
"Ada apa, apa ini mengenai Nara?" Tebak Reno, karena Citra mengajak nya untuk bertemu.
Citra mengangguk. "Aku ingin menemui nya di bogor, kau bisa menemaniku?" Pinta Citra.
Reno tersenyum. "Bisa saja, kapan ? kalo akhir minggu ini aku kira mereka juga akan ke jakarta untuk menghadiri pernikahan teman kami." Jawab Reno membuat Citra mengangguk.
"Jika seperti itu, aku bisa berangkat bersama nya jika dia kembali ke bogor." Ucap Citra.
Reno mengangguk. "Tapi aku juga tidak yakin jika mereka akan datang, kau bisa menghubunginya bukan, bertanya pada Nara?" Tanta Reno minta Citra untuk bertanya pada Nara.
"Dia sangat sulit di hubungi, apa Marcel melarang nya memegang ponsel ?" Tanya Citra.
Reno terdiam. "Kurasa tidak, mungkin karena dia jarang memegang ponsel nya, lagi pula orang yang di hubungi olehnya mungkin hanya kau saja !" Jawab Reno membuat Citra terdiam.
Benar juga, dia tidak memiliki banyak teman, saudara, apalagi, Keluarga Wijaya bagi Nara kini bukan bagian keluarga nya lagi. Batin Citra.
Reno tersenyum melihat Citra yang hanya diam." Dia akan kuliah online, dan akan menetap lama disana, jika kau sering menemui nya nanti, mungkin saja dia akan sangat senang.
Citra tersenyum. "Kau benar, aku merindukan nya, biasanya kita sering bertemu di kampus, aku sekarang merasa kesepian, karena aku juga hanya memiliki teman satu, yaitu Nara."
Reno menatap Citra. " Lalu, apa kau tidak menganggap ku teman ?" Tanya Reno membuat Citra tersenyum.
"Aku lupa jika aku sekarang punya teman pria. " Jawab nya terkekeh. Reno tersenyum." Memangnya, sebelum ini kau tidak memiliki teman pria ?"
__ADS_1
"Tidak, aku hanya dekat dengan Nara, teman pria hanya sekedar mengenal saja."
"Pernah pacaran?" Tanya Reno lagi dengan kepo nya yang mulai keluar.
Citra terkekeh lalu menggelengkan kepalanya dengan menunduk karena sedikit malu.
Sedangkan Reno ia terlihat mengembangkan senyuman nya. "Kita sama!" Jawab nya membuat Citra menatap Reno yang tersenyum padanya.
"Benarkah. Waah aku tidak percaya ini. " Balas Citra dengan mata selidik ke arah Reno.
"Terserah kau percaya atau tidak, tapi itu memang kenyataan nya, aku memang pernah menyukai wanita, namun tidak sampai pacaran, kau bisa bertanya pada Marcel !" Ucap nya pada Citra.
"Baiklah - baiklah aku percaya." Balas Citra tersenyum.
Hujan deras mengguyur kota bogor malam hari ini, hingga membuat sepasang suami istri ini, Nara dan Marcel menghabiskan waktu malam ini di tempat tidur, saling berbicara dengan selimut tebal yang menyelimuti mereka.
Nara ingat akan janji suaminya yang akan menceritakan sesuatu, ia dengan tiba-tiba menatap wajah tampan suaminya yang malah di balas senyuman oleh Marcel. Nara pun ikut tersenyum sambil menegakkan badannya.
"Jadi apa yang kau sembunyikan hubby?" Tanya Nara langsung membuat Marcel terkekeh.
"Ternyata kau masih mengingatnya sayang." Balas Marcel membuat Nara berdecak kesal dan sedikit menjauh dari Marcel.
"Baiklah - baiklah aku akan cerita, karena memang aku akan ceritakan ini padamu, kemarilah jangan cemberut seperti itu. " Lanjut Marcel ketika Nara malah menggembungkan kedua pipinya Kesal, dan menyuruhnya mendekat kembali untuk duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Jadi apa yang di bicarakan Ayu dengan mu dan Gio?" Tanya Nara.
"Dia hanya meminta maaf padaku, juga Pak Amir, karena dulu sempat menggodaku, dan Pak Amir yang baru mengetahui nya meminta Ayu meminta maaf padaku, mungkin karena malu melihat sikap anak nya seperti itu, karena sudah memiliki niat untuk menjadi pelak*r." Jawab Marcel menceritakan Ayu yang meminta maaf pada dirinya, apa yang di ceritakan Marcel itu benar, namun Marcel tidak cerita akan kejahatan Ayu yang sempat akan di lakukan oleh nya, menghilangkan sebuah nyawa yang masih seumur jagung yang sudah membuat dirinya dan istrinya bahagia. Marcel tidak ingin Nara menjadi merasa tidak aman dan kepikiran.
"Hanya itu, ku kira semua sudah selesai saat terakhir kita kita disini waktu itu, apa dia berniat menedekati mu lagi? hingga pak Amir meminta maaf padamu juga?" Tanya Nara masih merasa heran.
Marcel mengangguk. "Entahlah, namun Pak Amir sendiri yang mengetahui rencana dari Ayu. Untuk itulah mereka datang dan meminta maaf, awalnya mereka juga ingin meminta untuk bertemu dengan mu untuk meminta maaf, namun aku melarangnya, karena yang terpenting Ayu akan berubah, kau tidak keberatan bukan aku melarang Ayu bertemu dengan mu?" Tanya Marcel.
Nara mengelengkan kepalanya. "Tidak, tapi jika nanti bertemu aku tidak masalah, mungkin saja aku dan Rahyu bisa berteman bukan?" Tanya Nara.
Mungkin, namun aku tidak akan mengizinkan nya, setelah dia berniat melukaimu sayang.
Marcel hanya mengangguk, Nara hatinya terlalu baik, hingga ia tidak sadar akan bahaya yang datang padanya, meski sudah ada banyak penjagaan untuk nya, karena Nara yang berpikir penjagaan ini hal yang biasa, seperti hal nya di mansion." Sudah lah jangan bicarakan dia lagi, kau tahu aku cukup kesal padanya." Ucap Marcel meminta agar Nara tidak lagi membicarakan Ayu, kemarahannya terhadap Ayu masih ia rasakan, permintaan maaf mungkin bisa ia maaf kan, namun ia tidak akan pernah bisa kembali menerima dengan baik Ayu.
Sikap Marcel yang baik, sederhana dan pemaaf, namum ketika di kecewakan, ia akan membenci dan jangan berharap untuk bisa mengenal nya lagi, Marcel sangat tidak menyukai kebohongan, pengkhianatan bahkan sebuah kejahatan.
Nara mengangguk. "Lalu apa lagi yang kau sembunyikan. Aku yakin kau sudah mengetahui sesuatu hubby, apa ini mengenai kedua orang tua ku?" Tanya Nara dengan penuh harap, jika Marcel dan Gio sudah mendapatkan informasinya.
Marcel menarik Nara dalam pelukan nya, dengan Nara yang menatap wajah Marcel. Marcel mengecup puncak kepala Nara. "Hmm Gio sudah mendapat informasinya, namun tidak secara mendetail, hanya identitas mereka saja. Kenzo dan Selena, itu nama kedua orang tuamu."
Nara termenung, ia telah mendengar nama kedua orang tuanya saja sudah cukup membuat nya senang. Apa hanya itu yang kalian temukan ?" Tanya Nara kembali karena masih tidak yakin jika hanya itu yang Gio temukan yang di ketahui Marcel.
Marcel mengangguk. "Hmm kita masih menyelidiki tentang keluargamu di korea, dan Kendrik salah satu yang bekerja di Bodyguard The Admaja, sedang berada disana untuk mencari informasi nya." Jelas Marcel membuaf Nara mengangguk.
__ADS_1
"Aku harap dia akan cepat mendapat informasinya hubby, setelah tahu, kita kesana ya hubby, aku ingin bertemu keuarga dari ibuku, karena mungkin hanya mereka keluarga ku saat ini." Ucap Nara mengutarakan keinginananya.
Marcel mengangguk. "Yang terpenting kondisimu harus sehat, aku pernah bilang bukan, jika kau tidak perlu pikirkan apapun, serahkan semuanya pada suamimu ini, mengerti ?"