
"Banyak pasangan di luar sana yang baru kenal dan langsung menikah dan pernikahan nya baik-baik saja" Terang Gio pada Sisca.
"Tapi kita tidak saling cinta bukan?"
"Untuk itulah kita coba dulu berpacaran, jika tidak cocok atau cinta di antara kita tidak tumbuh, kita bisa mengakhiri nya." Tawar Gio pada Sisca yang terdiam dia masih bingung dengan semua yang dadakan seperti ini, apakah dia meski mencoba menjalin hubungan dengan Gio? Pikir nya.
Gio pada sejak malam itu dia terus mengingat Sisca, hingga ia memberanikan diri untuk meminta Sisca menjadi pacar nya, meskipun dia tidak memiliki perasaan cinta, namun dia akan mencobanya.
Sisca berpikir keras, dia tidak tahu harus menjawab apa, matanya melihat ka arah Gio yang terlihat biasa saja.
Ch dia benar-benar serius apa tidak, apa jangan- jangan dia mempermainkan ku ?
"Kau jangan berpikir aku mempermainkan mu Sisca
Deg apa dia bisa membaca pikiran ku?
Sisca menatap tajam pada Gio. " Eheum. Apa alasanmu untuk menikahiku ?" Tanya Sisca yang mencurigai maksud dari Gio.
Pasti ada sesuatu !" Pikir Sisca.
Gio pun tersenyum. " Karena rasa bersalahku telah melihat tubuhmu !" Jawab Gio santai yang membuat kedua bola mata Sisca membola sempurna.
'Kau pria brengsek, mesum menyebalkan!"
"Maafkan aku, bukankah aku sudah bilang jika aku terpaksa, Sisca aku sangat serius aku tidak pernah bermain - main dengan kata-kataku." Tegas Gio pada Sisca ya g membuatnya terdiam.
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang!"
Gio pun mengangguk mengerti." Baiklah aku pulang dulu, aku menunggu jawaban dari mu!" Ucap Gio sambil menyesap kopi yang di berikan Sisca, yang belum sempat ia minum.
"Terimakasih kopinya, aku pamit dan jangan lama - lama untuk menjawab nya!" Ucap Gio pada Sisca.
Sisca mengangguk." Hmm tenang lah, Tidak akan lama, aku mungkin akan menjawabnya tahun tahun depan!" Sarkas Sisca membuat Gio menatap nya datar.
"Ck, iya iya aku tidak akan lama menjawabnya.!" Kesal Sisca karena melihat ekspresi wajah Gio yang tidak bisa di ajak bercanda oleh nya.
Gio tersenyum." Aku pulang !" Balas Gio dan langsung meninggalkan Sisca seorang diri diparteme nya.
__ADS_1
Setelah kepergian Gio, Sisca langsung masuk ke dalam kamarnya, dia menyambar handuk dan lalu membersihkan diri. Tak lama ia selesai membersihkan diri, kini ia melihat pantulan wajahnya di cermin.
Sisca yang mengingat kejadian tadi yang membuat wajahnya kembali memerah.
"Apa yang harus aku jawab, ch dia tiba-tiba sekali." Kesal nya.
"Ah entahlah, liat saja nanti!" Ucapnya dan langsung berjalan ke arah ranjangnya untuk mengistirahatkan tubuh nya yang sudah sangat lelah.
Di pesawat, Marcel yang di bangunkan dengan ketukan pintu oleh pramugari pesawat Jet nya pun terbangun, Marcel menatap sekilas lebih dulu Nara yang masih tidur dengan nyenyak di dalam pelukannya.
Marcel melihat melihat jarum jam yang audah menunjukkan pagi hari. "Apa sudah mau sampai ?" Gumam nya.
Marcel pun beranjak dari tidurnya nya dengan hati - hati agar tidak membangunkan Nara. Dia pun berjalan dan membuka pintu yang sudah di tunggu oleh pramugari.
"Maaf membangunkan anda tuan, saya hanya akan memberitahu jika kurang dari dua jam lagi kita akan segera sampai. Agar tuan dan nona bisa bersiap dan sarapan lebih dulu." Kata pramugari itu dengan hati-hati.
Marcel mengangguk." Hmm tidak apa, terimakasih, tolong siapkan sarapan untuk ku dan istriku !" Perintah Marcel pada pramugari tersebut.
"Baik tuan." Pramugari itu pun pergi dan segera menyiapkan sarapan untuk Marcel dan Nara.
Sayang, hey bangun.. " Marcell membangunkan Nara lembut.
Sayang...?" Panggilnya lagi dan akhirnya Nara pun menggeliat dan terbangun dari tidur nya.
"Hubby, aku masih mengantuk!" Ucap Nara manja dan memeluk Marcel.
Marcel terkekeh, ia tebak jika Nara belum menyadari jika istrinya berada di pesawat.
"Bangun kita meski bersiap, pesawatnya akan segera mendarat, apa kau mau turun dari pesawat dalam keadaan baru bangun tidur seperti ini !" Ucap Marcel yang membuat Nara terdiam masih mencerna ucapan suaminya.
"Pesawat, Hubby kau bilang pesawat, kita sedang di atas awan?"Tanya Nara dengan wajah polosnya membuat Marcel gemas.
"Hmm, lihat lah kesana ?" Ujar Marcel menunjuk ke arah jendela pesawat.
Nara pun dengan malas melirik ke arah jendela yang di maksud oleh Marcel dan beberapa detik kemudian kedua mata nya membuka sempurna, dia berdiri dan berjalan cepat ke arah jendela.
'Hubyy kita benar-benar di atas awan, waah aku baru pertama kali menaiki pewasat." Ucap Nara senang.
__ADS_1
Ck Rara kau kampungan sekali. Batin nya karena menyesal telah bersikap bodoh di hadapan Marcel.
Marcel tersenyum dan mendekat ke arah Nara." Kau tidak bertanya kita akan kemana?"
Benar, kemana ini?
"Hubby kita akan kemana?" Tanya Nara yang lalu menghadap Marcel.
Marcel mencium sekilas bibir Nara karena sangat gemas pada istri cantik nya. "Maldives, kita akan berbulan madu kesana, kau suka sayang?"
"Maldives, benarkah Hubby, suka aku sangat suka, kemana pun kau mebawaku aku akan senang, terimakasih hubby." Jawab Nara sambil memluk suaminya.
Marcel tersenyum dan merekatkan pelukannya. " Syukurlah kau senang sayang, sekarang bersiaplah, kita akan segera sarapan!"
Nara melepas pelukan nya dan mengangguk, dia pun melangkah ke kamar kecil, untuk mencuci wajahnya dan memperbaiki dandanan nya dan setelah Marcel yang membersihkan diri lalu mereka pun sarapan yang sudah di persiapkan oleh pramugari.
Mereka pun sampai di pulau Maladewa, dalam perjalanan ke tempat dimana mereka akan menginap, Nara terkagum kagum dengan ke indahan pantai di pulau Maladewa ini, dengan pasir putih dan air laut yang terjaga keindahan nya.
Marcel tersenyum senang melihat Nara yang sangat bahagia, karena itulah tujuan nya. Membuat istrinya bahagia bersama dengan nya.
"Hubby apa kita akan ke pantai nanti?" Tanya Nara penuh harap.
Marcel terkekeh, dia mana mungkin mengurung Nara di dalam kamar bukan. " Tentu, kita akan ke pantai." Jawab Marcel sambil mengelus lembut rambut Nara.
Nara pun bersorak, dia seperti anak kecil saat ini. Hubby aku lapar !" Ucap nya karena setelah perjalanan yang cukup jauh dari bandara dan Nara belum memakan apapun lagi, terlebih saat ini dia sendang banyak makan.
"Sebentar lagi kita sampai sayang bersabarlah ok?" Pinta Marcel pada Nara yang di angguki oleh nya.
Tak lama mobil mereka yang di tumpangi pun sampai. Nara semakin senang karena rupanya tempat menginap nya berdekatan dengan pantai.
Marcel pun menuntun Nara untuk mengikutinya, mereka cek in lebih dulu untuk masuk ke dalam kamar yang sudah mereka pesan.
TINGGALKAN JEJAKMU DENGAN CARA KOMEN, LIKE, GIFT AND VOTE
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA
bye bye.....
__ADS_1