Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 32


__ADS_3

Marcell tahu jika Nara tidak serius mengatakannya, meski Marcell baru mengenal Nara, namun ia tahu jika Nara bukan wanita yang gila harta.


"Habiskanlah itu sudah hak mu," ujar Marcell yang membuat Nara tersenyum.


"Ke dalam dulu,untuk istirahat," ajak Marcell pada istrinya.


Mereka pun memasuki Villa yang di sambut oleh penjaga Villa.


"Anda tuan Marcell ?" tanya seorang pria paruh baya. "Ya, pa Amir?" Jawab Marcell dan balik bertanya.


"Benar itu saya, Tuan Marcell ternyata sudah sebesar ini, dulu masih masih bayi saya melihat tuan Marcell." Marcell hanya tertawa mendengarnya sedangkan Nara tentu ia hanya tersenyum.


"Ya sudah beristirahat lah tuan Marcell, dan ini...?" Pa Amir yang melihat Nara tidak mengenalnya.


"Istri saya pak" ucap Marcell mengenalkan Nara.


Nara mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Pak Amir. "Nara Pak Amir."


"Pa Amir, neng cantik pisan, Tuan Marcell pinter milih istri."Pujinya membuat Nara tersenyum dan Marcell pun tertawa.


"Cantik kan Pak, saya beruntung dapetin Ara."


"Bener, Tuan Marcell beruntung pisan."


Nara tersenyum, "saya yang beruntung dapetin Marcell pak." Ucap Nara membalas.


"Masya Allah, jodoh ini mah, saya doa'in biar langeng, cepat dapet momongan," Pak Amir mendoakan.


"Aaminn." Ucap keduanya serempak.


"Ya sudah, Pak Amir mau pulang dulu, semua keperluan sudah saya siapkan di dalam, jika Tuan dan Nona butuh sesutu saya ada di belakang ga jauh, besok pagi saya kesini lagi."


"Iya pak, terima kasih. "Ucap Marcell dan Pak Amir hanya mengangguk dan tersenyum dan lantas pergi meninggalkan pasangan suami istri tersebut.


Marcell dan Nara pun masuk ke dalam Villa, Marcell pun menyuruh Nara untuk beristirahat.


"Aku tidak lelah, lebih baik kau yang beristirahat, kau kan yang menyetir." Ujar Nara. Marcell tersenyum dan mengangguk.


Setelah cukup beristirahat Marcell mengajak Nara untuk mencari makan siang.

__ADS_1


Awalnya Nara ingin memasak saja di Villa, karena ada bahan makanan juga yang suda di sediakan oleh Pak Amir, namun Marcell menolak dengan tegas jika ini kencan mereka, jadi Marcell ingin makan di sebuah cafe.


Tidak sengaja Nara melihat motor yang ada di depan Villa, yang ternyata itu milik Pak Amir. Nara pun meminta Marcell untuk meminjamnya.


"Kau yakin ingin menggunakan motor?" Tanya Marcell.


Nara mengangguk, "kurasa itu menyenangkan, lagi pula udara disini segar tidak seperti di kota."


"Kau benar Ara, baiklah aku akan meminta izin lebih dulu pada Pak Amir, kau tidak keberatan bukan jika menunggu disini?"


"Tidak pergilah!" Jawab Nara yang lantas Marcell pergi menemui Pak Amir yang tidak jauh di belakang Villa.


"Pak Amir !" Panggil Marcell yang kebetulan melihat Pak Amir ada di hadapnya sedang berjalan bersama seorang gadis, mungkin itu anaknya, pikir Marcell.


"Oh Tuan Marcell. Ada apa ?" Jawab Pak Amir dengan sedikit khawatir jika ada sesuatu di Villa.


Sedangkan seorang gadis yang bersama Pak Amir terlihat terus memandangi Marcell tanpa berkedip.


"Itu saya mau pinjam motor matic yang ada di depan Villa, itu milik pak Amir kan?"


"Oh iya itu punya saya, boleh Tuan, sebentar saya ambil kuncinya dulu, tertinggal di rumah! Tuan boleh kembali dulu ke Villa biar nanti saya antarkan !"


"Itu rumah saya, ya sudah pak Marcell bisa tunggu di sana biar tidak pegal harus terus berdiri," ujar pak Amin yang meminta Marcell duduk disebuah kursi panjang di dekat pohon yang di angguki Marcell dan melangkah ke kursi yang ditunjuk Pak Amir.


"Pak, saya nunggu disini saja, nemenin Tuan Marcell, kasian sendiri,"Anak Gadis Pak Amir mengusulkan diri.


Pak Amir hanya mengangguk saja dan ia lantas pergi mengambil kunci motor.


Anak Pak Amir bernama Ayu, dia wanita cantik dan anggun, sudah berusia 18 tahun, namun sampai saat ini belum ada pria yang dekat dengannya.


Ayu yang baru pertama kali bertemu Marcell dia terlihat menyukainya dan berharap Marcell akan menyukainya.


Ayu mendekat dan berniat mengenalkan dirinya pada Marcell.


"Tuan, saya Ayu anak Pak Amir," ucap nya sambil mengulurkan tangannya.


Marcell menyambut tangan Ayu," Marcell." ucap nya singkat.


Marcell merogoh sakunya dan mengambil ponsel miliknya. Ia mengirim sebuah pesan pada Nara jika ia akan sedikit lama.

__ADS_1


Ayu tersenyum karena Marcell mau berkenalan dengannya, ia melirik ke arah rumahnya berharap pak Amir, ayahnya akan lama kembali.


"Tuan Marcell sedang berlibur disini ?" tanya Ayu yang dijawab anggukkan kepala oleh Marcell, yang masih fokus pada ponselnya.


"Tuan Marcell mau saya temani jalan-jalan?" tawar Ayu berharap Marcell menerima ajakannya.


Marcell mengerutkan keningnya, saat mendengar tawaran dari Ayu, lalu Marcell menatap Ayu dan tersenyum. Membuat Ayu semakin terpesona dan berpikir jika Marcell menerima ajakan Ayu.


Wah apa Tuan Marcell akan setuju, itu baguskan ? bisa bikin semua wanita disini iri. Pikir Ayu sambil mengulum senyumannya, berpikir, karena ia akan berhasil menggaet pria kaya dan tampan.


Ayu anak dari Pak Amir memang mengetahui akan kedatangan anak keluarga Admaja, namun mereka tidak diberitahu jika Marcell datang bersama istrinya.


Marcell menatap manik mata Ayu, dia tersenyum manis padanya, membuat Ayu menunduk malu.


"Tidak, terimakasih, aku bersama istriku," jawab Marcell, membuat Ayu terdiam, dan merasa malu, Ayu pun terlihat meremas rok nya.


Istri, Tuan Marcell sudah punya istri? Pikirnya tidak percaya.


"Tu_tuan Marcell, sudah menikah. ?" Tanya Ayu gugup.


Marcell mengangguk tersenyum. "Ya, dan istriku sedang menunggu di Villa." Jawab Marcell mencoba ramah.


Pak Amir pun kembali, dia terlihat tergesa-gesa tidak ingin majikannya terlalu lama menunggu.


"Tuan Marcell, ini kuncinya. " Ucap Pak Amir sambil menyerahkan kunci motor pada Tuan Marcell.


Marcell menerima kunci itu, ia pun tersenyum. Terima kasih pak Amir, kalo gitu saya pamit, Ara sudah menungguku.!"


"Oh iya, silahkan tuan Marcell. " Ucap Pak Amir.


Sedangkan Ayu, ia terlihat menunduk hingga Marcell menjauh, Ayu kembali menatap Marcell yang sudah berjalan menjauh.


"Tuan Marcell ganteng ya Pak? Istrinya pasti beruntung punya suami kaya Tuan Marcell ?" Ucapnya dengan tanpa mengalihkan pandangan pada Marcell, yang sudah jauh dan semakin tidak terlihat.


"Istrinya juga cantik, baik, mereka pasangan serasi, sudah ayo kita harus cepat ke pasar. " Ujar Pak Amir dan di angguki Ayu yang pandanganya seolah tidak ingin lepas dari Marcell.


"Maaf lama, yuk kita berangkat! " Ajak Marcell menggandeng Nara ke arah motor.


"Kau tahu daerah sini?" Tanya Nara sambil menaiki motor pak Amir.

__ADS_1


__ADS_2