
Kayla kembali tersenyum. "Baik nona, itu sudah menjadi tugas saya untuk mengawal nona Nara."
"Jangan memanggilku nona!" Citra dan Nara yang berbicara bersamaan, dan akhirnya mereka pun tertawa bersama.
Mereka pun saling bertukar cerita membuat ketiga nya bisa akrab begitu saja, karena memang mereka mudah berbaur satu sama lain nya, waktu sudah sore, dan Citra memutuskan untuk pulang, namun bertepatan Citra yang akan pulang dan pamit, ternyata Reno dan Ayah Arya baru tiba di mansion setelah kepulangan nya dari bogor.
"Kau sudah kembali, bukan kah masih tersisa 2 Minggu?" Tanya Ayah Arya pada Nara, yang terkejut melihat menantu nya ada di mansion.
"Jangan beri dia pertanyaan lebih dulu, lebih baik kau beristirahat, dan nanti setelah makan malam akan kita ceritakan. " Safira yang baru tiba untuk menyambut kedatangan Arya setelah di beritahu oleh salah satu maid nya di mansion.
Sedangkan Reno yang sudah juga baru tahu kepulangan Marcel dan Nara, sesaat dia baru tiba di mansion mengantarkan Arya, melalui pesan yang di kirim oleh Gio.
Reno pun tahu jika Nara sudah mengandung anak dari sahabat nya, senyum pun terpancar di wajah nya, meski terlihat letih karena menyetir namun dia sangat senang setelah tahu dia akan menjadi seorang paman. Reno, ia tidak bisa memberi selamat pada Nara saat ini, karena Arya belum mengetahui nya, jadi dia akan tahan lebih dulu setelah Arya tahu.
Pandangan nya pun beralih pada Citra dan wanita asing di dekat nya, begitu pula dengan Arya dan Safira yang belum mengetahui nya.
Arya melihat Kayla yakin jika dia salah satu anggota bodyguard dari organisasi nya, lalu untuk apa dia disini, pikir nya.
"Ada yang menugaskan mu disini. ?" Tanya Arya to the point pada Kayla, membuat Safira dan Reno ikut menatap nya menunggu jawaban.
Kayla menundukkan kepalanya tanda hormat, dan kembali berdiri tegak. "Benar pak, saya Kayla, yang di utus oleh Tuan Drax untuk menjadi Pengawal pribadi Nona Nara." Jawab Kayla membuat Arya mengangguk, dan Safira juga Reno tersenyum, karena Marcel ternyata akan melakukan apapun untuk melindungi teman dan menantu nya.
Nara hanya menyimak, karena semua sudah terjawab.
"Ya sudah kalian beristirahat lah, Danial kau makan malam disini ya, kau juga Citra !" Ujar Safira.
__ADS_1
"Siap Tante !" Jawab Reno sedangkan Citra ia tersenyum pada Safira.
"Maaf bu, Citra awalnya mau pamit pulang," Jawab Citra merasa tida enak.
"Sudahlah Cit, kau makan malam dulu disini, nanti pulang nya biar barengan dengan Reno." Tambah Nara..
Reno pun mengangguk setuju, membuat Citra akhir nya mengangguk pasrah, karena juga tidak enak untuk menolak.
"Ya sudah, kalian beristirahat lah, dan biarkan para wanita ini yang akan memasak untuk makan malam." Ujar Safira ada Arya dan Reno. Reno yang langsung melangkah ke ruang tengah dan Arya melangkah menuju kamar nya untuk membersihkan diri.
Di dapur, Nara tidak di perbolehkan untuk menyentuh apapun, dia hanya boleh duduk melihat ketiga wanita akan memasak, yang juga di bantu oleh beberapa Maid.
Nara terlihat kesal dan menekukkan wajah nya. " Jangan cemberut, Ibu tidak mau Marcel memarahi ibu, karena harus membiarkan mu ikut memasak, kau tidak bolah terlaku capek bukan?" Tanya Safira yang melihat Nara cemberut.
"Itu benar Ra, Marcel saja tidak pernah membiarkan mu bekerja bukan, jadi sudah diam dan lihat kami saja memasak, Hmm apa ada yang ingin kau ingin kan?" Tambah Citra sambil meSiscakan apa yang sedang di ingikan oleh ibu hamil ini.
"Ya sudah, duduk, dan tunggulah !" Balas Citra.
"Apa Marcel mengabari mu, kapan dia akan kembali. ?" Tanya Safira.
Nara mengangguk. "Dia sudah di jalan bu, mungkin sebentar lagi dia akan sampai." Jawab Nara kemudian.
Seperti yang di katakan Nara, jika Marcel akan segera tiba di mansion.
Marcel keluar dari mobil yang di buka kan oleh salah satu pengawal di mansion, sambil menenteng kantong plastik yang berisikan pesanan istri nya.
__ADS_1
Marcel mengerutkan kening nya ketika akan memasuki mansion, karena Reno yang sedang duduk seorang diri di kursi teras mansion dan terlihat tersenyum pada nya.
"Kau sudah kembali ?" Tanya Marcel membuat Reno berdecak kesal.
"Ck, seharusnya aku lah yang bertanya, mengapa sudah kembali ? bukankah masih tersisa 2 minggu untuk pergi ke venice, jika tahu begitu aku tidak perlu susah payah memesan kan hotel untuk kalian disana. " Ucap Reno yang membuat Marcel mengedikkan bahu nya tidak peduli.
"Ck, sialan, kau menyebalkan Marcel, Kau akan menjadi ayah tanpa menungguku menikah lebih dulu." Marcel yang akan meneruskan langkah nya untuk masuk ke dalam mansion dan menemui istrinya, di kejutkan dengan perkataan Reno.
"Kau tahu, apa kah Gio, ah siapa lagi jika bukan dia, apa ayah juga sudah tahu?" Tanya Marcel pada Reno.
"Belum, sepertinya setelah makan malam ibu mu mungkin baru akan mengatakan nya pada ayah mu, Marcel selamat ya, aku ikut senang, dan lebih pnting aku akan segera menjadi paman." Ucap Daniek memberi selamat pada Marcel.
Marcel terkekeh dan tersenyum. " Segeralah menikah, kau kalah dengan Gio yang akan menikah di bulan depan." Ujar Marcel pada Reno membuat nya kembali kesal.
"Ck, aku tidak seberuntung kau dan juga Gio, yang kenal dan langsung menikah, Doakan saja aku segera menyusul kalian." Ucap Reno di angguki Marcel.
Mereka pun masuk ke dalam mansion, dan langsung menuju meja makan, karena makan malam yang telah siap di hidang kan.
Makam malam, tanpa Kayla yang memilih memisahkan diri, meski ia sudah di minta untuk makan bersama, namun Kayla tetap menolak, karena baginya dia tidak pantas, tidak mau memkasa akhirnya mereka makan malam bersama tampa adanya Kayla.
Makan malam pun selesai, dan kini Marcel memberitahu ayah nya jika istri nya tengah mengandung, membuat Adrew mengucap syukur karena dia merasa sangat senang.
"Jadi ini yang menbuat kalian memutuskan cepat pulang?" Tanya Arya pada Marcel dan Nara.
Marcel menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya Marcel masih ingin membawa Nara ke Venice, namun melihat kondisi nya yang sering mual dan juga ke inginan Nara untuk pulang karena rindu masakan indonesia, maka kami pun memutuskan pulang cepat."
__ADS_1
Arya mengangguk tersenyum."Itu sudah menjadi keputusan yang tepat, selamat ya, jaga cucu ayah baik- baik, ayah tidak sabar mendengar dia memanggil ku kakek. "Ujar Arya yang antusias mendengar cucu pertamanya sudah hadir, dan akan setia menunggu hingga kelahiran nya tiba, begitu pun dengan Safira.