Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 157


__ADS_3

Nara sudah lolos dengan menaiki taksi, dengan penyamaran yang di rencanakan oleh paman Drax dan yang lainnya, hingga mereka terkecoh dan membuat Nara aman hingga kini, ia sudah berada dalam pelukan Marcel


"Kau tidak apa-apa kan sayang?" Tanya Marcel karena sangat khawatir.


Nara mengangguk."Kayla, apa dia akan aman?" Jawabnya yang malah mengkhawatirkan Kayla.


"Nona tidak perlu khawatir, Kayla wanita yang kuat." Ucap Kendrik menenangkan Nara.


Nara pun tersenyum, dan berharap tidak terjadi apapun pada Kayla yang menyamar menjadi dirinya.


Di sudut kota Korea selatan, tepat nya di sebuah apartemen, dua orang pria dewasa kini terlihat sangat marah, karena anak buah mereka gagal menangkap buruannya, Nara.


"Ck, dasar bodoh, bagaimana bisa kalian terkecoh, aku sudah bilang agar kalian tidak salah target, dasar bodoh!" Do Yun memarahi anak buahnya yang berhasil kabur dari Kayla dan dua pria yang bersama dengannya.


"Berhentilah membuang tenaga mu untuk memarahi mereka, saat ini kita harus lebih bertindak cepat dan hati-hati, mereka sudah mendapat orang- orang kita, jika bisa, mungkin ayahmu akan membuatmu masuk kedalam penjara !" Erick yang sudah bersama dengan Do Yun, saat hari itu mereka terakhir komunikasi, Erick langsung bergegas pergi menuju Korea selatan.


Do Yun menatap tajam Erick. Ia tidak bisa tenang dan berhenti mengeluarkan amarahnya, kedua rencana yang sudah ia susun gagal di pagi ini secara bersamaan dan haruskah ia tenang sekarang. Tidak bukan?


Do Yun, sangat marah dan tidak terima serta bingung tidak tahu dengan rencana selanjutnya apa yang akan ia jalankan.


"Aku punya rencana, tapi ini adalah rencana yang sangat kita hindari sejak dulu, karena hanya itu satu- satu nya cara, agar kita bisa menguasai aset yang akan di berikan kakek tua itu pada nya!" Ucap Erick membuat Do Yun menatap nya.

__ADS_1


"Apa rencana mu?" Tanya Do Yun yang membuat kedua sudut bibir Erick terangkat, dan ia langsung menjelaskan semua rencana yang akan mereka jalankan, yang pastinya bukan rencana yang baik.


Do Yun tersenyum menatap teman yang bekerja sama dengan nya." Baiklah aku setuju, kau pintar membuat strategi !" Puji Do Yun pada Erick yang hanya di balas senyuman oleh nya.


"Aku hanya minta kau tidak akan lupa dengan bagianku!" Ucap Erick yang di angguki Do Yun.


"Tenanglah, semua akan sesuai dengan kesepakatan !" Ucap Do Yun dan langsung meninggalkan Erick di sebuah apartemen yang sudah Do Yun siapkan.


Setelah berada di luar apartemen, Do Yun tersenyum tipis. "Ch, bagianmu, apa aku rela membaginya dengan mu, heh kau terlalu percaya diri Erick." Gumam Do Yun, karena baginya, Erick hanya orang bodoh yang ia manfaatkan.


Sementara itu di sebuah hotel, Nara mencecar banyak pertanyaan pada Marcel yang hanya mempu menjawabnya dengan senyuman manis nya.


"Aku ingin jawaban Hubby, bukan senyuman mu!" Kesal Nara pada Marcel.


"Ch. Padahal aku sangat merindukan mu, disini!" Marcel yang terlihat sedih karena Nara tidak merindukannya.


"Salah siapa tidak membawaku ke korea, dan malah menyusul di lain hari, aku kesal pada mu hubby!" Marcel terkekeh, karena ia pun tidak menyangka jika rencananya berubah dengan apa yang sudah ia rencanakan, karena Ye Joon kakek Nara, akan mempercepat semuanya.


"Aku juga tidak tahu sayang, ini di luar rencanku, maaf kan suami mu ini. "Ucap Marcel meminta maaf pada istri cantiknya.


"Hubby kesalahan mu banyak, kau bahkan menyembunyikan semuanya, seharusnya hubby bicarakan padaku, agar aku tidak berpikir macam- macam tentang mu !" Kesal Nara pada Marcel yang menariknya ke dalam pangkuan nya.

__ADS_1


"Apa kau berpikir aku selingkuh sayang?" Tanya Marcel yang di angguki olehnya, yang sebenarnya, Nara sangat percaya jika Marcel pasti setia padanya, Nara hanya ingin tahu bagaimana ekspresi Marcel, lagi pula Marcel sendiri yang menebak nya seperti itu.


"Sayang. Bagaimana bisa aku mengkhianati istri cantik seperti ini, bahkan kau sedang mengandung anakku, aku tidak pernah berniat atau bahkan berpikir seperti itu, kau tidak mempercayai suami mu ini ?" Tanya Marcel dengan sorot mata yang sedikit kecewa jika Nara tidak mempercayainya.


Nara tertawa. "Maaf Hubby aku percaya padamu, aku tidak pernah berpikir jika hubby akan mengkhianati ku, aku hanya berpikir jika mengapa hubby mengetahui infomasi keluarga ku dan hubby malah menyembunyikannya, sedangkan hubby tahu, jika aku sudah sangat ingin tahu infomasi itu."


Marcel tersenyum."Aku hanya takut kau akan kepikiran, lagi pula aku juga masih belum benar-benar yakin dan nanti malam kau akan bertemu dengan kakek mu, kau mau kan, kau senang sayang?"


"Kakek, aku punya kakek ?" Marcel mengangguk.


"Mau hubby, aku ingin menemui kakekku, tapi apa mereka akan menerima ku ?" Tanya Nara khawatir jika kakek atau keluarga dari ibunya tidak akan menerima kedatangannya.


"Hmm, kakek mu malah tidak sabar ingin bertemu dengan mu." Jawab Marcel yang belum mau menceritakannya perihal paman nya dan juga aset yang akan ia miliki, biar Kim Ye Joon, kakek Nara yang akan menjelaskan semuanya juga mengenai kedua orang tua Nara.


Nara tersenyum senang dan memeluk Marcel yang berada di hadapannya, dengan posisi ia masih berada dalam pangkuan Marcel.


"Aku senang hubby, jika aku memiliki keluarga lain selain keluarga Wijaya, semoga mereka tidak jahat seperti Erick Wijaya !" Ucap Nara membuat Marcel meringis. Karena Marcel tahu, paman Nara adalah dalang di balik bertambahnya penderitaan nya sejak dulu, karena Kim Do Yun adalah orang yang bekerja sama dengan Erick Wijaya.


Marcel hanya berharap Nara akan siap dan tegar mendengar semua kenyataanya, bahkan tentang kematian kedua orang tuanya, karena ulah dari Erick dan Anaya.


"Apapun itu, ketika semua terbongkar, aku harap kau bisa siap dan kuat sayang, karena masih banyak yang akan kau dengar, dan inilah yang aku khawatirkan, aku takut kau akan bersedih dan terluka nantinya!" Ucap Marcel membuat Nara menatap lekat suaminya.

__ADS_1


"Apa begitu rumit hidup ku hubby, apa mereka sangat jahat, apa itu juga semua ulah mereka hingga kedua orang tuaku tidak pernah aku kenali, dan malah mengenal manusia jahat yang sempat aku anggap mereka orang tua. Ku, meski sudah jelas mereka selalu mengabaikan hidup ku ?" Tanya Nara dengan air mata yang berkaca-kaca.


Sedih, tentu itu yang Nara rasakan, terluka pasti, namun apa dia bisa marah dengan ke adanya, tentu tidak, ia hanya bisa pasrah dan berharap ia bisa hidup dengan damai kedepannya dan juga untuk orang-orang yang jahat padanya ia harap akan menerima semua ganjarannya.


__ADS_2