
Sama hal nya dengan Marcel, ia berharap semuanya akan segera berkahir, dengan begitu ia akan membuat Nara bahagia tanpa adanya ancaman atau bahaya yang akan datang padanya, terlebih akan ada anak mereka yang akan lahir di kemudian hari yang akan melengkapi kebersamaan dan kebahagiaan mereka.
Marcel memeluk Nara erat." Kau wanita kuat bukan, kau boleh menangis di depan ku, melepaskan semua kesedihanmu, dan tersenyumlah di depan mereka, jangan biarkan mereka melihat jika kau rapuh, karena itu yang mereka inginkan, kau tidak ingin mereka menang bukan?" Tanya Marcel membuat Nara menggelengkan kepalanya.
Benar, aku harus kuat, aku siap, mendengar semua yang terjadi di masa lalu yang tidak pernah aku ketahui.
Malam hari, di sebuah rumah yang cukup besar, di dalamnya sudah berkumpul satu keluarga, keluarga dari Kim Ye Joon.
Kim Ye Joon mengatakan pada anak-anaknya, jika dia memiliki cucu yang baru bisa di temukan saat ini, ia pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada mereka yang belum mengetahuinya tanpa ada lagi yang di tutupi.
Sudah cukup, pikirnya karena dia yang ingin aman, malah membuat anak dan cucu nya yang mengalami penderitaan.
Kim Ye Joon memiliki 2 orang anak, anak pertama adalah Kim Do Yun, yang sudah memiliki anak laki-laki, lebih tua 2 tahun dari Nara, dan anak kedua perempuan, bernama Kim Ha Yoon yang juga memiliki anak laki-laki berusia 19 tahun.
Semua anak-anak mereka tidak ada di rumah, karena mereka sedang berkuliah di luar negri. Sedangkan istrinya sudah lama meninggal, saat 5 tahun yang lalu akibat sakit jantung yang di derit oleh nya.
Berbeda dengan Kim Do Yun yang terlihat marah dan
kesal, Kim Ha Yoon dia lebih mengerti akan siatuai yang di alami oleh Kim Ye joon, ayahnya, karena ayahnya ini hanya ingin bertanggung jawab, namun ibu dan kakaknya tidak mengizinkan, mungkin karena dia mengerti perjuangan seorabg wanita yang melahirkan dan mengurus anak denga. seorang diri, Kim Ha Yoon yang di tinggal oleh suaminya karena lebih memilih wanita lain saat anak nya masih sangat kecil.
"Apa dia akan kemari ayah ?" Tanya Ha Yoon yang di amgguki oleh Ye Joon.
__ADS_1
"Kau tidak kecewa pada ayah mu ini ?" Tanya Ye Joon karena melihat Ha Yoon tidak dalam keadaan marah seperti hal nya Do Yun.
"Kecewa pasti nya yah, namun apa bisa di perbaiki, tidak bukan, kita hanya nisa memperbaiki yang sudah terjadi, ayah sudah benar berniat bertanggung jawab dan Ahn Jeong jika sudah punya niat yang tidak baik, mungkin sejak ia tahu dia hamil anak ayah, dia akan datang kemari, meminta ayah pada ibu dan memanfaatkan kekayaan ayah." Jelas Ha Yoon yang membuat Ye Joon tersenyum.
"Benar, bahkan saat itu dia sempat menolak jika ayah memberikannya uang, dia bahkan meninggalkan Korea dan tinggal di sana, hingga belasan tahun berlalu, ayah baru tahu kika ada cucu yang menderita karena masa lalu ayah dan ibunya." Jelas Ye Joon. Membuat Do Yun berdecih.
"Tapi tidak dengan membagi harta kita padanya juga, aku tidak mau !" Ucap Do Yun yang sangat tidak rela jika Nara harus mendapatkan sebgaian harta dari Kim Ye Joon.
"Harus, dia berhak mendapatkannya, dia darah daging ku juga, aku tidak meminta persetujuan mu Do Yun, ini sudah menjadi keputusan ku !"Tegas Ye Joon yang kesal menghadapi putranya ini, padahal ia pikir Do Yun tetap mendapatkan aset nya yang paling besar dari nya.
Do Yun pergi dari rumah itu membuat Ye Joon mengehela napasnya berat. Ha yoon tahu akan sikap kakaknya, jika Do Yun adalah orang yang serakah dan tamak, dia tidak pernah bersyukur dengan apa yang sudah ia miliki dan selalu merasa kurang.
Sementara Marcel dan Nara sedang dalam perjalanan, dengan dua orang bodyguard Kendrick dan Kayla.
Marcel menggenggam tangan Nara."tenanglah, tidak usah gugup. " Ucap Marcel membuat Nara tersenyum.
"Aku takut hubby." Balasnya.
Marcel tersenyum dan memeluknya. "Seharusnya kau senang, tidak perlu takut, ingat ada aku yang selalu di samping mu!" Ucap Marcel membuat Nara mengangguk.
Di sisi lain, berlawanan arah dengan mobil mereka, ada sebuah mobil yang terlihat sedang melaju kencang membuat Kendrik yang sedang menyetir tiba-tiba meminggirkan mobilnya agar tidak tertabrak oleh mobil tersebut, namun rupanya malah mobik itu berbelok ke arah mereka dan membuat mobik mereka tertabrak.
__ADS_1
BRAAAK......
Terdengar satu benturan keras membuat mobil terpental dan mereka terguling, begitu pun dengan yang menabrak, namun terlihat lebih parah mobil yang di tumpangi oleh Marcel dan Nara.
Di dalam mobil yang terbalik, mobil yang terdapat Marcel dan Nara ada di dalamnya, Marcel yang terlihat memeluk Nara dengan erat berharap istrinya itu tidak akan terjadi apapun padanya, walupun dirinya sudah banyak mengeluarkan darah, begitupun Kayla dan Kendrik yang sudah tidak sadarkan diri karena mereka berada diposisi depan.
"Sayang, kau harus kuat, kita kuat, bertahanlah, akan ada oran yang menolong kita." Lirih Marcel di telinga Nara.
Suara sirine ambulan dan polisi berdatangan, mengamankan tempat kejadian dan menyelamatkan korban tabrak tersebut.
Marcel, Nara, Kayla dan juga Kendrik sudah di larikan ke rumah sakit terdekat di kota itu, mereka langsung di tangani, Nara yang terlihat terus memegangi perutnya karena merasakan sakit, berharap jika anak yang ia kandung tidak akan terjadi apapun padanya.
Mereka di rawat di ruangan terpisah, dengan selang infus dan oksigen yang menempel di badannya, Kayla dan Kendrik yang terlihat sangat parah bahkan mereka masuk ke dalam ruang operasi, tidak dengan Marcel dan Nara yang hanya mengalami luka luar meski serius karena harus menerima beberapa jahitan dan kehilangan cukup banyak darah.
"Dokter, nona ini sedang hamil !"
"Periksa, lebih lanjut apakah kehamilannya baik - baik saja !" Seorang suster itu mengangguk.
Kim Ye Joon dan Kim Ha Yoon yang tengah menunggu kedatangan Nara mendadak risau, Karena sudah cukup lama mereka menunggu, bahkan ponsel Marcel tidak bisa di hubungi.
"Ada apa dengan mereka, mengapa mereka belum sampai saat ini, bahkan sulit untuk dihubungi." Kim Ye Joon yang sudah merasakan hal yang tidak enak di hatinya.
__ADS_1
"Sabarlah, mungkin ada kendala di Perjalanan." Kim Ha Yoon yang mencoba menenangkan ayah nya.