
"Tidak, karena ibu sudah menjelaskannya pada ayah, lagi pula agar Marcell bisa penasaran dengan riasan mu nantinya, ayah sedang melihat persiapan untuk besok!" Ucap Safira membuat Nara mengangguk setuju.
Nara mengangguk. "Baiklah bu kita pergi sekarang, sebelum Marcell datang kemari !" Ajak Nara pada ibu mertuanya.
Safira mengangguk dan mereka pun keluar dari penthouse nya menuju kamar yang sudah di sediakan untuk mereka.
Sedangkan Marcell dia diajak oleh Gio untuk melihat persiapan resepsi besok, persiapan yang sudah mulai selesai membuat Marcell tersenyum puas.
Arya melihat ke datangan putranya pun menghampirinya.
"Lihat lah apa yang ibumu berikan, bahkan ibumu memberikan semua hal yang mewah pada acaramu saat ini, mengapa kau menjadi sensitif seperti ini Marcell ?"
Marcell menunduk." Aku juga tidak tahu yah, mengapa aku mudah marah, baiklah aku akan menemui ibu lebih dulu, aku ingin meminta maaf pada ibu !" Ucap Marcell dan berniat meninggalkan ayah nya dan juga Gio ke penthouse nya.
"Sudah diam saja disini, mereka para wanita memerlukan waktu untuk persiapkan besok, lagi pula mereka tidak akan tidur di penthouse, mereka memilih tidur di kamar hotel lain. " Ucap Arya membuat Marcell mengurungkan niatnya pergi ke penthouse.
Di salah satu kamar di hotel The Admaja, tentu ny salah satu kamar besar yang mereka gunakan dengan adanya beberapa kamar yang mirip dengan penthouse mereka namun sedikit kecil.
Saat memasuki kamar hotel, Nara di kejutkan dengan keberadaan Citra yang akan menemani dirinya.
"Kau disini ?" Tanya Nara girang melihat keberadaan Citra.
Citra mengangguk. " Ibu yang menghubungiku." Jawab nya dan Nara tersenyum pada Safira seolah berterimakasih, dan Safira membalas senyuman menantu cantiknya.
Mereka pun masuk kedalam kamar hotel dan disana sudah ada beberapa karyawan salon untuk membuat Nara rilex dan memberikan perawatan di tubuhnya seperti lulur agar Nara bertambah cantik, meski beberapa hari lalu mereka sudah ke salon, namun kali ini mereka akan melakukan nya kembali, agar esok Nara dan juga Safira serta Citra terlihat segar dan cantik, dan tentunya Nara yang akan menjadi ratu nya Marcell di berikan perawatan khusus sebelum besok pagi akan di rias oleh MUA pilihan ibu mertuanya.
Safira mengundang Citra untuk datang menemani Nara, karena dia tidak mau Nara sedih di hari bahagianya karena tidak ada saudara yang menemaninya, seperti wanita lainnya yang pastinya akan di temani kedua orang tuanya.
__ADS_1
Di pagi hari, di kediamn Wijaya.
"Jadi ayah tidak akan ke resepsi Nara !" Tanya Wilona yang heran melihat ayahnya tidak ada persiapan untuk datang ke resepsi pernikahan Marcell dan Nara.
Erick menggelengkan kepalanya. " Tidak, untuk apa jika nantinya akan memerpmalukan ayah !"
Dahi Wilona mengkerut tidak mengerti dengan maksud ayahnya. " Mempermalukan?"
Erick menghela nafasnya dan lalu menyeruput kopi yang ada di atas meja. " Sudahlah jika kau tidak mengerti lebih baik kau diam dan jika kau ingin datang kesana, pastikan untuk tidak melakukan masalah apapun, ingat kau ada anak buah Tuan Charles yang terus mengawasimu dan juga penjagaan yang sangat ketat disana, jadi jika kau macam-macam, ayah pastikan kau akan tertangkap.!"
Wilona berdecak kesal, karena ayahnya selalu menganggapnya bodoh, meskipun ia memang tidak pernah mengerti maksud dari ayahnya, tapi baginya bukankah ayahnya yang bodoh karena ayahnya menolak datang ke acara Nara, karena hal ini salah satu hal bagus untuk ayahnya datang, terlebih untuk bisnisnya yang mungkin dia akan bertemu dan menjalin kerja sama dengan perusahaan besar, mengingat Admaja bukan keluarga biasa dan yang pastinya tamu tamu yang hadir pun orang-orang penting di dunia bisnis.
Wilona mengedikkan bahunya tidak peduli jika ayahnya memang tidak mau pergi, dia memilih kembali keluar rumah dan pergi ke salon untuk mempercantik diri, karena siang nanti akan menghadiri acara resepsi pernikahan Marcell.
Aku harap rencana ku akan berhasil. Ucap Wilona dalam hatinya.
Riasan selesai dan Nara kini berdiri dan kini ia akan memakai gaun pengantin yang terlihat sangat indah.
Gaun pengantin yang sangat cantik melekat di tubuh Nara, dengan rambut yang di gulung indah dan mahkota di atas kepalanya, yang menagatakan jika dia ratu di hari ini.
Di penthouse, Marcell yang sedang bersiap dengan pakaiannya yang sudah di sediakan dan di bantu oleh petugas MUA.
Reno yang melihat sahabatnya yang berada tidak jauh darinya terlihat tersenyum tipis. Karena melihat raut wajah Marcell yang terlihat tidak bersemangat.
"Ada apa denganmu, kau tidak bahagia ?" Tanya Reno menghampiri Marcell setelah MUA Itu selesai dengan tugasnya dan menjauh dari Marcell.
Mendengar Reno berbicara seperti itu dia berdecak kesal. "Ck, omong kosong, tentu saja aku bahagia !" Balas Marcell.
__ADS_1
Reno mengedikkan bahunya. "Lalu ada apa dengan ekspresi wajahmu yang tidak terlihat bersemangat?"
Marcell menghela nafasnya dia masih mengingat saat Nara yang masih marah padanya dan juga ibunya karena dua hal itulah yang membuatnya tidak bersemangat.
Reno mengerutkan keningnya heran bahkan juga kesal, karena Marcell malah tenggelam dengan pemikirannya sendiri yang entah sedang memikirkan apa.
"Ck, sudah jangan pikirkan apapun itu, hari ini acara resepsi pernikahanmu dan kau akan menemui banyak orang, apa kau akan tetap mempertahankan wajahmu yang jelek itu?"
Mendengar itu Marcell menatap Reno tajam. "Sialan kau, wajah tampan seperti ini kau bilang jelek. Kau mau aku pecat!"
Reno terkekeh melihat kekesalan Marcell. " Sepertinya ada yang berbeda denganmu ?" Tanya Reno kemudian.
Kini giliran Marcell yang mengerutkan keningnya dan menatap Reno kesal. "Apa yang berbeda dengan ku?" Tanya Marcell penasaran.
"Kau sangat sensitif, apa kau sedang PMS seperti wanita ?" Kekeh Reno saat Marcell mendengar perkataanya dia bertambah kesal dan Reno suka melihat wajah Marcell yang kesal padanya.
Kini Marcell sudah lebih dulu turun kebawah dan ditemani oleh Reno. Arya sudah bersama dengan Safira menyambut beberapa tamu penting yang sudah tiba.
Marcell sudah meminta maaf pada Safira dan Safira sudah memaafkannya dan memaklumi sikap Marcell. Marcell pun lega dan kini ia hanya fokus pada Nara.
Sementara di dalam kamar, Nara pun sudah
bersiap-siap untuk turun ke bawah dimana tempat mengadakan resepsi di gelar. Nara yang di temani oleh Citra tetlihat gugup, karena mulai saat ini dan seterusnya dia akan di kenal sebagai keuarga Admaja.
"Kau gugup?" Tanya Citra.
Nara mengangguk. " Hmm ini pertama kalinya aku akan bertemu orang banyak." Balas nya yang membuat Citra tersenyum.
__ADS_1