
Marcel mengangguk."Hmm, semua sudah hampir selesai, ini semua juga berkat mu karena sudah membantu ku. "Balasnya pada Gio.
"Oh ya, Reno maaf kan aku, mungkin acara resepsi nanti istriku dan aku tidak bisa datang, karena kesehatannya, dia sempat drop kemarin, dan aku tidak ingin dia harus kena angin malam lagi !" Ucap Marcel pada Reno yang sedikit menyesali nya.
Daniek mengangguk."Tidak apa, aku dan Citra sudah tahu akan hal ini, terimakasih atas kado nya." Ucap Reno tulus pada Marcel, Marcel membalas dengan senyuman nya.
"Oh ya, soal panti asuhan, Citra dia juga ingin ikut andil nanti, maksudnya dia jika ada waktu ingin ikut merawat mereka, kau tahu dia suka sekali anak kecil, dan mendengar jika kalian akan membuat panti asuhan dia sangat senang sekali."Ucap Reno mengingat Citra ketika ia menceritakan pada nya, jika Marcel dan Nara akan membangun panti asuhan.
Marcel mengangguk, dia juga sudah mendengar jika Citra sangat menyukai anak kecil dari Nara, istrinya." Hmm. Aku sudah tahu dari istriku, ini juga akan jadi bahan pertimbanganku, untuk mencari orang yang bisa untuk mengasuh dan merawat anak, bukan untuk pekerjaan tapi karena rasa sayang terhadap anak. itu adalah panti asuhan dan kita ingin merawat dan membesarkan mereka, memberikan mereka rumah dan keluarga, bukan hanya sebuah tempat yang hanya sebagai tempat sementara mereka untuk tinggal." Ucap Marcel membuat Gio dan Reno mengangguk setuju.
"Semoga semua berjalan dengan semestinya, aku dan Sisca sangat mendukung hal ini, meski tidak banyak membantu!" Ucap Gio yang membuat Marcel menggelengkan kepala nya.
"Bicara apa kau, kau sudah banyak membantu, mencari lahan tanah yang cocok, dan orang-orang yang di percaya, bahkan kau juga sudah menyelamatkan satu tempat yang dimana ada anak-anak yatim yang tidak terurus."Ucap Marcel pada Gio, karena memang Gio sudah banyak membantu Marcel.
Gio dan Sisca pernah menemukan sebuah rumah dimana isinya adalah anak yatim, dan itu akan di pindahkan ke tempat yayasan yang Marcel buat, namun karena belum siap, Gio memberikan tempat untuk mereka lebih dulu.
Berbeda dengan apa yang di bicarakan para pria, para wanita membicarakan soal kehamilan, Nara yang sudah berjalan empat bulan dan Sisca yang baru satu bulan.
"Jika mereka lahir nanti ku harap meraka akan berteman."Ucap Citra yang gemas pada dua wanita hamil di hadapan nya.
Meski perut mereka belum terlihat membesar, namun Citra sesekali mengelus perut Sisca juga Nara, terlebih perut Nara yang yang sudah sedikit membuncit.
__ADS_1
"Kau juga akan mendapatkannya nanti, kau ingin segera memiliki anak juga bukan ?" Tanya Sisca pada Citra yang asik mengelus perut Nara yang di lapisi kain, atau bajunya.
"Hmm, ku harap, aku dan Reno akan cepat di beri momongan seperti kalian aku sangat suka anak anak." Jawab citra.
"Nanti jika anak kita sudah lahir, kita harus sering mempertemukan mereka, agar mereka dekat dan bersahabat sejak sejak kecil, seperti kita ayah dan ibunya, walau kita di pertemukan di waktu kita besar. Namun aku harap kita juga akan terus berteman." Ucap Nara, Citra dan Sisca pun mengangguk setuju.
Mereka terus berbincang membicarakan masa depan yang berharap akan seperti yang mereka bayangkan.
"Sayang kita pulang?" Ajak Marcel pada Nara dengan memeluk pinggangnya.
Begitu juga dengan Gio dan Reno yang ikut merangkul istri - istrinya.
Nara mengangguk dan menatap Citra."Maaf di acara resepsi nanti aku tidak bisa hadir, kau tahu bukan bagaimana suamiku"?" Ucap Nara pada Citra.
"Iya hubby, aku tahu." Jawab Nara yang teesenyum manis pada suaminya. Marcel pun ikut tersenyum dan mencium kening Nara.
"Ch, untung saja aku sekarang sudah memiliki pasangan jika tidak aku akan terlihat bodoh dan iri karena harus terus melihat kalian bermesraan. "Celetuk Reno yang membuat mereka tersenyum yang mendengarnya.
"Tidak apa Ra, aku mengerti, lagi pula ini adalah waktu yang penting kau datang."Balas Citra yang membuat Nara tersenyum lega, karena dia takut jika di hari pentingnya Nara tidak ada di sampingnya.
"Baiklah, kami pamit ya?" Ucap Nara pada Citra dan Reno juga pada Gio dan Sisca yang masih tetap berada disana.
__ADS_1
"Aku senang hubby, semoga mereka bahagia ?" Ucap nya pada Marcel yang sudah berada di dalam Mobil dengan di supiri oleh Marcell.
"Aku juga senang, Reno, ia akhirnya menikah. karena dia sedikit sulit untuk bisa dekat dengan wanita," Jawab Marcel.
"Hmm, jangan beri dia pekerjaan yang banyak, jika perlu hubby cari asisten lagi, untuk bisa membantu ka Reno, dia sudah menikah, kasian jika harus terus berada di kantor bersamamu, Ka Reno dia sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya, maka kadang Ka Reno tidak pernah memikirkan diri sendiri!" Ucap Nara.
Marcel mengangguk."Aku tahu sayang, aku juga sudah memikirkan hal ini."Jawab Marcel.
"Marcel memberikan kita hadiah bulan madu ke Swiss ?" Tanya Citra dengan tidak percaya, meski sudah ada dua tiket di tangannya.
Reno mengangguk. "Heum, dia baik bukan, bahkan aku juga meminta mansion pasti dia akan memberikan nya padaku !" Jawab Reno.
Citra menggelengkan kepala nya. "Aku kira kau bercanda meminta mansion pada Marcel, Reno, aku lebih senang tinggal di rumah dimana kau yang akan membelinya, meski rumah itu kecil." Ucapnya membuat Reno terdiam dan menatapnya.
Reno dan Citra baru selesai menyelesaikan serangkaian acara resepsi pernikahan, kini mereka berada di kamar hotel yang di siapkan untuk mereka, kamar pengantin.
Citra yang masih mengenakan gaun pernikahan, terlihat sangat cantik meski acara sudah selesai, bahkan tidak terlihat jika dia merasa lelah.
"Kau keberatan ?" Tanya Reno memastikan dan Citra mengangguk mantap.
"Aku ingin kita berusaha sendiri, membangun rumah tangga kita dari nol, jika Marcel akan tetap memberikan tidak apa, namun kau tahu, aku tidak akan bahagia, karena seperti yang aku katakan, aku senang jika itu adalah hasil kerja keras kita!" Jawab Citra lagi membuat Reno tersenyum.
__ADS_1
Reno mendekat dan memeluk pinggang Citra dan menarik nya kedalam pelukannya." Aku beruntung mendapatkanmu, terimakasih kau sudah mengatakan perasaan mu saat itu, jika tidak, mungkin pernikahan ini belum terjadi." Ucap Reno dengan menatap dalam kedua bola mata Citra.
Citra menunduk, ia masih merasa malu akan kejadian saat itu, namun ia pun menyesalkan mengapa jika Reno memiliki perasaan yang sama padanya, tidak berani mengungkapkan nya pada dirinya. "Jangan bahas itu, kau tahu aku masih merasa malu, tapi aku juga mau tahu alasanmu, mengaoa kau tidak berani mengatakan perasaan mu padaku ?" Tanya Citra penasaran.