
Sasha masih diam di meja kerjanya sembari mengerjakan beberapa jadwal CEO nya, sasha rasanya sudah tidak sabar ingin segera pulang kerja, karena nanti sasha akan mengajak nathan bertemu dan memperlihatkan foto-foto yang sudah berhasil dia ambil.
Sedangkan di dalam ruangan, sesil masih memeluk papinya begitu erat, rasanya dia benar-benar terguncang dengan kehadiran dari tasya yang tak sengaja bertemu di boutique tadi.
"Sayang, sebenarnya ada apa?" swan mengelus puncak kepala putrinya, rasanya swan merasa ada yang tidak beres menimpa putrinya.
"Bukankah, kau bilang hari ini fitting baju dengan nathan? apakah dia menyakitimu? katakan sama papi? papi akan membalasnya" swan menatap kedua bola mata putrinya, dan sesil hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Lalu...?" imbuh swan lagi
"Sesil merindukan mami pi, seandainya dulu tante tasya tidak melakukan itu, mungkin mami masih bersama dengan kita saat ini, dan mami pasti juga sangat senang mengurus acara pertunangan sesil pi.." mata sesil kembali berkaca-kaca, bayang kejadian kematian maminya yang meregang nyawa di pangkuan papinya kembali berputar di otaknya.
Swan tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya semakin mengeratkan pelukannya saja. Hatinya begitu teriris jika mengingat kembali peristiwa itu, peristiwa dimana swan harus melihat orang yang di kasihi meregang nyawa di pangkuannya.
Rasanya dunia seperti runtuh saat ini, semua kekuasaan dan kekayaan swan tidak ada artinya lagi, karena semua itu tidak bisa menjamin keselamatan istrinya.
"Maafkan papi sayang, andaikan papi suami yang baik, pasti kejadian itu tidak akan pernah terjadi"
Sesil tidak menjawab papinya, dia hanya menangis sesenggukkan di pelukan papinya.
"Tante tasya sudah kembali pi.." sesil berucap dengan begitu lirih tapi masih bisa terdengar oleh swan.
"Apa? tasya kembali??" swan mengulangi lagi ucapan putrinya. Namun sesil hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan papinya.
"Sayang..?" swan melepaskan pelukannya dan menatap kedua bola mata putrinya yang terlihat basah karena air mata.
"Katakan sekali lagi, benarkan tasya sudah kembali? Lalu apakah dia menyakitimu sayang?" swan mengusap air mata putrinya menggunakan ibu jarinya. Dan sesil menganggukkan kepala sebagai jawaban. Swan seketika menarik sesil kembali ke dalam pelukannya.
"Papi tidak akan biarkan dia menyentuhmu walau hanya sehelai rambut, sebelum dia menyentuhmu, papi akan buat dia menghilang dari muka bumi" Rasanya swan begitu geram ketika mendengar tasya sudah kembali, dulu swan ingin sekali membunuh tasya dengan cara yang sama seperti tasya menghilangkan nyawa ayu, tapi sayangnya tasya harus menjalani hukuman di dalam lapas.
Jadi swan tidak bisa menyentuhnya.
"Pi, jangan seperti itu, sesil tidak setuju, biarkan saja pi, tante tasya juga sudah menerima hukumannya, jadi biarkan dia menikmati masa tua nya" imbuh sesil
"Tapi jika dia berani menyentuhmu, papi tidak akan pernah biarkan" swan mengepalkan kedua tangannya, bahkan guratan emosi terlihat jelas di garis wajahnya.
"Pi, bagaimana apakah nanti papi akan mengundang keluarga dean untuk datang ke acara pertunangan sesil?" sesil mencari topik pembicaraan lain untuk mengalihkan perhatian papinya.
"Tidak sayang, papi tidak sudi mengundang orang yang ternyata tidak bersikap baik kepada putri kesayangan papi" swan menarik nafasnya berat, rasanya dia benar-benar kecolongan, karena baru mengetahui sikap dean belakangan ini.
"Papi juga akan memperketat penjagaan vila seminggu ke depan, supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, Kau tidak perlu kuatir soal kerja sama bisnis dengan kelurga dean, papi tidak membutuhkan penopang untuk perusahaan papi, karena perusahaan papi bisa berdiri tanpa bantuan dari mereka, bahkan jika kau mau papi bisa menghilangkan perusahaan keluarga dean dari dunia bisnis sayang" tukas swan.
__ADS_1
"Papi seperti monster" sesil melipat kedua tangannya dan mengerucutkan bibirnya ke arah papinya.
Swan hanya terkekeh melihat tingkah putrinya yang menggemaskan.
"Cepatlah menikah, biar suamimu yang menggantikan papi mengurus perusahaan, papi sudah lelah dan ingin menikmati masa tua" swan berpura-pura terbatuk-batuk seperti kakek tua.
Dan itu ampuh membuat sesil tertawa.
Setelah cukup lama berbincang, sesil memutuskan untuk kembali lagi ke rumah, dan swan mengantar sesil hingga ke depan pintu.
"Hati-hati sayang, nanti akan ada supir yang mengantarmu" swan mengecup puncak kepala sesil, dan itu di saksikan oleh sasha, sasha melebarkan matanya, rasanya dia benar-benar tidak percaya kalau sesil adalah simpanan dari Bos Besar Carnal Group
"See you" sesil melambaikan tangannya ke arah papinya. Kemudian berjalan memasuki lift untuk menuju loby utama.
🌷🌷🌷
Sore harinya, sepulangnya sasha dari kantor, sasha mengarahkan mobilnya untuk menemui nathan di kantornya, karena kebetulan nathan belum pulang karena harus mengurus beberapa laporan keuangan perusahaannya.
Sesil memarkirkan mobilnya dan langsung berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam kantor nathan, kantor nathan saat itu sudah sepi, hanya terlihat beberapa pegawai yang lembur.
"Nathan ada?" sasha bertanya kepada emilia yang sedang mengemas barang-barangnya masuk ke dalam tas jinjingnya
"Halo, nathan ada?" sasha kembali melayangkan pertanyaan kepada emilia, namun emilia masih diam saja. Sasha yang merasa tidak sabar langsung menerobos masuk ke dalam ruangan nathan, nathan yang kala itu sedang memeriksa berkas yang menumpuk di meja kerjanya seketika mengalihkan pandangan ke arah pintu, nathan memutar bola matanya malas saat melihat sasha masuk ke dalam ruangannya.
"Eh mba, tunggu sebentar, jangan sembarangan masuk" emilia mencoba mencekal tangan sasha, tapi sasha tak menghiraukannya.
"Mil, biarkan saja" seru nathan, kemudian emilia pergi keluar dari ruangan bosnya.
"Ada apa?" seru nathan, namun wajahnya masih menatap ke arah map yang di pegangnya.
"Nath, kau harus mengetahui ini, kau harus tau kalau sesil gadis miskin itu bukan gadis baik-baik, dia mendekatimu hanya untuk mengeruk hartamu semata"! Seru sasha
Seketika nathan menghentikan aktifitasnya dan menatap heran ke arah sasha, bagaimana bisa sesil di katakan miskin, kalau sesil miskin lalu apa nama yang pantas untuk sasha? rakyat jelata?
nathan menarik sudut bibirnya sebelah.
"Sesil itu selain dia ingin mengeruk hartamu, dia juga ternyata simpanan bos besar di tempatku bekerja, kau lihat saja ini" Sasha menyerahkan ponselnya dan menunjukkan foto sesil yang sedang di peluk oleh swan papinya sendiri.
Seketika nathan mengangkat alisnya dan menahan tawanya, rasanya sasha sudah seperti badut uang berhasil memberi hiburan untuknya.
"Kau lihat sendiri kan, dia bukan gadis baik-baik" Imbuh sasha kembali.
__ADS_1
Nathan hanya diam saja, sebenarnya dia ingin memberitahu siapa sesil sebenarnya, tapi rasanya itu bukan kapasitasnya, sesil tidak memberitahu sasha siapa identitasnya pasti sesil memiliki tujuan sendiri.
"Aku sudah tau, lalu memangnya kenapa kalau sesil ingin menghabiskan uangku? kelak kita akan menikah, dan dia berhak menghabiskan uangku, dan jika habis, itu gampang, aku tinggal kerja dan nyari uang lagi" seru nathan, dan nathan kembali mengalihkan pandangannya ke arah map yang di pegangnya saat ini.
Sasha membuka mulutnya lebar, rasanya dia tidak percaya mendengar jawaban dari nathan, bagaimana mungkin nathan tidak marah, pasti sesil menggunakan sihir untuk menjerat para mangsanya.
"Keluarlah, aku sedang sibuk" nathan mengusir sasha untuk keluar dari ruang kerja.
Sasha hanya mengepalkan kedua tangannya dan menghentakkan kakinya keluar dari ruangan nathan, semua bayangannya tentang nathan yang akan meninggalkan sesil sirna sudah, rasanya dia ingin sekali mencabik-cabik wajah sesil saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Srayu coba mau jawab pertanyaan readers
* Critanya jangan sama kaya season satu thor!
-pasti, srayu kasih warna berbeda sama season yang pertama
* Musuhnya kok makin banyak?
- biar tambah greget aja bacanya.
*Up nya kok lama?
-Srayu up tiap hari ya rutin, bisa cek tanggalnya ya🙏
__ADS_1