
"Ya, itu bagus bukan ?" Jawab Ye Joon membuat Do Yun mengepalkan tangan nya, namun ia tidak bisa membantah, karena itu malah akan membuat ayah nya curiga.
"Baiklah jika begitu aku akan kembali keruangan ku !" Ucap Do Yun pada Ye Joon.
Setelah kepergian Do Yun, Ye Joon memanggil asisten sekaligus sekretaris pribadinya."Bom Seok, kau sudah mengatur jadwal ku dengan pengacara bukan?"
"Sudah tuan, seperti keinginan tuan, dia akan ke tempat yang sudah kita janjikan."
"Bagus, jangan biarkan Do Yun mengetahuinya, jika
dia tahu, mungkin akan membuat masalah lain, atau malah membuat ia semakin membahayakan Nara!"
"Jadi kau sudah putuskan akan membawa Nara ke korea!" Ucap paman Drax di sebrang telepon nya.
"Hmm, karena kakeknya akan mempercepat pembagian waris yang harus ia dapatkan, terlebih mungkin jika dia disini itu akan membuat dia lebih aman !" Jelas Marcel.
Paman Drax mengangguk mengerti. "Baiklah aku akan segera siapkan penerbangannya." Balas paman Drax dan Marcel pun menutup teleponnya.
"Semoga ini adalah awal dari kebahagian mu sayang !" Gumam Marcel sambil menggenggam erat ponselnya.
Nara ia tidak tahu apa-apa, ia hanya ingin bisa hidup tenang dan tahu siapa keluarga nya.
"Kim Ye Joon malam ini dia akan menemui pengacaranya." Ucap Kendrik melaporkan nya pada Marcel.
"Kau tahu Ken, ku rasa Nara tidak akan mau menerima itu semua, apa lagi jika dia mengetahui scandal nenek nya!" Ucap Marcel pada Kendrik.
Kendrik mengangguk." Dan lagi nona Nara tidak tahu apa-apa, tapi apa dia harus menderita, mereka terlalu kejam menurutku?" Kendrik yang mengutarakan pendapatnya.
Marcel mengangguk." Harapan dia hanya ingin bisa hidup dengan tenang, tidak lagi di bayang-bayang oleh masalah yang akan terus menimpanya."
"Dan Erick Wijaya, dia lah yang mesti medapat semua balasan atas masalah ini, dan hak Nara yang justru ada di tangan Erick, aku harap Gio akan cepat mendapat informasi mengenai pengacara Wijaya, agar kita bisa menjebloskan nya ke dalam penjara berikut dengan anak dan istrinya!" Lanjut Marcel yang sangat membenci keluarga Wijaya.
__ADS_1
"Kau benar, aku akan membantu Gio agar ceoat mendaoat informasi pengacara itu, agar kita bisa menyelasaikan nya dengan cepat bukan ?" Ucap Kendrik membuat Marcel mengangguk.
"Terimkasih."
"Hmm itu sudah tugas ku !" Balas Kendrik membuat Marcel tersenyum.
"Ah aku rasa sekarang istriku tengah kesal padaku !" Gumamnya yang terdengar Kendrik yang di balas kekehan kecil.
Jakarta.
"Jadi itu hanya bentuk kerja sama, kau yakin?" Tanya Erick yang menadapat telepon dari Do Yun.
"Hhmm, lalu bagaimana dengan kau, apa kau mendapat informasi lain ?" Tanya Do yun.
Erick tersenyum tipis. " Aku hanya mendapat informasi jika Nara kini di jaga sangat ketat, Do Yun, jika kau pintar kau akan bisa menangkap maksudku!"
"Apa maksudmu mereka sudah mencurigai kita, atau bahkan sudah mengetahui semuanya ?" Tanya Do Yun dengan rasa kesal nya.
Sialan, jika sampai ayah membohongiku, aku akan mmebongkar scandal nya!
"Do Yun. Kau masih mendengar ku, dengarlah, jika prediksi ku benar mungkin Nara akan di bawa ke korea ?"
Do Yun pun terlihat menyeringai. " Baiklah sekarang aku mengerti, aku akan membuat pesta kejutan untuk keponakan ku itu, benar bukan?" Tanya Do Yun yang membjat Erick tersenyum tipis.
"Buatlah pesta yang meriah, dan aku akan datang menghadirinya !" Ucap Erick, dia sudah tidak sabar akan hal ini, mereka akan mepercepat, maka dia dan Do Yun pun akan lebih bergerak dengan cepat.
Seorang yang lahir dari wanita yang penuh dengan skandal, bagiku itu tidak layak mendapatkan kebahagiaan, jangan bicara soal keserakahan, tapi itu semata aku hanya untuk menghargai ibuku yang sudah berada surga.
Kim Ye Joon, kau ayah ku yang bodoh, ku kira wanita itu sama, hanya ingin mendapatkan harta, aku tidak percaya jika semua itu buka sebuah kesengajaan, meski aku tidak dewasa saat itu, namun aku mengerti bagaiamana sikap orang dewasa.
Kau hanya ingin bertanggung jawab, itu boleh saja, tapi tidak dengan membagi warisan mu padanya !
__ADS_1
Semua ini, hanya boleh berpindah tangan padaku
saja, tidak dengan di bagi yang lain!
Kim Do Yun yang merasa tersakiti sejak dulu, karena perselingkuhan ayahnya dengan skretarisnya, manyakiti ibunya maka dirinya pun tersakiti, dia tidak percaya dengan penjelasana ayahnya. Jika itu adalah ketidak sengajaan Ye Joon dengan sekretarisnya karena minuman alkohol, yang jelas, baginya selingkuh tetap lah selingkuh.
Bogor.
"Pergi kemana paman, korea? Untuk apa ?Tanya Nara heran mengapa dia tiba-tiba akan berangkat ke korea.
"Nanti nona akan tahu disana, dan Marcel juga sudah berada disana." Jelas paman Drax lagi membuaf Nara kembali terkejut.
"Jadi Marcel bukan ke keluar kota melainkan ke luar negri, korea?" Tanya kembali Nara membuat orang- orang yang mendengar mya mengangguk lemah.
Safira yang tidak enak karena juga ikut membohingi menantunga pun mendekat dan memeluk nya. "Ada hal yang tidak bisa kita katakan, tapi ibu harap kau akan mengeti nak, Marcel terpaksa karena ini juga menyangkut keselamtanmu!"
"Dan sekarang mungkin sudah saat nya kau tahu, karena Marcel akan membamu ke korea !" Lanjut Safira lagi membuat Nara terdiam.
"Tapi,.apa Marcel harus menyembunyikan nya dari ku. Aku tidak selemah itu, aku bahkan malah menjadi kepikiran karena Marcel menyembunyikan sesuatu dari ku ." Ucap Nara. "Aku tidak marah Bu, aku hanya kesal saja !"Lanjut nya lagi.
Citra melihat itu pun tidak tega pada sahabatnya, memang benar Nara adalah wanita yang kuat, namun karena kondisinya yang sedang hamil memaksa mereka untuk tidak berkata banyak hal, karena memang ibu hamil yang biasa suka berubah mood nya dan mungkin akan membahayakan dirinya.
"Sabar lah, Rara mungkin Marcel melakukan hal ini hanya semata agar tidak terjadi apapun padamu! Kita yang berada di sekeliling mu saja khawatir apa lagi suamimu." Ucap Citra mencoba menenangkan sabahat yang sedang hamil muda itu.
Nara pun mengangguk."Hmm aku mengerti, maaf aku hanya kesal saja !" Balas Nara.
"Sudah, kita makam malam yuk, bukankah kau tadi ingin ibu buatkan nasi goreng sea food ?" Ajak Safira membuat Nara tersenyum meski di dalam hatinya masih merasa kesal.
Kesal karena mungkin semua orang menganggapnya lemah.
Rencana dan kepergian Marcel ke Korea ternyata malah di ketahui oleh Do Yun yang mendengar jika perusahaan Kim Meesha kedatangan seseorang yang berpengaruh di indonesia, Admaja Company.
__ADS_1
Ya Do Yun tahu jika suami dari Nara adalah CEO Admaja Company, hingga ia segera menghubungi Erick dan memberitahu semuanya, jika Marcel tengah di korea untuk melakukan kerja sama dengan Ye Joo, namun Do Yun dan Erick, mereka tidak percaya begitu saja, karena mereka yakin jika Marcel, mungkin sudah mengetahui jika Ye Joon adalah kakek dari istrinya. Mereka pun merancang sebuah rencana di korea karena mereka menebak kemungkinan Nara pun akan datang ke korea.