Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 135


__ADS_3

"Aku lupa jika kau tidak dekat dengan nya, tapi ku rasa dia juga tidak banyak mengundang teman kuliahnya.


Sisca mengerutkan kening nya. " Memangnya kenapa?"


"Mungkin karena malu, dia sempat di cap sebagai pelak*r. " Ucap Reno yang lalu menceritakan bagaimana Amara dulunya.


"Jadi dia sekarang sudah berubah dan menerima pasangan nya, syukurlah, sama seperti ku, walau aku tidak benar-benar niat merebut Marcel, namun kini aku bisa menerima semuanya, melepasnya dengan ikhlas.


Benar katamu Reno, jika kita ikhlas dan bisa membuka hati, kini aku bisa bahagia dengan Gio, Gio bisa memiliki hati ku." Jelas Sisca membuat Reno tersenyum.


"Syukurlah jika kau benar sudah bahagia dengan Gio, aku tidak menyangka kau akan cepat menemukan jodoh mu. "Ucap Reno di angguki Sisca.


"Hmm semoga kau juga dapat segera bertemu jodohmu, lihat kita sudah akan menikah, bahkan Marcel akan segera punya anak, apa kau tidak ingin seperti kita?" Tanya Sisca membuat Reno merasa kesal.


"Ck, siapa yang tidak ingin menikah, aku juga ingin. Pergilah, kau merusak mood ku !" Usir Reno pada Sisca yang malah tertawa.


"Baiklah aku pergi, kau tahu Reno, kau seperti wanita yang sedang PMS. Kau kesal dan marah jika aku bertanya tentang pernikahan padamu." Ucap Sisca membuat Reno membuang muka nya.


"Tidak, aku tidak marah, aku hanya kesal, sudah lah, kau keluar, ini sudah masuk jam kerja !" Usir kembali Reno dan akhir nya Sisca keluar dari ruangan Reno sambil tertawa kecil.


"Aku berubah pikiran itu karena ayahmu, selebihnya kau harus tetap mengikuti apa kataku, Wilona, karena kau sudah keluar dari agency mu, jadi kau akan masuk ke dalam agency ku di perusahaan, dengan menjadi BA produk terbaruku, kau senang bukan, mungkin dengan ini kau akan terkenal !" Ucap Samuel membuat Wilona menatap nya


"BA? Produk apa ?" Tanya Wilona curiga, ia tidak ingin di manfaatkan dengan produk yang tidak baik.


"Sampho, pergilah ke perusahaan ku, kau bisa menemui Seno disana, aku sudah mengatakan kepadanya. "Ujar Samuel dan berlalu meninggalkan Wilona.


"Sampho, ch, ternyata ada bagus nya juga dia !"Ucap Wilona yang sedikit merasa senang, karena akan menjadi model iklan bahkan BA dari produk sampho.


"Ayah, kapan dia menemui Samuel ?" Pikir Wilona namum senyum di wajahnya kemudian terbit, dia senang karena ayahnya sudah berusaha untuk menyelamatkan karir nya, impian satu-satu nya yang ingin ia capai.

__ADS_1


Wilona pun berniat untuk menemui ayah nya nanti setelah pulang dari perusahaan Samuel, dia ingin berterimakasih karena berkat ayah nya Samuel telah berubah pikiran.


Bogor.


"Sayang kemarilah ?" Marcel yang meminta agar Nara duduk, karena sudah terlaku lama berdiri, menyiram dan merawat bunga-bunga yang tumbuh dengan cantik.


Safira yang bersama dengan Marcel duduk di sofa yang berada di teras, hanya melihat Nara sambil mengobrol dengan Marcel.


Nara pun menghampiri Marcel dan duduk di sampingnya. "Kau tidak lelah, kau sudah terlalu lama berdiri, lihat lah kau bahkan berkeringat. " Ucap Marcel sambil mengelap keringat istri nya yang ada di dahi juga leher Nara, dengan tisu yang ia ambil di meja yang ada hadapannya.


Nara tersenyum." Aku berkeringat karena udaranya panas hubby, tapi aku tidak lelah, aku hanya melihat, dan mereka yang bekerja, mereka tidak mengizinkanku memegang apapun " Keluh nya membuat Marcel tersenyum begitupun dengan Safira.


"Sudah biarkan mereka bekerja dan kau tinggal menikmatinta saja, oh ya aku ada kabar untuk mu dan ibu. Ucap Marcel membuat Nara dan Safira menatap nya seolah meSiscakan kabar apa yang akan Marcel berikan.


"Apa hubby?" Tanya Nara.


"Ini mengenai Amara, akhir minggu ini dia akan menikah." Ucap Marcel membuat Elleba dan Nara tersenyum.


Begitupun dengan Nara yang senang dengan kabar yang di berikan Marcel. Walau dia tahu saat acara resepsi pernikahannya, Amara sudah berubah dan menerima Alex.


"Semalam Reno menghubungiku dan mengatakan perihal undangan Amara." Jelas Marcel.


Nara mengangguk. "Kita datang ya hubby.?" Pinta Nara.


"Hmm. Kita lihat nanti ya, jika kau sehat kita pergi. " Ucap Marcel dan Nara mengangguk.


"Oh ya dimana Gio, ibu tidak melihat nya sejak pagi ?" Tanya Safira karena biasanya Gio akan ikut berbincang dengan mereka.


"Sepertinya di ada di kamarnya bu, maklum dua kan bekerja dengan komputernya, dia suka ketenangan, aku akan menemui Gio lebih dulu." Pamit Marcel pada Istri dan ibunya.

__ADS_1


Nara dan Safira mengangguk dan mereka kembali berbincang membicarakan segala hal, tak lupa ia memanggil Kayla untuk ikut mengobrol dengan mereka.


Di tengah-tengah mereka yang sedang bersenda gurau, ada pengawal yang menghampiri mereka jika Pak Amir dan anak nya yanh berna Ayu ingin menemui Marcel ada hal yang ingin mereka bicarakan...


"Mereka ingin bertemu dengan Marcel. "Tanta Safira.


"Benat nyonya. "Jawabnya.


"Baiklah, suruh mereka masuk dan kau Kayla tolong kau panggilkan Marcel. " Ujar Safira pada Kayla yang di turuti oleh nya.


Pengawal itu pun juga pergi dan akan mempersilahkan Pak Amir dan Ayu untuk masuk ke dalam Villa.


Sedangkan di dalam kamar Gio. Marcel dan juga Gio sedang serius mendengar kan suara yang keluar dari alat yang menempel di telinganya.


Setelah selesai, mereka melepas dan meletakkan kembali alat itu.


"Jadi ini karena dendam, apa sevetulnga yang membuat Erick Wilton sangat dendam pada Nara, jika ini karena kedua orang tuanya, bukankah Nara tidak tahu apa-apa ?" Kesal Marcel karena Erick melimpahkan rasa dendam nya pada Nara.


"Mungkin karena kedua orang tua Nara sudah meninggal dan dia melampiaskan pada Nara." Jelas Gio dengan alibi nya.


"Ck, tidak sepertinya ada hal yang lain juga, bagaimana dengan Kendrik apa dia bum memberi kabar ?"


Gio menggelangkan kepalanua. "Dia cukuo kesulitan untuk mencari keluarga Nara disana, karena kita hanya tahu marga nya saja !"


Marcel mengangguk mengerti." Coba kau cari perusahaan nya yang di kelola mereka, kita bisa masuk dengan mencoba bekerja sama, mungkin itu cukup mudah !"


Gio mengangguk. "Aku juga sempat berpikir begitu, namun aku mesti berbicara padamu lebih dulu, karena ini mengenai perusahaan, dan harus dengan izin mu dan juga guan Arya, karena kita tkdak tahu bukan ini akan menguntungkam kita atau tidak."


Marcel tersenyum. "Jangan bicarakan untung dan rugi, demi istriku, lakukan apa yang terbaik." Ucap Marcel membuat Gio mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


tok tok tok....


"Masuklah." Ujar Marcel lalu melihat nika Kayla yang mengetuk pintu.


__ADS_2