Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 126


__ADS_3

Nara mengangguk. " Lalu bagaimana dengan ibu, bukankah ibu akan kesepian ?"


"Ibu tidak akan menjadi masalah, lagi pula ini demi kebaikan mu, demi keselamatan mu dan calon bayi kita, aku memutuskan pindah ke bogor juga untuk menghindar dari segala masalah, kau mengerti sayang.


"Aku mengerti hubby, terimakasih. " Marcell mengangguk.


"Sayang, bolehkah aku menjenguk nya ?" Tanya Marcell pada Nara dengan padangan penuh harap.


"Menjenguk, hmm apa kau merindukan nya?"


"Rindu padanya dan juga pada ibu nya, bolehkah ?"


Tanya Marcell sekali lagi membaut Nara mengangguk malu.


Marcell tersenyum geli, sudah sering mereka melakukannya, namun istrinya masih saja merasa malu padanya..


Setelah mendapat lampu hijau dari istrinya, Marcell mulai ******* bibir ranum Nara yang selalu menggoda dirinya, menjadi candu untuk terus mencicipinya, Marcell menc*um dan ********** dengan lembut, dengan sebelah tangan nya ia gunakan untuk melepas kacing piyama yang Nara gunakan, hingga semua terlepas Marcell membukanya dan ia beralih menc*umi leher putih mulus Nara yang membuat Nara mengeluarakan ******* halus yang membuat Marcell semakin bersemangat.


c*umanan Marcell semakin turun hingga bertemu dengan dua gunung kembar yang sangat ia sukai.


"Aku ingin menikmati ini dengan puas, karena jika dia lahir, aku todak bisa seleluasa ini. "Lirih Marcell di telinga Nara dengan kedua tangan yang memegang kedua gunung kembar itu, yang di rasanya semakin besar.


"Ini semakin besar sayang, aku suka." Ucap nya pada Nara membuatnya menunduk malu.


"Hubby... Ah..." Ucap Nara setelah Marcell menghisap kedua gunung kembar itu bergantian, layaknya seorang Bayi, dengan posisi di hadapan Marcell yang memudahkan nya melakukan apapun pada mainan kesukaan nya.


Nara memegang kepala Marcell, seolah dia juga sangat menikmati apa yang Marcell lakukan.


Marcell melakukan semua nya dengan lembut, mengingat jika istrinya tengah mengandung anak nya.

__ADS_1


Penyatuan yang selalu merela lakukan yang tidak akan pernah bosan bagi mereka, bahkan selalu menginginkan nya.


Berbeda dengan Marcell dan Nara, yang sedang asik menyalurkan rasa cinta mereka dalam sebuah penyatuan, Reno yang sedang mengantarkan Citra ke rumah nya, diam seribu bahasa, tidak ada percakapan antara mereka sepanjang jalan, membuat mereka merasa canggung.


Ck mengapa aku gugup dekat dengan nya. Batin Reno.


Sedangkan Citra, ia yang memandang ke luar jendela menikmati perjalan nya.


"Bagaimana kabar mu.?" Tanya Reno membuat Citra menoleh dan menatap Reno.


Citra tersenyum. " Aku baik, Reno akhir-akhir ini kau selalu sibuk."


Reno mengangguk. "Hmm resiko menjadi asisten CEO, selalu sibuk karena pekerjaan yang menumpuk." Jawab Reno.


"Tapi kau menyukainya bukan?" Tanya balik Citra.


Citra terdiam dan berpikir. " Bagi ku tidak masalah, namun entah untuk wanita lain, namun untuk ku selagi dia memang bekerja dan selalu mengabari ku, aku tidak akan masalah, karena yang terpenting komunikasi bukan, dan juga saling terbuka. "


Reno tersenyum dia senang degan jawaban Citra, hal ini yang selalu mengganggu pikiran nya, pekerjaan nya selalu banyak, belum lagi Marcell atau pun Arya selalu memintanya ikut jika pergi kemanapun, dan itu artinya jika dia menikah dia butuh pasangan yang bisa mengerti pekerjaan nya.


"Kau akan menikah ?" Tanya Citra kemudian.


Reno menggeleng. "Aku belum punya calon, aku terlalu sibuk bekerja jadi tidak ada waktu untuk mendekati wanita, kecuali kau, kau wanita satu-satunya yang dekat dengan ku.."


"Benarkah, lalu Aletta ?"


Reno berdecak kesal ketika Citra menyebut nama wanita yang harus ia hindari, dia ingat beberapa waktu lalu bertemu dengan Aletta dan suaminya.


Reno pun memilih bercerita pada Citra mengenai dia bertemu dengan Aletta dan suaminya.

__ADS_1


Reno yang sedang berbelanja kebutuhan di apartemen nya, karena dia yang hidup sendiri hingga semua serba sendiri ia lakukan termasuk berbelanja kebutuhannya.


Dan ketika Reno akan memasukan barang belanjaan nya ke keranjang, dia di kejutkan dengan lengan seorang wanita yang tiba-tiba menggandeng nya.


"Aletta. !" Ucap Reno heran dan risih karena Aletta menempel padanya.


lirih.


"Sttt Reno diam lah, dan tolong aku." Ucap Aletta Reno berdeck kesal, apa lagi yang akan di lakukan oleh nya, pikir Reno.


"Ekehuem .... Reno, kau berbelanja sendiri, seharusnya kau mengajak ku dan menghubungi ku agar aku bisa menemani mu. "Ucap Aletta sambil tersenyum, membuat Reno merasa jengah, mata Reno melirik ke sembarang arah, dan ternyata benar apa yang dia pikirkan, jika Aletta sedang bersama seorang laki-laki dan dia menatap datar ke arah nya namun tersirat sebuah kemarahan yang sedang dia tahan dalam diri nya.


Reno tersenyum miring dan menatap Aletta tajam." Kau sedang bersama suami mu?" Tanya Reno pada Aletta a yang mengangguk dan tersenyum seolah ia tidak melakukan kesalahan.


Reno berdecak kesal, lalu ia menarik lengan Aletta mendekat dan memberikan nya ada suami nya.


"Ada suamimu, pergilah bersama dengan nya, aku sudah biasa sendiri, jangan libatkan ku degan masalah rumah tangga mu." Ucap Reno setelah memberikan Aletta ada suaminya, namun Aletta yang terlihat kesal malah semkin mengejar Reno.


"Bantu aku berpura-pura lah menjadi kekasih ku, aku mohon aku ingin segera lepas darinya." Lirih Aletta yang membuat Reno menatapnya tajam.


Reno mengusap wajah nya kasar. "Bukan kah aku sudah bilang, jangn libatkan aku, aku tidak mau berpura-pura .Aletta selesaikan masalahmu tanpa diriku."


"kau tega pada ku Reno.?" Tanya Aletta tak habis pikir.


"Ya tega, sangat tega, aku tidak peduli padamu, aku hanya peduli dengan diriku, Aletta, bagi ku urusan rumah tangga tidak bisa di campuri oleh orang lain, jadi selesaikan masalah mu sendiri, dan meski ku membantu mu, namun bukan dengan cara berpura-pura menjadi kekasih mu, karena apa, karena itu akan membuat image ku buruk."


Suami Aletta mendekati Reno, dia mendengar semua yang Reno katakan, karena ternyata Aletta melakukan berbagai cara agar benar-benar pisah dengan nya.


"Baiklah, jika itu mau mu, Aletta, karena kau benar- benar ingin pisah, aku kabulkan keinginanmu, jangan libatkan orang lain, karena benar image dia akan mending buruk karenamu, Aletta aku sudah sangat bersabar menunggu kau berubah, namun nyatanya kau memang wanita manja yang tidak bisa berubah, yang hanya ingin mengikuti segala aturan mu, baiklah, aku akan segera memberikan surat cerai untuk mu, ku harap kau tidak akan menyesal." Ucap nya dan langsung meninggalkan Aletta yang masib bersama dengan Danial.

__ADS_1


__ADS_2