
Arya mengangguk puas. "Oh ya perkenalkan ini Marcell, setelah ini dia yang akan memimpin kalian, kurasa aku memang sudah harus beristirahat saat ini !"
Marcell yang sejak tadi terdiam kini menghela nafasnya dan lalu ia menatap ayahnya, karena dia masih belum mengerti sepenuhnya apa bisnis yang ada di kelola ayahnya di tempat ini. "Ayah, bisakah kau jelaskan padaku dulu tempat apa ini ?"
Arya tersenyum. " Bodyguards The Admaja, ini adalah tempat dimana ayah mengumpulkan pria atau wanita yang bisa dalam bela diri ataupun IT seperti Gio, untuk bekerja dalam bidang keamanan atau bisa disebut dengan pengawalan seseorang yang penting atau berpengaruh, dam mereka biasa di sewa." Marcell mengangguk mengerti.
Dan Drax disini sebagai ketua mereka yang mengatur semuanya disini, dan kau harus tahu Marcell, Bodyguards The Admaja tidak banyak orang yang mengetahuinya, hanya mereka yang berhubungan dengan Admaja Company atau mereka yang memang pantas mendapatkan jasa kami.
Dan kau tidak perlu khawatir karena Bodyguards The Admaja ini legal dimata hukum, karena menyediakan jasa bagi mereka yang memang dibutuhkan dan terutama yang berhubungan dengan Admaja Company. "Lanjut Arya menjelaskan pada Marcell.
"Aku mengerti, itulah mengapa sebabnya di depan gedung tidak ada identitas apapun mengenai gedung apa ini, bahkan hanya terlihat seperti perkantoran biasa saja, tapi saat masuk banyak tempat pelatihan seperti beladiri bahkan, dan tidak hanya laki-laki bahkan perempuan pun ada !" Arya dan yang lainnya tersenyum Marcell bisa mengerti akan hal ini dengan mudah.
"Lalu maksud ayah memperkenalkan bisnis ini padaku sekarang, apa ini karena berhubungan dengan acara resepku nanti ?" Lanjut Marcell bertanya pada Arya.
Arya mengangguk. "Hmm karena takutnya kau akan bingung mengapa kita memiliki banyak pengawal yang bukan berasal dari kepolisian, maka kau bisa merencanakannya dengan mereka mulai saat ini dan ayah sarankan pilih bodyguard pribadi untuk Nara terutama perempuan agar bisa menjadi teman dan juga pelindung untuknya!" Saran Arya pada Marcell dan langsung menyetujuinya.
"Terimakasih ayah, aku akan mengikuti saranmu, karena itu memang untuk kebaikan Nara."
Ketiga orang lain nya hanya menyimak pembicaraan
Ayah dan anak, mereka sangat menghormati sosok Arya Admaja, dan melihat interaksi kedua nya membuat mereka semakin mengagumi keluarga Arya Admaja.
__ADS_1
"Ya sudah ayah hanya akan memperkenalkan mereka padamu, kau bisa membicarakan atau merencanakan semua masalah pada mereka dan mereka akan mencari ke semua sumber informasi!" Jelas Arya.
Marcell mengangguk. "Tuan Drax mohon bantuanya?" Ucapnya sambil tersenyum pada Drax yang terlihat lebih tua darinya.
Drax terkekeh. "Jangan memanggilku tuan aku bawahanmu, panggil saja aku Drax !"
Marcell menggeleng. "Kau lebih tua dari ku, maka aku akan memanggilmu paman saja!" Balas Marcell membuat Drax mengangguk setuju, karena dia tahu bagaimana keluarga Admaja, yang memang saling menghormati dan tidak gila hormat.
"Tuan Marcell perkenalkan ini Kendrick, dia asistenku disini dan Gio ketua dari bidang IT, mungkin tuan Marcell sudah mengenalnya ?" Tanya Drax yang di angguki Marcell.
"Hmm mohon bantuannya semua." Ucap Marcell.
Setelah acara perkenalan, mereka pun mulai membahas rencana untuk keamanan di resepsi pernikahan nanti, dan Arya yang hanya menyimak tanpa ingin ikut campur, kecuali ada sesuatu yang tidak ia disetujui, namun sejauh ini ia mendengar rencana mereka cukup puas hingga ia hanya berharap semua akan berjalan sesuai rencana dan acara pun aman dari masalah apapun, mengingat acara yang digelar oleh Safira mengundang banyak orang dari semua kalangan yang mereka kenal.
"Bu, Citra akan terlambat karena terjebak macet !" Ucap Nara memberitahukan kepada mertuanya setelah melihat pesan masuk dari Citra di ponsel nya.
Safira mengangguk mengerti. "Tidak apa, ibu mengerti karena ini memang jam nya macet di jalanan, apalagi Citra baru keluar dari kampusnya."
"Hmm, Jakarta memang selalu macet, bu undangan sudah disebar ya?"
"Ya hari ini undangan sudah mulai disebar, ada apa ?"
__ADS_1
"Tidak, aku hanya penasaran dengan reaksi mereka, keluarga Wilton, karena mungkin mereka tidak sepenuhnya akan percaya jika aku dan Marcell benar- benar menikah !"
Safira tersenyum." Jangan pikirkan mereka, kau fokus saja pada hidupmu, syukuri dengan jalan takdir yang kau terima saat ini, dan berdoa agar mereka tidak lagi mengusik kehidupanmu!"
"Benar bu, aku harap mereka tidak lagi mengusik ku, walaupun aku masih sangat menyayangkan akan sikap mereka, karena walau bagaimanapun, aku sudah bersama dengan mereka sejak kecil, meski mereka tidak pernah menyayangiku !" Lirih Nara.
"Ibu mengerti, untuk sekarang kau hanya bisa lebih menerima dan mengikhlaskan semuanya agar kau tidak akan memiliki dendam pada mereka, kau tahu bukan dendam itu salah?"
Nara mengangguk mengerti. "Aku tidak memiliki dendam pada mereka, tapi jika memang mereka mengusikku dan akhirnya mereka bermasalah dengan hukum, itu karena perbuatan mereka sendiri, aku tidak pernah dan tidak akan pernah membalas mereka, seperti Ibu ASisca yang kini masuk ke dalam penjara, itu karena Marcell, suamiku yang melaporkannya, dan dia dihukum sesuai hukuman yang berlaku!"
"Ya biarkan hukum yang ada untuk menghukum mereka, kita tidak perlu ikut campur."
"Ara, setelah resepsi nanti, kau akan dikenal oleh banyak orang, terutama di kalangan bisnis maka kamu hanya perlu bersiap jika nanti kehidupanmu akan berubah, kau mungkin akan banyak berinteraksi dengan mereka!" Lanjut Safira.
"Aku tahu bu, dan aku akan berusaha untuk tidak mempermalukan kalian!"
"Bukan itu maksud ibu, namun saat nanti kau mungkin akan banyak menyita waktu, jika mereka membuat rencana untuk bertemu denganmu mungkin seperti perkumpulan sosialita, arisan, kau lihat ibu, setelah semua kembali ibu pun jarang berada di mansion, itu karena ibu bertemu dengan banyak rekan bisnis, lebih tepatnya istri - istrinya, ibu hanya berharap kau tidak akan lupa dengan statusmu yang menjadi seorang istri !"
Nara terdiam mendengar penjelasan ibu mertuanya, sejujurnya dia tidak ingin menjadi seperti apa yang ibu mertuanya katakan, meski mungkin Marcell akan mengizinkannya, tapi baginya itu bukan dirinya, dia hanya ingin menjadi ibu rumah tangga yang patuh pada suaminya.
"Itu bukan gaya ku bu, perkumpulan seperti itu tidak membuatku senang dan nyaman !" Jawabnya terkekeh karena memang tidak terbiasa.
__ADS_1
Safira tersenyum." Ya memang seperti itu, kau bisa memilih untuk bergabung atau tidak !" Nara mengangguk mengerti.
Mereka pun bercengkrama sambil menunggu Citra dengan 2 gelas jus dan berapa cemilan yang sudah tersedia di meja makan.