Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 83


__ADS_3

Sementara di meja makan, Nara dan Safira terdiam, dan saling pandang, karena kedua pria di hadapan mereka terlihat sangat serius, apa memang ada salah pikir mereka?


"Sayang apa ada masalah?" Tanya Safira yang sudah tidak tahan ingin bertanya.


Arya tersenyum pada istrinya. " Tidak ada kau tidak perlu khawatir, bukankah kau akan pergi bersama dengan Nara hari ini ?"


Safira mengangguk "Ya kita memang akan pergi, tapi ini masih terlalu pagi untuk pergi ke mall !" Ucap Safira sedikit kesal karena Arya mengalihkan percakapan.


Safira berkata seperti itu, karena dia tahu tempat biasa yang di maksud suami nya adalah tempat dimana mereka melatih orang-orang untuk menjadi keamanan atau bodyguard khusus untuk mereka, yang mana mereka benar-benar dilatih seperti seorang tentara, untuk keamanan keluarga Admaja dan juga perusahaanya.


Beladiri, senjata bahkan IT!


Marcell yang belum mengetahui akan hal ini dan Arya akan mulai mengenalkannya pada anaknya karena saat ini Marcell memang sudah memerlukan mereka.


Arya sengaja tidak langsung mengenalkan sebuah tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang ia latih, karena dia ingin melihat bagaimana kinerja dari anaknya lebih dulu, karena jika sejak awal Marcell mengenalkan mereka, mungkin Marcell akan selalu memanfaatkan mereka.


Setelah Marcell menghubungi Reno dan juga Gio. Arya dan Marcell pun berpamitan pada Safira dan juga Nara, jika mereka akan segera berangkat saat ini juga.


Safira dan Nara mengantar mereka hingga di teras mansion dan kembali masuk kedalam.


Nara yang sudah sangat penasaran pun bertanya pada mertuanya. "Bu, apa ibu tahu ayah mengajak Marcell kemana?"


Safira mengangguk. "Kau bisa tanyakan ini pada suamimu nanti!" Jawabnya membuat Nara semakin penasaran.


Di perusahaan. Reno yang baru sampai di perusahaan dan memasuki ruang kerjanya, ia menghela nafasnya ketika tahu Marcell akan terlambat datang ke perusahaan atau mungkin saja tidak akan datang karena ada yang akan diurus lebih dulu olehnya.


"Mengapa dia tidak mengajakku dan meninggalkanku dengan wanita disana yang menyebalkan !" Keluhnya karena dia mau tidak mau hanya bekerja dengan Sisca.

__ADS_1


Reno berdiri dari kursi dan menghampiri meja Sisca.


"Apa Marcell memiliki jadwal hari ini sebelum makan siang?" Tanya Reno tanpa basa - basi pada Sisca.


Sisca hanya diam tanpa berniat menjawab


pertanyaan Reno membuat Reno berdecak kesal.


"Apa kau tidak dengar aku bertanya padamu !" Decak kesal Reno.


Sisca mendengus kesal. "Aku dengar, lalu apa aku harus beritahukan nya padamu, bukankah ini urusanku dengan Marcell. Ck aku heran mengapa Marcell jika bertemu dengan klien atau pekerjaan apapun itu, harus selalu denganmu, bukankah harusnya juga denganku, aku juga kan sekretarisnya !"


Reno tercengang mendengar penuturan Sisca.


Wanita dihadapannya ini sedang memprotes jika dia tidak pernah terlibat jika ada sesuatu dalam pekerjaan.


Ya Reno sudah meminta Marcell agar Sisca bisa membantu pekerjaan nya juga, jadi Reno tidak perlu lagi sekertaris, karena menurutnya dengan Sisca saja itu sudah cukup dan Marcell menyetujuinya karena Reno dalam bekerja pun sangat cepat dan akurat dan dengan adanya Sisca hanya akan membantu beberapa, selebihnya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan Marcell.


Sisca mendelik. "Tapi yang aku tahu sekretaris itu adalah orang yang paling dekat dengan CEO atau bos nya, lah ini aku saja tidak pernah ikut andil dalam pekerjaan yang hanya duduk disini dan mengerjakan semua berkas ini !" kesalnya sambil menunjuk kan berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


Reno menggelengkan kepalanya melihat sikap Sisca yang semakin menyebalkan.


"Tidak bisakah kau jawab saja pertanyaanku, Marcell akan datang terlambat hari ini, atau mungkin juga tidak akan datang ke perusahaan, maka aku perlu jadwal Marcell


Sisca terdiam dan menatap Reno." Marcell terlambat, apa ini karena dia berurusan dengan istrinya ?"


"Aku tidak tahu, itu bukan urusanku, jika itu memang berhubungan dengan istrinya, itu hal yang wajar, dia suaminya !" Ucap Reno membuat Sisca terdiam.

__ADS_1


"Sisca, hilangkan perasaan mu kepada Marcell. Marcell tidak akan pernah membalas perasaanmu karena Marcell sudah beristri dia sangat mencintai istrinya, kau tidak ingin disebut pelakor bukan !"


Sisca mendelik menatap Reno. " Aku memang menyukai nya dan ya, aku memang sempat ingin merebut Marcell, namun aku sadar aku tidak mungkin bisa melakukan itu, melihat bagaimana Marcell memperlakukan istrinya, aku hanya sedang merasa kesal saja, karena lagi-lagi aku terlambat mendapatkan nya, kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan menjadi seorang pelakor, meski sikapku yang seperti ini !" Lirih Sisca.


Reno terdiam menatap Sisca, ada perasaan iba pada Sisca, karena mendengar cerita Sisca, jika memang dia sudah memendam perasaan sukanya pada Marcell sejak lama dan dia pendam sampai saat ini dan kini dia harus kembali mengubur perasaan karena mengetahui jika Marcell sudah menikah.


Reno tahu betul bagaimana perasaan Sisca dan kini ia hanya bisa menyemangati Sisca agar dia tidak merasakan sakit di hatinya.


"Sudahlah, lupakan, aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang mungkin lebih baik dari Marcell !" Ujarnya ada Sisca dan Sisca hanya mengangguk.


"Jangan mengasihani ku, aku tidak selemah itu !" Ucap Sisca kesal pada Reno.


"Ck, ya ya terserah kau saja !"


***


Arya Admaja mengajak Marcell ke suatu tempat dan Marcell sepanjang perjalanan nya, sangat pemasaran kemana ayah nya akan mengajak ia pergi kemana, ia ingin bertanya namun sepertinya Arya tidak akan menjawabnya lebih dulu.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi memasuki sebuah gedung besar di tengah kota. Marcell melangkah masuk kedalam gedung dengan pandangan nya yang menyapu ke berbagai sudut ruangan, dengan langkah kaki yang terus mengikuti kemana arah ayahnya pergi.


Mereka pun memasuki ruangan privat dimana hanya ada para petinggi di dalamnya, termasuk Gio yang ternyata sudah ada di dalam sana. Marcell semakin penasaran dengan tempat yang kini ia datangi karena ternyata ayah nya memiliki banyak bisnis yang belum ia ketahui semuanya.


"Selamat datang tuan besar, tuan muda ?" Sambut Gio mewakili 2 orang yang di dalamnya.


Arya mengangguk begitu pun dengan Marcell, mereka pun dipersilahkan untuk duduk di sebuah sofa yang ada di sana.


"Bagaimana perkembangan mereka?" Tanya Arya lebih dulu pada salah satu orang di sana yang bernama Drax.

__ADS_1


"Baik tuan, mereka bisa mengikuti semua pelatihan yang ada di sini dan juga mereka bisa menguasai nya dengan cepat dan untuk orang-orang yang mempekerjakan mereka juga sangat puas dengan hasil pekerjaan mereka." Jawab Drax melaporkan nya pada Arya.


__ADS_2