudian dia berlalu keluar kamar.


Sesil mengikuti suaminya dari belakang, Nathan terlihat menuruni anak tangga dan mengetuk kamar Yasmine yang berada di samping tangga rumahnya.


Setelah di ketuk beberapa kali, akhirnya Yasmine membuka pintu kamarnya dan tersenyum saat melihat Nathan berdiri di depan pintunya. Yasmine kemudian mengajak Nathan masuk ke dalam.


Sesil menyaksikannya dari lantai dua rumahnya, tiba-tiba saja hatinya terasa sesak, dia mengusap dadanya berulang kali dan mencoba menyemangati dirinya sendiri, kemudian dia kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sesil merebahkan kembali tubuhnya di atas ranjang dan mencoba memejamkan matanya. Namun saat matanya terpejam wajah Nathan menari-nari di dalam pikirannya.


Sesil mencoba merubah posisi tidurnya, namun rasanya masih sama. Dia sama sekali tidak merasa mengantuk.


Dengan kesal Sesil membuka matanya, pikiran liarnya berkelana entah kemana, membayangkan adegan panas yang saat ini sedang di lakukan oleh Nathan dan Yasmine, hatinya semakin merasa gelisah.


Bahkan hingga menjelang pagi, Sesil belum juga memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


.


Pokoknya kalian boleh tuliskan kemarahan kalian pada Srayu😘 Srayu tetap sayang sama kalian.


Dan semoga cerita Srayu selalu greget di hati pembaca♥️


Tetep tunggu kelanjutannya ya, jangan lupa Vote nya😘

__ADS_1


__ADS_2