Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 72


__ADS_3

Dalam batin nya bertanya, untuk apa dia datang menemuinya.


"Suruh dia kemari !" Ujar Marcell pada Sisca, yang terlihat heran karena Marcell mengizinkan wanita itu bertemu dengannya.


"Kau yakin?" Tanya Sisca.


"Bisakah kau tidak usah membantah apa yang aku perintahkan. Dan juga jaga kata-katamu, untuk bisa profesional dalam bekerja !" Kesal Marcell pada Sisca yang


tidak pernah langsung mengerjakan apa yang ia katakan, dan lagi Sisca tidak bersikap sopan padanya.


Sisca mendengus kesal namun ia tetap mengangguk pada Marcell "Baik tuan." Jawabnya dan segera pergi keluar ruangan Marcell dan menghubungi resepsionis agar memberikan izin untuk Wilona menemui Marcell.


Marcell menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sisca, yang benar-benar berbeda saat waktu mereka bersama, saat ini Sisca terlihat sangat bar bar, dan tidak memiliki etika, entah apa yang membuatnya berubah, Marcell tidak tahu dan tidak mau tahu.


Tak lama Wilona sudah berada di depan ruang Marcell yang di sambut oleh Sisca.


"Anda nona Wilona?" Tanya Sisca dengan sedikit ketus.


Sisca melihat Wilona yang terlihat seperti ingin menggoda Marcell dengan pakaian yang super ketat dan sexy.


Ck, dia ingin menggoda Marcell, dasar ******. Batin Sisca.


"Hmm, biarkan aku masuk. Tuan Marcell pasti sudah menungguku!" Ucap Wilona tidak kalah ketus.


Sisca pun dengan terpaksa mempersilahkan Wilona masuk ke dalam ruangan Marcell dan mengantarkan nya ke dalam, Sisca pun masuk kedalam ruangan lebih dulu yang disusul oleh Wilona di belakangnya.


"Tuan, nona Wilona sudah ada disini!"


"Hmm biarkan dia masuk, dan kau panggil Daniel untuk segera kemari !" Perintahnya pada Sisca agar meminta Daniel untuk ke ruangan nya, agar dia tidak hanya berdua di dalam ruangan bersama Wilona.

__ADS_1


Sisca mengangguk dan membiarkan Wilona masuk.


Wilona masuk dengan senyuman di bibirnya, seolah ia sangat senang bisa bertemu dengan Marcell.


Marcell menatap Wilona dengan tatapan datar dan dingin nya. "Untuk apa kau menemui ku ?"


"Ada hal yang ingin ku bicarakan, tak bisakan kau mempersilahkanku duduk lebih dulu, kaki ku sudah pegal karena berdiri lama di lobby, resepsionis mu tidak langsung membiarkanku menemuimu!" Keluh Wilona, yang sama sekali tidak membuat Marcell iba.


"Duduklah, di sana ada sofa !" Ujar Marcell menunjuk sofa yang tidak jauh letaknya dengan meja kerja Marcell.


wilona pun melangkah duduk di sofa, dengan berjalan menggoyangkan pinggulnya, yang membuat Marcell jengah.


Marcell menyandarkan badannya di kursi kebesarannya, dan menatap Wilona datar.


"Jadi apa yang ingin kau katakan ?" Tanya Marcell pada Wilona.


Wilona tersenyum pada Marcell "Bisakah kau duduk disini bersamaku, biar lebih enak untuk berbincang!"


Wilona tersenyum " Baiklah - baiklah, ternyata aku salah, telah berpikir jika CEO Admaja Company punya etika yang baik untuk menyambut tamu !" Ucapnya dengan seringai di bibirnya.


Marcell mendengus kesal "Baguslah kau tau sekarang, jadi jangan pernah datang lagi kemari !" Jawab Marcell, dipikir Marcell akan melunak mendengar perkataan Wilona.


Marcell bukan pria yang mudah terpengaruh dengan perkataan orang lain, jika menurutnya benar, dia akan tetap mengikuti kata hatinya.


Wilona tersenyum miris " Aku kemari karena ingin meminta agar kau mencabut laporan untuk ibuku, bukankah berita itu hanya tersebar di kampus dan bahkan kau sudah men take down nya dan berita nya pun menghilang begitu saja !"


Marcell berdecih " Aku tidak bisa, itu sebagai hukuman dan peringatan untuk kau dan keluargamu agar tidak mengganggu istriku lagi!"


"Istri !" Wilona tersenyum miring.

__ADS_1


"Aku tidak percaya kau benar-benar menikahinya, karena aku pikir kau hanya ingin bertanggung jawab saja, karena kau sudah menidurinya, aku benar bukan?" Ucap Wilona dengan tersenyum pada Marcell.


Marcell mendesah pelan dan menatap wanita menyebalkan di depannya.


"Ya, omongan mu ada benarnya, namun juga ada salah nya, aku memang bertanggung jawab karena aku adalah pria pertama untuk nya, namun pertanggung jawabanku membawa pernikahan yang sesungguhnya, bukan hanya sebuah pernikahan kontrak yang kau alami kini!" Ucap Marcell membuat Wilona merasa kesal.


Wilona mengontrol emosinya karena tidak ingin rencana nya gagal, Wilona tahu jika Marcell pasti sudah mengetahui tentang hidup nya terlebih tentang keluarga Wijaya, karena dia tahu bukan hal sulit bagi Marcell mengetahui semuanya.


"Aku ingin membuat kesepakatan, kau bisa membebaskan ibuku, jika tidak, aku akan menyebarkan berita, jika Nara istrimu memang wanita yang menaiki ranjang seorang CEO Admaja Company, hingga akhirnya Marcell selaku CEO harus bertanggung jawab menikahinya.


Aku kira kau mengerti tentang malam itu bukan, malam dimana kau bertemu dengan Nara yang sudah merasakan sebuah efek dari obat perangsang, aku punya sebuah bukti, CCTV di mana Nara berlari di jalanan dengan baju hampir terbuka, kau tahu bukan, mungkin jika berita ini tersebar, bukan hanya kau dan Nara yang hancur tapi juga perusahaanmu!"


Wilona menatap Marcell dengan seringainya, yang ia kira jika Marcell pasti akan mengikuti kemauan nya.


Marcell menatap Wilona dengan ekspresi mengejeknya, sudut bibirnya pun terangkat, membuat Wilona merasa heran.


Pikir Marcell, Wilona benar-benar bodoh karena bisa - bisanya dia mengancamnya, yang bahkan sudah jelas jika Nara seperti ini adalah karenanya.


Marcell tertawa sumbang, menanggapi ancaman Wilona. "Kau pikir aku takut, dengan ancamanmu, ck, Wilona kau sama bodohnya dengan Soraya, ibumu yang tidak bisa berpikir lebih dulu sebelum bertindak !"


Mendengar itu Wilona menggertak kan giginya kesal, karena ia disebut bodoh dan juga dengan ibunya, tangannya pun sudah mengepal kuat dan menatap tajam Marcell seolah ia tidak terima jika dikatakan bodoh.


Marcell bangkit dari kursinya dan berjalan kedepan mejanya, badannya pun ia sandarkan di meja kerjanya dengan kedua tangan yang dimasukan ke dalam saku celananya.


"Apa kau lupa siapa yang membuat Nara seperti itu, kau bukan dan juga keluargamu?"


"Dan jika istriku tidak berhasil lolos, mungkin dia yang akan menikah dengan Samuel. Kau tahu, istriku masih bisa menuntut keluarga Wijaya, karena sudah berani mencoba menjual dirinya, yang hanya demi perusahaan Wijaya Grup tidak gulung tikar !"


Wilona berdiri dan berjalan mendekati Marcell "Itu sudah menjadi tanggung jawabnya, sebagai anak yang sudah dibesarkan di keluarga kami, meski bukan anak kandung dari ayah dan ibuku, sebagai balas budi!"

__ADS_1


"Tuan Marcell, jika kau tidak bisa mengikuti kemauanku, aku masih punya satu kesepakatan lagi, kau bisa memiliki tubuh ku sampai kau puas, bukan kah itu yang pria inginkan, bahkan kau saja tergoda dengan tubuh Nara!"Tawar Wilona dengan berjalan perlahan ke arah Marcell dan mencoba merayu nya.


__ADS_2