Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 94


__ADS_3

Air mata Sisca kembali menetes membuat Gio kembali menghela nafasnya.


"Jangan karena pria yang kau cintai tidak pernah melihat mu dan kau malah mau menghancurkan hidupmu Sisca, seharusnya kau buktikan kau bisa hidup lebih baik, Marcell sudah bahagia dengan istrinya, seharusnya ku juga bisa bahagia, jangan terus mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin bisa kau gapai, buka matamu Sisca, masih banyak pria yang akan melihatmu dan mencintaimu tulus !" Ucap Gio pada Sisca dengan harapan Sisca bisa dengan segera menghilangkan perasaanya pada Marcell.


Sisca menatap Gio, dia tidak menyangka jika Gio tahu isi hatinya. "Terimakasih, kau benar aku tidak seharusnya menghancurkan hidupku, aku akan cuti hari ini, aku tidak ingin Marcell melihatku seperti ini, aku tidak mau terlihat rapuh." Ucap Sisca dan Gio mengangguk mengerti.


"Makanlah, kita akan segera berangkat ke kator, Marcell tidak akan keperusahaan hari ini Tuan besar Arya yang akan datang, kadi kau tetap bekerja." ucapnya membuat Sisca mengangguk setuju dan sedikit lega karena ternyata Marcell tidak bekerja.


"Sayang, bukankah kau ke kantor hari ini ?" Tanya Safira pada Arya yang masih enggan membuka mata padahal sudah hari sudah siang.


Arya mendengar istrinya berbicara pun membuka matanya. "Aku lupa !" Balasnya sambil tersenyum dan memperlihatkan giginya.


Safira berdecak kesal. " Segera bersihkan dirimu, aku sudah menyiapkan semua keperluamu, kau sebulan ini akan berangkat ke kantor bukan?"


Arya mengangguk dan mencium istrinya. "Hmm demi hadirnya seorang cucu!" Jawabnya dan langsung beranjak ke kamar mandi.


Safira menggelengkan kepalnya karena Arya tidak pernah berubah, **** usianya sudah semakin tua, lalu Safira mengingat Marcell yang tidak kembali ke mansion dan membawa Nara pergi bersama dengannya.


"Ck, anak itu, sebelas dua belas persis sama seperti ayahnya!" Safira yang kesal karena Marcell tidak mengingat perkataanya saat makan malam.


Sementara di penthouse, Nara dan Marcell masih terlelap, hingga Marcell yang bangun lebih dulu karena sinar matahari yang menerobos masuk lewat celah jendelanya.


Marcell menggeliat dan menatap Nara yang berada dalam pelukannya. Marcell melepas pelukannya dengan perlahan agar tidak membangunkan Nara.


Marcell mencium kening Nara dan beranjak dari tempat tidur, berniat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia ingin membuat sarapan untuk Istri cantiknya.


Di dapur Marcell dengan cekatan membuat roti bakar untuk istrinya, setelah siap Marcell akan membangunkan Nara dan sarapan bersama.


Saat Marcell ingin membangunkan Nara di dalam kamar tapi ternyata istrinya sudah bangun dan kini sedang berada di kamar mandi, mungkin sedang membersihkan diri, hingga ia memutuskan untuk menunggu Nara di ruang makan.

__ADS_1


Nara menghampiri Marcell di meja makan dan duduk di hadapannya.


"Mengapa tidak membangunkanku?" Tanya Nara membuat Marcell tersenyum.


"Kau terlihat nyenyak, aku tidak tega membangunkan mu, makan lah aku membuatkanmu Roti bakar!"


Nara menggangguk mengerti. "Terimakasih, kau memang suami terbaik." Ucap nya sambil melahap Roti bakar buatan suaminya.


Marcell hanya tersenyum melihat istrinya.


Marcell yang terus memperhatikan istri cantiknya yang terlihat lahap memakan roti bakar buatannya. Marcell tersenyum karena ternyata istrinya sangat menyukai roti bakar yang dia buat untuk nya.


"Kau suka apa karena lapar ?" Tanya Marcell sambil tertawa geli.


Nara yang ingin menjawab pertanyaan suaminya, menelan lebih dulu roti yang ada di dalam mulutnya.


"Dua dua nya, Hubby aku masih lapar bisakah kita membeli bubur ayam ?" Pinta Nara pada suami tampan nya.


Marcell mengangguk menyetujuinya, karena rupanya istrinya tidak cukup hanya memakan roti. " Selera makan mu bertambah sayang ?" Tanya Marcell.


Nara terdiam dan menatap Marcell. "Apa kau takut aku gendut !"


Marcell menggelengkan kepalanya. "Tentu tidak sayang, hanya saja kau tidak biasanya sarapan pagi dengan jumlah banyak bukan?" Tanya Marcell dengan hati - hati karena takut menyinggung istrinya.


Nara terdiam. Benar juga. Pikirnya.


"Mungkin, entahlah yang jelas aku masih sangat lapar dan aku mau bubur ayam, bisakah kita pergi sekarang, aku sangat ingin makan bubur ayam yang berada di dekat kampusku !" Ajak Nara pada Marcell.


Marcell mengangguk menyetujui keinginan Nara, karena kampus Nara tidak begitu jauh dari penthouse nya.

__ADS_1


"Baiklah, habiskan dulu roti bakarnya setelah itu kita beli bubur ayam keinginanamu!" Jawab Marcell yang di balas dengan anggukan kepala Nara dan senyuman yang lebarnya.


Marcell tersenyum melihat ekspresi Nara yang terlihat sangat senang, hanya karena ingin membeli bubur ayam.


Saat ini Marcell dan Nara tengah berada di pedangang yang menjual bubur ayam, tempat sederhana yang berjualan di pinggir jalan.


Mereka risih, tentu tidak, karena mereka sudah terbiasa sebelumnya, hanya saja yang membuat nya risih kali ini karena mereka menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak Marcell dan Nara menggunakan mobil Sport dan juga pakaian yang terlihat mewah dan mereka makan di pedagang kaki lima.


Nara yang awalnya sangat senang akan memakan bubur ayam dan kini bubur ayam yang dia inginkan sudah ada di hadapannya, namun ia hanya mengoceknya saja tanpa memakannya. Nara yang mendadak kesal dan tidak nafsu makan dengan tiba-tiba itu membuat Marcell merasa heran.


"Ada apa sayang, apa buburnya tidak enak ?" tanya Marcell dengan sedikit lirih karena tidak ingin di dengar oleh orang lain yang mungkin akan menyinggung penjualnya.


Nara menggelengkan kepalanya. " Aku tidak suka menjadi pusat perhatian seperti ini, nafsu makan ku menjadi hilang seketika, hubby kita pulang saja !" Ucap Nara yang terlihat kesal.


Marcell menghela nafasnya dan menatap bubur yang ada di hadapanya. " Sayang buburnya nanti mubazir jika tidak di makan, apa mau di bungkus saja?" Bujuk Marcell pada istrinya yang terlihat aneh pagi ini.


Apa dia sedang PMS?


Nara terdiam dan akhirnya mengangguk."Bungkus saja Hubby nanti aku makan di dalam mobil!" Jawabnya yang membuat Marcell mengangguk lega.


Marcell pun meminta penjual bubur untuk membungkus bubur yang belum sempat di makan oleh Nara dan juga dirinya dan mereka pun kembali masuk kedalam mobil.


Benar saja Nara ketika di dalam mobil dengan semangat menghabiskan bubur yang sudah sangat ia inginkan, bahkan juga bubur milik Marcell ia ingin memakannya.


Nara menatap Marcell yang sedang menyetir dan menunjuk bubur milik suaminya." Hubby bolehkah bubur mu aku makan ?"


Marcell terdiam dan menatap Nara dengan heran." Kau masih lapar ?" Nara mengangguk.


"Habiskanlah?" Jawab Marcell tersenyum pada istrinya. Nara pun mengangguk pada suaminya dan dengan segera memakan bubur yang seharusnya di makan oleh suaminya.

__ADS_1


Marcell hanya menggelengkan kepalanya karena merasa heran dengan melihat nafsu makan Nara yang bertambah banyak.


__ADS_2