Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 76


__ADS_3

"Ibu menyesal Alex, mengapa dia masih saja membahasnya, buka kah kami sudah meminta maaf !" Keluh ibu Alex yang tertunduk lesu.


Sama halnya dengan ayah Alex yang menyesali karena tidak pernah mempercayai anaknya, bahkan mencampakkannya.


"Sudahlah, kita dukung saja dengan keputusan Alex, ayah tidak mau dia semakin membenci kita!"


"Tapi yah, wanita itu ibu tidak menyukainya, ibu ingin Vania yang menjadi istri Alex !"


"Dan Alex tidak menyukainya, terserah jika kau akan tetap seperti ini dan kembali membuat Alex kecewa, aku tidak akan ikut campur, ayah sudah tidak ingin berseteru dengan Alex kembali !" Ucapnya dan melangkah meninggalkan istrinya duduk termenung dengan segala apa yang ada di benaknya, jika ia benar - benar tidak ingin Amara menikah dengan Alex.


Seorang wanita paruh baya membawa minuman segar dan beberapa cemilan untuk Amara yang tak lain ART di kediaman rumah Alex, Vania pun merebutnya sebelum diletakkan di atas meja dan menumpahkan minuman itu di atas kepala Amara yang membuatnya terkejut dan marah dengan kelakuan Vania.


"Kau gila!" Hardik Amara geram dengan tingkah Vania yang berani padanya.


Amara benar-benar kesal karena Vania mengusiknya, sedangkan dia saja hanya diam tidak ingin meneladaninya.


Vania tersenyum sinis pada Amara, "pergi dari sini, kau tidak akan pernah diterima di keluarga ini, Alex hanya pantas denganku bukan wanita ****** sepertimu, kau lihat bukan tadi, bahkan kedua orang tua Alex saja tidak menyukaimu!"


Amara masih dengan tatapan tajam pada Vania, ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang Vania katakan, saat ini ia hanya ingin membalas apa yang sudah Vania lakukan padanya.


Amara melirik air minum yang ada di atas meja, dan ia tebak jika itu milik wanita di depannya, yang masih terlihat banyak karena mungkin ia baru meminumnya sedikit.


Amara mengambilnya dan menyiramkan di atas kepala Vania persis seperti Vania menyiram kannya pada dirinya.

__ADS_1


"Kau gila !" Ucap Vania yang mengatakan kata yang sama saat Amara pun di siram oleh Vania.


Amara melipat kedua tangannya dan menatap sinis pada Vania. "Aku hanya mengikuti cara orang gila !" Ucap Amara dengan senyum seringainya.


Vania membelalakkan matanya mendengar perkataan Amara, seolah ia seperti kemarin omongannya sendiri.


"Amara, sayang apa yang terjadi denganmu ?" Tanya Alex yang terkejut melihat Amara dengan keadaan kacau.


"Kau meninggalkanku dengan wanita gila yang tiba- tiba menyiramku dengan air jeruk yang segar itu!" Kesal Amara pada Alex.


"Kau yang gila, ******!"


"Alex kau tidak akan memilihnya bukan, lihat lah dia hanya wanita ******, lagi pula kedua orang tuamu tidak merestuinya dan memilih lebih aku!" Bela Vania yang percaya diri jika akhirnya dia yang akan menjadi istrinya.


Alex menatap tajam pada Vania. "Aku Tidak perlu restu dari mereka, ini hidupku, pergi dan jangan datang lagi ke rumahku!" Tegas Alex pada Vania membuat dia membelalakan matanya tidak percaya jika seorang Alex tidak peduli dengan restu orang tuanya dan tetap memilih Amara untuk menjadi istrinya.


"Tante, wanita ****** kini sudah menyiramku dengan air itu !" Kalahnya sambil menunjuk ke arah gelas kosong diatas meja.


Ibunya Alex pun kesal dan menatap tajam pada Amara. "Apa begini sifatmu, ch, sungguh buruk. Alex tolong pikirkan baik-baik dia bukan wanita yang tepat untukmu !"


Alex kembali menatap tajam ibunya dan ia tertawa sumbang. "Apa ibu tidak bisa melihat, jika Vania mungkin lebih dulu menyiram air jus di atas kepala kekasihku, dan ibu malah menyalahkan Amara, ck omong kosong, usir dia dari sini dan jangan sampai aku melihatnya lagi di rumahku, jika tidak aku akan mengirim ibu kembali ke kampung dan tinggal dengan kakak lagi. !"


Ibunya Alex terkejut mendengar perkataan anaknya, terutama Vania yang kesal karena Alex ingin mengusirnya dari sini dan lebih memilih Amara.

__ADS_1


Amara hanya tersenyum seolah dia senang karena sudah menyaksikan drama yang sangat seru.


"Apa kau tidak salah mau mengusir ibu dari sini!"


Tanya ibu Alex yang kesal mendengar perkataan anaknya, "Tidak, jika ibu terus menerus mencampuri kehidupanku!" Ucap Alex yang berlalu meninggalkan mereka dan membawa Amara ke kamarnya.


Sedangkan di bawah, ibu Alex masih termenung dengan perkataan Alex dan Vania yang terus merengek jika dia tidak terima dengan perlakuan Alex membuat ibu Alex kesal.


"Vania, untuk sekarang kau pulang lah lebih dulu, biar nanti tante pikirkan lagi!" Ujarnya kepada Vania yang membuat dia mendengus kesal dan dengan terpaksa meninggalkan kediaman Alex dengan keadaan basah dan juga lengket.


"Bersihkanlah dirimu, aku akan memesan pakaian untuk mu !" Ujar Alex dan di angguki oleh Amara yang langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan Alex langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk memintanya membelikan pakaian m untuk Amara.


Tak lama Amara sudah keluar kamar mandi dan hanya mengenakan handuk dia menelisik kamar Alex dia mencari keberadaanya, hingga melihat Alex baru masuk dan membawa paper bag yang berisikan pakaian untuk Amara kenakan.


"Pakailah, setelah ini kita ke mall, aku akan membeli apapun yang kau mau, tapi setelah kita memilih perhiasan untuk pernikahan kita!"


Amara mengangguk semangat "Ya, kau harus membayar mahal untuk ku, karena sudah membuatku seperti ini !" Jawabnya dan langsung memakai pakaian yang sudah Alex berikan untuk nya.


Alex mengangguk dan melihat Amara yang memakai pakaian di hadapannya yang memang sudah terbiasa seperti itu.


Alex dan Amara memasuki sebuah mall besar di kota jakarta, mall yang sama didatangi oleh Nara bersama Citra.


Alex membawa Amara ke mall sesuai dengan janjinya akan membelikan apapun yang dia mau, setelah membelikan perhiasan atau cincin untuk nanti di pernikahan mereka.

__ADS_1


Meski saat sebelum berangkat mereka harus bersitegang dengan kedua orang tuanya, karena tidak setuju Alex menghamburkan uangnya untuk Amara, yang statusnya belum menjadi istri Alex, namun Alex membuat mereka bungkam dengan perkataan nya untuk tidak mengurusi kehidupan nya.


"Jangan urusi kehidupan ku, aku memanjakannya karena aku sanggup, jika kalian masih mengurusi kehidupanku atau mencampuri hidupku dengan Amara, maka kembalilah pulang dan tinggal bersama anak kesayangan kalian!" Decak kesal Alex pada kedua orang tuanya yang langsung tidak bergeming mendengar perkataan Alex, dan lalu Alex pergi meninggalkan mereka bersama Amara yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya, yang tidak peduli dengan perseteruan kedua orang tua Alex dan kekasihnya.


__ADS_2