Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 56


__ADS_3

Renata ibu dari Alex merasa kesal karena Alex bersikap seperti itu. Ia pun dengan cepat menyusul Alex, namun sebelum itu ia meminta maaf lebih dulu pada Fania.


"Maaf kan anak tante ya nak, tunggu sebentar tante susul dulu Alex. !" Ucap Renata dan Fania hanya mengangguk saja.


Renata pun bergegas menyusul anaknya, dia benar-benar kesal karena anaknya berlaku tidak sopan pada tamu bahkan dirinya.


Saat sampai sudah sampai kamar anaknya, Renata pun meluapkan kekesalannya. " Apa kau tidak bisa sopan dan menghargainya, dia sudah cukup lama menunggu !"


Alex yang terlihat berbaring di ranjangnya, cukup terkejut mendengar suara lantang dari ibunya. Ia pun duduk dan menatap pada ibunya yang masih terlihat


marah dan berdiri tidak jauh darinya. Alex, berdecak kesal, belum selesai permasalahan dengan Amara kini ibunya membuat ia semakin kesal.


"Lalu untuk apa ibu selalu membawa wanita dan memperkenalkannya padaku, bukankah aku sudah katakan, aku tidak akan pernah tertarik pada wanita siapapun yang ibu kenalkan padaku !"


"Alex, ibu hanya ingin kau segera menikah !" Geramnya pada anaknya.


Alex berdecak " Aku akan menikah, dengan wanita pilihan ku, aku sudah katakan ini berulang kali. Namun sepertinya ibu tidak pernah mendengarku!"


"Kapan Alex, kapan? Kapan kau akan memperkenalkannya pada ibu dan ayah !" Tanya Renata yang kesal pada Alex selalu memberikan jawaban yang sama, namun sampai detik ini Alex tidak pernah memperkenalkannya pada mereka.


Amara sebenarnya sudah sering Alex ajak untuk menemui kedua orang tuanya untuk memperkenalkan, namun Amara selalu menolak, tentu karena Amara tidak benar-benar serius pada Alex.


Alex yang memang pada awalnya tidak ingin memiliki komitmen yang lebih pada Amara, bahkan tidak ada niatan untuk menikah dengan Amara atau pun wanita lainnya, karena baginya jika menikah tidak akan membuatnya sebebas sekarang, yang bisa mencari wanita manapun untuk kepuasannya hasrat.


Namun saat mengenal Amara, dia sudah tidak pernah mencari wanita diluar sana dan hanya Amara, wanita yang selalu menemaninya tidur, dan ketika mendengar Amara


akan mengejar Marcell kembali, membuat ia meradang dan ingin segera menikahinya, namun sayangnya Amara selalu menolak, hingga akhirnya ia membuat rencana agar Amara tidak akan menolak menikah dengannya.


"Satu bulan! Setelah satu bulan ini aku akan membawa nya kepada mu, jadi berhentilah membawa wanita ke rumah ini dan memperkenalkan nya padaku !" Ucap Alex dan langsung melangkah ke kamar mandi, mengabaikan ibunya yang masih ingin berbicara.


Alex memijat pangkal hidungnya yang mengingat saat malam ia kembali berseteru dengan ibunya, namun ia tidak merasa bersalah, karena menurutnya ibunya lah yang salah yang tidak pernah mendengar apa yang ia katakan.

__ADS_1


"Kau tidak bekerja !" Tanya Ayah nya Alex.


Alex menggelengkan kepalanya "Tidak aku meminta cuti ku dua hari, ada hal yang harus ku lakukan


Ayah Alex mengangguk " Maafkan ibumu, dia hanya ingin kau cepat menikah !" Ucap ayahnya yang membuat Alex mengangguk lemah.


Sedangkan di perusahaan, Marcell yang sudah duduk di kursi kebesarannya yang terlihat fokus dalam bekerja, dikejutkan dengan suara pria yang sedikit berteriak padanya.


"Marcell....!" Panggil Reno sambil terkekeh melihat ekspresi Marcell yang kesal padanya.


Marcell berdecak kesal "Apa lau tidak bisa mengetuk pintu ?"


"Tidak, karena itu akan membuang waktuku!" Ucap Reno yang membuat Marcell mendengus kesal karena pagi-pagi ia harus mendengar alasan yang tidak logis dari Reno.


"Masuklah !"Ujar Reno pada seseorang di luar ruangan Marcell.


Pandangan Marcell pun tertuju pada wanita yang memasuki kantornya, wanita cantik dengan bentuk tubuh ideal, bahkan terlihat sexy, dan Marcell pun terus menatapnya, karena ia seperti mengenal wanita di hadapannya kini.


"Wah... Ternyata kau masih mengingatku!" jawabnya sambil tersenyum pafa Marcell.


"Sisca!" Ucap Marcell ketika ia mengingat nama wanita itu.


"Wah... Ternyata kau masih mengingatku!" jawabnya sambil tersenyum pafa Marcell.


"Aku kira kalian tidak akan mengingatku, tapi ternyata kalian masih ingat padaku!"


Marcell mengangguk "Kita dipertemukan lagi, ku kira kau akan menetap di Bali ?"


"Benar, tapi nyatanya kau malah kembali ke jakarta !" Lanjut Reno.


"Ya, awalnya memang seperti itu! namun aku berpikir untuk kembali ke jakarta, dan lagi aku ingin mencoba hidup mandiri, dan aku tidak menyangka hidup kalian sangat berbeda dari yang dulu, bahkan menjadi atasanku!" Ucap Sisca tersenyum senang kedua temanya sudah berubah..

__ADS_1


Sisca Aurelia, teman semasa kuliah mereka, namun Sisca lebih dekat dengan Reno, karena Marcell mengikuti program akselerasi, meski begitu saat mereka masih berkuliah, selalu bertemu dan menjadi akrab.


Sisca, adalah teman mereka yang tidak pernah membedakan status, untuk itulah dia jadi satu teman wanita mereka yang paling dekat.


"Aku tidak menyangka, kau Marcell punya latar belakang yang sangat luar biasa!" Lanjut Sisca.


Marcell tersenyum "Ya, aku pun tidak menyangka, baiklah, karena kita masih di jam kerja, jadi kita bahas pertemuan kita nanti saat istirahat, Reno kau tunjukan pada Sisca apa saja yang harus dia kerjakan, Sisca selamat bekerja !" Ujarnya pada Sisca dan Reno.


"Baiklah, ayo Sisca !" Ajak Reno.


Mereka berdua pun keluar ruangan Marcell dan berjalan ke arah meja sekretaris yang ada di depan ruangan Marcell.


"Ini mejamu, dan ini beberapa dokumen yang harus kau periksa dan kerjakan, jika ada yang tidak mengerti kau bisa bertanya padaku !" Ucap Reno pada Sisca.


Sisca mengangguk " Banyak sekali dokumennya!" keluhan saat Reno menunjukkan tumpukan dokumen yang berada di atas meja.


Reno terkekeh. "Ini sudah setengahnya aku dan Marcell kerjakan, karena beberapa hari kemarin tidak ada sekertaris disini, jadi menumpuk !" Reno menjelaskan pada Sisca mengapa dokumen banyak.


Sisca mengangguk mengerti " Baiklah, kurasa hari pertama ku akan bekerja keras !"


"Jangan khawatir, kita akan membantumu. ruangan ku di sana, jika ada yang ingin kau tanyakan kau bisa menemuiku!" Ucap Reno dan Sisca mengangguk.


Sementara itu, di kediaman Wijaya, Erick yang sudah bersiap pergi ke perusahaan dan akan menjenguk istrinya lebih dulu di penjara, karena sejak saat Anaya di bawa ke kantor polisi Erick belum sempat sekalipun untuk datang melihat keadaan Anaya.


Saat dia sudah didepan kantor polisi, Erick yang hendak keluar di urungkan karena melihat ada panggilan masuk di ponselnya.


Erick: Ada apa sayang, kau baik-baik saja? Apa Samuel berlaku jahat padamu lagi?


Wilona: Tidak ayah, dia sudah tidak marah, apa ayah menjenguk ibu?


Erick: Syukurlah, hmm ayah sudah di depan kantor polisi !

__ADS_1


Wilona : Beri salam dari ku, maaf aku tidak bisa menjenguknya saat ini, Samuel, dia melarangku keluar dari Apartemen hingga satu minggu !


__ADS_2