Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 75


__ADS_3

Amara pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ayah Alex namun dihiraukan oleh nya, Amara kesal namun tidak peduli, baginya Alex yang menyayanginya itu sudah cukup.


Alex yang melihat ketidaksukaan ayahnya terhadap Amara, tidak akan mengurungkan niatnya untuk menikahinya.


"Bisakah kita bicara ?" Tanya Ayah Alex pada anaknya.


"Nanti saja, aku ingin mengenalkannya pada ibu, dimana dia?" Tanya Alex. Ayah Alex mengangguk. "Ibu mu di dalam bersama Vania!"


"Vania ?" Heran Alex mengapa wanita itu ada di rumahnya.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam dan mencari keberadaan ibunya.


"Maafkan ayahku!" Ucap Alex lirih.


Mendengar itu Amara mengedikkan bahunya, dia benar-benar tidak peduli dengan respon ayahnya yang tidak menyukainya, pikirnya salahkan saja anaknya yang memaksa untuk menikahinya.


Tak lama mereka sampai di ruang keluarga, dimana ibu dari Alex yang terlihat bersenda gurau bersama wanita bernama Vania.


Vania yang menyadari lebih dulu kedatangan Alex dan ia begitu terkejut, jika Alex pria yang dia sukai ternyata benar-benar membawa wanita ke hadapan kedua orang tuanya


"Alex?" Ucap Vania terkejut.


Begitupun dengan ibunya yang tidak menyangka jika anaknya benar membawa wanita yang dia pilih sendiri.


"Siapa dia?" Tanya ibu Alex.


"Perkenalkan, dia Amara calon istriku !" Ucao Alex.

__ADS_1


"Halo tante, saya Amara, senang bertemu dengan anda!" Amara yang memperkenalkan dirinya pada Ibu Alex dan sama mengulurkan tangannya pada ibunya yang sama halnya dengan ayahnya Alex tidak di respon sama sekali, yang membuat Amara memutar bola matanya jengah.


Amara yang mengenakan pakaian sexy dan terlihat angkuh, yang mungkin membuat pandangan kedua orang tuanya Alex jika Amara bukan wanita baik-baik.


"Alex kita meski bicara lebih dulu!"


Alex pun mendesah kesal dan menatap Amara."Kau tunggu lah disini, aku akan berbicara dulu dengan mereka


"Hmm, pergilah dan berikan aku air minum aku sangat haus karena tadi aku harus mengeraskan suara ku


"Hmm, aku akan menyuruh bibi mengantarnya untuk mu dan juga beberapa cemilan !"Ucap Alex dan mengecup pipi Amara singkat di hadapan ketiga orang yang sejak tadi melihat dan mendengar percakapan mereka.


Vania yang sudah menahan kemarahannya karena Alex dengan sengaja memperlihatkan kemesraanya di depannya, menatap tajam pada Amara yang terlihat acuh padanya. Alex dan kedua orang tuanya pun melangkah menjauh dari mereka.


"Jadi kau wanita yang dipilih Alex ?" Tanya Vania yang lebih dulu mengawali percakapan.


"Ch, aku tidak menyangka selera Alex adalah wanita ****** sepertimu ?" Ucap Vania kesal.


Amara, dia tidak peduli dengan apapun yang dikatakan Vania, ia menulikan telinganya, yang membuat Vania kesal karena tidak dihiraukan oleh Amara.


"Ch, sudah ****** kau juga tuli, apa kau tidak bisa mendengar perkataanku !" Kesal Vania yang masih tidak dihiraukan oleh Amara.


Vania yang kesal pun kembali mengatakan sesuatu pada Amara. "Ck, aku yakin kau mendengarku, dan juga aku yakin kedua orang tua Alex tidak akan menyetujui kau menikah dengan putranya!" Ucap nya sinis.


Amara yang kesal karena terganggu pun menatap Vania. "Bisakah kau diam, kau membuat telingaku sakit!"


Mendengar itu Vania semakin kesal, ia menatap tajam Amara, yang sama sekali tidak peduli akan kemarahannya.

__ADS_1


Hingga ia melihat seorang wanita paruh baya membawa minuman segar dan beberapa cemilan untuk Amara, dia pun merebutnya dan menumpahkan minuman itu di atas kepala Amara yang membuatnya terkejut dan marah dengan kelakuan Vania.


"Kau gila !" Hardik Amara.


Ketiga orang di satu ruangan yang tertutup, yang tak lain kedua orang tua Alex dan juga dirinya, mereka kini tengah bersitegang, lebih tepatnya kedua orang tuanya yang bersikeras tidak menyetujui Alex menjadi menantunya.


"Apa kau tidak salah memilih wanita seperti itu masuk ke dalam keluarga kita Alex !" Cecar ibu Alex.


"Benar, Alex, dan lagi ayah lihat dia bukan wanita baik-baik, dia seperti hanya melihat hartamu saja, dan ayah tebak dia sama seperti seorang ******, dengan pakaiannya minim, bahkan dia tidak punya sopan santun !" Ayahnya menambahkan perkataan ibunya yang sama - sama tidak merestui hubungannya dengan Amara.


Alex yang duduk di sofa terlihat santai, sedangkan kedua orang tuanya yang duduk berhadapan dengannya terlihat kesal dan memprotes keras atas hubungannya dengan Amara.


Alex mendesah pelan dia menatap kedua orang tuanya. " Aku mengenalkannya bukan untuk meminta restu pada kalian, ini sesuai dengan janji ku untuk membawa wanita yang aku pilih pada kalian agar kau bu, tidak lagi mengenalku pada wanita pilihanmu, yang tidak akan pernah aku pilih, karena aku sudah memilih Amara, aku tidak peduli kalian merestui atau tidak, yang terpenting kalian sudah tahu siapa yang menjadi istriku kelak !"


"Aku akui Amara dia memang wanita yang gila harta, tapi aku tahu Amara wanita seperti apa, hingga aku benar- benar memutuskan untuk menikahinya!" Lanjutnya.


"Kalian memang kedua orang tua ku, tapi, apa kalian memang sudah seperti orang tua bagiku ?" Ucapnya lagi dengan pandangan datar pada kedua orang tuanya.


"Apa maksudmu Alex, tentu kami orang tua kandungmu!" Ucap ibu dari Alex.


"Ya orang tua yang mencampakkan anaknya, di saat dia sedang terpuruk, hingga aku bisa berdiri sendiri dan menduduki jabatan sebagai direktur di perusahaan besar, dan kalian baru menemui ku saat itu bahkan dengan bangga mengatakan ke semua orang jika aku adalah anak kalian, tapi saat aku terpuruk dan jatuh kalian justru sangat enggan mengatakan jika aku adalah anak kalian, untuk itu dengan apapun yang aku lakukan tidak perlu izin dari kalian, karena tanpa kalian aku bisa sampai saat ini, namun kalian masih beruntung karena aku masih menganggap kalian sebagai orang tuaku !" Setelah mengatakan hal itu Alex keluar dari tempat itu dan malas jika harus berdebat dengan kedua orang tuanya.


Sedangkan kedua orang tuanya terdiam mendengar perkataan Alex, mereka sangat sedih dan menyesal karena pernah meragukan Alex bisa sukses seperti ini.


Alex yang mereka kenal adalah anak yang nakal dan selalu membangkan kedua orang tuanya, tidak seperti kakak pertamanya yang kini menjadi seorang guru di kampung nya, yang tentunya sangat berbeda jauh penghasilan yang didapat oleh Alex, untuk itulah mereka memutuskan untuk tinggal bersama Alex di kota daripada di kampung bersama anak pertamanya yang mempunyai penghasilan pas pasan, terlebih kakaknya yang sudah menikah.


Alex meski menjadi pribadi yang nakal namun dia adalah anak yang jujur, terlebih dengan otaknya yang pintar yang tidak diketahui oleh kedua orang tuanya, hingga Arya, ayah nya Marcel memilihnya menjadi direktur keuangan di Admaja Company setelah ia menyelidikinya lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2