Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 172


__ADS_3

Sementara itu di lobi, Citra Dan Reno tengah menunggu kedatangan mereka, Citra sungguh sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Nara, hingga terlihatlah Nara yang duduk dikursi roda yang di dorong oleh Marcel.


Citra berlari menghampiri Nara bahkan memeluknya, Nara sedikit terkejut dengan apa yang Citra lakukan, namun tak lama ia paham, karena mungkin Citra tahu akan apa yang ia alami di korea.


"Aku benar-benar mengkhawatirkan mu, syukurlah kau baik-baik saja.." Ucap Citra dengan penuh syukur.


"Bagaimana jika kita bicara sambil makan malam, sebentar lagi waktu nya makan malam bukan ?" Ajak Marcel agar mereka bisa leluasa untuk berbicara.


Citra melepas pelukannya dan mengangguk." Maaf aku sangat khawatir, setelah Reno mengabari ku sejak saat itu."


"Tidak apa aku mengerti.".Balas Marcel dan Nara tersenyum.


"Aku baik-baik saja, banyak yang melindungi ku di sana."Ucap Nara sambil memegang tangan Citra sahabatnya ini.


Citra mengangguk dan memilih mendorong kursi roda Nara yang di izinkan oleh Marcel.


Kedua orang tua Marcel hanya tersenyum melihat interaksi mereka, Citra dan Nara, persahabatan yang tulus seperti hal nya Marcel dan Reno.


"Semoga semua berakhir dan kau bisa hidup dengan tenang saat ini." Ucap Citra pada Nara setelah selesai makan malam dan Nara yang menceritakan semuanya pada Citra.


Nara mengangguk." Aku harap juga begitu, itu yang terpenting, agar aku tidak lagi banyak yang menjaga ku, aku sudah seperti anak presiden yang di jaga ketat oleh para bodyguard." Keluhnya yamg membuat siapa pun yang mendengarnya terkekeh geli.


"keamanan bukan hanya untuk presiden sayang, tapi untuk orang yang terancam akan bahaya !" Ucap Marcel di angguki Arya.


"Ibu mu inipun sama, kemana mana ada bodyguard, namun tidak terlihat, yang terlihat mungkin hanya satu dua orang, kita para pria hanya ingin melindungi istrinya, karena bukan tidak mungkin jika ada musuh hisnis kita yang berbuat jahat!"

__ADS_1


"Benar, jadi sayang, kau harus mulai terbiasa, meski tidak seketat kemarin namun kau akan tetap ada penjagaan, sayang aku tidak akan selalu ada di sisimu bukan?" Nara pun mengangguk paham.


"Nanti kau juga akan terbiasa, lihat ibu, ibu sudah tidak risih di ikuti pria pria berjas hitam itu, meski pada awalnya sama sepertimu!" Nara mengangguk dan tersenyum pada ibunya.


"Baiklah, aku memang tidak pernah dan membangkang bukan, aku hanya belum terbiasa dan mengira jika nantinya tidak akan ada lagi yang menjaga ku. "Ucap Nara yang di angguki semuanya.


"Ah bolehkah aku mengatakan sesuatu ?" Celetuk Reno yang membuat semua mata mengarah padanya.


"Apa yang ingin kau katakan, apa ini penting, jika tidak kau diam saja !" Balas Marcel membuat Reno berdecak kesal sedangkan yang lainnya hnga tersenyum melihat mereka.


"Ini penting, sangat penting dan aku harap kau sebagai bos ku akan memberikanku waktu libur 3 hari kedepan. "Ucap Reno kmudian yang membuat semua nya heran, namun tidak dengan Citra yang mulai mengerti arah kemana Reno berbicara.


Citra terlihat mendunduk karena tidak menyangka jika Reno akan mengatakan pada Marcel, di saat kedua orang tua Marcel pun bersama dengan nya.


Reno tersenyum sambil menatap Citra yang terlihat menunduk. "Aku akan segera melamar Citra akhir minggu ini."Ucap Reno yang membuat Nara terlihat bahagia, bahkan langsung memeluk sahabatnya yang berada di sampingannya.


Begitu pun dengan kedua orang tua Marcel yang memberikan selamat pada Reno dan Citra.


"Selamat ya, aku sangat senang mendengarnya, aku sudah tahu jika kalian pasti akan berjodoh !" Ucap Nara membuat Citra tersenyum.


Hari ini adalah hari dimana Reno akan melamar Citra, ibu dan adik perempuan nya sudah berada di jakarta kemarin, ketika ia menjemputnya dan mengatakan ingin melamar wanita.


Ibu dan adiknya sedikit terkejut, mereka tidak menyangka Reno datang dan langsung mengatakan niatnya ingin melamar wanita yang ia pilih, bahkan tanpa mengenalkannya pada mereka lebih dulu.


"Aku sibuk, aku tidak ada waktu mengenalkannya pada kalian, bahkan acara lamaran ini pun sangat mendadak. Aku hanya tidak ingin membuang waktu lagi. Jangan khawatir dia anak yang baik, aku bisa jamin itu!" Reno yanh meyakinkan ibu dan adiknya yah sudah memasuki SMA itu.

__ADS_1


Mereka pun mengangguk menyetujui keputusan Reno, mereka hanya terkejut karena Reno akan melamar dan segera ingin segera menikah, mereka hanya berharap jika wanita yang di pilihnya adalah wanita yang baik dan Reno akan bahagia hidup dengannya.


"Kaka, apa calon kaka iparku sangat cantik." Tanya Leoni adik dari Reno.


"Cantik dia juga baik, kau akan akrab dengannya nanti." Jawab Reno yang di angguki Leoni.


Ibunya Reno tersenyum, dalam hatinya ia selalu mendoakan Reno, agar ia selalu sehat dan bahagia juga agar cepat mendapat jodoh dan menikah, dia tidak menyangka jika hari ini tiba, dimana Reno akan melamar wanita yang akan menemaninya hingga akhir hayat.


Reno adah anak pertamanya, yang menjadi tulang punggung untuk keluarga nya, ibunya sangat bangga pada Reno karena bisa sukses, meski dengan bantuan sahabatnya, Marcel.


Ibu dan adiknya sudah beberapa kali di minta untuk tinggal di Jakarta, namun mereka menolak karena mereka sudah nyaman tinggal disana, namum begitu Reno sudah membangunkan rumah untuk mereka yang cukup besar di kampung.


Rombongan dari keluarga Admaja datang dan akan segera berangkat bersama, mengantar Reno yang ingin melamar Citra, ibu Reno dan ibu Marcel sudah saling mengenal karena sempat tinggal di kampung yang sama, terlebih karena anak mereka yang sangat dekat.


Acara lamaran pun selesai, semua berjalan dengan hikmat, Nara menghampiri Reno dan Citra bersama Marcel.


"Selamat ya, jangn lama-lama dan segera lah menikah !" Ujar Nara pada Reno dan Citra.


"Benar, dan cepat buat anak agar anak-anak kita bisa bersahabat seperti kita !" Ucap Marcel membuat Nara mencubit gemas pinggang Marcel.


"Hubby lihat Citra jadi malu, doakan saja mereka cepat menikah dan cepat di beri momongan!" Ucap Nara yang membuat Marcel terkekeh.


Reno dan Citra tersenyum." Kami memang berencana menikah dalam waktu satu bulan ke depan, karena pekerjaan ku yang selalu banyak,karena bos ku itu yang menyebalkan, jadi pernikahan di percepat, agar kita bisa saling bertemu !" Ucap Reno yang membuat Marcel berdecak kesal.


"Jangan menghina bos mu, siapa tahu dia akan memberikan hadiah untuk pernikahan mu!" Balas Marcel membuat Reno menatapnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Sebuah mansion, jika bos ku itu dermawan, aku ingin hadiah sebuah mansion, agar bisa bertetangga dengan kalian!" Jawab Daniek membuat Marcel menggelengkan kepalanya..


__ADS_2