
hidungnya,ia merasa pusing dan capek, karena setelah pernikahan Wilona yang dipikir tidak mereka akan senang karena perusahaan telah aman, namun sepertinya hidupnya tidak seterang dulu.
Satu-persatu masalah seperti berdatangan, terlebih sudah beberapa kali ada seseorang yang ingin mencari tahu tentang keluarga Wijaya.
"Anak, sial itu, mungkinkah?"
"Rara suatu saat aku akan mengatakan padamu siapa orang tuamu, dan saat itu juga kau berada dalam peganganku" Dengan pandangan yang menusuk dan senyum seringainya, mematikan hati itu tiba, kini ia hanya harus menyusun rencana, agar semua berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Penthouse.
Marcell minta Gio untuk segera menceritakan apa yang sudah diketahui oleh nya.
Namun sebelum itu Reno menyala karena ada sesuatu yang ingin ia laporkan.
"Marcell, aku sudah membuat laporan untuk menangkap nyonya Anaya, dan mungkin malam ini mereka akan menangkap nya!"
Marcell mengangguk, namun Nara terlihat bingung, "Mengapa dia ditangkap?" Tanya Nara heran.
"Oh aku lupa memberitahumu, jika dia yang telah menyebar fitnah tentangmu, di kampus!"
Nara terdiam, ia benar benar tidak mengerti dengan mereka yang selalu ingin menjatuhkannya, apa tidak bisa mereka melepaskan dirinya dan hidup masing masing, pikir Nara.
"Kau keberatan?" Tanya Marcell dan Nara menggeleng.
"Bukankah aku sudah katakan jika apapun keputusanmu, aku akan selalu mendukungnya, karena aku yakin apapun keputusanmu, adalah hal baik untukku !" Papar Nara tersenyum pada suaminya.
Marcell padanya. pun ikut tersenyum, dia senang Nara patuh
"Baiklah, apa bisa kita lanjutkan pembicaraan kita!"
Tanya Reno yang kesal melihat kemesraan pasangan di depannya, kecuali Gio yang hanya tersenyum karena mungkin ia mengerti mereka adalah pasangan baru.
Marcell berdecak "Gio, jadi apa yang kau temukan ?"
Nara dan Reno pun ikut menyimak apa yang akan dikatakan oleh Gio.
"Erick Wijaya, yang aku selidiki, dia memiliki seorang adik, namun beda ibu, bernama Kenzo, Kenzo Wijaya,"
__ADS_1
"Kenzo!" Heran Nara, "apa dia orang tua ku?" Lanjutnya bertanya.
Gio menggeleng "Saya belum menemukan sesuatu akan hal itu, tapi itu mungkin saja, karena Erick Wijaya, dia menutupi jika dia memiliki keluarga lain yaitu Kenzo!"
Nara terdiam dan menatap Gio "Apa sesulit itu aku ingin mengetahui orang tuaku?" Lirihnya dan Marcell pun memegang lengan Nara agar menguatkannya.
"Pasti ada alasan besar di balik itu" Celetuk Reno yang membuat Gio mengangguk.
"Dan anehnya saat aku menyelidiki masa lalunya, Erick Wijaya dia tidak memiliki
Perusahaan apapun, karena Wijaya Group besar pada waktu yang bersamaan hilangnya Kenzo"
"Apa kau yakin Gio?" Tanya Marcell memastikan dan Nara pun semakin serius mendengarkan Gio.
"Ya, dan sepertinya Erick Wijaya, dia sangat pintar menyembunyikan rahasia ini, yang mungkin memang sengaja disembunyikan ?"
"Jika begitu kita harus bisa memecahkannya, ika tidak ada file rahasia apa mungkin Erick menyimpan nya dengan rapat di rumahnya" Ucap Reno.
"Benar, orang orang ku yang ku suruh untuk menjadi mata mata, sempat mendengar jika mereka masih membutuhkan nona Nara, untuk satu hal yang belum jelas, karena Erick dia benar benar pintar menyembunyikannya, bersama istrinya Anaya yang bahkan Erick meminta istrinya untuk tidak membahasnya
saat ini ataupun nanti, untuk menghindari ada orang yang mendengarnya"
"Nona jangan khawatir saya akan pastikan untuk bisa mendapatkan semua informasi, dan untuk saat ini lebih baik nona menjaga diri, karena bukan tidak mungkin jika mereka akan menangkapmu!"
Nara mengangguk mendengar permintaan Gio, bahkan sebelum ini pun Marcell sudah mengatakan jika Erick Wijaya sudah memerintahkan orang orangnya untuk mengikutinya.
"Sayang, tapi dari itu, kau harus lebih berhati hati pada Wilona, sepertinya dia sangat ingin membuatmu menderita, jika Erick dan Anaya mereka mungkin tidak akan gegabah!"
"itu benar Nona, Wilona bahkan telah memerintahkan pembunuh bayaran untukmu"
"APA!" Ucap Marcell terkejut jika Wilona dia benar-benar berani dalam hal ini.
"Marcell,jika begitu lebih baik Nara tinggal lebih dulu dengan kedua orang tuamu, dan jangan biarkan ke kantor, karena itu akan sangat beresiko" Marcell mengangguk membenarkan perkataan sahabatnya.
Marcell pun melihat Nara yang tertunduk dan terdiam "Sayang.."
"Aku tidak apa Marcell, hanya saja mereka mengapa sangat kejam padaku, tidak bisakah mereka melihatku bahagia, bahkan mereka sangat ingin membunuhku!"
__ADS_1
"Tidak sayang percaya padaku, mereka tidak akan pernah bisa menyentuhmu, percayalah, suami mu ini akan melindungi mu"
"Benar nona, kami pun akan melindungi anda!" Ucap Gio dan di angguki Reno.
Nara menatap haru "Terima Kasih " Jawabnya dengan tersenyum.
Anaya yang tengah bersiap untuk segera pergi ke apartemen Wilona, dikejutkan dengan adanya beberapa polisi di depan rumahnya, saat la diberitahu oleh asisten rumah tangga nya.
"Po.. Polisi, kau serius?" Kejutnya, dan bertanya pada asisten rumah tangganya.
"Benar nyonya." Jawabnya tertunduk.
Anaya terdiam, dengan perasaan takut, "tidak, aku tidak mau dipenjara. Wilona, dia masih membutuhkanku" Anaya memikirkan cara bagaimana dia bisa pergi tanpa sepengetahuan para polisi. Dia pun kembali masuk kedalam rumahnya yang enggan untuk menemui para polisi itu.
Sedangkan di ruang kerja Erick, ia pun sama terkejutnya mendengar jika para polisi sudah ada di depan rumahnya.
"Dimana istriku?" Tanya Erick pada asisten rumah tangganya.
"Nyonya di kamar tuan, tapi sudah ada yang memanggilnya." Jawabnya.
Erick mengangguk, dengan nafas beratnya Erick segera menemui Anaya.
"Mengapa kau masih berdiri disini Anaya" Tanya Erick kesal.
"Sayang, aku tidak ingin di penjara, tolong aku! Wilona, dia masih membutuhkanku" Rayu Anaya pada Erick berharap Erick bisa membuat para polisi itu tidak akan membawanya.
Erick berdecak. "Jangan mengada- ngada Raya, polisi sudah ada di depan rumah sekarang pergi dan temui mereka"
"Kau... kau akan membiarkanku di penjara, kau tega Erick" Anaya tidak percaya jika Erick akan pasrah saja melihat nya akan di bawa polisi dan dipenjara.
Erick menatap istrinya yang tengah menangis, dia merasa tidak tega. Namun, dia pun tidak bisa berbuat apapun. "Lalu, Apa aku harus memohon pada anak sial itu agar kau tidak di penjara" Geram Erick."Jangan bercanda Anaya, ini adalah akibat dari apa yang sudah kau lakukan !"
"Bukankah kau bilang tidak masalah, asal Nara menderita"Tambah Erick kesal.
"Ck, sekarang pergi dan temui para polisi" Ujarnya dan Anaya menggeleng kuat, mendengar suaminya meminta dirinya menyerahkan diri.
"Anaya, jangan sampai mereka memasuki rumah dan membawa paksamu, apa kau ingin semua orang tahu kau di penjara?" Papar Erick yang kesal pada istrinya.
__ADS_1
Anaya terdiam, membenarkan apa yang sudah di katakan Erick, tapi dia pun tidak ingin di penjara, Anaya menatap suaminya, seolah memohon agar menolongnya agar dia tidak dibawa polisi.
Erick hanya terdiam di tatap oleh istrinya, dia tahu apa yang diinginkan Anaya. "Jangan bertindak bodoh Anaya, sekarang pergi sendiri kepada polisi itu, atau aku akan menyeretmu" Geram Erick pada istrinya.