
Nara tertawa. "Tentu bu. Marcel sangat baik pada ku, padahal aku bersikap lebih manja dari sebelum nya, namun Marcel tidak risih dan selalu sabar pada ku, bu terimakasih sudah melahirkan Marcel untuk ku." Ucap Nara tulus dan memeluk Safira yang imut terenyuh mendengar rasa terkasih menanti cantik nya.
Mereka pum saling bercerita layak nya seorang teman, menghabiskan waktu di pagi hari dan tak lupa Nara memberikan oleh-oleh pada ibu mertuanya, berupa lukisan dan barang lainya yang sudah mereka beli di maladewa.
Safira sangat senang, dan akan memajang lukisan Maladewa itu di kamar nya bersama Arya.
Sementara di sebuah gedung, yang tidak terlihat sebuah identitas, tempat dimana berkumpul nya para Bodyguard The Admaja.
Marcel dan Gio sedang berbicara serius mengenai kedua orang tua Nara. Reno ternyata dia tidak bisa ikut berkumpul dengan mereka, karena ternyata dia menemani Arya ke bogor.
"Korea?" Heran Marcel setelah mendengar penjelasan Gio.
Gio mengangguk. " Namun aku belum bisa memastikan, sebelum berangkat kesana dan menyelidikinya lebih lanjut!" Ucap Gio di angguk Marcel.
"Lalu kapan kau akan berangkat kesana ?" Tanya Marcel membuat Gio terdiam.
"Itu.. Marcel aku akan segera menikah, mungkin setelah pernikahan ku, aku baru bisa ke korea untuk menyelidikinya. " Jawab Gio ragu karena takut dirinya di cap sebagai orang yang tidak profesional, namun mau bagaimana lagi, dia sudah berjanji pada Sisca akan segera menikahi nya.
Kekhawatiran Gio berbanding terbalik dengan ekspresi yang di tunjukan oleh Marcel, dia terkejut, tentu karena Gio yang ia tahu tidak memilik pasangan, namun setelah dipikirkan dengan otak pintar nya, seperti nya dia tahu Gio akan menikah dengan siapa..
"Kau akan menikah dengan Sisca?" Tanya Marcel sambil tersenyum.
Gio menatap Marcel karena bisa menebak nya dengan benar."Mengapa kau bisa tahu, apa Reno yang memberitahu mu ?" Tanya Gio kemudian.
Marcel tertawa." Tidak ada yang memberitahu ku, baiklah selamat ya, aku tunggu undangan kalian. " Ucao Marcell memberi selamat pada Gio.
Gio mengangguk dan tersenyum."Terimakasih. tiga minggu lagi aku akan menikah, dan Sisca ingin kita menikah di bali, untuk itulah aku tidak bisa pergi ke korea lebih dulu."
__ADS_1
Marcel mengangguk mengerti. "Selesaikan dulu urusan mu, mengenai ini mungkin kita bisa memerintahkan seseorang untuk menyelidiki nya."
Gio mengangguk. " Aku jiga berpikir seperti itu, namun aku pikir harus bicarakan dulu padamu, rupanya kau berpikir sama dengan ku." Balas Gio terkekeh
Marcel tersenyum. "Gio aku senang kau bisa menaklukan Sisca."
Gio tersenyum tipis." Hmm mungkin memang sudah jodoh." Jawab nya karena tidak mungkin bukan jika harus menceritakan yang sebenarnya.
Marcel mengangguk mengerti. "Berarti tinggal Reno, ck dia sangat lambat bergerak. "Ucap Marcel sambil tertawa setelah nya. Gio pun ikut tertawa karena memang Reno lambat bergerak.
"Oh ya Gio, apa ku sudah siapkan bodyguard pribadi untuk istriku ?"
Gio mengangguk." Sudah, di seorang wanita dan hanya satu tahun lebih muda dari ibu bos, dan dia juga ahli dalam bela diri, jadi kau tidak perlu khawatir karena dia bisa di andalkan."
Marcel mengangguk. "Yang terpenting dia visa membuat nyamam istri ku, Gio dia sedang hamil saat ini.
"Aamiin.." Balas Marcel.
Seorang wanita dengan rambut yang di kuncir kuda datang menghampiri Gio dan Marcel yang di temani oleh Drax.
"Tuan Marcel, perkenalkan ini Kayla, dia yang menjadi pengawal pribadi Nona Nara." Drax memperkenalakan Kayla pada Marcel dan Marcel mengangguk lalu tersenyum. akan
"Aku harap kau bisa menjaga istriku, karena kini dia tengah mengandung anak ku, ah ya, duduk lah paman dan kau juga Kayla, ada hal yang ingin aku bicarakan !" Pinta Marcel pada Drax dan juga Kayla.
Mereka pun duduk di sofa yang masih kosong, menunggu Marcel yang akan kembali berbicara.
"Aku ada rencana untuk tinggal di Bogor, selain untuk mewujudkan keinginan istriku, juga demi keamanan nya, jadi aku harap kalian bisa mengatur keamanan juga disana. " Marcel yang menjelaskan perihal rencana nya untuk tinggal di Bogor.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kuliah nona bos?" Tanya Gio.
"Soal itu, aku ada rencana agar Nara kuliah online, aku takut jika dia kuliah seperti biasa keluarga Wilton akan berniat jahat pada nya. "
"Saya setuju dengan mu Marcel, karena kita lebih baik menghindar dari masalah, dari pada membuat mereka mendapatkan sebauh kesempatan untuk melukai nona, karena bukan tidak mungkin jika kita akan lengah dalam
penjagaan, karena walau bagaimana pun kita sebagai bodyguard tidak bisa se enak nya menjaga nona Nara di kampus." Drax yang menyampaikan pendapat nya, yang sama hal dengan pemikiran Marcel.
"Lalu apa kau mau ketika kalian tinggal di Bogor di kawal ketat juga?" Tanya Gio dan di angguki Marcel.
"Benar, mungkin sama dengan keamanan di mansion, paman, bisakah paman membantuku soal ini?" Tanya Marcel pada Drax.
Paman Drax tersenyum. " Tentu, paman akan berikan keamanan yang terbaik, mengingat bogor berada jauh dari tempat ini."
"Tidak usah terlalu banyak, biar sedikit namun mereka benar-benar bisa di andalkan." Ujar Marcel pada Drax.
"Paman mengerti, lalu kapan rencana mu pindah."
"Secepat nya paman, dan kau Kayla, apa kau tidak masalah jika ikut tinggal di bogor, karena bukan tidak mungkin aku pasti akan bulak balik ke jakarta, dan aku harap bisa merangkap jadi teman nya agar dia tidak kesepian." Tanya dan harap Marcel pada Kayla.
"Tidak masalah tuan, aku janji akan melindungi nona semampu ku, dan aku akan berusaha membuat nona nyaman dengan saya, sehingga kita juga berteman." Jawab Kayla tegas.
Marcel pun mengangguk puas. " Dan Gio segera utus orang untuk menyelidiki keluarga Nara di korea, dan untuk saat ini, jangan biarkan istri ku tahu lebih dulu, karena takut nya dia pasti ingin segera berangakat ke korea, karena kita tidak tahu bukan, mereka yang bersekongkol dengan Erick sebanyak apa ?"
"Aku mengerti bos, secepatnya aku akan memilih orang untuk menyelidiki nya." Jawab Gio.
Drax dan Kayla hanya terdiam, karena mereka belum sepenuh nya mengerti apa yang di bicarakan Marcel dan Gio, namun inti nya mereka tahu jika Gio sudah menemukan titik terang tentang keluarga Nara.
__ADS_1
"Jika boleh memberi saran, mungkin Kendrik bisa di andalkan dalam hal ini, karena dia bisa berbahasa korea." Drax yang memberi saran untuk Kendrik saja yang mengambil tugas ini, karena selain bisa berbahasa korea, juga karena Kendrik berpengalaman dalam mencari informasi.