
"Mama dari dean lah yang sudah mengambil mami dari sisi kami" Sesil masih terlihat menyandarkan kepalanya di sandaran bangku mobil papinya, matanya juga masih terlihat terpejam.
Sedangkan swan dan nathan saling beradu pandang.
Swan paham betul pasti putrinya sedang dalam keadaan terguncang.
Sedangkan nathan masih mencoba mencerna apa yang di katakan oleh sesil, rasanya dia benar-benar tidak menyangka, ternyata dean dan ibunya, dua orang itu yang membuat sesil menderita.
Kedua tangan nathan mengepal, bahkan urat tangannya terlihat begitu jelas di sana.
Swan meminta sopir untuk menjalankan mobilnya, kini mobil yang mereka tumpangi meninggalkan area parkir kantor polisi.
Sepanjang perjalanan sesil membungkam mulutnya dan memejamkan matanya, beberapa kali nathan melirik ke arahnya ingin mengajak sesil berbicara namun melihat kondisi sesil yang seperti itu, nathan mengurungkan kembali niatnya.
Sedangkan swan matanya terlihat memandang ke depan.
"Pi, bisakah kita ke makam mami? sesil merindukan mami" Seketika sesil membuka matanya dan menatap sendu ke arah papinya, swan yang mendengar permintaan putrinya, sejenak melihat sesil dari spion mobilnya, kemudian swan menganggukkan kepala sebagai jawabannya.
"Kau mau kami antar pulang terlebih dahulu?" kali ini swan melontarkan pertanyaan sembari melirik ke arah nathan yang duduk di sebelah sesil.
"Bolehkah saya ikut om?" jawab nathan, jawaban nathan membuat sesil menoleh ke arahnya.
"Kenapa? apa tidak boleh?" Imbuh nathan kembali
"Boleh" tukas swan, kemudian supir memutar arah menuju areal pemakaman terbesar di kota semarang.
Mobil yang mereka tumpangi kini sudah berhenti tepat di salah satu toko bunga yang letaknya tidak jauh dari area pemakaman, seperti biasa swan membeli sebucket bunga lili, bunga tabur dan air mawar.
Nathan juga ikut membeli dua bucket bunga lili.
Kemudian mereka bertiga berjalan menyusurijalan menuju pemakaman ayu.
__ADS_1
Swan juga sudah beberapa minggu tidak datang mengunjungi istrinya, biasanya swan rutin setiap akhir pekan mengunjungi makam istrinya, itu sebagai salah satu bentuk mengobati rasa rindunya kepada mendiang istrinya.
Kini mereka bertiga mulai menapaki jalan menuju areal pemakaman ayu.
Setelah sampai di depan makam ayu, sesil langsung bersimpuh dan memeluk nisan maminya, rasanya hatinya benar-benar merasa kacau saat ini, masalah bertubi-tubi datang silih berganti.
Cukup lama mereka bertiga di sana, swan juga masih terlihat berkaca-kaca matanya saat menatap nisan istrinya, namun dengan cepat swan mengenakan kacamata hitamnya untuk menutupi matanya yang merah.
Setelah cukup lama, kemudian mereka bertigapun memutuskan untuk kembali ke rumah.
🌷🌷🌷
Sesampainya di rumah, swan meminta nathan untuk mampir terlebih dahulu ke rumah, karena ada hal penting yang ingin nathan utarakan pada nathan.
Swan juga sudah menghubungi Adibjo untuk datang ke rumahnya.
Dan kebetulan seluruh keluarga swan juga sedang berkumpul, mereka semua menghawatirkan kondisi sesil pasca di culik.
Sejenak sesil teringat keandra yang tidak terlihat
"Keandra kemana om?" sesil menatap ke arah sean yang duduk berhadapan dengannya
"Keandra sedang keluar bersama teman-temannya, dan oh iya,imelda dan keluarganya akan kembali ke bandung sebentar lagi, mereka tadinya ingin berpamitan padamu, namun karena ada insiden kecil tadi, jadi mereka memutuskan untuk langsung ke bandara, karena om james ada kepentingan mendadak" papar sean panjang lebar menjelaskannya, sedangkan sesil hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya, dan kini sesil memejamkan matanya kembali.
Tidak berselang lama, adibjo pun sudah tiba dan ikut bergabung bersama mereka.
Swan pun langsung ke inti permasalahannya, swan meminta supaya rencana pernikahan sesil dan nathan di percepat, yang awalnya akan di laksanakan bulan depan, kini di percepat menjadi minggu depan, dan semua urusannya akan di serahkan ke wedding organazier.
"Apa di percepat minggu depan?" sesil yang mendengar ucapan dari papinya merasa papinya sudah oleng sehingga bisa mengusulkan hal gila seperti itu, baru saja semalam mereka bertunangan dan minggu depan harus menikah? semua itu di luar nalar sesil.
"Kenapa nak? itu hal baik? bukannya hal baik tidak boleh di tunda-tunda?" kali ini adibjo ikut menimpali, Sesil hanya tersenyum pelik ke arah adibjo, rasanya sesil tidak percaya semua ini, bahkan sesil saja tidak tau apa sebenarnya perasaan dirinya untuk nathan.
__ADS_1
"Bagaimana nath menurutmu?" Kali ini pertanyaan adibjo di tujukan kepada putra semata wayangnya.
"Nathan siap yah" Jawaban nathan terdengar begitu yakin, bahkan sesil yang mendengarnya begitu tersentak, sesil tak menyangka akan menikah dengan orang yang sesil saja belum mengetahui dia memiliki rasa cinta atau tidak, sesil hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, rasanya hidupnya begitu pelik terasa.
Nathan memang lelaki yang baik, pengertian dan bertanggung jawab, tapi itu semua harus di dasari rasa cinta satu sama lain, sesil takut jika hubungan tanpa dasar rasa cinta, akan rentan terkena godaan.
Namun semua itu hanya ada di dalam batin sesil, kini sesil hanya bisa pasrah menerima keputusan dari papinya, dan berharap semoga pilihannya kali ini tidak salah, semoga nathan tidak akan menjadi dean kedua di hidup sesil.
Kini semua anggota keluarga sedang sibuk membicarakan rencana pernikahan sesil, mereka akan merayakan dengan kerabat dekat saja,karena swan tidak mau mengundang terlalu banyak tamu, swan tidak ingin kejadian yang menimpa dirinya juga akan menimpa putrinya.
Swan akan benar-benar menyaring siapa-siapa saja yang akan bisa masuk ke dalam pesta sesil nantinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Yuk siapin amplop ya buat kondangan😁