
"Ya sudah, tunggu lah!" Ucap Marcel di angguki Nara.
Nara melihat Marcel yang sedang memesan roti bakar keinginan nya, dia tersenyum senang, karena Marcel sangat memperhatikan dirinya.
"Tuan muda." Gumam Nara ketika mengingat sebutan orang sekitar sini pada suaminya, tuan muda tampan dan kaya.
Nara tidak merasa cemburu, ia mewajarkan jika banyak wanita yang menyukai suaminya, selagi Marcel tidak melirik mereka sama sekali, dan ia beruntung karena menjadi wanita terpilih untuk mendapatkan hati Marcel.
Nara pun teringat akan Ayu. Apa dia mencoba mendekati Marcel kembali ?" Pikirnya, dan ingatannya teringat dimana Ayu datang bersama pak Amir, meminta bertemu dan bicara dengan Marcel, ia lupa untuk menanyakan hal ini.
Apa yang dibicarakan oleh mereka ? Tanya nya dalam hati. Nara bukan tidak mempercayai Marcel, namun dalam benak nya memaksa untuk bertanya pada Marcel dan ia juga berpikir jika Marcel banyak menyembunyikan sesuatu darinya.
Marcel datang dengan membawa dua roti bakar, satu ia berikan pada Nara dan satu nya lagi untuk dirinya. Marcel menatap Kayla. " Kay, aku sudah memesankan untuk kalian juga, nanti ambilah !"
"Terimakasih tuan." Jawab Kayla dan Marcel hanya mengangguk.
Nara tersenyum, Marcel sangat baik pada bawahannya. "Terimakasih Hubby."
"Hmm makanlah." Ucap Marcel tersenyum.
Nara mengangguk, ia memakan roti bakar yang ada di tangannya, namun kedua matanya melirik ke arah Marcel yang di sadari oleh nya.
"Ada apa sayang, kau mencuri pandang pada suami mu ini hmm?"
Nara tersenyum malu. "Hubby. Apa kau sudah mengetahui sesuatu ?"
Marcel terdiam dan menatap istrinya. "Mengapa kau berbicara seperti itu?" Tanya Marcel.
__ADS_1
Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan nya dari istriku ini, peka sekali dia. Pikir Marcel terkekeh.
"Benar kan, hubby, tak bisakah kau bicarakan padaku ?" Pinta Nara. "Baiklah, tapi kau harus janji, jika kau tidak boleh
gegabah, dan akan mengikuti perintah ku, ini demi kebaikan mu!" Pinta Marcel pada Nara, memberi ultimatum pada istrinya, agar tidak bertindak sesuka hatinya jika Marcel akan menceritakan semuanya.
Nara mengangguk patuh. " siap Hubby. Janji ya untuk cerita padaku nanti!" Ucap Nara yang di angguki Marcel.
Nara senang, karena bisa membuat Marcel akan buka mulut, namun ia juga merasa gugup, entah itu kenapa, namun ia harap Marcel akan memberikan kabar baik mengenai orang tua kandungnya, mengenai Ayu, ia tidak terlalu peduli, yang penting Marcel sudah mau membuka mulutnya, mengenai apa yang dia sembunyikan dari nya.
Cukup lama mereka berjalan-jalan tidak jauh di sekitar Villa, dan kini hari sudah semakin larut, Marcel pun mengajak Nara untuk kembali ke Villa.
Di Villa, Safira yang tengah bersama Gio,
membicarakan sedikit informasi mengenai orang tua Nara, karena Safira memaksa Gio untuk mengatakan pada nya, juga perihal Ayu yang menemui dan berbicara pada Marcel.
"Syukurlah jika dia sudah sadar, dan aku lebih bersyukur jika rencana itu gagal, itu semua berkat Kayla juga dirimu, terimakasih. " Ucap Safira merasa sedikit lega.
Gio tersenyum. "Tidak nyonya, itu sudah menjadi tugas kami." Ucap Gio membuat Safira tersenyum.
"Tapi, apa kalian yakin jika Ayu sudah benar- benar berubah?" Tanya Safira sedikit ragu.
"Soal itu, aku dan Marcel sudah memerintahkan orang untuk menyelidiki dan mengawasinya, sampai kita benar-benar yakin jika dia tidak lagi berbuat jahat, juga untuk mencari orang yang sudah menghasut Ayu, karena kami yakin jika orang itu masih ada di sekitar sini, mengawasi keadaan di Villa ini. "Jawab Gio di angguki oleh Safira.
"Benar, Baguslah kalian bertidak cepat, Gio mengenai hal ini jangan biarkan Nara mengetahui nya, namun jika dia bertanya tentang kedua orang tuanya kau ceritakan saja, dan jangan terlalu mendetail, karena saat ini kondisi kehamilan nya masih sangat rentan, aku takut akan terjadi apapun padanya. " Ujar Safira.
"Ya, hal ini juga sudah kami bahas. Nona Nara, dia pasti akan curiga pada Marcel jika kita sering saling bicara, dan Marcel tidak menceritakan apapun padanya, karena nona tahu jika aku yang menyelidiki kedua orang tua kandung nya." Jawab Gio.
__ADS_1
Safira mengangguk. "Hmm karena dia juga harus mengetahuinya, hanya saja kau jangan beritahu jika Kendrik sudah mendapatkan alamat dari Nara." Gio megangguk mengerti, karena jika Nara tahu kemungkinan dia akan memaksa untuk berangkat ke korea.
Gio yang baru mendapatkan kabar dari kendrik, jika dia sudah mendapat alamat dari kediaman keluarga Nara, namun ia cukup kesulitan, karena akses untuk bertemu tuan rumah sangat sulit, terlebih keluarga besar Nara di korea adalah pemilik perusahaan kosmetik terbesar di korea.
"Ya sudah, Gio saya tinggal ya, saya mau memasak, dan siapkan untuk makan malam." Pamit Safira meniggalkan Gio seorang diri di teras Villa. Gio hanya mengangguk mempersilahkan nyonya besar nya.
Dia sangat mengagumi keluarga Admaja, yang tidak haus untuk di hormati ataupun di layani, mereka justru akan melakukan semampu dan sebisa mereka, hingga mereka tidak mengandalkan para pelayan.
Gio menyenderkan kepalanya ke senderan kursi, setelah kepergian Safira. Kedua sudut bibirnya terangkat, ia merasa senang, karena hari ini dirinya sudah mendapatkan dua kabar yang bagus, dan itu akan membuat ia memudahkan, membuat sebuah rencana kedepannya.
Tak lama Marcel, Nara juga para pengawal yang mengikuti dan menjaga sepasang suami istri ini telah kembali, membuat Gio melihat ke arah mereka dengan tersenyum senang yang tidak biasanya ia lakukan.
Marcel dan Nara berjalan mendekati Gio yang di sambut senyuman oleh nya. Marcel dan Nara merasa heran dengan sikap Gio yang seperti ini.
"Hubby, bukankah Gio orang yang cukup dingin. Tapi kali ini dia sedang tersenyum begitu manis." Bisik Nara pada Marcel membuatnya terkekeh.
"Bukankah dia akan segera menikah, jadi mungkin saja dia terus mengembangkan senyuman nya, karena begitu bahagia."Jawab Marcel..Nara mengangguk, membenarkan apa yang di katakan Marcel.
Marcel dan Nara pun berpisah, saat sampai di teras Villa, Marcel yang memilih untuk bersama Gio dan Nara yang masuk ke dalam Villa menemui ibu mertuanya yang tengah memasak di dapur dan di temani oleh 2 pelayan yang membantunya.
"Ada apa, kau terlihat senang hari ini ?" Tanya Marcel heran pada Gio.
Gio tersenyum."Hmm hari ini aku sudah mendapatkan dua kabar bagus mengenai apa yang kita selidiki. "
Marcel tersenyum dia juga senang jika Gio sudah mendapatkan kabar bagus.
"Baguslah, Kita bicarakan ini nanti malam, setelah istriku tertidur." Ucap Marcel yang di angguki oleh Gio.
__ADS_1
Sementara di kota jakarta, sepulang bekerja, Reno menemui Citra yang saat siang hari sudah menghubunginya, meminta bertemu di kafe. Dan kini mereka tengah berada di kafe, yang tidak jauh dari kediaman nya Citra.