Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 159


__ADS_3

Tak lama ada seorang Pria berlari ke arah Ye Joon, dan mengatakan jika mobil yang di tumpangi oleh Marcel dan Nara di tabrak oleh mobil dalam perjalanan menuju kemari, mengakibatkan mereka masuk ke dalam rumah sakit, dan kini sedang dalam perawatan.


Kim Ye Joon yang mendengar itu, terduduk lesu, ia sangat shock mendapat kan kabar ini, cucunya harus kembali merasakan penderitaan, bahkan di negaranya sendiri.


Apa ini ulah anaknya, tidak ia harap begitu, ia berharap Do Yun tidak memiliki niat yang buruk seperti ini dengan menghilangkan nyawa seseorang.


Kim Ha Yoon mencoba menenangkan ayahnya dengan memberikan air putih untuk di minum ayahnya.


"Tenanglah ayah, kita berdoa agar mereka baik-baik saja!" Ucap Kim Ha Yoon.


Kim Ye Joon menolak air putih dari anak nya, ia berdiri dari sofa nya. "Siapkan mobil, kita ke rumah sakit!"


Kim Ye Joon berjalan di ke dalam rumah sakit dengan begitu takut dan cemas, berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap mereka, Marcel dan Nara, begitu juga dengan kedua bodyguard mereka.


Ye Joon ditemani oleh Ha Yoon, karena dia khawatir jika ayahnya datang seorang diri ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Ye Joon pada salah satu orang yang ia perintahkan untuk menjaga mereka.


"Kedua bodyguard mereka sedang dalam ruang operasi, begitu juga dengan Marcel dan Nara yang masih dalam penanganan dokter, hanya saja kami sangat khawatir dengan kondisi nona Nara, yang ternyata kini ia tengah mengandung."


Kim Ye Joon mendengar itu menegang, ini salahnya, pikirnya.


Mengapa ia meminta Nara datang ke korea, jika dia tahu sumber masalah Nara adalah di anaknya, disini, korea, apa Do Yun yang merencanakan ini, pikir Ye Joon.


"Tenang lah ayah, kita berdoa saja semoga mereka baik-baik saja." Ha Yoon yang setia menemani dan memegang Ye Joon.

__ADS_1


"Kabari keluarga nya. Dan cari tahu, apa ini kecelakaan atau memang di rencanakan !"Ucap Ye Joon pada pengawalnya.


"Kami sudah mengabari keluarga mereka di indonesia tuan besar, soal kecelakaan ini, kami pikir ini adalah sebuah rencana, karena begitu kecelakaan itu


terdengar, yang menabrak mobil yang di tumpangi nona Nara dan tuan Marcel, mobil nya kosong tidak ada pengemudi, saksi mata ada yang melihat jika orang yang membawa nya dengan menggunakan motor." Balasnya membuat Ye Joon mengepal kan kedua tangannya.


"Cari pelakunya sampai dapat, dan hukum dia, masukkan kedalam penjara aku tidak peduli jika itu Do Yun sekalipun !" Ucap Ye Joon, karena jika itu adalah ulah Do Yun, ia benar-benar sudah sangat keterlaluan, hanya karena harta ia berani melakukan hal keji seperti ini,


Indonesia.


Gio dan Sisca yang baru selesai melaksanakan resepsi pernikahan mereka, tiba-tiba mendengar berita buruk.


"Sisca maaf aku..?" Gio yang tak mampu berkata, karena dia harus meninggalkan Sisca di malam pertama mereka.


"Apa, kau meninggalkan aku, tidak sayang, setidaknya kau juga harus membawaku, aku juga khawatir dengan keadaan Nara !"Ucap Sisca membuat Gio tersenyum, karena pikirnya Sisca akan marah dan tidak mengizinkan Gio, jika dia akan pergi ke korea, sedangkan ini adalah malam pertama untuk mereka, namun ternyata Sisca ingin ikut melihat keadaan Nara dan Marcel.


"Mereka baik-baik saja bukan?" Safira yang terus bergumam, karena sangat mengkhawatirkan anak dan menantunya.


"Tenang lah, ayah yakin jika mereka kan baik-baik saja."Ucap Arya menenangkan Safira meski ia pun sangat khawatir.


Reno yang berada di depan merasakan kekhawatiran kedua orang tua Marcel, dia saja sebagai sahabat dekat Marcel merasa takut terjadi sesuatu yang buruk, namun ia terus berdoa agar mereka baik-baik saja.


Pagi hari, Nara dan Marcel sudah di dalam ruang perawatan. Marcel menerima banyak jahitan di punggung dan juga kakinya belum adanya luka memar yang ada di tubuhnya karena benturan yang cukup keras.


Sedangkan Nara, meski lebih banyak luka benturan, namun ia cukup beruntung tidak banyak luka di tubuhnya, hanya di bagian kepala yang terbentur keras dengan jendela kaca mobil, yang beruntung jendela itu cukup kuat hingga tidak pecah, karena jika pecah mungkin akan lebih buruk lagi keadaannya.

__ADS_1


"Bagiamana dengan kehamilan cucu saya dokter." Tanya Ye Joon saat dokter memeriksa mereka di pagi hari.


"Bersyukur dia tidak apa-apa, hanya saja jika di sudah sadar jangan banyak bergerak lebih dulu, dia mesti istirahat total, usahakan tidak turun dari ranjang nya, untuk luka nya juga tidak terlalu parah, sepertinya suaminya sangat melindungi istrinya, hingga ia yang mendapatkan luka yang cukup banyak." Jelas Dokter membuat Ye Joon tersenyum, ia cukup tenang setelah mendengar jika Nara juga dengan anak yang di kandung nya tidak terjadi apapun yang buruk.


"Marcel, pria ini sangat mencintai cucuku!" Ucap Ye Joon membuat dokter itu tersenyum.


"Maaf tuan. "Ucap seorang pengawal.


Ye Joon menatap pengawal itu, seolah bertanya ada app ia memanggilnya. "Keluarga tuan Marcel sudah tiba dan akan langung menuju rumah sakit. "! lanjutnya membuat Ye Joon mengangguk.


"Apa ada a yang menjemputnya di sana?"


"Ada beberapa bodyguard dari Tuan Marcel." Balasnya membuat Ye joon mengangguk.


Arya, Safira dan Reno yang tiba lebih dulu di korea, karena mereka menggunakan jet pribadi Admaja Company.


Mereka kini sudah berada di rumah sakit, bertepatan dengan sadarnya Nara.


"Ibu." Lirih Nara ketika ia membuka mata dan yang pertama kali ia lihat adalah ibu mertuanya, ia ingat jika malam tadi ia dan Marcel mengalami kecelakaan yang cukup parah, mendengar Nara memanggilnya membuat Safira menghampirinya.


"Ini ibu sayang, apa ada yang sakit. katakanlah?" Ucapnya membuat Nara menggelengkan kepalanya.


"Anak ku bu, dan Marcel apa dia baik-baik saja?" Ucap Nara singkat karena belum bisa berbicara banyak.


"Dia kuat, sama halnya seperti ibunya, dan juga ayahnya, hanya hanya di belum bangun dari tidurnya." Ucap Safira sambil menunjuk ke arah samping Nara, di sana ada Marcel yang masih memejamkan matanya, dengan selang infus dan oksigen yang melekat di hidungnya.

__ADS_1


Nara tersenyum melihat suaminya ada disampingnya, namun hati nya juga merasa sakit, karena melihat banyaknya luka di tubuh suaminya, karena saat kejadian Marcel memeluk dirinya dengan erat, tanpa peduli banyak benturan yang dia rasakan juga sobekan akibat benda di dalam mobil.


Bangun lah hubby, terimakasih sudah menjaga kami. Batin Nara..


__ADS_2