Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 47


__ADS_3

Anaya menggeleng kuat. "Wilona mas, dia masih membutuhkanku!" Mohon Anaya pada Erick sambil terisak dalam tangisnya.


"Anaya"


"Wilona, aku yang akan menjaganya, jangan jadikan dia sebagai alasanmu, lihatlah ini ulahmu sendiri, bukankah aku sudah katakan agar kau tidak bertindak bodoh!"Hardik Erick geram karena Anaya terus memohon agar dia tidak dibawa ke kantor polisi.


"Erick!" Lirihnya, Anaya tertunduk dengan air mata yang terus mengalir ke wajahnya.


tok tok tok.. Suara pintu diketuk membuat keduanya melihat ke arah pintu.


Erick mengusap wajahnya kasar, di berjalan ke arah Anaya dan memegang tangannya. "Jangan buat aku marah Raya! jika kau menolak panggilan mereka, itu malah akan menambah hukumanmu!"


Akhirnya Anaya hanya pasrah, dia tidak menyangka jika Nara akan bertindak secepat ini untuk menangkapnya.


Mereka keluar dari kamar dan mendapati asisten rumah tangganya untuk memanggil mereka kembali.


Anaya dan Erick menghiraukan asisten rumah tangganya,dan terus berjalan ke depan rumah, dengan Erick yang terus memegang tangan istrinya yang enggan untuk menemui para polisi.


"Selamat malam pak, bu !" Sapa salah satu polisi.


Erick hanya mengangguk menjawab sapaan polisi tersebut sedangkan Anaya dia terus menundukkan kepalanya takut.


Polisi pun menghampiri Erick dan memberikan surat perintah atas penangkapan Anaya.


Erick pun hanya pasrah dan meminta Anaya untuk ikut dengan mereka.


Anaya tidak bisa lagi berkutik, dan pasrah dibawa oleh para polisi, Erick ia hanya menatap nanar kepergian istrinya.


Erick sebenarnya pun tidak tega jika harus membiarkan istrinya di penjara, namun jika ia memberontak itu malah akan menambah hukuman untuk istrinya, kini Erick hanya harus memikirkan bagaimana agar la bisa mengeluarkan Anaya keluar dari penjara.


Drrt drrrt drrt... ponselnya bergetar, Erick pun segera mengangkat teleponnya karena disana tertera nama Samuel.

__ADS_1


Samuel: Kau lihat apa yang dilakukan oleh putrimu, dia mencoba mendekati pria lain. Dengar ini! jika kedepannya Wilona tidak bisa menjaga dirinya, maka semua perjanjian kita batal!


Samuel yang langsung mengutarakan kekesalannya pada Erick di telepon tanpa harus berbasa basi lagi.


Erick: Tuan, apa maksudmu?"


Jawab Erick yang tidak mengerti dengan perkataan Samuel, dan bahkan dia terlihat sangat marah.


Erick sambil berjalan memasuki rumahnya ke arah ruang kerja.


Samuel: Ck, dia benar-benar berlaku menjadi seorang ****** dan mendekati pria kaya, dan bahkan tidak peduli dengan statusnya yang masih menjadi istriku ! aku sudah memberikannya peringatan, dan jika kedepannya dia melakukan ini lagi, aku bisa mencabut saham yang sudah kutanam di Wijaya Group!


Geram Samuel dan langsung menutup sepihak teleponnya tanpa memberikan kesempatan pada Erick untuk berbicara.


Erick mengusap wajahnya kasar, dia sekarang mengerti mengapa Anaya mengatakan jika Wilona membutuhkannya


"Kau sama bodohnya dengan ibu mu, Wilona!" Lirih nya, meski ia mengerti mengapa Wilona melakukan hal itu.


"Marcell, apa dia yang Wilona dekati !" Gumamnya, karena dia ingat Wilona pernah meminta Erick untuk menjalin kerjasama dengan Admaja Company, guna agar dia bisa bertemu dengan Marcell.


Amara kini ia sedang mengeluarkan emosinya pada Alex, pasalnya kini Alex benar-benar mengekangnya, tidak seperti saat awal dia mulai menjalin hubungan dengannya.


"Mengapa kau menjadi seperti ini, hah! Bukankah kau membebaskanku!" Papar Amara bertanya pada Alex dengan kekesalannya.


Amara, dia benar-benar kesal, karena jika Alex terus mendekatinya, itu malah membuat dia susah untuk mendekati Marcell kembali.


"Mengapa? Bukankah kau senang jika kemana- kemana kita pergi bersama, kau kan bisa menyombongkan ku kepada teman-teman mu, jika aku adalah kekasihmu, seorang direktur di perusahaan Admaja Company!"


Amara diam, memang benar dulu dia seperti itu, namun saat ini di ingin mengejar Marcell yang seorang CEO, terlebih teman kampusnya banyak yang tahu jika dia masih menjalin hubungan dengan Marcell.


Tapi saat Andien bertemu dengan Marcell, Amara kini dicap sebagai pelakor, dan dia tidak ingin seperti itu, sebelum mereka mengadakan resepsi Amara ingin Marcell kembali padanya dan membungkam mulut mereka semua, tapi kini Alex menggagalkan semuanya.

__ADS_1


"Kau diam! Ch, Amara aku tahu apa yang ingin kau lakukan di belakangku, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi !"


Amara terkejut mendengar perkataan Alex, matanya melotot melihat kekasihnya.


"Kau terkejut! Ch, seharusnya kau sadar kau sedang berhadapan dengan siapa Amara!"


"Amara, aku tahu kamu seperti apa, kau bahkan mendekati ku, menyerahkan tubuhmu hanya karena ingin memiliki hartaku, dan kau menyingkirkan Marcell yang saat itu kau tahu dia miskin !"


"Namun, saat tahu Marcell memiliki harta lebih besar dariku, kau kini ingin mendekatinya kembali !"


Amara dia tetap diam, hatinya bergemuruh, takut dan juga begitu terkejut jika Alex tahu akan rencananya.


Alex tertawa sumbang melihat ekspresi Amara. Kau terkejut, ch, dengar ini ! Kau tidak akan pernah bisa pergi dari sisiku, kau hanya milikku Amara! dan jika kau berani mendekati pria lain? maka, kembali kan semua harta yang sudah kuberikan padamu!" Geram Alex pada Amara, meski itu hanya sebuah gertakan karena mau bagaimanapun dia tidak akan pernah melepas Amara dari sisinya.


"Oh ya, aku sangat menantikan hadirnya anakku dalam rahimmu!" Setelah mengatakan itu Alex memilih meninggalkan Amara di apartemennya, karena dia pun meski memenangkan dirinya.


Amara berdecak kesal saat Alex sudah tidak ada di hadapannya lagi.


"Anak! Ch, bermimpi saja kau Alex !" "Aaarght dasar Brengsek!"


Amara, dia yang masih belum menyadari, jika obat yang dikonsumsi oleh nya sudah diganti oleh Alex.


"Baik terimakasih pak !" Ucap Reno dalam sambungan teleponnya.


Marcell, Gio dan juga Nara menunggu apa yang sudah dibicarakan Reno di sambungan telepon, karena dia bilang itu adalah telepon dari kepolisian.


Reno kembali duduk dan mulai berbicara pada ketiga orang yang sudah menunggunya." Anaya, dia sudah dibawa ke kantor polisi, dan bagusnya tidak ada pemberontakan untuk mereka, bahkan Erick membiarkan istrinya ditangkap begitu saja oleh mereka!"


"Benarkah? aku kira Erick. Dia akan menyewa pengacara, agar Anaya terbebas dari hukuman !" papar nya.


"Mungkin saja esok atau lusa ketika dia akan mulai sidang pertama, sudahlah jangan pikirkan dia!"

__ADS_1


"Aku dan Reno sudah menyiapkan semuanya, dan lagi Bukti sudah ada di tangan mereka, jika memang keluarga Wijaya menggunakan pengacara, itu mungkin hanya akan mengurangi hukumannya!" Papar Marcell dia anggukki Gio dan Reno begitu pun Nara yang akhirnya mengerti.


"Baiklah, kurasa tidak ada lagi yang perlu kita bahas, aku dan Gio akan pamit pulang!" Ucap Reno dan Gio mengangguk.


__ADS_2