Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 102


__ADS_3

"Jangan gugup, fokus saja pada Marcell suamimu nanti!" Saran Citra pada Nara.


Mereka pun melangkah untuk turun ke tempat di gelarnya acara resepsi karena sudah waktunya untuk di mulai.


Gaun yang di kenakan Nara sedikit kesulitan dalam berjalan, beruntung para MUA dan yang mendesign baju turut mmebatu nya.


Di tempat di gelarnya acara, MC sudah mengawali acara tersebut dan akan menyanbut mempelai wanita yang sudah berada di aula gedung, Marcell dengan Tuxedo nya terlihat tampan dan tatapan yang menjurus kedepan sebuah pintu, guna dia ingin cepat melihat istrinya datang dan menghampirinya.


"Baiklah, mempelai wanita sudah siap, kita persilakan nona Kinara Admaja untuk naik ke pelaminan yang sudah di tunggu oleh suami tampannya. Marcell Admaja."


Sebuah pintu pun terbuka dan memperlihatkan Nara dengan gaun indahnya serta mahkota yang bertengger di kepala nya, membuat Marcell diam terpaku melihat keindahan di depan matanya. Begitupun dengan Nara yang seolah ikut tersihir dengan terus menatap suaminya yang juga untuk menghilangkan ke gugupannya dan senyum pun terbit di wajah cantiknya membuat seisi ruangan berdecak kagum pada sosok wanita cantik yang sudah menjadi istri sah dari seorang Marcelino Admaja selaku CEO Admaja Company.


Marcell seolah ia ingin cepat menghampiri istrinya dan memeluknya, dia sungguh tidak rela jika kecantikan istrinya di nikmati semua orang, namum ia sadar akan satu hal jika ini adalah acara yang sangat spesial untuk Nara, acara yang sangat di idamkan oleh setiap wanita yang akan menjadikannya Ratu sehari, oh tidak selamanya Nara akan menjadi Ratu yang mengisi hatinya. Pikir Marcell.


Nara pun mulai melangkah dengan anggun di atas karpet merah dengan tatapan yang lurus mengarah suaminya, seolah ia tidak merasa ada banyak pasang mata yang melihat nya.


Alunan musik mengiringi langkahnya, membuat Nara semakin merasa bahagia, senyuman yang terbit di wajahnya seolah menjadi maghnet untuk setiap orang terus melihatnya dan tentunya Marcell yang juga ikut tersenyum pada Nara.


Isi hati Marcelino Admaja.


Aku temukan dirimu, dalam kegelapan.


Melihatmu yang rapuh hingga tak mampu berdiri.


Malam yang sunyi, mempertemukaku dengan seorang bidadari.


Di kala hati ini merasa sakit dan tidak percaya akan


cinta.


Saat itu tidak ada keraguan dalam diriku.


Untuk membawamu, pulang bersamaku.


Dan ternyata, kau memang membawaku kedalam kebahagiaan.


Bukan kau yang beruntung, namun aku lah yang beruntung.


Karena bisa menemukanmu saat itu

__ADS_1


Terimakasih tuhan, kau membawanya padaku.


Dia melengkapi hidupku kembali.


Wanita cantik, berhati tulus, yang aku nikahi saat itu.


Kinara Admaja.


Aku menyerah, pada malam sunyi.


Keadaan alam sepi dan sunyi, yang aku pikir itu akan menjadi akhir dari hidupku.


Tapi ternyata aku salah.


Justru malam itu, adalah awal dimana kebahagiaanku akan di mulai.


Terimakasih, kau telah menemukanku.


Karena, entah apa yang akan terjadi.


Aku bersyukur, sangat bersyukur. Jika bukan dirimu saat itu yang menukanku. Mungkin saja, mungkin hidupku akan benar-benar berakhir.


Pernikahan yang mungkin menjadi impian semua wanita.


Awalnya aku berpikir tuhan tidak pernah berpihak padaku.


Namun ternyata aku salah.


Melalui ujian ini, tuhan memberikan ku kebahagian dengan orang-orang yang mencintaiku dengan tulus.


Rasa cinta dan sayang yang aku terima, lebih banyak dari sebelumnya.


***


Lupakan masalalu, karena di depan pintu kebahagiaan kita akan akan segera terbuka.


Kita ingat dan abadikan, di setiap langkah yang akan kita lewati.


Menjadi kenangan, di saat kita tua Nanti.

__ADS_1


Doa-doa dari teman dan kerabat kita Juga dari orang tua, seolah menjadi sebuah semangat kita, agar kita bisa melewati semua masalah di setiap pernikahan.


Aku dan kamu, kita yang akan selalu bahagia, dalam ikatan pernikahan.


Nara dan Marcell, hari ini, dimana adalah hari yang spesial untuk mereka, aura kebahagiaan yang terpancar dari keduanya, membuat siapapun yang melihatnya ikut bahagia, dan mendoakan agar mereka akan selalu bahagia.


Sama halnya degan kedua orang tua Marcell, mereka merasa senang dan bersyukur, jika anaknya kini telah menikah, dengan wanita yang sangat baik, terlepas dari semua masalah yang Nara hadapi. Tapi itu tidak masalah, mereka bisa melindunginya, bahkan untuk membantunya.


Bagi mereka, kebahagiaan anaknya lah yang terpenting, dan mereka percaya pada takdir anaknya, yang akan terus bahagia, dengan pilihannya.


Nara yang terlihat anggun berjalan dengan tatapan yang terus mengarah ke arah Marcell, dengan alunan musik yang terus mengiringi langkahnya, semua pasang mata seolah ikut bahagia melihat sepasang pengantin yang sudah di satukan.


Serasi. Pikir mereka bersamaan.


Mereka seraya ikut bernyanyi di hatinya dengan saling menggenggam tangan pasangannya masing- masing.


Sisca yang awalnya menolak hadir ke acara ini namun ia akhirnya datang dengan bujuk rayu Gio. Sisca yang bersama Gio melihat Marcell dan Nara tersenyum tampan sadarnya dan Gio yang memperhatikan Sisca karena khawatir pun lega karena melihat senyuman yang terbit di wajah Sisca.


"Kau sudah ikhlas bukan, senyuman mu itu seolah kau menjawab jika Marcell bahagia dan kau pun akan lebih bahagia !"


"Hmm ternyata melihat Marcell bahagia membuat hatiku merasa lega, terimakasih Gio."


Gio mengangguk dan menggenggam tangan Sisca dan Sisca menerimanya dengan tersemyum pada Gio.


Sebaliknya Reno yang berasama Citra, mereka sama-sama canggung karena baru pertama kali bertemu, mereka hanya fokus pada Marcell dan Nara, namun Reno yang sesekali melirik ke arah Citra karena mengagumi kecantikannya dan Citra yang tidak menyadarinya.


Sama halnya dengan Amara dan Alex mereka ikut menikmati ke romatisan lirik lagu yang di bawa oleh pengisi acara. Amara sudah menerima Alex dengan sepenuh hatinya dan saat ini di hatinya tidak ada perasaan yang ingin memiliki Marcell kembali, selagi Alex dia benar-benar tulus padanya.


Safira dan Arya yang ikut tersenyum, dengan Safira yang menggandeng lengan suaminya, mereka melihat anaknya yang bahagia dengan pasangan hidupnya.


"Mereka benar-benar serasi ya sayang?"


Arya mengangguk. "Hmm Marcell beruntung menadapatkan Nara, oh bukan mereka sama-sama beruntung."


Safira pun terkekeh namun membenarkan perkataan suaminya.


Saat Nara sudah berjalan mendekat ke arahnya, Marcell melangkah ke depan menghampiri Nara dan menuntun Nara untuk berdiri di dekatnya.


Marcell membisikan sebuah kalimat pada istrinya di telinga. "Kau sangat cantik sayang, maaf kan aku tentang kemarin ?"

__ADS_1


Nara mengangguk dan tersenyum, ia sudah tidak marah pada suaminya lagi pula dia juga tidak mau marah terlalu lama, terlebih ibu mertuanya saja sudah tidak mempermasalahkan hal itu dan yang lebih penting dia tidak mau merusak momen indah ini dengan kekesalanya pada Marcell.


__ADS_2