
Wilona membaca bekas yang pengacara Ridwan berikan, matanya memerah, air matanya keluar, ia tidak percaya jika semuanya malah berbalik pada keluarga nya, kalah, apa ayahnya kalah, kenapa? Itulah yang ada di benak Wilona.
"Ibu, Ibu ..!" Panggil Wilona dengan sangat kencang berharap ibunya akan cepat menghampiri dirinya.
Mengapa ibunya tidak ada setelah beberapa kali ia memangilnya dan Wilona pun mulai merasa aneh, mengapa di saat pengacara Ridwan ada di rumah nya dan ibunya tidak ada, bahkan tadi pengacara Ridwan tahu jika ibunya tidak ada di rumah. Heran dan bingung itu yang dia rasakan.
La ingin berlari mencari keberadaan ibunya menanyakan jika semua ini adalah salah, namun pengacara Ridwan mencegah nya kembali dan mengatakan satu hal buruk lagi yang menimpa kelurga nya.
"Ibu mu tidak ada di rumah, ia sudah di jemput oleh beberapa polisi untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia lakukan di masa lalu, bersama ayahmu."
"APA!" Wilona semakin terkejut, kedua lututnya lemas hingga tidak bisa berdiri kembali, ia terduduk di atas lantai dengan pandangan kosong
Baru beberapa menit ia merasa bahagia, namum semua itu langsung hancur kembali setelah apa yang sudah ia dengar dai pengacara Ridwan.
"Nona Nara memberikan rumah ini untuk anda dan juga membantu anda terlepas dari Samuel, dengan catatan agar anda tidak lagi mengganggunya. "Ucap Pengacara Ridwan lagi membuat Wilona menatap tajam pria paruh baya di hadapannya.
Wilona berdiri dengan sorot matanya yang tajam mengarah ke pengacara Ridwan."Semua ini milikku dia tidak berhak mengambil semuanya !" Ucap Wilona Iantang pada pengacara Ridwan yang hanya menanggapi perkataan Wilona dengan senyuman.
"Ya jika ayah dan ibu anda tidak melakukan hal yang buruk dan menaati semua perjanjian yang ada, terlebih orang tua anda yang bahkan dengan sengaja menelantarkan nona Nara, beralibi mengadopsi, namun nona Nara bahkan di anggap orang lain hanya demi sebuah harta, nona Wilona, maaf kan aku, karena ini semua benar terjadi.
Kedua orang tua anda kini sedang menjalani proses hukum, silahkan jika anda ingin membesuk nya dan meminta penjelasan dari mereka, tugas ku sudah selesai, saya hanya perlu menjelaskan pada anda apa yang terjadi berikut alasannya, sesuai instruksi dari nona Nara dan tuan Marcel.
Anda seHarusnya berterimakasih, karena nona Nara masih memikirkan hidup anda, salah satu nya rumah ini dan semua aset di dalamnya masih milik anda, kecuali perusahaan." Jelas pengacara Ridwan yang kemudian pamit meninggalkan Wilona dengan tangisnya.
__ADS_1
Masih enggan percaya, ia berharap semuanya mimpi, bukankah ayahnya berada di korea dan sedang berjuang di sana.
Tidak mungkin jika ini semua ini gagal dan malah berbalik menjadi dirinya yang menderita, bukan?
Wilona meremas berkas yang ada di tangannya, ia tidak mau semua ini terjadi, miskin ! tidak ia tidak boleh miskin, hartanya, harta kedua orang tuanya, harus kembali padanya !
Sore hari di korea selatan.
"Panggil ayah ku. Dia pasti akan mengeluarkan ku dari sini, aku Kim Do Yun, penerus perusahaan Kim Meesha kalian tidak bisa menangkap ku !
Kim Do Yun selalu berteriak untuk meminta di bebaskan, ia terlihat sangat marah, pasalnya tidak ada satu pun keluarganya yang datang menemui nya, mereka seolah tidak peduli padanya membiarkan dirinya berada dalam penjara.
Seorang polisi mendekat dan membuka sel penjara yang di masuki Kim Do Yu." Ayah ku datang, dia pasti akan mengeluarkan ku dari sini, dari tempat busuk ini. "Ucap Do Yun yang di kira jika Kim Ye Joon datang menemui nya.
Kim Do Yun pun berdecak kesal, ketika melihat seorang wanita cantik tengah tersenyum manis padanya, bukan ayah nya, bukaN Kim Ye Joon yang datang, bahkan bukan juga istrinya, melainkan Aeri wanita simpanan nya, kekasih gelapnya.
Kim Do yun di hadapan Aeri dengan tangan yang masih terborgol, tidak ada ekspresi senang, yang ada hanya ekspresi kesal.
"Ada apa dengan wajahmu, kau tidak senang aku menemuimu, ch lihat keluarga mu saja tidak pernah menemui mu sampai saat ini bukan, namun aku, aku rela menemui disini!" Ucap Aeri membuat Kim Do Yun menatap nya.
"Kau benar, namun kau jika tidak sepenuhnya baik, aku tahu kau yang menyerahkan semua bukti itu pada ayah ku, hingga aku harus mendekam disini, kau puas melihat ku seperti ini, ck aku tidak menyangka kau musuh dalam selimut ku !"
Aeri tersenyum." Itu semua terjadi jika kau tidak membuangku, aku punya persiapan bukan, aku sadar aku hanya simpananu, dan benar saja kau mengusirku, membuangku, jadi nikmati saja hukuman mu disini, karena ayah atau keluarga mu tidak kan membantumu keluar dari penjara!"
__ADS_1
Kim Do Yun menatap tajam Aeri. Benarkah mereka akan membiarkan ku di dalam penjara, tidak mungkin, seharus nya mereka membantuku, brengsek!
"Aku menemuimu karena aku akan pergi dari negara ini, dengan fasilitas yang di berikan ayah mu juga sebagai model dari sebuah produknya, seharusnya jika kau akan mengusirku, lakukan seperti ayahmu, maka aku tidak keberatan pergi dari sini, Kim Do Yun, senang bisa mengenal mu, kau tahu aku sempat memiliki perasaan padamu, namun semua hilang ketika kau membuangku !"
"Oh. Sadarlah dan berubah, atas apa yang sudah kau lakukan, mungkin dengan begitu ayahmu akan menolongmu bebas dari sini!"
Tanpa sepatah kata lagi, Aeri meninggalkan Kim Do Yun yang terdiam, ia menatap kepergian Aeri yang semakin menjauh.
Menyukai ku, heh dasar bodoh!
Kim Do Yun kini benar-benar tahu, jika ayahnya tidak akan pernah datang untuk menemui nya, menghukum dirinya dan membiarkan untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.
Omong kosong, aku sudah benar apa yang aku lakukan, dan dia salah karena harus memberikan harta yang tak seharusnya di berikan!
"Kapan Nara akan kembali ?" Tanya Citra yang sedang bersama Reno di dalam perjalanan menuju kampusnya Reno menjemput dan mengantar Citra ke kampus.
"Hari ini, mungkin mereka akan tiba di sore hari, kau mau ikut menjemputnya ?" Tanya Reno membuat Citra mengangguk.
"Tentu, aku sudah sangat ingin melihat nya, aku khawatir dan akan memastikan jika dia baik-baik saja !" Jawab Citra dan Reno tersenyum.
"Dia baik-baik saja, percaya padaku, dia hanya tidak boleh banyak melakukan aktifitas yang berat dulu."
Citra mengangguk."Aktifitas yang berat, ck dia bukannya memang tidak boleh melakukan apapun !"
__ADS_1
"Benar, Marcel sangat posesif padanya." Reno terkekeh jika benar sahabatnya ini, Marcel sangat meratukan Nara, dan ia harap bisa sperti Marcel memperlaukan Citra dengan baik dan bahkan bisa memanjakannya.