
Sisca menggigit bibir bawahnya, ini adalah pertama kali bagi nya, dia ingin menolak namun melihat Gio ia terlihat seperti tersihir dan akhirnya mengangguk membiarkan Gio memainkan kedua aset kembar milik nya.
"Berjanjilah hanya ini dan Gio seperti nya aku juga sudah mencintai mu, jangan mengecewakan aku dengan mengkhianati ku kelak !"Ucap Sisca menatap Gio dengan serius.
Gio mengangguk. " Aku berjanji, aku tidak akan mengkhianati mu. "Balas Gio yang kembali mencium Sisca dan dengan kedua tangan yang masuk kedalam pakaian Sisca, setelah mendapat izin dari nya, menyentuh area yang sudah sangat menggoda untuk nya pada saat ia melihat tubuh Sisca.
Terlebih dia senang karena Sisca kini mencintai nya, sama dengan apa yang dia rasakan.
Suara ******* terdengar di telinga Gio saat ia melepas tautan bibinya dengan Sisca, dia tersenyum melihat Sisca suka dengan sentuhan di kedua aset kembarnya. Gio pun melepas pakaian Sisca dan kini ia melihat kedua aset kembar Sisca yang hanya tertutup kain tipis, ia mencium nya bergantian dengan keadaan Sisca yang terlihat malu namun menikmati nya.
Sisca yang sudah berada di pangkuan Gio karen dia yang memindahkan nya, agar dia lebih leluasa untuk memainkan dua buah kembar milik Sisca.
Sisca hanya pasrah dan menikmati setiap apa yang di
lakukan oleh Gio. Gio mencium dan ******* bahkan menghisap nya secara bergantian, membuat Sisca melenguh merasa geli dan nikmat, Sisca ingin menahan suara laknat yang keluar dari bibir mya, namun itu malah keluar dengan sendiri nya, membuat Gio semakin bersemangat.
"Kau suka, aku memainkan ini, apa kau menginginkan hal yang lebih ?" Goda Gio pada Sisca yang terlihat malu.
Sisca mengigit bibir bawahnya membuat Gio gemas dan kembali mencium bibir yang sudah menjadi candu untuk nya, dengan kedua tangan yang masih memainkan mainan baru nya.
Cukup lama mereka bercumbu, dan kini Gio menghentikan aksinya, jika tidak, dia tidak akan tahan lagi untuk membuat Sisca tidak berdaya di bawah nya, namun Gio memegang janji nya, untuk tidak meminta lebih dari ini, kecuali jika Sisca yang menginginkan nya. Pikir Gio.
Gio kembali merapikan pakaian Sisca, memakai kan nya kembali dan Sisca hanya diam, karena Gio yang meminta nya.
"Terimakasih." Ucap Gio mencium sekilas bibir Sisca dan Sisca mengangguk malu.
__ADS_1
Namun detik kemudian dia menatap Gio karena teringat sesuatu." Ternyata pernyataan kamu saat itu jika kau tidak tergoda padaku, jadi itu bohong bukan, ch?" Kesal Sisca pada Gio.
Gio tersenyum. " Aku pria normal Sisca, tidak ada yang tidak akan tergoda meski ukuran nya besar atau kecil!" Mendengar itu Sisca berdecak kesal dan Gio hanya tersenyum.
"Jadi jika kau melihat tubuh wanita lain kau akan mudah tergoda oleh mereka bukan?" Kesal Sisca pada Gio.
Gio terkekeh, Sisca yang masih berada di pangkuan nya kembali mencium gemas wanita yang akan menjadi istri nya itu. segera
"Kau tahu bukan kenapa aku ingin segera menikahi mu?" Tanya Gio.
"Karena melihat tubuh ku ?" Jawab Sisca dengan kedua tangan ia lipat.
Sisca yang ingin segera turun dari pangkuan Gio, namun Gio menahan nya, membuat Sisca pasrah, karena tenaga Gio lebih kuat dari nya.
"Hmm karena kau wanita pertama yang berhasil menggoda ku, selama ini aku tidak pernah tergoda melihat tubuh wanita yang sengaja memperlihat kan bentuk tubuhnya pada ku, karena bagiku wanita seperti itu menjijikkan, dan pasti nya sudah sering di sentuh oleh pria lain nya."
Gio mengangguk. " Aku berjanji, aku bukan pria yang mudah jatuh cinta atau pun tergoda, kecuali dengan mu, wanita yang awalnya menyebalkan, namun membuat ku selalu terpikirkan tentang mu."
"Sisca aku bukan pria romantis jadi ku harap kau akan menerimaku apa ada nya."
Sisca pun mengangguk. "Tetap lah menjadi diri mu saat ini aku menyukai nya."
Gio tersenyum dan mengangkat Sisca, membawa nya ke dalam kamar. "Kita tidur, sudah sangat malam."
Sisca mengangguk berbaring di samping Gio di ranjang king size milik nya, dengan Gio yang menarik tubuh Sisca dalam pelukan nya.
__ADS_1
Pagi hari di Apartemen Wilona.
Samuel yang tidak memberikan hukuman pada Wilona seperti pada awalnya yang menyiksa Wilona hingga masuk rumah sakit, namun Samuel membuat Wilona tidak bisa berjalan karena sejak kemarin yang perbuat oleh Samuel kali ini, memberikan sebuah hukuman dengan terus menggempurnya di atas ranjang.
Wilona merasa kesal dan marah karena Samuel bahkan melarang nya keluar dari apartemen bahkan Wilona di minta berhenti menjadi model dan hanya cukup melayani nya saja.
"Itu hukuman untuk mu, dan mulai hari ini kau akan tinggal di rumah ku, bersama kedua istri ku !" Ucap Samuel membuat kedua bola mata Wilona membola sempurna.
"Tidak, biarkan aku tetap berada disini, aku janji tidak akan keluar dari apartemen !" Pinta Wilona pada Samuel.
Samuel tersenyum miring. "Tinggal disini dan kau akan bebas melakukan apa pun, Wilona jangan kira aku tidak tahu apa yang kau lakukan di belakang ku, kau sudah melanggar perintahku dua kali, dan aku tidak mau kecolongan untuk ketiga kali nya !"
Wilona menggeleng keras, "aku janji ini yang terkahir, aku tidak akan macam-macam lagi, hingga perjanjian pernikahan ini berakhir!"
Tidak boleh, aku tidak mau jika harus tinggal bersama kedua istrinya, di rumah nya, itu akan menambah penderitaan ku. Karena aku tidak tahu bukan, mereka akan bersikap apa pada ku?
Samuel berdecih. "Baiklah ini kesempatan terkahir untuk mu, jika kau berani bermain-main lagi padaku, kau akan menerima akibat nya, kau tahu bahkan awalnya aku akan membuat mu benar-benar menjadi seorang ******, dengan menyewakan mu pada pria - pria kaya, heh itukan yang kau mau!"
"Tidak, jangan sampai itu terjadi, tuan maafkan aku, aku bukan wanita ******."
"Maka turuti perintahku, berhentilah menjadi model, dan kau boleh ke luar dari apartemen hanya dengan seizin ku,
Wilona, kau tahu jika kau bersikap baik dan menjadi istri penurut kau mungkin akan aku spesial kan, tapi kau wanita tidak tahu diri dan pembangkang!"
Wilona menunduk, dia benar-benar sudah tidak bisa berbuat apapun, rupanya anak buah Samuel yang ia suap malah membocorkan semuanya pada Samuel. Semua yang ia lakukan saat dua minggu kemarin.
__ADS_1
"Untuk hari kau boleh keluar, untuk kau pergi ke agency mu, berhenti menjadi seorang model, jika tidak aku bisa saja pergi ke sana dan aku yang berkata pada mereka yang akhir nya mereka tahu kau menikah dengan ku!"