Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 82


__ADS_3

"Tapi bukankah ayah sudah memiliki janji ?"


"Itu tidak masalah, jika hal ini lebih penting dan juga untuk keselamatan kalian, terutama Nara, karena jika itu memang identitas mereka, mungkin mereka bisa saja berbuat nekat pada Nara ataupun kau ?"


Marcell semakin mengembangkan senyumannya." Terimakasih jika ayah memang tidak keberatan untuk menggantikanku bertemu dengannya!"


Arya mengangguk. "Kau harus membayarku dengan seorang cucu atau dua itu lebih baik !" Jawabnya dengan terkekeh.


Marcell mengganggu. " Aku akan terus berusaha ayah, untuk bisa menghadirkan Marcell atau Nara junior."


Arya tersenyum. "Hmm ayah dan ibu menantikan hal itu, untuk sekarang kau mungkin harus memberikan pengamanan ketat untuk istrimu dan juga untuk acara resepsi pernikahanmu nanti!"


Marcell mengangguk "Awalnya Gio menyarankan untuk menggelar acara yang privat, namun jika aku pikir semua sudah disiapkan oleh ibu, dan kita tidak bisa mengubahnya begitu saja, jadi aku putuskan untuk memberikan pengaman yang sangat ketat dan mereka tidak perlu menonjol untuk kenyaman para tamu nantinya. "


"Apa ayah setuju ?" Tanya Marcell pada Arya dengan rencananya.


Arya mengangguk setuju. "Begitu lebih baik dan juga jangan ceritakan hal ini pada ibu ataupun istrimu, agar mereka tidak akan merasa takut atau pun khawatir !"


"Aku mengerti ayah, aku juga berpikir seperti itu !"


"Baiklah, apa hal ini saja yang akan kau bicarakan ?" Marcell mengangguk "Ya ini saja yah, soal perusahaan ibu mau menasehatiku. Bu, ingatkan aku atau tegur aku jika ada yang salah dengan ku. Insyaallah aku akan merubah diriku menjadi lebih baik, aku sudah diterima oleh keluarga ini dengan begitu baik, maka dengan senang hati jika aku juga akan mengikuti apa yang ibu katakan, selagi itu baik bagiku dan juga Marcell."


Safira tersenyum dan memeluk menantunya yang ada di sampingnya. "Kita saling membuka diri ya, kau tidak usah sungkan pada ibu !"


Nara mengangguk dalam pelukan mereka. "Bu, aku baru sekarang merasakan memiliki ibu."


Safira terenyuh mendengar perkataan Nara, dia tahu kehidupan Nara seperti apa, karena sudah dibahas oleh Marcell sebelum menikahi Nara dan juga Arya yang ikut mencari tahu tentang Nara.


Safira mengelus punggung Nara lembut. "Sudah malam istirahat lah, kau tunggu suamimu di kamar, ibu juga akan memasuki kamar sekarang, karena jika menunggu mereka sepertinya akan lama!" Ujarnya sambil melepas pelukan dengan menantunya.


Nara mengangguk dan mereka pun pergi menuju kamar nya masing-masing.


Di dalam kamar, Nara mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang nyaman dan juga menyiapkan pakaian tidur untuk suaminya.

__ADS_1


Setelah menyiapkan pakaian suaminya. Nara duduk di pinggir ranjang dan terdiam, memikirkan panggilan yang cocok pada suaminya.


"Aku kadang memanggilnya sayang, namun lebih sering dengan memanggilnya Marcell, sedangkan Marcell dia sangat jarang memanggil ku dengan sebutan nama.!" Monolognya yang berpikir ke belakang tentang dirinya dan juga Marcell.


Nara tersenyum, benar apa yang dikatakan Citra, jika dia mesti nya bersyukur karena Marcell sangat mencintainya bahkan sangat tulus padanya, kini dia hanya meski mempertahan pernikahannya dengan Marcell dari para wanita yang menginginkan suaminya.


Walau memang ingatan tentang pertemuan mereka bukan hal yang baik, namun Marcell sama sekali tidak pernah membahas hal itu, yang justru dirinya lah yang selalu merendah diri atau pun malu pada dirinya sendiri. Bahkan kedua orang tuanya yang juga tidak pernah mempermasalahkan pertemuan mereka justru mereka malah mengulurkan tangannya, membantunya dan juga menerima dirinya dengan senang dan tulus.


Nara yang tengah termenung dikejutkan dengan Marcell yang tiba-tiba memeluknya.


"Astaga, sayang kau mengagetkanku!"


Marcell tertawa melihat Istirahat terlihat seperti sedang mengatur nafasnya karena terkejut olehnya.


Nara mendelik melihat suaminya yang sedang menertawakannya. "Apa kau balas dendam padaku !" Kesal Nara.


Marcell tersenyum. "Hmm tidak juga, aku hanya memelukmu dan aku tidak tahu jika itu akan mengejutkanmu!" Jawab Marcell yang dibalas decak kesal Nara.


"Sayang, apa yang sedang kau pikirkan, hingga kau tidak sadar aku masuk ke dalam kamar ?" Tanya Marcell dan kembali memeluk istrinya.


Marcell pun ikut tersenyum dan mengecup kening istrinya.


"Maka jangan pernah lagi merasa sendiri ok, kami semua menyayangimu !"


Nara mengangguk.


"Hubby gantilah pakaianmu, aku sudah menyiapkannya!"


"Hubby?" Ucap Marcell tersenyum mendengar panggilan baru untuknya.


"Hmm, mulai sekarang aku akan memanggilmu Hubby kau suka, apa kau mau aku memanggilmu mas?"


"Tidak Hubby saja, itu bagus, aku suka !" Jawabnya dengan mengecup sekilas bibir istrinya.

__ADS_1


Marcell pun lekas mengganti pakaian yang sudah disiapkan oleh istri cantiknya.


Tak lama Marcell pun sudah selesai mengganti pakaiannya lalu menghampiri istrinya yang sedang setengah berbaring di atas pembaringan yang terlihat sangat lelah.


Marcell menarik Nara dalam pelukannya.


"Tidurlah, kau lelah bukan?"


Nara mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada suaminya.


Marcell mengelus rambut Nara, ia tersenyum bahagia, bersyukur karena takdir telah memilihnya untuk bersama dengan Nara dalam pernikahan yang suci.


Nara gadis cantik dan baik yang sudah tuhan kirim kan untuknya, Marcell bahkan sangat bersyukur atas kejadian saat malam itu, karena dengan begitu ia bisa mengenal dan menikahi wanita cantik dan baik hati,


Nara. Meski dalam waktu yang singkat ia memutuskan untuk menikahinya, namun tidak ada keraguan sedikitpun dalam dirinya, terbukti sampai saat ini dia sangat bahagia bisa memiliki Nara.


Jelang resepsi mereka yang akan digelar 2 hari lagi. Marcell berharap semua akan berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah apapun.


Marcell pun menutup matanya, mengistirahatkan pikiran dan emosinya sepanjang hari ini yang sudah membuatnya kesal.


Pagi hari di mansion di meja makan, setelah semua selesai sarapan. Arya mengawali percakapan dan bertanya pada Marcell.


"Marcell, kau ikutlah dengan ayah lebih dulu pagi ini, ada sesuatu yang harus kau tahu!" Ucap Ayah Arya pada Marcell dengan sedikit serius.


Nara hanya menyimak mereka tanpa ingin tahu apa yang mereka katakan, berbeda dengan Safira yang menatap suaminya dengan penuh tanya.


Marcell mengerutkan keningnya, ia berpikir apa ini berhubungan dengan acara resepsi nanti atau mungkin Miss. Rachel ?


"Baiklah, aku akan beritahu Reno lebih dulu, mengabarinya aku akan terlambat!"


Arya mengangguk." Beritahu juga Gio untuk datang ke tempat biasa!"


"Tempat biasa?" Tanya Marcell heran.

__ADS_1


"Sudah kau tidak perlu bertanya, nanti kau akan tahu semuanya, katakan saja pada Gio seperti itu!"


Marcell pun hanya mengangguk dan menuruti apa kata ayahnya. Marcell menjauh dari meja makan dan menelpon Reno lebih dulu setelah itu baru menghubungi Gio untuk menyampaikan pesan sesuai instruksi dari ayahnya.


__ADS_2