Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 117


__ADS_3

"Kau benar-benar ingin memiilih nya, kau tidak memihak pada kami, kau sudah tidak menyayangi kami!" Ibu Alex memandang Alex sendu. Alex terlihat sangat terluka oleh nya, ia sadar tapi bagi nya apa salah sebagi ibu ingin yang terbaik untuk nya.


"Ku kira ibu sudah tahu apa jawaban ku, aku tidak akan berubah pikiran, aku pergi!" Pamit Alex tanpa lagi memandangi ibu dan ayah nya yang hanya mampu melihat Alex pergi meninggalkan mereka.


Di dalam mobil Alex melihat CCTV apartemen Amara, dan ia begitu terkejut melihat keadaan Amara yang terlihat pucat di dalam kamar..


"Ada apa dengan mu Amara?" Gumam Alex yang langsung menancapkan gas menuju apartemen Amara.


Tak lama Alex sampai di gedung yang cukup tinggi, Alex bergegas keluar dari mobil dan langsung menuju apartemen Amara.


Saat sampai di apartemen dan memasuki kamar Amara. Alex langsung menghampiri nya dan memeluk nya.


"Ada dengan mu, kau sakit, kita rumah sakit sekarang?" Ujar Alex yang terlihat khawatir pada Amara.


Amara terdiam menatap Alex yang sudah ada di hadapan nya dan air matanya kembali menetes. "Alex, aku hamil !" Ucap Amara sedikit lirih.


Alex yang terlihat sedikit sibuk untuk mempersiapkan Amara akan pergi ke rumah sakit pun terdiam mendengar perkataan kekasih nya.


"Apa kau bilang, kau hamil ?" Tanya Alex sekali lagi dan memandang Amara.


Amara mengangguk lemah pada Alex, dia takut Alex tidak mau menerima nya, namun ternyata beberapa detik kemudian Alex memeluk Amara yang membuat nya terdiam karena cukup terkejut.


"Terimakasih Amara, aku akan menjadi ayah, kita akan menjadi orang tua, aku senang." Ucap Alex dalam pelukan nya, dia sangat senang akhirnya setelah menunggu satu bulan kabar itu tiba juga.


Mendengar itu Amara menangis dan merekat kan pelukan nya pada Alex, dia tidak menyangka respon Alex akan sesenang ini.


Alex yang mendengar tangisan Amara pun menatap Amara dan menghapus air mata yang mengalir di wajah nya.

__ADS_1


"Ada apa, apa kau tidak mau mengandung anak ku?" Tanya Alex karena melihat Amara menangis.


Alex bisa berkata seperti itu karena Amara awal nya sudah menolak keras untuk menikah dengan nya.


Alex memandang Amara meminta jawaban dari nya. "Jawab Amara !" Ucap Alex.


Amara menggeleng kan kepalanya. "Hiks tidak Alex aku senang bisa hamil anak mu, tapi..!"


"Tapi apa Amara?" Alex yang penasaran karena Amara menggantungkan kalimat nya.


"Aku. Aku takut tidak bisa merawat nya Alex aku tidak siap, aku takut tidak akan menjadi ibu yang baik!" Lirih Amara yang membuat Alex memeluk nya kembali, dia cukup lega karena bukan alasan yang seperti Alex bayangkan jika Amara tidak mau hamil anak nya melainkan Amara yang tidak percaya diri bisa merawat anak nya kelak.


"Kau tidak perlu khawatir, aku akan membantu mu, kita saling menjaga dan merawat nya, aku yakin kau bisa. "Balas Alex.


"Kita kerumah sakit ok, kita lihat keadaan nya?" Lanjut Alex mengajak Amara untuk memeriksa kandungan nya.


Amara mengangguk. "Kau tidak bekerja?" Tanya Amara. Karena dia sadar jika ini adalah jam kerja nya Alex.


"Kau belum sarapan bukan, tunggulah aku pesan kan makanan untuk kita, setelah itu baru kau bersiap untuk kerumah sakit." Ucap Alex pada Amara dan sedikit menjauh dari nya untuk menelpon seseorang membelikan sarapan untuk mereka..


Amara memandang Alex dan tersenyum tipis, dia tidak menyangka jika Alex senang dengan kabar kehamilan nya, dia tahu jika awal hubungan mereka bukan berdasarkan cinta dan hanya saling membutuhkan, namun seiring berjalan nya waktu, Alex mulai mencintai nya, sedangkan diri nya, Amara yang masih belum mengerti dengan perasaan nya pada Alex.


Amara mengelus lembut perut nya, dia memang takut jika tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak nya, dia sadar akan kelakuan nya yang kurang baik, dan kini dengan adanya anak di dalam rahim nya Amara akan mencoba berubah. Dia tidak ingin jika suatu saat anak nya akan tahu keluarkan ibu nya buruk di saat ini.


Aku tahu aku bukan wanita yang baik, hingga ibu dan ayah mu tidak mau menerimaku. Tapi aku punya kesempatan bukan untuk berubah menjadi lebih baik?


Terimakasih Alex, kau sudah sangat sabar pada ku, aku akan berubah menjadi istri dan seorang ibu yang baik.

__ADS_1


Amara memandang Alex dan tersenyum tipis dengan menunduk karena melihat Alex yang menghampiri nya sambil tersenyum, dia begitu bodoh karena tidak melihat ketulusan Alex sejak dulu.


Alex yang sudah di dekat nya dan Amara mendekat dan memeluk nya, berbisik di telinga Alex, yang membuat nya tersenyum.


"Terimakasih Alex, bantu aku aku untuk mencintaimu."


Maladewa, maldives.


Marcel yang terlihat sangat sabar merawat istrinya yang sejak pagi tadi memuntahkan cairan kental dari westafle. Marcel sangat khawatir pada istrinya jika bisa dia ingin menggantikan nya mengidam seperti ini.


"Minumlah, agar kau merasa sedikit segar, dan mungkin sedikit mengurangi rasa mual mu." Ujar Marcel memberikan teh manis pada istrinya.


Nara tersenyum dan meminum teh manis yang di berikan Marcel untuk nya.


"Hubby, aku rindu ibu, aku ingin masakan ibu, aku ingin pulang sekarang!" Ucap Nara yang ingin segera kembali ke indonesia, dia sudah sudah rindu dengan masakan indonesia terlebih masakan ibu mertua nya.


Marcel menghela nafasnya dan menatap istrinya. Seperti nya dia memang harus membatalkan pergi ke Venice.


"Siang ke ke dokter dulu, untuk memeriksa keadaan mu, dan meminta saran apa kau bisa berpergian, 12 jam bukan waktu yang sebentar loh sayang, aku takut terjadi apa-apa padamu !"


Nara mengangguk mengerti." Hubby aku hanya morning sickness, siang hari aku tidak akan semual ini, aku yakin aku tidak akan apa-apa, terlebih bukan nya kita menaiki jet pribadi ayah. Dan lagi kemarin bukan nya kita sudah periksa, dan aku yakin dokter akan menjawab hal yang sama, Hubby aku yakin aku kuat dan anak kita juga kuat. "Bujuk Nara pada suami tampan nya.


Marcel mengangguk lemah, istrinya ini memang keras kepala. "Baiklah, kita akan segara kembali ke indonesia.!"


Kedua bola mata Nara berbinar mendengar keputusan Marcel."Benarkah, kapan Hubby, besok ya?" Tanya Nara antusias.


Gavn gemas dan mengacak lembut rambut Nara yang terlihat senang. "Sabar lah, aku harus mempersiapkan sesuatu, dan secepat nya kita pulang jika sudah semua siap!"

__ADS_1


"Apa itu Hubby?" Tanya Nara penasaran.


Marcel tersenyum. " Rahasia, nanti kau juga tahu, sekarang makan lah agar kau ada tenaga lagi, sudah dua hari ini kau tidak banyak makan."


__ADS_2