
"Mereka meninggal karena kecelakaan mobil, namun yang aneh nya, pada waktu itu kecelakaan kedua orang tua Nara di sebut jika ada yang menyabotase mobil mereka, karena rem mobil mereka terlihat ada yang memotongnya, tapi tak lama kasus nya di tutup dan mereka tidak di makamkan melainkan di kremasi dan bukan di negara ini, dan aku tebak jika itu berada di negara dari Selena, ibu dari nona. Korea!"
"Korea, apa ibu dari nona berasal dari sana!"
"Hmm, aku kurang yakin karena aku belum benar- benar membuktikan nya, tapi itu memang tebakkan ku, karena beberapa waktu lalu Erick Wijaya menerima surat dari Korea, dan ia langsung membakarnya setelah membaca isi surat itu, mungkin untuk meninggalkan bukti !"
"Gio, apa kau juga berpikir jika status Nara tidak sembarangan?" Tanya Reno pada Gio..
Gio mengangguk. "Hmm melihat jika Erick tidak berani melukai nya, namun jika benar Erick mendapat surat dari keluarga Nara dari Korea, kita meski berhati- hati, karena itu tanda nya ada beberapa pengkhianat di keluarga Nara yang bekerja sama dengan Erick Wijaya."
"Kau benar, lalu apa yang kau minta dari ku untuk membantumu ?"
"Awalnya aku ingin kau pergi ke Korea untuk menyelidiki ini, namun seperti nya itu tidak mungkin, terlebih tuan Arya sedang membutuhkan mu."
Reno mengangguk membenarkan." Mengapa tidak kau saja !"
"Aku tidak bisa, aku sedang mempersiapkan pernikahan ku !"
Mendengar itu seketika Reno terkejut. " Menikah, ck yang benar saja, kau bercanda dengan ku ?" Tanya Reno sambil tertawa. Karena dia tahu jika Gio sama-sama jomblo seperti nya.
"aku tidak bercanda. Aku memang akan segera menikah !"
"Benarkah, wanita mana yang akan menikah dengan mu?"
"Kau tahu siapa wanita ku !" Balas Gio membuat Reno berpikir.
"Apa kah Sisca?" Tanya Reno dan Gio mengangguk.
Lagi Reno terkejut mendengar nya, karena dia tahu bagaimana Sisca yang sulit melepas Marcel dan kini mereka tiba-tiba akan menikah.
Waah ini sebuah keajaiban bukan? Pikir Reno.
"Kau bisa menaklukan nya, bagaimana bisa secepat ini kau akan menikah dengan nya, apa kau sudah menodai nya. Apa saat malam itu, apa dia hamil saat ini ?" Tanya beruntun Reno membuat Gio kesal.
__ADS_1
Gio mengambil berkas yang tergeletak di atas meja dan memukulkan nya pada kepala Reno.
"Aku bukan pria bejat!" Kesal Gio pada Reno yang berpikir buruk tentang nya.
Reno mengeluh sakit saat Gio melayangkan berkas yang cukup tebal itu di kepalanya dan Gio sama sekali tidak peduli.
"Pulang lah, aku ingin istirahat!"
Reno melotot pada Gio, setelah memukulnya kini ia di usir." Kau mengusirku, wah kau keterlaluan sekali, setelah memaksaku untuk datang dan kini mengusirku begitu saja !"
Gio mengangguk tanpa dosa. "Hmm pergilah !" usir nya lagi yang membuat Reno berdecak kesal dan pergi meninggalkan apartemen Gio.
Setelah kepergian Reno. Gio berjalan memasuki kamar nya, dia bersiap dan akan segara pergi menemui Sisca. Gio dan Sisca setelah mereka sepakat akan menikah mereka lebih senang menghabiskan waktu berdua bahkan tidur bersama, hanya tidur yaa...
Alasanya tentu dari Gio yang ingin lebih dekat dan bisa saling bercerita tentang dirinya masing-masing.
Pagi hari di apartemen Amara.
Amara yang terlihat memuntahkan isi perut nya di westafle di dalam kamar mandi nya dan wajah nya terkihat pucat ketika bercermin.
"Ada apa dengan ku, apa aku hamil ?" Tanya pada diri sendiri karena dia tahu bagaimana orang hamil pada umumnya.
Namum ia menggeleng keras, pasalnya ia selama ini sangat rutin meminum pil pencegah kehamilan, tapi Amara merasa ini adalah sebuah kehamilan karena dia baru sadar jika hadi nya sudah telat selama satu minggu.
"Aku harus mengecek nya agar aku yakin !" Ucap nya dan bergegas ia bersiap untuk pergi ke apotek yang berada dekat dengan apartemen nya.
Amara menutup mulut nya tidak Percaya setelah melihat hasil testpack yang sudah ia gunakan, bukan 1 tapi 5 buah testpack.
Garis dua tegas terlihat jelas di kelima buah testpack itu, air matanya menetes karena dia tidak menerima kehamilan nya.
"Bagaiman bisa aku hamil, aku selalu rutin meminum pil itu!"
"Aku tidak ingin hamil, aku tidak siap." lirih Amara karena dia menyadari dirinya yang banyak kekurangan, apa dia bisa menjadi seorang ibu, apa dia bisa merawat nya?
__ADS_1
Beberapa pertanyaan muncul di dalam benak nya, ia sangat tidak yakin dengan dirinya sendiri untuk bisa merawat seorang anak.
Amara, setelah mengetahui diri nya hamil, ia langsung menghubungi Alex untuk segera datang ke apartemen nya.
Keadaan Amara terlihat lemas karena dia yang mengurung diri di dalam kamar, dengan mata sembab karena sudah terlalu lama menangis, menangisi diri nya telah mengandung anak dari kekasih nya, Alex, yang sebentar lagi akan menyandang status Suami dan ayah untuk anak yang di kandung nya, keadaan Amara tidak di ketahui oleh Raina, karena sudah lebih dulu berangkat ke sekolah.
Sedangkan di kediaman Alex. Alex setelah pertengkaran nya dengan kedua orang tua dan kaka nya. Alex sudah tidak menganggap mereka ada lagi di kediaman nya, dan lagi Alex sudah mengepak semua barang nya untuk segera pindah ke rumah yang sudah ia siapkan untuk dirinya dan Amara setelah menikah, karena pertengkaran nya dengan kedua orang tuanya, Alex memutuskan untuk mempercepat kepindahan nya.
Alex benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan kedua orang tua nya, dan akan segera keluar dari rumah yang di tempati kedua orang tuanya, karena mereka yang tidak ingin kembali ke kampung.
"Kau mau kemana Alex ?" Tanya ibu Alex karena melihat Alex membawa satu buah koper ketika keluar dari kamar nya.
Sedangkan ayah nya menatap Alex seolah ia juga bertanya kemana putra nya akan pergi.
Alex menatap datar ibu nya dan tertawa sinis." Karena kalian tidak mau pergi, maka aku yang lebih baik pergi dari sini, kalian tidak perlu khawatir aku akan tetap memberikan keperluan dan uang untuk kalian!" Jawab Alex, membuat ibu Alex memandang Alex tidak percaya, jika anak nya ini lebih memilih wanita nya di banding dengan kedua orang tua nya.
Kakak Alex sudah kembali ke kampung, karena bagi nya percuma jika terus memaksa Alex yang sangat keras kepala, yang justru akhirnya hanya akan sia-sia. Kakak nya pun meminta ibu dan ayahnya untuk membiarkan Alex, membiarkan apa yang dia mau, karena Alex menurut nya tidak akan pernah mengikuti apa yang mereka mau.
RILIS KARYA BARU AUTHOR CHAT STORY
"ISTRI TENGIL TUAN MAFIA"
CERITANYA BIKIN NGAKAK 🤣😂🤣
MAMPIR YA READERS KLIK PROFIL
TINGGALKAN JEJAK KALIAN
LIKE VOTE AND GIFT
KOMEN JUGA YA
BTW VISUALNYA AUTHOR KASI YANG PEMAIN VINCENZO ALA-ALA MAFIA GITU GES 🤣🤣
__ADS_1
UPDATE SETIAP HARI YA