Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Hadiah Spesial


__ADS_3

Sesil masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang menunggu nathan yang baru saja memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sesil merasa bersalah atas penolakannya tadi kepada Nathan, Sesil memejamkan matanya dan menghirup udara banyak-banyak dan mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang begitu terasa kemelut.


Tiba-tiba terdengar satu dering pesan masuk di ponsel milik sesil yang terletak di kasur kosong sampingnya.


Sesil meraih ponselnya dan melihat satu Voice Note dari sahabatnya, Imelda.


"*Gadis bodoh, sedang apa kau" Suara cempreng Imelda terdengar begitu jelas saat sesil membuka pesan dari sahabatnya.


**Rebahan, aku sangat lelah ~sesil


Pasti kau terus melakukannya ya? makannya kau kelelahan, hahaha ~imelda***


Sesil hanya mendengar voice note dari imelda tanpa berniat membahasnya, jika sesil membalas kalau dirinya belum melakukan yang seharusnya di lakukan, imelda pasti akan mencramahinya habis-habisan, belum lagi otak mesum imelda yang selalu mengajarkan yang tidak-tidak, membuat sesil bergidik ngeri.


Sesil meletakkan kembali ponsel miliknya di meja kecil samping tempat tidur, namun baru saja di letakkan ponsel sesil sudah kembali berdering, masuk beberapa pesan suara dari imelda.


***Apa kau sudah memakai kado pemberianku? ~imelda


Ukuran yang mana yang di pakai? bagaimana rasanya ? apa kau menyukainya? ~imelda***


Sesil mengernyitkan dahinya mendengar penuturan dari imelda, sesil bahkan belum membuka satu kotak kado dari para tamu undangan di pernikahannya kemarin.


Sekilas sesil melihat ke arah kotak berwarna biru muda yang terletak di atas meja rias kamarnya.


Sesil penasaran apa yang gadis sial itu berikan padanya.


Imel bahkan menanyakan perihal ukuran, memang apa isi kotak itu? Sesil yang merasa penasaran, langsung beranjak dari ranjangnya dan mengambil kotak kado tersebut.


Sesil menyipitkan matanya dan mengendus kotak kado pemberian dari sahabat baiknya itu.


"Bau-bau tidak menyenangkan" ucap Sesil pada dirinya sendiri, Kemudian sesil memutar-mutar kotak tersebut dan kembali mendudukkan tubuhnya di atas Ranjang.


Tiba-tiba ponselnya berdering kembali, nama imelda terpampang jelas di layar ponselnya, bahkan gadis cempreng itu mengirim beberapa pesan suara.


***Kalau kau kurang puas, nanti akan aku kenalkan pada teman sejawatku, dan kau serta suamimu bisa berkonsultasi ~imelda


Hei bodoh ! kenapa kau hanya membaca pesanku? kau pikir pesanku koran ~imelda


Sesillll......~imelda***


Sesil menggosok-gosok telinganya saat imelda memanggilnya dengan suara cemprengnya, membuat telinga sesil cukup berdengung.


***Aku baru saja mau membuka kado pemberianmu ~Sesil


Dasar bodoh, berarti kau semalam tidak memakainya? atau memakai persediaan suamimu? baiklah, cepat kau buka, pasti kau suka ~imelda***


Sesil mengernyit heran saat imelda tekikik pelan di akhir pesan suaranya.


Sesil kemudian meletakkan ponselnya di samping tubuhnya, dan tangannya mulai menarik pita berwarna putih yang membungkus kotak tersebut.


Perlahan sesil mulai membuka kotak tersebut, dan saat kotak tersebut di buka, ternyata di dalamnya masih ada satu kotak kecil bungkus kado serta satu barang yang di bungkus mengenakan kertas kado.


Sesil mengernyit keheranan dengan isi kotak kado yang di dalamnya juga terdapat kotak kado lagi.


Sesil terlebih dahulu membuka bungkusan kado yang berbentuk segi empat, dan perlahan sesil menyobek kertas tersebut dan saat sudah tersobek, seketika mata sesil terbuka lebar dan sesil membekap mulutnya sendiri saking terkejutnya.


Ternyata sebuah gaun tidur, ah bukan gaun lebih tepatnya kain transparan yang berbentuk sangat sexy, yaitu ligeria berwarna biru muda sesuai dengan warna kesukaan sesil.


Sesil mengangkat baju tersebut di hadapan wajahnya, seketika itu pula wajah sesil bersemu merah muda menahan malu karena baju di hadapannya tembus pandang, sesil tidak bisa membayangkan kalau dirinya mengenakan itu, sama saja dengan tidak mengenakan pakaian.


Ponsel sesil kembali bergetar, namun sesil mengacuhkannya, sesil sudah tau kalo itu pasti pesan dari imelda.


Sesil mengalihkan pandangannya dari baju ligeria ke arah kotak kecil yang berwarna merah,dan terdapat hiasan love begitu cantik di atasnya, kali ini sesil menduga pasti isi kotak tersebut tak jauh dari perhiasan, meskipun sesil kesal mendapat baju ligeria dari imelda, tapi setidaknya imelda memberinya hadiah alternatif.


Sesil meletakkan kembali gaun ligeria di dalam kotak, kemudian sesil mengambil kotak kecil itu dan perlahan membukanya.


Alangkah terkejutnya sesil melihat isi kotak tersebut, bukan emas maupun berlian, tetapi setumpuk alat kontrasepsi dengan berbagai rasa dan ukuran.


"Ahhhhh" Sesil seketika menjerit saking terkejutnya


"Sil..?


"Ada apa?" suara nathan terdengar dari balik pintu kamar mandi.


"Ada kecoa" bisik sesil pelan.


"Oh, nanti biar sehabis mandi aku yang mencarinya" seru nathan kembali, namun kali ini sesil tidak menyahut ucapan suaminya itu.


Sesil memutarkan bibir dan matanya searah tanda dia sedang kesal.


Sedangkan swan yang mendengar teriakan putrinya hanya menggelengkan kepalanya saja


"Dasar anak muda jaman sekarang" swan mengulum senyumnya dan kemudian melanjutkan kerjanya.


Karena memang kamar sesil terletak tidak jauh dari kamar papinya sehingga membuat swan masih bisa mendengar jeritan sesil, terlebih lagi suasana rumahnya juga sudah sepi.


Sedangkan sesil, Rasanya tidak menduga kalau imelda bisa memiliki ide gila seperti ini.

__ADS_1


Mata sesil seketika beralih ke arah kertas yang tertempel di bagian bawah dalam kotak kado.


Sesil meraih kertas tersebut dan membuka kartu ucapan tersebut.


**Selamat menikmati sensasi malammu dengan berbagai rasa hahaha


 


Luv Imelda😘**


 


Sesil begitu kesal membaca kartu ucapan tersebut.


Kemudian sesil meraih ponsel dan langsung mengirim pesan suara kepada imelda.


Gadis busuk, kenapa kau sangat mesum ~sesil


Setelah mengirim pesan suara tersebut kepada imelda, sesil memasukkan dan merapihkan kembali kotak kado dari imelda itu.


Mata sesil menyapu seluruh ruangan mencari tempat teraman untuk menyembunyikannya, sesil takut nathan melihat dan berfikir macam-macam tentang dirinya.


"Dasar gadis sial, kau menyusahkan aku saja" Gerutu sesil sambil terus mencari tempat yang sekiranya aman untuk menyimpan barang memalukan itu.


Sesil melihat ke arah samping lemari yang berisi beberapa koper, dengan cepat sesil memasukkan barang tersebut ke dalam koper dan memberi pass code pada koper tersebut.


Setelah tersimpan, sesil meletakkan kembali koper tersebut dan menyimpan di tempat semula.


Dering ponsel sesil berkali-kali terus berbunyi, seakan orang yang mengirim pesan terhadapnya sudah tidak sabar lagi.


Sesil merebahkan kembali tubuhnya, dan membalutkan selimutnya hingga menutupi perutnya.


Sesil meraih ponsel dan membuka beberapa pesan suara dari imelda.


**Bagaimana, kau menyukainya? ~imelda


*Rasa mana yang kau pilih untuk malam ini ~imelda


Jawablah ~imelda


Gadis busuk, kenapa** **kau diam saja ? ~imelda


Berapa Ukurannya? ~imelda**


Wajah sesil sangat panas mendengar* semua kata-kata mesum dari imelda.


"Ukuran apa?" tiba-tiba suara nathan menyentak telinga sesil, sesil tak menyadari kalau nathan baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tidak, aku hanya tidak sengaja mendengar ada yang menanyakan ukuran, memangnya ukuran apa?" Nathan kembali mengulangi pertanyaannya.


Sesil bernafas lega ketika nathan tidak mendengar semua percakapannya dengan imel. Kalau saja nathan dengar pasti otak mesumnya akan lebih parah dari imelda.


"Ukuran baju, iya aku pesan baju ke temanku, dan temanku menanyakan ukurannya" Jawab sesil asal


"Semoga nathan percaya" Sesil berdoa di dalam hatinya.


"Oh ya, mana kecoanya? sudah kau musnahkan belum?" Nathan menyapu ke arah seluruh ruangan mencari kecoa yang sempat membuat sesil terkejut.


"Oh itu...anu .. hm iya sudah ku buang ke luar" Sesil tergagap menjawab pertanyaan nathan.


"Oh" Nathan hanya membulatkan bibirnya dan berlalu menuju lemari pakaian.


"Cari apa?" Sesil yang melihat nathan menggeser pintu lemari seketika menyipitkan pandangan matanya


"Cari baju.."


"Hm, apa kau ingin aku tidur dengan bertelanjang?" Nathan terkekeh pelan menggoda sesil.


"Ahhh, dasar mesum.." Sesil menutupkan selimutnya ke seluruh tubuhnya dan nathan hanya bisa tertawa geli melihat tingkah istri kecilnya.


Kemudian nathan kembali melihat deretan pakaian di dalam lemari tersebut.


"Aku sampai lupa menyiapkan baju untuk nathan ! Ini semua gara-gara hadiah dari gadis busuk itu" sesil menggerutu tidak jelas dari balik selimutnya


"Biar aku saja yang mencarikan" Sesil menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya lalu beranjak mendekat ke arah nathan yang sedang memilih baju.


"Pakai ini saja" Sesil memilih piyama lelaki berwarna hitam senada dengan pakaian yang dia kenakan.


Nathan menerima piyama tersebut dan kembali ke kamar mandi untuk berganti dari handuk kimono menjadi piyama tidur yang nyaman.


Sedangkan sesil kembali ke ranjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang, sembari membaca pesan imelda yang mengatakan dia akan melakukan tindakan operasi sebentar lagi.


Sesil tersenyum lega membaca pesan dari imel, setidaknya gadis mesum itu tidak akan mengganggunya lagi.


"Belum mengantuk?" Nathan mendudukkan dirinya dan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang sembari menatap sesil yang baru saja meletakkan ponselnya di atas meja kecil.


"Belum"


"Nath, kau sudah makan?" Sesil melirik ke arah perut nathan yang terlihat sispex itu.

__ADS_1


"Sudah, kenapa ? kau lapar?" Seru nathan.


"Tidak, aku kenyang" jawab sesil dusta


Krucuk...krucuk...


Terdengar suara perut sesil yang membuat nathan menarik kedua sudut bibirnya.


"Kau belum makan?" Nathan menyelipkan rambut sesil di balik daun telinganya, dan sesil dengan tersenyum pelik menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kenapa? Kau menungguku?" Nathan seketika merasa menyesal karena sudah makan di jalan tadi sebelum pulang, lain kali pasti nathan tidak akan mengulangi hal ini lagi.


"Ya sudah ayo kita makan" nathan menarik tangan sesil dan mengajaknya keluar kamar.


Kini mereka berdua sedang duduk di dalam meja makan, waktu sudah tengah malam, seluruh pelayan di rumah sesil juga sudah beristirahat.


"Tunggu sebentar, aku akan membuatkan spageti mashroom untukmu.


Nathan menggulung lengan piyamanya yang panjang dan mulai mengambil bahan-bahan dari dalam kulkas.


Pertama, nathan merebus bahan mie spageti terlebih dahulu, kemudian dengan terampil nathan mulai mengiris bawang bombai dan beberapa daun bawang.


Setelah bawang bombay teriris semua, sesil kemudian menurunkan rebusan spageti dan meniriskannya, lalu dia meraih teflon dan menuangkan sedikit minyak di sana untuk menumis bawang bombay.


Setelah baunya harum, nathan memasukkan suas pedas dan saus tomat beserta irisan mashroom lantas memberi sedikit air, gula dan bumbu penyedap rasa.


Setelah di rasa jamurnya sudah matang, nathan langsung memasukkan rebusan spageti itu kedalam teflon dan mengaduknya hingga merata.


Setelah merata dengan sempurna, nathan mematikkan kompornya dan menyajikan spageti buatannya di atas piring dan meletakkan di hadapan sesil yang sedari tadi tidak berkedip memandangnya memasak.


"Makanlah" Nathan meletakkan sepiring spageti mashroom yang asapnya terlihat masih mengepul di sana.


"Apa kau yakin dengan rasanya?" Sesil melirik ke arah nathan yang duduk di sampingnya.


"Kau meragukan kemampuanku?" Nathan menaikkan satu alisnya


"Sudahlah, biar ku buatkan teh hangat untukmu dulu" sesil beranjak dari kursinya dan mengambil cangkir lalu menaruh satu sendok teh gula pasir dan menuangkan air panas ke dalamnya lalu setelah di aduk merata sesil baru memasukkan satu kantung teh celup.


"Minumlah.." Sesil meletakkan secangkir teh hangat di hadapan nathan.


"Terimakasih.."


"Cepat makanlah, aku akan menemanimu" Imbuh nathan lagi.


Kemudian sesil mengambil garpu dan mulai memakan spageti buatan nathan.


Seketika sesil berdecak kagum, rasa spageti buatan nathan sangat enak.


"Bagaimana?" tanya nathan.


"hmmm..."


"Hmmm apa?" Seru nathan lagi


"Lumayan" Sambung sesil, kemudian dengan lahap sesil memakan spageti buatan suaminya itu.


Rasanya sesil seperti mimpi menjadi istri dari orang yang selalu berbuat menyebalkan dari masih dirinya umur belasan dahulu.


Tapi ternyata, di balik sikap menyebalkan nathan, tersimpan hati yang penuh perhatian dan baik.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa komentar ya pems😘

__ADS_1


SELAMAT HARI KASIH SAYANG UNTUK SEMUA, SEMOGA KITA SELALU TERLIMPAH KASIH SAYANG DARI SEMUA ORANG DAN TENTUNYA TUHAN🙏


HAPPY VALENTINE DAY'S♥️


__ADS_2