Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 22


__ADS_3

Samuel melihat Wilona menggeram marah tidak peduli, ia malah mendekat dan mencium bibir Wilona dengan rakus walau tanpa balasan dari Wilona.


"Ck, jika nanti aku menciummu lagi kau harus membalasnya, jika tidak? kau tau apa yang aku lakukan bukan?" ucap Samuel dan menepuk kepala Wilona, walau pelan namun itu cukup membuatnya merasa sakit, bukan fisik namun hatinya.


"Aku sudah mentransfer uang ke rekening mu 20 juta, ke depannya setiap aku melakukan itu denganmu kau akan menerima nya, jadi aku sudah cukup baik bukan?" ucap Samuel tertawa sinis dan lalu ia pun segera meninggalkan Wilona keluar dari apartemen untuk segera ke perusahaan.


Kepergian Samuel membuat Wilona meneteskan air matanya, rupanya ia merasa tersiksa dengan menikahi Samuel, namun ia tidak bisa berbuat apapun, terlebih Samuel yang selalu mengancamnya, bahkan setelah mendengar perkataan Samuel yang menganggap jika dia hanyalah pemuas nafsu yang akan diberikan imbalan uang setelah nya.


"Brengsek!" umpat Wilona kesal, "Nara, ku harap kau tidak selamat setelah kejadian itu, jika tidak, aku akan membuatmu merasakan apa yang aku rasakan kini, bahkan kau harus lebih parah dari ku!" decak kesal Wilona.


Wilona yang datang menemui orang tuanya, namun ia tidak ingin mengatakan kekesalan dan rasa sakitnya ia berpikir untuk memendamnya sendiri, namun ia hanya berharap jika ia bisa membalas rasa sakit ini pada Nara, yang menurutnya semua ini adalah karenanya, penyebab ia masuk ke dalam penderitaan.


"Wilona, sayang?" panggil Anaya yang melihat Wilona tertidur di sofa.


Wilona bangun dan menatap ibunya, "maaf, aku sangat lelah bu."


Anaya mengangguk mengerti,"tidurlah di kamarmu, jangan disini, nanti badanmu terasa sakit," ujar Anaya pada Wilona namun Wilona menolak.


"Aku akan kembali saja,"jawab Wilona.


"Kau akan kembali ke apartemen?" Wilona mengangguk.


"Baiklah biar ibu antar, ibu khawatir terjadi sesuatu pada mu di jalan," Wilona pun mengangguk saja dan lagi ia memang terasa sangat lelah, lelah dengan fisik dan batinya.

__ADS_1


Anaya pun mengantar Wilona, di perjalan Wilona terlihat tertidur kembali di samping kemudi mobil yang dikemudikan oleh Anaya.


Anaya yang terlihat fokus pandangan jatuh pada sebuah mobil mewah yang melaju di sebrangnya..


"Mobil itu pasti sangat mahal harganya," ucap Anaya bergumam sendiri, ia sejak dulu menginginkan hal itu namun dengan kekayaan Erick mereka tidak akan sanggup membelinya.


Anaya yang terus memperhatikan mobil itu, karena keadaan yang sedang macet karena tepat di lampu merah, namun mobil di arah sebrang Anaya yang tidak terlalu jauh, terlihat berhenti di pinggir jalan di depan pusat perbelanjaan, yang tak disangka saat pemilik mobil itu turun dari mobilnya membuat ia terkejut.


"Nara apa itu Nara?" ucap nya terkejut hingga ia dikejutkan dengan suara klakson yang cukup keras, membuat nya memaksa berjalan kembali meski ia ingin memastikan jika penglihatannya benar.


Wilona pun terbangun karena suara bising dan melihat ekspresi ibunya yang terlihat terkejut, "ada apa bu?" tanya Wilona khawatir.


"Nara, ibu melihat dia Wilona!"


"Iya sayang ibu tahu, ibu harus memutar dulu mobilnya, Rara dia memasuki pusat berbelanja disana," ujar Anaya yang di angguki Wilona yang terlihat antusias untuk bisa membawa Nara kependeritaan yang akan ia buat.


Mobil yang dilihat Anaya itu adalah memang milik Nara. Nara yang sudah pulang dari kampus langsung pergi ke pusat perbelanjaan seperti apa yang sudah ia katakan pada Marcell.


Nara terlihat berjalan sambil mendorong stroller belanjaan yang terlihat masih kosong, ia berjalan seorang diri kearah bagian sayuran dan buah buahan.


Nara terlihat cekatan dalam memilih sayur buah bahkan daging untuk stok seminggu kedepan ia memilih untuk menyetok hanya satu minggu, dan lagi dia yang memang tidak terlalu banyak kegiatan agar sering datang kemari untuk berbelanja hal yang menyenangkan menurutnya.


Wilona dan Anaya bergegas memasuki pusat perbelanjaan yang dimasuki wanita yang mereka kira itu adalah Nara. Mereka berjalan kesana kemari mencari keberadaan Nara, hingga mereka berhasil menemukannya ketika Nara sedang fokus memilih sayuran.

__ADS_1


"Benar, itu Nara! Ayo sayang, kita beri pelajaran padanya !" aja Anaya pada Wilona yang mengangguk setuju.


Nara yang terlihat serius dikejutkan dengan seseorang yang menarik rambutnya dengan kencang hingga membuat ia kesakitan dan berteriak.


"Aargghtt sakit lepaskan!" ucap Nara menggeram marah, namun rupanya orang itu tidak menggubris perkataan Nara, justru orang itu malah semakin kencang menarik rambut Nara, hingga terasa rambutnya akan lepas dari kepalanya.


"Apa kau bersenang senang brengsek?" ucap orang itu membuat Nara sedikit menoleh, melihat siapa yang menjambaknya.


Nara sangat mengenali suaranya, dan benar saja dia adalah Wilona yang bersama dengan Anaya yang sedang menatap tajam padanya dan menjambaknya.


Keadaan di sana ramai, membuat mereka menjadi pusat perhatian. Namun, itu tidak membuat Wilona dan mengetahui akibatnya nanti!" ancam Wilona lirih pada Nara, agar Nara mau mengikutinya untuk keluar dari pusat perbelanjaan ini.


"Mengikutimu! untuk apa? aku tidak mau! Ck, kalian ini memang tidak tahu malu, sudah membuatku hancur dan kini kalian terlihat marah padaku, oh apakan perusahaan Wijaya bangkrut?" ucap Nara pada Wilona dan Anaya, sambil merapikan rambut yang acak acakan karena ditarik oleh Wilona.


"Jangan asal bicara kau hah! Wijaya Group tidak akan pernah gulung tikar, kau tau gara gara kau, Wilona anak ku ini harus menikah dengan Samuel!" ucap Anaya yang membuat Nara tertawa, yang membuat Wilona dan Anaya menggeram marah.


"Hahaha bukankah itu sudah seharusnya, seorang anak yang membalas jasa kedua orang tuanya," ucap Nara sinis yang membuat mereka terdiam.


"Sekarang, jangan pernah menggangguku lagi, atau kalian mau aku masukan ke dalam jeruji besi, kalian tahu berkat kalian hidupku ini menjadi lebih bahagia, bahkan aku dinikahi oleh pria tampan yang kaya raya, dengan bantuan suamiku, mungkin itu adalah hal yang mudah untuk membuat kalian masuk ke dalam penjara!" ancam balik Nara, pada Wilona dan Anaya.


"Jangan berbicara omong kosong kau hah! memangnya siapa yang mau menikahi anak sepertimu yang miskin, apalagi kau bilang dia orang kaya, ah aku tahu kau pasti menjual dirimu bukan, aku lebih percaya akan hal ini," ucap Anaya


Saat Nara ingin membalas ucapan Anaya, ada tiga orang pria gagah dengan pakaian hitam mendekat ke arah Nara, dua orang berdiri di hadapan Nara yang membuat Wilona dan Anaya memaksa mundur kebelakang, dan satu lagi berdiri di samping Nara, setelah membungkuk dan mengatakan sesuatu yang membuat Anaya dan Wilona terkejut.

__ADS_1


"Nona maaf kami terlambat," ucapnya pada Nara yang sedikit bingung. Namun, melihat dan mendengar jika mereka meminta maaf dan dan memanggilnya nona ia sedikit berfikir.


__ADS_2