
"Lalu, apa yang kau katakan ?" Tanya Marcell setelah mengingat Roni.
"Aku katakan saja, apa dia tidak tahu malu mau meminta mu memasukkan nya bekerja disini, bahkan menginginkan jabatan yang tinggi !" jelas Reno pada Marcell dan kemudian menjelaskan semua nya saat pertama Roni mendatangi nya.
Marcell mengangguk mengerti, " mengapa kau tidak mengatakan jika kini kau menjadi asistenku!"
"Ch, yang benar saja, yang ada dia akan terus merengek padaku untuk memintanya masuk ke perusahaan ini, sudahlah aku tidak ingin membahasnya lagi!" Ujar Reno pada Marcell.
Marcell hanya tersenyum pada Reno. Marcell tahu Reno emosinya kadang tidak bisa ditahan, namun kali ini Reno, ia mencoba menahan kekesalan dan amarahnya, bahkan ia tetap tenang dalam menghadapi Roni.
"Aku senang Kau bisa mengontrol emosimu, berharap saja dia tidak akan tahu kau asistenku, mungkin jika tahu dia akan semakin marah padamu atau merengek padamu!" Ucap Marcell yang membuat Reno mendengus kesal.
Tanpa membicarakan lagi Roni, mereka menghabiskan makan yang telah dibawa Reno, agar segera menyelesaikan pekerjaan mereka dan untuk bisa cepat pulang kerumah.
Di tempat lain, di salah satu hotel, Miss. Rachel sudah mendapatkan informasi dari asistennya Jeremy mengenai istri dari Marcell, pria yang ingin ia miliki.
"Nara. Ck dia bahkan hanya wanita biasa, yang sangat jauh dibandingkan dengan ku!"
"Tapi, maaf Miss. Sepertinya tuan Marcell sangat mencintainya, terbukti saat kemarin dia terkena fitnahan dari seseorang!"
Miss. Rachel menatap tajam asistennya, ia tidak suka jika Jeremy mengatakan hal seperti itu. "Jangan mengatakan hal itu Jeremy!"
"Kedepannya aku yakin Marcell akan mencintaiku, bukankah selama ini tidak ada pria yang menolakku!" Ucapnya dengan lembut menghampiri asisten nya yang berdiri tegak tidak jauh darinya.
Jeremy yang tahu apa yang ada dalam benak Rachel pun tersenyum.
"Maafkan aku, aku hanya asal bicara, kau tenang saja Miss. Aku pasti akan membantumu mendapatkan tuan Marcell, tapi sebelum itu, sepertinya aku meski membantumu lebih dulu!" Ucapnya dengan senyuman yang terus ditujukan pada atasnya itu.
"Ah, kau selalu mengerti tentang ku Jeremy, kau tahu di dalam otak ku kini hanya ada nama Marcell sekarang, yang bahkan aku kini membayangkan jika dia akan menggagahiku dan memuaskan ku !"
__ADS_1
"Aku yang akan memuaskanmu lebih dulu, dan bayangkan lah jika aku adalah Marcell, kau sungguh menginginkan nya saat ini bukan?" tanyanya dengan memeluk pinggang Miss. Rachel yang sudah mendekat padanya.
Miss.Rachel meraba dada bidang asisten nya, dia senang karena Jeremy selalu mengerti keinginannya, mereka pun akhirnya melakukan hubungan yang saling memuaskan.
Jeremy, bukan hanya asistennya, dia pun menjadi pemuas nafsu dari atasannya, yang tentu saja Roni akan menerima atau melakukannya dengan senang hati, terlebih ia juga adalah seorang pria normal yang mendambakan sentuhan wanita.
Malam hari, Nara masih menunggu kepulangan suaminya, Nara bergabung dengan Safira dan Arya di ruang keluarga, tempat dimana mereka biasa berkumpul hanya untuk berbincang.
"Sayang, besok kita meski ke butik ya, untuk mencoba gaun pengantin mu dan memastikan tidak ada lagi yang kurang !" ajak Safira.
"Baik, bu!" Nara tersenyum pada Safira, dia tahu jika resepsi pernikahannya hanya tinggal beberapa hari lagi.
"Nara, apa Gio sudah berbicara denganmu ?" Tanya Arya
"Sudah yah, saat kemarin, namun sepertinya Gio pun belum menemukan apa-apa." Jawab Nara.
Arya mengangguk. "Sabarlah, ayah yakin Gio bisa segera menemukan informasinya, untuk sekarang kalian lebih baik fokus ke acara resepsi saja !" ujar Arya pada Nara.
Tak lama Marcell pun sudah pulang dari perusahaannya, dan Nara mendapat kabar dari maid yang bekerja di mansion, dengan segera Nara menyambut kepulangan suaminya.
"Ayah, Ibu, aku akan menemui Marcell lebih dulu!" Pamitnya pada kedua mertuanya mereka pun hanya mengangguk membiarkan Nara menyambut suaminya.
Nara bergegas pergi ke halaman mansion, dan disana ia sudah melihat Marcell yang baru keluar dari mobilnya.
Marcell melihat istrinya berada di halaman mansion pun tersenyum begitupun dengan Nara. "Maaf aku pulang malam !" Marcell berbicara pada Nara seolah ia menyesal pulang larut malam.
Marcell pulang sekitar pukul 9 malam, menurutnya Nara ini tidak terlalu malam. Namun karena biasanya Marcell pulang di sore hari mungkin Marcell merasa tidak enak padanya.
Nara meraih tangan suaminya dan menciumnya." Masih jam 9, ini tidak terlalu malam." Jawab Nara sambil tersenyum, setelah mencium tangan suaminya dan Marcell mengelus puncak kepala istrinya lembut.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam mansion dan berjalan menuju kamarnya. Safira dan Arya sudah lebih dulu memasuki kamar mereka maka mereka tidak melihat keberadaan orang tuanya.
"Sayang, kau sudah makan malam ?" Tanya Nara.
"Sudah sayang, aku ingin membersihkan diri dulu." Ucap Marcell dan Nara pun mengangguk.
Nara pun dengan telaten menyediakan pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya, begitu pula dengan nya yang ingin mengganti baju untuk mereka istirahat.
Setelah Marcell membersihkan diri dan Marcell yang sudah sangat lelah ingin segera merebahkan dirinya di ranjang empuk yang sudah dibayangkan sejak siang di kantor, Nara yang ingin berbicara dengan suaminya pun di urungkan dan memilih ikut berbaring di samping suaminya.
Nara mengerti Marcell, suaminya sudah sangat lelah. Nara yang tidur di samping Marcell dan Marcell memeluknya dengan posesif seolah ia sudah merindukan pelukan istrinya, dan Nara hanya membiarkannya, lagi pula dia pun senang jika Marcell memeluknya.
Pagi mereka pun terbangun, dan Marcell yang sudah siap dengan setelan jasnya.
"Ibu mengajakku ke butik Hanna nanti siang!" Ucap Nara secara tidak langsung meminta izin pada suaminya.
"Butik?" Tanya Marcell memastikan.
Nara mengangguk. "Hmm, untuk kembali mencoba gaun pengantin ku, agar tidak ada kesalahan!" Jawabnya.
Marcell pun mengangguk mengerti." Apa aku harus ikut datang?"
Nara menggeleng. "Tidak perlu, kata ibu cukup aku saja !" Jawanya lagi.
"Baiklah, kabari aku saja aku akan menyiapkan penjagaan untukmu dan ibu !"
Nara terlihat menghela nafasnya, menjadi dirinya sungguh sangat merepotkan, karena harus selalu dijaga oleh para bodyguard Marcell.
"Jangan seperti itu, bukankah ini demi kebaikanmu. Ara sayang, jika semua masalah ini selesai kau akan tetap mendapat penjagaan, ingat kau sekarang istri dari seorang CEO Admaja Company!" Ucap Marcell sambil terkekeh.
__ADS_1
Marcell mengerti, jika Nara mulai tidak nyaman dengan hal ini, namun Marcell pun tidak bisa lepas begitu saja, apalagi keluarga Wijaya masih sangat misterius bagi mereka.