
Citra pun terdiam ia melihat ke arah dimana seharusnya taksi lewat, jika di pikir olehnya memang benar jika ini sudah sangat malam dan akan sulit baginya untuk mendapatkan taksi.
Apa benar tidak akan merepotkan mu ?" Tanya kembali Citra yang benar-benar tidak ingin merepotkan Reno.
"Tidak repot, tapi jika kau tidak merasa enak padaku, kau bisa membayar ku, anggap saja aku adalah supir taksi !" Canda Reno yang membuat Citra tertawa.
Citra pun masuk kedalam mobil dengan masih tertawa." Aku sangat beruntung dong, bisa menaiki taksi mewah seperti ini, mobil sport!" Balas Citra terkekeh geli.
"Ya kau adalah orang yang beruntung, bahkan paling beruntung, karena kau orang pertama yang menjadi tumpanganku!" Jawab Reno dan yang membuat Citra terkejut.
"Benarkah, wah aku benar-benar beruntung ya." Balas citra.
"Hmm, sangat beruntung, baiklah nona kemana saya akan mengantarmu ?" Tanya Reno dengan mode serius.
Sambil tertawa Citra memberikan alamat pada Reno dan mobil pun mulai berjalan.
Dalam perjalanan Reno menceritakan jika dia mendapatkan mobil ini atas hadiahnya membantu Marcel menyiapkan semua nya untuk berbulan madu.
"Marcel sangat baik ya, Nara juga, mereka sangat cocok!" Jawab Citra setelah mendengar cerita Reno.
"Hmm, aku banyak berhutang pada Marcel, untuk itulah aku akan terus membantu dan setia padanya, menjadi asisten dan sahabat bagi nya."
"Bolehkan aku tahu mereka pergi bulan madu kemana?"
Reno mengangguk." Mereka pergi kedua tempat, Maldives dan Venice !"
"Hmm kedua tempat yang romantis.!"
"Apa semua wanita menginginkan pergi ke tempat itu ?" Tanya Reno karena dia bukan tipe orang yang bisa romantis namun entahlah dia belum pernah berpacaran.
"Ya itu tempat yang romantis, tapi juga banyak wanita yang tidak memaksakan pergi kesana, termasuk aku." Jawab nya.
Reno mengangguk." Sesuai budget maksudmu?" Tanya Reno.
Citra pun tertawa membenarkan. "Itu kau mengerti, aku tidak tahu bukan jodoh ku kelak seperti apa, bisa berbulan madu saja sudah senang meski hanya di dalam negri !"
Reno mengangguk mengerti. " Semoga jodoh mu nanti bisa mengabulkan keinginan mu, berbulan madu ke Maldives!"
__ADS_1
Citra terkekeh." Aamiin, tapi kau tahu, aku lebih suka pergi ke paris, atau korea!"
Reno mengangguk." Kau suka oppa oppa korea, kau tahu aku juga mirip dengan oppa korea disana, benarkan ?" Balas Reno dengan percaya diri.
Citra kembali tertawa Reno pria yang lucu, pikirnya. "Ya kau tampan mirip oppa korea!" Jawabnya.
Mereka pun terus bercengkrama dan bercanda dalam perjalan menuju rumah Citra. Reno dan Citra merasa senang dan nyaman, meski belum lama mereka saling mengenal.
Tak lama mobil pun berhenti di sebuah perumahan, rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, minimalis.
Citra yang sudah turun dan Reno yang membuka jendela kaca mobil nya untuk berbicara pada Citra."Mau mampir dulu?" Tawar Citra.
"Lain kali saja, ini sudah sangat malam. "Tolak Reno.
Citra pun mengangguk mengerti, karena dia pun yakin jika Reno merasa lelah begitu pun dengan dirinya.
"Terimakasih, nanti aku akan bayar jasa mu !" Ucap Citra.
"Hmm kau harus membayarnya, dengan makan malam bersama ku !" Balas Reno.
Citra terkekeh." Baiklah, ini no ponsel ku, kau bisa menghubungiku !" Jawab citra sambil memberikan satu kartu nama miliknya dan Reno pun menerimanya dengan senang hati.
"Hmm, sekali lagi terimakasih, aku masuk !" Ucap Citra setelah pamit pada Reno dan Reno pun mengangguk. Citra pun dengan segera memasuki rumahnya yang di perhatikan oleh Reno.
Setelah memastikan Citra masuk ke dalam rumah, Reno pun mulai menancapkan gas nya untuk segera pulang dan ingin segera merebahkan dirinya di ranjang king size nya.
"Oh aku rindu bantal guling ku !" Gumam Reno.
Berbeda dengan Reno yang memilih tidak mampir ke rumah Citra. Gio yang mengantar Sisca justru mampir ke apartemen nya.
Sisca memberikan secangkir kopi pada Gio yang sedang duduk di sebuah sofa yang mengahadap ke televisi besar di apartemen Sisca.
Sisca duduk di samping Gio dengan mata yang melihat ke arah televisi yang tidak menyala.
"Sebaiknya aku nyalakan TV nya !" Ucap Sisca dan angguki oleh Gio.
Mengapa jadi canggung seperti ini. Bantin Sisca.
__ADS_1
"Kai benar-benar sudah mengikhlaskan Marcel ?" Tanya Gio memastikan pada Sisca.
"Kau tidak percaya padaku ?" Kesal Sisca.
Gio tersenyum tipis." Bukan tidak percaya aku hanya memastikan nya saja !" Jawab Gio.
"Ch sama saja !" Decak kesal Sisca.
Gio mendekatkan wajahnya pada Sisca yang tidak di sadari oleh Sisca karena matanya melihat kedepan, televisi.
Gio tersenyum." Jadilah pacarku !" Ucap Gio yang mengejutkan Sisca, dan seketika Sisca berbalik ke arah Gio dan tidak sengaja bibirnya menempel dengan bibir Gio.
Sisca yang kaget dan ingin menjauh namun malah di tahan oleh Gio dan Gio malah semakin memperdalam ciuman yang tidak sengaja itu.
Sisca yang terkejut mencoba lepas dari Gio namun tidak bisa karena kekuatan nya kalah dengan Gio. Ciuman yang tidak sengaja itu dan Sisca yang awal nya tidak membalasnya dan mencoba melepaskan nya, namun ternyata semakin lama semakin dalam dan Sisca pun akhirnya ikut menikmatinya.
Gio pun senang, dan tidak ingin cepat mengakhiri nya dengan tetap menahan tengkuk Sisca.
Tak lama Sisca kehabisan Nafasnya dan memukil mukul Gio agar mengakhirinya.
"Kau ingin membunuh ku !"Kesal Sisca pada Gio, namum setelah nya wajahnya memerah, tidak percaya ciuman pertamanya di ambil oleh Gio.
Gio tersenyum melihat Sisca. "Ciuman tidak akan membuat kita terbunuh Sisca!" Mendengar itu Sisca berdecak kesal.
"Ini Ciuman pertamamu ?" Tanya Gio kemudian.
Sisca pun menatap tajam pada Gio. " Ya ini ciuman pertamaku dan kau sudah mencurinya, dasar brengsek pria mesum kau!" Caci Sisca pada Gio dan terlihat ingin menangis.
Sisca ingat karena Gio juga pria pertama yang melihat tubuh nya dan kali ini ciuman pertamanya yang sudah dia jaga pun di ambil oleh Gio.
Gio pun memeluk Sisca karena Sisca mulai meneteskan air matanya. " Maaf kan aku, untuk itulah Sisca, jadilah pacar ku, atau kau mau langsung menikah denganku ?"
"Apa, apa kau melamarkau seperti ini ?" Tanya Sisca dalam pelukan Gio.
"Lalu bagaimana, kau ingin suasana romantis ?" Tanya Gio pada Sisca.
Sisca pun melepas pelukannya." Kita baru saling mengenal, dan kau ingin menikahiku, kau gila ?" Kesal Sisca.
__ADS_1
Gio mengehela nafas nya, Sisca ini wanita yang sangat cepat merubah ekspresinya. Dari marah lalu bersedih dan kini marah lagi, sepertinya Gio harus banyak bersabar menghadapi Sisca kedepan nya.