Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Bikini


__ADS_3

Sesil menggeliat dari tidurnya, matanya melihat ke arah jendela kamarnya yang belum tertutup oleh tirai, bahkan hamparan pantai di bawah langit berbintang membuat Sesil menatap dengan takjub.


Sinar rembulan yang menerangi lautan lepas membuat Sesil sangat betah berlama-lama melihat keagungan ciptaan Tuhan.


Kemudian dia menatap ke arah samping, terlihat Nathan masih memejamkan kedua matanya posisi tidurnya menyamping ke arah Sesil, bahkan lengan tangannya memeluk erat tubuh istrinya. Sesil melebarkan senyumnya menatap wajah teduh suami yang sangat di cintai olehnya.


Sesil begitu bersyukur memiliki suami sebaik Nathan.


Sejenak Sesil melirik ke arah jam dinding di dalam kamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam waktu setempat. Tubuhnya terasa begitu lengket karena keringat yang dia dapatkan dari olahraga bersama suaminya.


"Sayang.." Sesil menepuk pipi Nathan perlahan namun sama sekali tidak menyakitinya.


Merasakan tepukan di pipinya, Nathan mengerjapkan matanya beberapa kali, sinar lampu kamarnya terlihat temaram.


Nathan menggosok matanya supaya penglihatannya jelas, dan saat penglihatannya sudah jelas orang pertama yang di lihat oleh Nathan adalah wajah cantik istrinya yang sedang menatapnya.


"Ada apa sayang? Apa kau menginginkan sesuatu?" suara Nathan terdengar begitu serak namun malah sangat enak di dengar oleh Sesil.


"Ini sudah malam, bangunlah. Bersihkan dirimu, baru setelah itu kita makan malam. Aku sangat lapar" Sesil mengusap perut ratanya sambil memelaskan wajahnya


Nathan menyipitkan matanya melihat ke arah jam dinding yang menempel di dinding kamarnya ternyata waktu sudah menunjukan pukul 07.15pm waktu setempat, pantas saja istrinya kelaparan karena sedari siang merrka bekum makan kembali di tambah beberapa jam yang lalu mereka melakukan olah raga siang yang pasti sangat menguras tenaga istrinya.


"Kau lapar sayang?" Nathan beranjak duduk lalu mengusap kening istrinya begitu lembut sambil melebarkan matanya.


Sesil hanya menganggukkan kepala serta melebarkan senyumnya sebagai jawaban.


"Ya sudah ayo kita mandi baru setelah itu makan malam bersama"


"Tidak mau" tolak Sesil.


Jika mereka berdua mandi bersama, Sesil sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan suaminya kepadanya.


"Dasar mesum" ketus Sesil sambil langsung membalikkan posisi tidurnya hingga kini dirinya tidur memunggungi suaminya.


Nathan tertawa senang melihat istrinya malah mengambek padanya, wajah istrinya terlihat semakin menggemaskan.


Puas menggoda istrinya, Nathan beranjak turun dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Kurang dari setengah jam Nathan sudah keluar kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk yang menutupi badannya. Sementara Sesil terlihat masih memainkan ponselnya sambil menyandar di sandaran ranjang.


"Mandilah sayang" seru Nathan sambil mengambil pakaian yang sudah di siapkan oleh Sesil di atas ranjang.


"Hm.." jawab Sesil sambil meletakkan kembali ponselnya di atas meja kecil samping tempat tidurnya.


Sesil kemudian beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, dan saat masuk ke dalam kamar mandi lagi dan lagi Sesil di buat terpana dengan apa yang ada di dalamnya. Di dalam Bath up sudah di isi air berserta sabun cair yang terlihat sudah mengeluarkan busa tidak hanya itu ada ribuan bunga beraneka macam di dalam bath up tersebut, bau harum sangat tercium di hidung Sesil.


Sesil yang memang memiliki hobi mandi busa sangat kegirangan melihat hal tersebut.


"Kau suka sayang?" Nathan meletakkan dagunya di puncak kepala istrinya kedua telapak tangannya berada di pinggang ramping istrinya.


Sesil yang merasa sangat senang karena hari pertama liburannya sudah begitu banyak mendapatkan kejutan dari suaminya. Sesil membalikkan badannya menatap suaminya, namun Sesil tidak menyadari jika dirinya hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya


Tangan Sesil terulur dan langsung menarik pinggang suaminya mendekat, bahkan kini keduanya sama sekali tidak memiliki jarang, tubuh keduanya saking menempel, bahkan Sesil bisa merasakan jagoan suaminya ternyata kembali menginginkan dirinya.


"Kenapa kau selalu membuatku merasa spesial?"


"Karena kau memang spesial sayang, lebih spesial dari apapun yang aku miliki" Ucapan Nathan terdengar begitu tulus dan dalam.


Mendengar penuturan suaminya seketika Sesil menundukkan kepalanya, dia merasa tidak seperti apa yang di katakan oleh Nathan.


Melihat istrinya menundukkan kepala, seketika Nathan langsung mengangkat dagu runcing istrinya supaya bisa menatap lekat-lekat wajah istrinya. Nathan mengeryitkan dahi saat melihat wajah Sesil berubah menjadi muram.


Nathan sudah bisa menebak apa yang istrinya saat ini pikirkan. Pasti istrinya kembali memikirkan soal memiliki momongan.


"Jangan memikirkan yang tidak-tidak. Atau aku akan menghukummu" tegas Nathan.


Namun Sesil masih diam saja, pikirannya kembali memikirkan kondisi dirinya yang kemungkinan tidak bisa hamil lagi.

__ADS_1


Nathan menghela nafasnya dengan berat, kemudian mencoba mencari akal untuk membuat istrinya kembali ceria. Tiba-tiba Nathan melihat ke arah tubuh Sesil yang hanya di balut dengan selembar selimut yang sangat tebal. Nathan menarik sebelah sudut bibirnya dan tersenyum nakal karena tiba-tiba muncul ide konyol dalam benaknya.


Tiba-tiba saja tangan Nathan menarik selimut yang membalut tubuh polos istrinya hingga selimut itu jatuh ke bawah.


"Ahhhhh" Seketika Sesil memekik saat selimut yang menutupi tubuh polosnya jatuh ke lantai, bahkan kedua tangan Sesil menyilang menutupi buah dadanya.


Wajah Sesil langsung merah merona menahan malu, dia tak menyangka suaminya akan melakukan hal gila seperti itu, tanpa berpikir panjang Sesil langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan sangat keras.


Sedangkan Nathan tertawa dengan keras, menertawakan ekspresi wajah istrinya yang sudah seperti tomat matang, sangat menggemaskan.


"Sayang..?" Nathan mengetuk pintu kamar mandi yang sudah tertutup, Nathan kembali terkekeh.


"Dasar mesum" Teriak Sesil dengan keras dari balik pintu kamar mandi.


"Sayang ayolah, aku sudah sering melihatnya" goda Nathan lagi, dia tak kuasa menahan tawanya hingga kini dirinya kembali tertawa.


Mendengar suara tawa suaminya Sesil kembali merasa kesal bukan main akan ulah usil suaminya yang dengan sengaja melepaskan selimut yang membalut tubuh polosnya. Meskipun Nathan sudah melihat tubuhnya tanpa busana tapi bukan berarti harus bersikap usil seperti tadi.


Rasa-rasanya sangat malu di lihat tanpa busana bukan di atas ranjang.


"Come on sayang, aku ingin mandi kembali" imbuh Nathan


"Diamlah ! Atau malam ini kau tidur di luar bersama hewan buas di pulau ini!" Ketus Sesil, kemudian Sesil naik ke atas bath up dan masuk ke dalamnya.


Tawa Nathan kembali pecah, dia sangat merasa senang melihat istrinya mengambek padanya daripada istrinya memasang wajah murung.


Tidak mau membuat istrinya semakin marah Nathan memutuskan untuk keluar kamar tidurnya menuju tempat makan yang ada di resort ini.


Nathan berjalan melewati beberapa ruangan hingga kini dirinya sudah sampai di ruang makan. Di sana terhidang banyak sekali jenis makanan yang terlihat masih mengeluarkan asap.


Bau sedap makanan membuat cacing di perut Nathan berdemo minta jatah.


Nathan duduk di salah satu kursi yang sambil memainkan ponselnya, Nathan terlihat membalas beberapa pesan dari Bram yang menanyakan perihal urusan pekerjaan.


Sementara Sesil masih terus berendam air hangat yang penuh dengan busa serta taburan berbagai macam bunga. Mata Sesil terlihat terpejam, tangannya terus mengusap seluruh bagian tubuhnya yang bisa di jangkau tangannya menggunakan busa. Rasanya begitu menyenangkan bisa melakukan ini semua.


Entah sudah berapa lama, Sesil yang merasa sudah puas mengakhiri aktivitas mandinya.


Sesil berjalan menuju koper miliknya yang di letakkan oleh Nathan bersebelahan dengan koper yang berisi barang-barang suaminya. Semua barang yang mereka bawa Nathanlah yang mengemasnya kemarin. Karena kelelahan membuat Sesil ketiduran dan alhasil suaminya harus mengepak barang yang mereka bawa saat ini sendirian.


Sesil menekan beberapa digit angka untuk membuka kopernya, setelah berhasil Sesil perlahan mulai membuaka koper tersebut dan matanya kembali terbuka lebar saat melihat isi koper miliknya.


"Nathannnnnnnn" Sesil berteriak dengan keras memanggil nama suaminya.


Mendengar panggilan istrinya Nathan kembali tertawa, dia yakin istrinya pasti sudah melihat isi koper miliknya yang berisi semua pakaian seksi. Nathan kembali membayangkan wajah istrinya yang saat ini pasti sangat merasa kesal.


Sementara Sesil di dalam kamar merasa begitu kesal melihat isi koper miliknya, hanya ada dua gaun sisanya semua bikini bahak ligeria tak luput dari barang yang Nathan bawa. Satu demi satu Sesil mengangkat isi kopernya ke depan wajahnya.


"Benar-benar keterlaluan, dia pikir ini masih layak di sebut pakaian?" Geram Sesil sambil membawa satu bikini di tangannya, bahkan karena terlalu merasa kesal Sesil tak menghiraukan kalau dirinya saat ini hanya mengenakan selembar handuk saja, dengan penuh rasa kesal, Sesil berjalan meninggalkan kamarnya mencari keberadaan suaminya.


Saat melintasi ruang santai, Sesil melihat Nathan sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Dengan langkah yang lebar, Sesil mendekat ke arah suaminya dan langsung meletakkan bikini yang di pegang tangannya di depan wajah suaminya.


"Apa ini?" tanya Sesil dengan begitu ketusnya.


Nathan sekuat tenaga menahan tawanya dan menetralkan wajahnya, dia mengalihkan pandangan matanya dari layar ponsel dan melihat ke arah istrinya.


"Tentu saja pakaianmu sayang" Jawab Nathan santai


"Ini tidak layak di sebut pakaian, kau ini sungguh keterlaluan ! Kau hanya membawakan aku dua gaun saja dan sisanya semua pakaian dalam. Astaga Tuan Nathan Adibjo yang terhormat, kenapa anda ini sangat mesum" Gerutu Sesil. Dia mencoba mengatur emosinya akan tingkah konyol suaminya.


"Itu pakaian sayang, kau pasti akan sangat seksi mengenakan itu" goda Nathan sambil menaik turunkan kedua alisnya. Bahkan senyuman nakal terukir di wajah tampannya.


"Ya ampun, rasanya percuma saja berbicara denganmu" Sesil menepuk keningnya sendiri kemudian berbalik hendak meninggalkan suaminya, namun belum sempat meninggalkan tempat tersebut Nathan sudah kembali menarik tangannya dan kini Sesil terjatuh di atas pangkuan suaminya.


Nathan mengendus aroma wangi yang berasal dari tubuh istrinya, aroma wangi sabun sakura berpadu dengan wangi bunga segar membuat Nathan mabuk kepayang tak mampu menahan hasratnya, di tambah Sesil saat ini hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Nathan meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya, menikmati aroma wangi tubuh Sesil.


"Lepaskan, dasar menyebalkan" Sesil mencoba menjauhkan tangan suaminya yang melingkar di perutnya. Namun sayangnya Nathan malah memeluknya dengan semakin erat.


Tangan Nathan mulai meraba-raba dada Sesil, bahkan bukan hanya meraba-raba, Nathan mulai meremas dada sintal istrinya. Kedua mata Nathan terpejam, pikiran liarnya sebagai pria dewasa kembali datang.


Sesil mendengus kesal melihat tingkah suaminya, baru saja mereka melakukannya tadi sore, dan saat ini Nathan kembali menginginkannya? Bukan Sesil tidak mau melayani suaminya sendiri, tapi setidaknya beri waktu Sesil untuk mengistirahatkan tubuhnya serta mengisi perutnya yang terasa sangat lapar.


"Sayang tidak enak seperti ini, biarkan aku melihat wajahmu" pinta Sesil dengan suara yang manja dan sangat lembut, membuat Nathan langsung melepaskan pelukannya dan membalikkan badan istrinya hingga kini Sesil masih duduk di pangkuannya namun bisa menatap wajahnya.


Sesil menyunggingkan senyum manisnya menatap Nathan, begitupun Nathan mulai membelai lembut pipi istrinya.


Sesil juga membalas belaian lembut suaminya dengan membelai balik pipi Nathan, perlahan tangan Sesil berpindah di daun telinga Nathan, mengusapnya lembut, membuat Nathan langsung memejamkan matanya.


Saat melihat suaminya memejamkan mata, Sesil menarik sebelah sudut bibirnya dan langsung menjewer telinga suaminya.


"Ah..." Nathan mendesah menahan rasa panas di daun telinganya akibat istrinya tiba-tiba saja menjewer daun telinganya.


"Hari ini kau sangat nakal sayang!" Sesil tersenyum penuh kemenangan.


"Pertama kau sudah menarik selimut yang membalut tubuhku, kedua kau membawa begitu banyak bikini di dalam koper milikku bahkan kau hanya membawa dua gaun untukku padahal kita berlibur lama di sini. Ketiga, kau kembali mengajakku bermain ular padahal aku sangat lapar saat ini" Sesil semakin menarik daun telinga suaminya, membuat Nathan meringis kesakitan.


"Sayang, ampun" seru Nathan.


Namun seolah belum puas menghukum suaminya, Sesil tak mau melepaskan tangannya dari daun telinga suaminya.


"Sayang maafkan aku" Nathan memelaskan wajahnya berharap istrinya mau melepaskan dirinya.


Sesil tak tega melihat wajah suaminya seketika itu pula Sesil langsung menjauhkan tangannya dari daun telinga Nathan.


Setelah tangan istrinya lepas, Nathan langsung mengusap daun telinganya yang terasa perih.


Sejenak Sesil melihat ke arah daun telinga Nathan yang memerah akibat ulahnya. Ada rasa penyesalan tersendiri dalam lubuk hatinya.


Sesil membantu mengusap daun telinga Nathan menggunakan jari-jemarinya.


"Maaf sayang" seru Sesil dengan suara yang sangat lirih, bahkan dia terlihat menundukkan pandangannya


"Hei kenapa? Aku merasa senang sayang, ini tidak sakit. Percayalah" ucap Nathan meyakinkan.


"Cepatlah berganti pakaian, aku sudah sangat lapar" imbuh Nathan lagi.


Namun sesil masih tak bergeming di posisinya.


"Apa kau ingin aku menjadikanmu sebagai santap makan malamku sayang?" Goda Nathan sambil tersenyum nakal.


Mendengar ucapan suaminya seketika itu pula Sesil mendengus dengan kesal dan langsung bangkit dari pangkuan suaminya, Sesil tidak mau menjadi makanan pembuka untuk Nathan. Dia berlari menjauh dari hadapan suaminya dan kembali ke kamar untuk berganti pakaian.


Sementara Nathan tersenyum senang melihat tingkah istrinya yang semakin hari membuatnya semakin merasa gemas.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sibuk buat kue jadi lupa nulis cerita hehehehe✌️

__ADS_1


ada yang nungguin ini cerita nggak ya?


jangan lupa Vote like dan komentarnya♥️


__ADS_2