Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 25


__ADS_3

Nara teringat tentang Amara yang memberikan kartu nama untuk Marcell, ia pun meraih tasnya dan mencari kartu nama tersebut.


Nara menunggu Marcell Keluar dari kamar mandi yang sedang membersihkan diri sambil memainkan ponselnya.


Tak lama Marcell pun keluar dan sudah mengenakan pakaian yang telah di siapkan Nara.


Marcell mendekat dan duduk disamping Nara di ranjang.


"Kau belum mengantuk?" tanya Marcell, dan Nara pun menggeleng dan malah memberikan kartu nama Amara pada Marcell, dan diterima olehnya, walau sedikit bingung.


"Amara, kau bertemu dengannya?" tanya Marcell terkejut.


"Sore tadi saat aku selesai berbelanja, dia datang menghampiri ibu, dia mantanmu?" tanya Nara.


Marcell mengangguk dan meletakkan kembali kartu nama itu, "apa dia mengatakan sesuatu padamu?"


Nara terdiam haruskah ia mengatakannya, pikirnya


"Jika dia mengatakan apapun jangan pernah mempercayainya,"ujar Marcell


"Marcell, apa kau masih mencintainya?" tanya Nara.


"Tidak, kenapa? jujurlah Ara, bukankah kejujuran hal yang penting dalam pernikahan?" ujar Marcell meminta Nara berkata jujur, ia yakin jika Amara sudah mengatakan sesuatu pada Nara yang mungkin akan ia percayai.


Nara mengangguk, "Amara mengatakan jika aku hanya pelarianmu saja dan suatu saat nanti kau akan kembali padanya," ucap Nara yang akhirnya mengatakannya pada Marcell.


Marcell tersenyum, "Nara aku tahu kita menikah sangat singkat bahkan tidak terencana, tapi percayalah, aku menikahi mu tulus bahkan tidak ada niatan aku untuk berpisah denganmu di masa depan. Soal Amara dia memang mantan pacarku, dan kami memang belum lama putus, tapi aku sudah tidak pernah memikirnya lagi, atau bahkan untuk kembali padanya, dia sudah menjadi masa laluku, dan soal perasaan cinta padanya itu tidak mungkin aku bahkan membencinya saat ini," ucap Marcell menjelaskan pada Nara.

__ADS_1


Nara merasa lega jika Marcell menikahinya secara tulus," boleh aku tahu mengapa kau putus dengannya?" tanya Nara yang berharap Marcell mau bercerita.


Marcell mengangguk, kemudian ia menceritakan tentang Amara yang memutuskan hubungan mereka bahkan memperkenalkan kekasih barunya, yang tidak ada apa-apanya dengan dia saat itu, dan kini ketika Amara mengetahui jati dirinya dia bertekad untuk mendekatinya lagi.


"jadi saat itu kau tidak seperti ini, maksudku tidak sekaya ini?"tanya Nara.


"Ya, ibu dan ayahku menutupinya hingga ku berumur 25 tahun, kau tahu Ara, aku bahkan lebih memilih hidup sederhana daripada harus sekaya ini, karena mereka menatapku atau melihatku dengan kekayaan saja bukan dengan kepribadianku yang tulus ingin berteman " jelas Marcell pada Ara yang membuat Ara mengangguk mengerti karena dia pun merasakannya, karena sewaktu ia masih bekerja banyak yang memandangnya sebelah mata atau bahkan menghinanya, terlebih orang yang selama ini ia anggap keluarganya.


"Kau benar, banyak orang yang seperti itu karena menurut mereka harta adalah segalanya, soal Amara apa kau akan menghubunginya, mungkin dia akan menunggumu?" tanya Nara.


"Tidak, biarkan saja! jika aku mau sudah sejak kemarin aku akan menghubunginya, Ara bisahkah kita bicara tentang kita saja,"pinta Marcell.


"Kita?"jawab Nara bingung dan Marcell pun mengangguk.


"Ya kita, apa kau sudah menyukaiku?" tanya Marcell


"Aku pun sudah menyukaimu, bahkan menyayangimu, dan aku harap akan tumbuh cinta diantara kita kedepannya, bisakah kita saling berusaha untuk saling mencintai?"pinta Marcell.


Rafsaya tersenyum, "tentu, Marcell terimakasih," ucap Nara yang sangat bersyukur bisa menikah dengan Marcell, pria tampan kaya Raya dan yang terpenting Marcell sangat baik padanya.


"Kemarilah!" ujar Marcell menyuruh Nara masuk kedalam pelukannya.


"Aku akan membantumu, untuk membalas perbuatan keluarga Wijaya, tapi aku juga mesti berterima kasih pada mereka karena bisa menikah denganmu,"ucap Marcell.


Nara menatap Marcell, dia melihat kelulusan disana. Nara pun tersenyum pada Marcell, merasa bersyukur, karena Marcell benar-benar memperlakukannya dengan baik.


"Kau mau berbulan madu?" tanya Marcell.

__ADS_1


"Bu, bulan madu?" ucap Nara gugup.


Marcell mengangguk," tapi jika kau tidak mau tidak masalah, aku akan menunggu, kau tahu ayah dan ibu berkata padaku ingin segera memiliki cucu, tapi aku akan menunggumu, aku tidak ingin melakukannya lagi tanpa seizin mu," kata Marcell tulus membuat Ara tersenyum.


"Marcell, aku sudah menjadi istrimu, dan itu adalah kewajibanku untuk melayanimu," Marcell terdiam setelah itu ia tersenyum


"jadi jika aku meminta sekarang kau akan mengizinkannya?" tanya Marcell yang membuat Ara mengangguk malu.


Akhirnya malam ini adalah malam kedua bagi mereka berusaha untuk menghadirkan penerus selanjutnya.


Marcell yang memperlakukan Nara dengan lembut membuat Nara menggelinjang merasakan kenikmatan, hingga akhirnya Marcell dan Nara sampai di ******* yang mungkin sudah kesekian kalinya.


Marcell mencium kening Nara dan memeluknya posesif, ucapan terima kasih dan sayang yang terus ia ucapkan membuat ia semakin merasa jika dia adalah wanita istimewanya.


Malam yang sama di kediaman Wijaya, Erick dan Anaya yang tengah membicarakan Nara, dengan kemarahan dan tidak rela mendengar Nara hidup bahagia dengan kemewahan, sedangkan anaknya harus menderita dan menikahi pria tua.


Erick yang sudah lebih dulu mendengar kabar jika Nara mengendarai mobil BMW keluaran terbaru dan ditambah dengan cerita dari Anaya, yang membuat mereka yakin jika Nara kini memiliki keluarga yang lebih kaya dari mereka.


"Sayang aku khawatir, Wilona akan gegabah dalam menghadapi Nara, jika benar dia kini memiliki keluarga dan menikahi pria kaya,"ucap Anaya takut.


Erick terdiam ia tahu bagaimana Putri nya dan juga kekhawatiran Anaya, Wilona dia adalah anak yang dimanjakan Erick dan Anaya yang apapun tujuan yang capai meski harus bisa didapatkan, ambisinya ingin membuat Nara menderita itu sudah pasti dia akan lakukan meski harus dengan cara apapun. ia


"Beritahu padanya, jangan gegabah dalam mengambil keputusan, biar aku yang melakukannya, Wilona hanya tinggal menunggu,"ucap Erick.


Anaya mengangguk, "aku sudah mengatakannya, namun sepertinya dia tidak bisa menunggu, sayang aku lebih khawatirkan bagaimana jika suatu saat mereka akan mengetahui rahasia kita tentang Nara, karena kita sudah mengatakan jika Rafsya bukan anak kita, aku yakin Nara pasti menceritakan pada keluarga barunya ."


Erick menatap tajam Anaya,"aku sudah katakan bukan jangan pernah membahasnya, untuk menghindari orang akan mendengar kita, Rahasia itu aman di tanganku karena sudah tidak ada orang lain yang mengetahuinya, kita hanya tinggal menunggu Nara berumur 20 tahun,akan sampai saat itu tiba, aku harap Wilona tidak melakukan sesuatu yang fatal, jadi itu tugasmu untuk membuat Wilona tidak melakukan sesuatu yang akan memperburuknya di masa depan. Untuk saat ini, kita harus mencari tahu lebih dulu siapa dan keluarga mana yang menikah dengan anak sial itu!" ujar Erick pada Anaya yang mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2