Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 44


__ADS_3

Wilona dia memang sudah tahu apa yang dilakukan ibunya, dia sedikit merasa senang ketika ibunya ingin membalas penderitaannya pada Nara, namun cara yang dilakukan ibunya adalah cara yang bodoh menurutnya, yang bahkan akan membuat dirinya terjebak dalam masalahnya sendiri.


"Kau terlalu gegabah bu" Gumam Wilona tersenyum miring.


Disisi lain, Marcell dan Reno yang baru selesai meeting, mereka berbincang di ruangan Marcell, membicarakan tentang siapa yang telah menyebar berita miring tentang istrinya.


"Anaya, istri dari Erick Wijaya?" Tanya Marcell memastikan.


Reno mengangguk. "Gio, dia sudah mengirimkan semua buktinya ke email mu, kau bisa melihatnya, apa kau akan melaporkannya?" Tanya Reno.


Marcell mengangguk."Tentu saja,itu tujuanku bukan, aku tidak akan bersikap lembek atau bermain-main dengan mereka, yang justru mungkin akan semakin membuat istri ku menderita!"


"Kau benar, lalu dimana istrimu?" Tanya Reno heran karena sejak tadi dia tidak melihat keberadaan istrinya.


Saat Marcell ingin menjawab, Nara sudah lebih dulu dari tempat istirahat Marcell atau kamar pribadi Marcell di ruangan nya, dengan wajah segar karena sudah membersihkan diri.


Marcell tersenyum melihat istrinya, sedangkan Reno ia berdecak kesal.


"Sepertinya aku harus pergi, daripada aku akan menjadi obat nyamuk disini!" Marcell dan Nara tersenyum mendengar perkataan Reno.


"Tunggu Reno ada yang ingin aku katakan!"


Reno yang ingin beranjak pun mengurungkan niatnya dan menatap Marcell, seolah dia bertanya apa yang akan dikatakan olehnya.


"Pertama aku ingin kau mengurus cuti istriku satu bulan di kampusnya"


"Sagu bulan !" Sanggah Nara terkejut. Marcell hanya tersenyum dan meminta Nara untuk tidak berbicara lebih dulu, yang membuat wanita cantik itu mencebikkan mulutnya kesal.


"Yang kedua, Nara dia akan menjadi sekertaris ku untuk sementara, sampai ada sekertaris baru yang akan menggantikannya!"


Reno mengangguk setuju bahkan dia terlihat senang.


"Tapi 3 hari menjelang resepsi kami, dia akan libur lebih dahulu !' Lanjut Marcell.


"Tidak apa, itu cukup membantuku, nona Rafaya mohon bantuannya!"


"Ck, kak, seharusnya aku yang mengatakan itu, aku bahkan tidak memiliki pengalaman apapun !"


Marcell dan Reno tersenyum. "Kau akan cepat belajar nanti, bukankah kau pintar, benar kan Marcell !" Tanya Reno.

__ADS_1


Marcell mengangguk dan Nara hanya menunduk malu karena ia sedikit ragu akan bisa membantu suaminya nanti atau tidak.


"Reno, untuk Gio, kau undanglah dia ke penthouse, kita bisa bicara disana !" Reno pun mengangguk setuju.


"Baiklah itu saja Tuan Marcell, karena ini sudah waktunya istirahat, maka aku akan keluar untuk mencari makan siang!"


"Kak Reno tidak ingin makan bersama dengan kami ?" Ajak Nara.


"Tidak terimakasih." Tolak Reno dengan senyum manisnya." Baiklah aku pergi " pamitnya pada pasangan suami istri tersebut.


Setelah kepergian Reno, Marcell menatap iatrinya." Kau ingin makan siang dimana?"


"Terserah kau saja !" Jawab Nara.


Marcell sedikit berpikir " Baiklah, ayo!"


Disalah satu Restoran dekat perusahaannya. Marcell dan Nara sudah terlihat menghabiskan makannya.


"Sayang, siapa Gio ?" Tanya Nara karena sudah sejak tadi ia penasaran.


"Gio, dia adalah orang yang akan membantu kita untuk mencari informasi orang tua kandungmu!"


"Untuk itulah kau tidak perlu lagi banyak berpikir, apalagi bersedih ok!" Ujar Marcell membuat Nara mengangguk.


"Sayang, jika aku melaporkan orang yang sudah memberitakan berita miring tentang mu, kau tidak keberatan bukan !"


"Tidak sayang, aku tahu apapun yang akan kau lakukan itu pasti baik untuk ku ?" Mendengar jawaban Nara membuat Marcell lega.


"Apa itu kau sudah tahu siapa ?" Tanya Nara lagi.


Marcell mengangguk, dan saat ia akan menjawab, seorang wanita datang memgahampiri Marcell dan memperkenalkan dirinya.


"Tuan Marcell, wah aku benar itu anda, senang bertemu dengan anda, saya Wilona !" Ucapnya, dengan percaya diri Wilona memperkenalkan dirinya, bahkan duduk di samping Marcell.


Nara yang berada di depan Marcell, dia melipat kedua tangan nya dengan kakinya yang ia silangkan dan menyenderkan badannya di kursi, Nara terlihat tersenyum miring pada Wilona yang terlihat seperti tidak melihatnya atau mungkin memang mengabaikannya.


Dalam hatinya Nara menebak, jika Wilona sudah tahu jika Marcell adalah suaminya.


Sedangkan Marcell yang baru melihat Wilona, ia menggelengkan kepalanya tidak percaya, jika ada wanita yang tidak tahu malu seperti Wilona.l

__ADS_1


Wilona yang terlihat turun dari mobil yang terparkir di sebuah restoran, dan dia berjalan perlahan memasuki restoran yang cukup dekat dengan tempat kerjanya.


Wilona memasuki restoran itu, pandangan nya berkeliling mencari tempat yang nyaman untuknya, karena dia seorang diri, namun matanya teralihkan pada seorang wanita yang sangat ia kenali.


"Nara!" Gumamnya dengan sedikit kesal, dengan sudut bibir terangkat ia berjalan mendekati Nara. Namun, dalam benaknya ia bertanya-tanya, siapa pria yang duduk di depannya?.


Saat sudah dekat, Wilona semakin melebarkan senyuman nya, amarahnya pada Nara seolah hilang, karena melihat dengan jelas siapa sosok pria yang duduk bersama dengan Nara.


"Tuan Marcell, wah aku benar itu anda, senang bertemu dengan anda, saya Wilona !" Ucapnya, dengan percaya diri, Wilona memperkenalkan dirinya, bahkan duduk di samping Marcell.


Nara yang berada di depan Marcell, dia melipat kedua tangan nya dengan kakinya yang ia silangkan dan menyenderkan badannya di kursi, Nara terlihat tersenyum miring pada Wilona yang terlihat seperti tidak melihatnya atau mungkin memang mengabaikannya.


Dalam hatinya Nara menebak, jika Wilona sudah tahu jika Marcell adalah suaminya.


Sedangkan Marcell yang baru melihat Wilona, ia menggelengkan kepalanya tidak percaya, jika ada wanita yang tidak tahu malu seperti Wilona.


Wilona yang mengulurkan tangannya pada Marcell, namun Marcell tidak membalasnya, fokus Marcell hanya pada Nara yang terlihat tenang.


Wilona sedikit kesal karena Marcell mengabaikannya, tidak menyerah begitu saja Wilona memegang lengan Marcell yang disimpannya di atas meja makan.


"Tuan Marcell, saya adalah model di agency anda," lanjutnya dengan lembut memegang dan mengusap lembut tangan Marcell.


Marcell yang geram mendapati Wilona sangat berani menyentuhnya, Marcell pun langsung menghempaskan tangan Wilona kasar.


"Lepas !" Kesal Marcell.


Nara melihat itu tersenyum, namun tidak dengan Wilona yang terlihat menggeram marah yang tertahan.


"Wilona, apa kau tidak tahu malu, menggoda seorang pria di depan istrinya?" Ucap Nara dengan tenang.


Wilona menetralkan amarahnya dan menatap Nara, sudut bibirnya terangkat. "Kau istrinya, ck, Tuan Marcell anda benar-benar salah memilih wanita !"


Mendengar itu Marcell menggeram marah. "Apa


maksudmu Wilona? kau menghina istriku! Wilona! pergi dari sini, atau kau akan tahu akibatnya!"


Sedangkan Nara, ia tersenyum melihat ekspresi Wilona yang semakin kesal karena Marcell membela Nara.


"Bukankah kau sudah menikah, aku kira tuan Samuel akan marah jika melihat istri ketiga nya mencoba mendekati pria lain!" Lanjut Marcell, yang membuat Nara terkejut karena di pun baru mengetahui hal ini.

__ADS_1


__ADS_2