Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 24


__ADS_3

Amara memandang Nara di dekatnya dengan sinis,


membuat Nara bingung namun ia tidak peduli.


"Tante gimana kabar Marcell?"


"Marcell baik Amara," jawab Safira singkat karena dia malas bertemu dengan Amara, perempuan yang sudah mencampakkan Marcell, hanya karena dia dulu tidak punya apa-apa.


Amara mengangguk, "Tante mau kemana?" tanya Amara basa basi, karena dia bingung mau bertanya apa, karena Amara Sebenarnya ingin langsung bertanya soal Marcell tapi diurungkan, jadi Amara berpikir untuk mendekati ibunya lebih dulu.


"Tante mau pulang, baru selesai berbelanja," jawab Safira lagi yang sudah sangat ingin pergi dari sana namun lengan Safira masih dipegang oleh Amara.


Amara tersenyum, "boleh aku ikut, aku ingin bertemu Marcell, Amara sudah lama ga ketemu Marcell tante," bujuk Amara dan dia merasa jika Safira akan mengijinkannya.


Nara mendengar itu merasa heran dan perasaannya seperti tidak rela mendengar ada perempuan lain yang ingin bertemu dengan suaminya.


Ck apa dia sedekat itu dengan Marcell, kesal Nara.


Safira menoleh ke arah Nara yang terlihat kesal dengan Amara, lalu ia kembali menatap Amara dan memegang lengan Amara untuk melepasnya.


"Maaf Amara, Marcell sedang tidak ada dirumah, dia sedang ada proyek di bandung, dan lagi maaf Marcell sudah menikah," ucap Safira membuat Amara terdiam, bahkan terlihat marah dan tidak terima.


"Hahaha tante bercanda bukan?" jawab Amara sekenanya, karena tidak bisa mempercayainya begitu saja, Amara ia masih sangat yakin jika Marcell masih sangat mencintainya.


"Tidak Amara, Ara kemarilah!" ujar Safira pada Nara dan Nara pun menghampiri Safira yang membuat Amara heran, "dia istrinya Marcell, Kinara." Safira memperkenalkan Nara pada Amara.


Nara mengulurkan tangannya dan tersenyum pada Amara, ia senang diperkenalkan oleh mertuanya itu pada wanita yang menurutnya menginginkan Marcell.


Amara hanya memandang Nara tanpa berniat menyambut tangan Nara, ia malah kembali memegang lengan Safira, dan Nara pun kembali menarik lengannya.


"Tante, boleh Amara minta kontak Marcell?" tanya Amara tanpa memperdulikan Nara yang terlihat sudah sangat kesal.


"Maaf Amara, jika memang kamu menginginkan kontak Marcell, bukan ke tante tapi harus ke istrinya, tante tidak ada hak begitu saja, apalagi kau perempuan, "jawab Safira membuat Amara kesal.

__ADS_1


Amara kesal, tapi tetap mencoba tersenyum "tante, tapi kan Amara temannya Marcell, bukan orang lain," bujuk Amara lagi yang membuat Nara berdecak tanpa sepengetahuannya.


Safira tersenyum, "tante tahu, tapi sekarang Marcell berbeda, dia tidak bisa bebas dihubungi oleh siapapun, meski tante mau memberikan kontak Marcell, tapi tante juga harus izin dulu dengannya," ucap Safira menjelaskan membuat Nara tersenyum.


Amara kesal lalu pandangan berubah pada Nara, ia terlihat merogoh tas nya mengambil sebuah dompet dan memberikannya sebuah kartu nama yang ada di dalamnya dan ia berikan pada Nara.


"Berikan ini pada Marcell," ucap Singkat Amara, sambil mendekat dan berbisik pada Nara," kau hanya pelariannya saja, aku yakin Marcell masih mencintaiku."


Nara menerimanya dan terdiam mendengar perkataan Amara, namun ia tidak ambil pusing Nara malah mengajak ibu nya segera kembali ke mansion, baiklah, kita pulang sekarang bu," ajak Nara pada ibu mertuanya.


Elena mengangguk, "tante pulang dulu nak, Amara," pamitnya pada Amara yag hanya di balas senyuman karena kesal.


Nara dan Safira pun menaiki mobilnya dan segera kembali ke mansion.


Kepregian Safira dan Nara membuat mengeluarkan kekesalannya yang sudah memuncak, sebelumnya Amara memang sudah mengetahui jika Marcell sudah menikah dari Reno, namun Amara tentu tidak ingin percaya begitu saja.


"Sialan! Marcell cuma milikku, heh wanita itu bahkan tidak ada apa-apanya dengan ku, aku yakin dia hanya pelarianmu sajakan, Marcell. Marcell aku percaya kamu masih mencintai ku, lihat saja cepat atau lambat Marcell akan kembali menjadi milikku lagi," ucap Amara dengan ambisinya, ia pun berbalik kembali masuk kedalam mobilnya, mengurungkan niatnya untuk berbelanja karena suasana hatinya yang sudah memburuk.


Nara yang sedang mengemudi pun menoleh pada Safira, ibu mertuanya, "apa dia mantan Marcell?" tanya Nara menebak.


"Kauu menebaknya dengan benar, tanyalah pada Marcell, ibu yakin dia akan menceritakannya pada mu," ujar Safira dan Nara pun mengangguk.


Apa Marcell masih mencintainya, jika ia bagaimana denganku bahkan dia terlihat lebih cantik dari ku ucap batin Nara yang takut jika suatu saat Marcell akan meninggalkannya.


Saat ini Nara dan Safira tengah memasak untuk makan malam, Nara sudah memberi kabar pada Marcell jika dirinya berada di mansion karena bertemu dengan Safira saat berbelanja.


"Kau sudah mengabari Marcell?" tanya Safira dan Nara mengangguk.


"Sepertinya dia benar akan pulang larut bu,"jawab Nara.


"Ya sudah, kau menginaplah disini," ujar Safira dan Nara pun mengangguk setuju, karena Marcell pun memintanya untuk menginap di mansion.


Mereka pun makan malam bertiga tanpa adanya Marcell, setelah selesai ayah Marcell, Arya bertanya pada Nara.

__ADS_1


"Ara kau masih kuliah bukan?" tanya Arya.


"Ya, Ayah jurus bisnis," jawabnya.


"Bagus itu, kau bisa membantu Marcell nantinya, oh ya kita harap kau dan Marcell tidak akan menunda kehadiran seorang anak, kami menantikannya,"tambah Arya.


"benar Nara, kita menantikan hal itu, untuk meramaikan rumah ini" ucap Safira menambahkan.


"Benar, terlebih kau dan Marcell memilih tinggal di penthouse, tapi jika sudah memiliki anak ayah harap kalian mau tinggal lagi disini," ujar Arya dan disetujui oleh Safira.


Nara yang dipertanyakan perihal anak tentu ia sangat malu, terlebih mereka masih terlihat canggung setelah malam itu, dan mereka belum melakukannya lagi dan lagi ini baru selang satu hari.


Nara hanya mengangguk tanpa berniat menjawab, karena di pun bingung harus menjawab apa.


Anak? Marcell, apa dia juga menginginkanya, tapi, bagaimana dengan Amara, apa benar aku hanya pelariannya?


Nara yang baru membersihkan diri terkejut, mendapati Marcell yang tengah bersandar di ranjang.


"kau sudah pulang rupanya?"tanya Nara.


"Hmm kau tidak apa?" tanya Marcell sambil mengayunkan tangannya menyuruh Nara duduk di sampingnya.


Nara mendekat dan mencium lengan suaminya dan Marcell pun tersenyum.


"Kau tahu tentang tadi siang?"tebak Nara.


"Ya, Reno yang mengatakannya padaku, mereka melukaimu, apa itu sakit?" tanya Marcell khawatir dan membelai rambut Nara.


"Tidak, ini sudah tidak apa-apa, kau lelah apa kau sudah makan?" tanya balik Nara yang senang Marcell mengkhawatirkannya, dan juga Khawatir karena Marcell terlihat lelah.


Marcell mengangguk, "syukurlah, aku sudah makan, aku ingin membersihkan diri dulu," ucap Marcell sambil melangkah ke kamar mandi.


Setelah Marcell masuk ke dalam kamar mandi, dengan cekatan Nara pun menyiapkan pakaian untuk suaminya.

__ADS_1


__ADS_2