Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 100


__ADS_3

Sementara di sebuah hotel di salah satu tempat yang luas, sudah di diapakan untuk pesta pernikahan Nara dan Marcell. Persiapan yang sudah 90% Rampung dan mereka semua mengecek agar tidak ada yang salah ataupun terlewat, apa lagi soal keamanan, dimana CCTV banyak di pasang di berbagai sudut tempat.


Termasuk Gio dan Reno yang mendatangi tempat dimana resepsi pernikahan bos mereka akan di gelar, memastikan semua keamanannya berjalan sesuai rencana.


"Tuan Drax, apa semua sesuai rencana ?" Tanya Gio pada Drax yang sedang bersama Kendrik wakilnya.


Drax mengangguk." Semua sudah beres hanya tinggal memastikan semuanya berfungsi dengan baik!"


Sore hari keluarga Admaja sudah dalam perjalanan menuju ke hotel. sepanjang jalan Marcell menggerutu kesal pada ibunya, karena ternyata acara resepsi pernikahan mereka di gelar di hotel, tempat dimana penthouse nya berada.


Mereka berada di dua mobil dengan di jemput oleh Kendrik dan Gio. Gio yang bersama dengan Marcell dan Nara. Sedangkan Arya dan Safira bersama dengan Kendrik.


Di dalam mobil Gio. Marcell terus menerus menggerutu yang membuat Nara berdecak kesal.


"Hubby, sudah jangan seperti itu, bukan kah kita emang tidak bertanya dimana ibu akan menggelar acara resepsi, karena ibu yang mengurus semua!"


"Benar sayang, hanya saja ibu seperti mengerjai kita bukan, karena jika ibu mengtakan nya, kita tidak usah buru-buru kembali ke mansion dan kita akan tetap berada di hotel, menunggu di penthouse kita!" Kesal Marcell, karena jika tidak dia sudah senang akan terus berduaan dengan Nara tanpa ada yang menganggu mereka, namun rupanya itu mungkin sudah di prediksi oleh Safira karena akan membuat Nara lelah.


"Lalu kau mau apa, apa kau mau terus marah- marah, di saat besok kita akan menggelar resepsi, apa lagi pada ibumu yang sudah bekerja keras menyiapkan semua untuk kita!" Kesal Nara membuat Marcell terdiam.


"Tidak bukan begitu aku hanya kesal saja sayang, aku tidak marah pada ibu !" Ucap Marcell pada istri nya yang hanya diam Marcell berbicara.


"Maaf kan aku, jika aku kekanak-kanakan." Lanjut Marcell pada istri cantiknya yang sedang kesal padanya.


"Ya, kau memang ke kanak-kanakan hubby." Kesal Nara dan menghela nafasnya agar ia bisa tenang dan tidak terus marah pada suaminya.

__ADS_1


"Kau tahu Hubby, ibu sudah lelah, karena sudah mengurus semua keperluan acara kita, resepsi pernikahan kita besok dan kita tidak membantu apapun, seharusnya kita berterima kasih pada ibu bukan malah seperti ini kau terlalu kekanak kanakan Hubby, sekarang aku tanya mengapa kau bisa kesal seperti itu?" Marcell terdiam ia menyadari kesalahannya.


"Aku tidak mau tahu, kau harus meminta maaf pada ibu, jika ibu masih marah padamu aku tidak akan mengizinkan juniormu masuk selama 1 bulan !" Ucap Nara membuat Marcell membulatkan matanya.


Satu bulan, tidak bisa sayang kita akan berbulan madu setelah ini, mana bisa juniorku tidak masuk !


"Sayang aku pasti akan meminta maaf pada ibu, jadi ku mohon kau tidak lagi marah padaku okey?" Mohonya pada Nara karena dia tidak sanggup jika harus melihat Nara marah kepada nya dan jika di pikir kebelakang baru kali Nara terlihat sangat marah dan kesal padanya dan Marcell tidak mau lagi membuat Nara marah seperti ini.


Sebelumnya di mansion.


Setelah makan siang, Safira mengatakan rencana mereka untuk menginap di hotel untuk acara resepsi besok, lebih tepatnya di penthouse yang di tempati Marcell dan Nara.


Mendengar itu Marcell menatap ibunya kesal. "Jika tahu begitu, kami tidak akan pulang ke mansion!"


Arya hanya tersenyum melihat kekesalan putranya, tidak dengan Nara yang mengusap lembut tangan Marcell agar tidak kelas pada ibunya sendiri.


"Ibu memang lupa dan salah mu tida bertanya pada ibu, ibu kan sudah tua bahkan tidak ingat jika kita memiliki panthouse di hotel !" Terang Safira yang terima jika Marcell kesal padanya. tidak


"Bagaimana mungkin ibu bisa lupa !" Kesal Marcell pada Safira.


Safira melotot ke arah anak nya. "Apa kau marah pada ibu karena hal seperti ini. Ck sayang lihat lah putramu dia sudah berani pada ku!" Ucap Safira kesal pada Marcell dan beranjak pergi meninggalkan meja makan dan Arya yang menyusulnya setelah berbicara pada Marcell lebih dulu.


"Apa kau harus bersikap seperti ini Marcell ?"Tanya Arya dan tanpa menunggu jawaban dari anaknya, Arya menyusul Safira yang masuk ke dalam kamar.


Marcell pun terdiam, entah mengapa dia juga sungguh merasa sangat kesal, padahal ini bukan sesuatu masalah yang meski di besar besarkan dan Marcell pun tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan kini.

__ADS_1


Tentu Safira merasa kesal pada putranya, dia sudah bekerja keras untuk putra nya dan Marcell malah membalasnya seperti itu.


Hotel The Admaja.


Mobil yang di tumpangi Marcell sudah sampai di hotel dan Nara yang langsung ke luar mobil dan kedalam hotel tanpa memperdulikan Marcell yang memintanya untuk menunggu.


Marcell menatap nanar Nara membuat Gio menepuk bahunya. " Sabar bos !" Ucap Gio yang tiba- tiba memanggilnya bos.


Marcell mendesah kesal." Aku memang salah. Aku akan meminta maaf pada ibu, Gio aku tidak tahu mengapa aku bisa sesensitif ini!"


Ya, Marcell merasa heran dengan dirinya yang mudah kesal atau marah saat ini, padahal biasanya dia tidak pernah marah sampai seperti itu. Marcell selalu menyingkapinya dengan santai.


Mendengar itu, Gio hanya mengangkat kedua bahunya acuh, dia pun tidak mengerti, karena biasanya yang mendadak sensitif itu seorang wanita, karena akan ke datangan tamu bulanan nya dan Marcell adalah pria dan Gio malas memikirnya.


Nara sudah memasuki penthouse nya dan ternyata di sana ada Safira yang sudah lebih dulu tiba.


Nara mendekati Safira yang sedng duduk di sofa panjang dan memeluknya. "Maafkan Marcell bu, karena Marcell sudah membuat ibu kesal !"


Safira tersenyum. "Tidak apa sayang ibu tidak marah, dimana Marcell ?"


"Syukurlah, dia masih di bawah, aku tinggal lebih dulu kesini, aku tidak suka Marcell seperti itu, membuat ibu kesal, padahal ibu sudah bekerja keras untuk membuat resepsi ini untuk kita!" Ucap Nara yamg masih memeluk Safira dan Safira yang memegang tangan Nara yang berada di badannya.


"Sudah, biarkan Marcell, sayang ibu punya ide, kita akan tidur di tempat lain, dan biarkan Marcell dengan Ayahmu yang ada disini, bagaimana?"


Nara langsung mengangguk setuju tanpa ada ragu lagi. "Apa ayah tidak apa-apa jika ibu tidur bersama ku, di kamar hotel lain, tapi di mana ayah ?"

__ADS_1


__ADS_2