
Nara tidak pernah menolak apapun perintah dari suami atau dari kedua mertuanya, karena itu juga demi kebaikan nya.
Saat mereka akan memasuki Villa, Pak Amir Ayu beserta ibunya datang menyambut mereka.
Kedua orang tua Ayu tersenyum dengan keharmonisan Marcell dengan istrinya, sedangkan Ayu ia sejak tadi ia memilih menunduk.
"Selamat datang, tuan, nona dan nyonya besar." Sambut Pak Amir mewakili istri dan anak nya.
Safira tersenyum. "Apa kabar pak Amir dan keluarga, aku sudah lama tidak datang kemari, terimakasih sudah menjaga Villa ini."
Pak Amir tersenyum. "Sama-sama nyonya itu sudah tugas saya, kabar kami baik, alhamdulillah. " Jawab Pak Amir.
"Ya sudah kami masuk dulu. " Pamit Safira dan segera masuk ke dalam Villa.
Villa yang kini lebih berbeda dengan banyak nya bunga mawar dan tulip, dan juga penjagaan yang ketat di setiap sudut adanya pengawal yang menjaga, saat mereka masuk pun, sudah ada beberapa pelayan yang akan melayani mereka.
"Ibu pikir keluarga Pak Amir yang akan melayani kita Marcell ?" Tanya Safira..
"Tidak bu, ada suatu alasan yang tidak bisa Marcell ceritakan sekarang, jadi Marcell lebih memilih mereka, lagi pula mungkin mereka memiliki pekerjaan lain." Jawab Marcell. Safira pun mengangguk membenarkan.
Alasan, alasan apa yang di maksud Marcell ? Safira yang penasaran.
"Kalian beristirahat lah dan cari kamar untuk kalian." Ujar Marcell pada Gio, Sisca dan juga Kayla.
Sedangkan Marcell membawa istrinya menuju kamar nya, begitu juga dengan Safira yang masuk kedalam kamar nya. Beristirahat sejenak, sebelum mereka akan makan siang.
Makan siang yang sudah di siapkan oleh para pelayan di Villa, Marcel, Nara, Safira, Gio dan Sisca sudah berada di meja makan dan kini mereka tengah menikmati makan siang.
Setelah makan siang, Nara bersama dengan Kayla dan juga Sisca berjalan - jalan di pekarangan Villa yang sudah di tanam bunga mawar dan tulip dengan berbagai warna.
__ADS_1
Kayla yang berada tidak jauh dengan Nara dan Sisca, melihat mereka dengan mata yang tetap mengawasi sekitarnya, meski di sekitar mereka sudah banyak pengawal yang sudah di siap kan oleh tuan Drax dan juga Gio, namun Kayla sebagai pengawal pribadi Nara tetap mengawalnya dengan penuh ketelitian dan kesiagaan.
"Kau sangat menyukai bunga, Ra?" Tanya Sisca pada Nara.
Nara mengangguk. "Hmm suka, dan kedua bunga ini yang aku suka, aku tidak menyangka Marcel akan mengabulkan keinginanku." Ucap Nara tersenyum sambil menatap bunga - bunga dihadapan nya.
"Kau beruntung memilikinya Ra, Marcel pria yang banyak di sukai wanita, termasuk aku yang dulu juga menyukai nya, namun kini sudah ada seseorang yang mengisi hati ku." Ucap Sisca membuat Nara tersenyum dan mengangguk.
"Gio ya, aku tidak menyangka kalian akan berjodoh secepat ini." Tebak Nara.
Sisca mengangguk. "Hmm dia pria agresif yang tiba- tiba mengajak ku menikah." Ucap Sisca sambil terkekeh mengingat bagaimana Gio meyakinkan dirinya menikah dengan nya.
"Kalian akan segera menikah ?" Nara terkejut karena hubungan mereka sudah sejauh ini.
Sisca mengangguk. "Saat ini kami sedang menyiapkan pernikahan kami, dan tepat nya bulan depan kami akan menikah."
Nara tersenyum senang. "Selamat ya, semoga semua berjalan dengan lancar. "Sisca pun tersenyum dan meng amini doa Nara.
"Untuk itulah Marcel memilih pelayan yang disiapkan oleh paman Drax yang juga di bantu Gio, lagi pula mereka juga sudah terlatih dan berpengalaman."
Safira mengangguk, sedangkan Gio sejak tadi hanya menyimak saja, Gio juga merasa kagum karena Marcel bisa berpikir jauh, dengan menghindari masalah yang kemungkinan akan terjadi.
"Syukurlah kau bisa berpikir jauh tapi ibu lihat tadi Ayu tidak banyak bicara ?"
Marcel mengangkat kedua bahunya, karena dia tidak memperhatikan Ayu. "Aku tidak tahu, mungkin karena waktu aku dan Nara akan pulang, dia sudah sadar akan kelakuan nya yang tidak baik. " Safira pun mnegangguk dan kini pandangan nya mengarah ke arah Nara dan kedua wanita yang bersama nya.
"Istrimu terlihat sangat senang, apa kau sudah memberitahu jika semua ini sudah menjadi milik nya?"
Marcel tersenyum." Belum bu, karena belum sempat dan juga lupa, hehe, karena setiap bersama dengan Nara aku selalu ingin memanjakan nya.
__ADS_1
Safira dan juga Gio hanya tersenyum saja, karena mereka tahu bagaimana Marcel memperlakukan Nara.
"Bu, Gio juga akan segera menikah dengan Sisca." Lanjut Marcel membuat Safira menatap Gio.
"Benarkah?" Tanya Ellean pada Gio.
Gio mengangguk dan tersenyum. "Iya, doakan saja, jika rencana pernikahan kami akan berjalan dengan lancar." Safira tersenyum mengangguk, begitu juga dengan Marcel.
"Lalu kapan kau menikah Reno ?" Tanya Arya di sela perjalanan nya menuju perusahaan. Setelah mendengar cerita Reno jika Gio akan segera menikah dengan Sisca.
Reno yang sedang menyetir hanya terkekeh, dan bingung mau menjawab apa, terlebih dia juga merasa kesal jika di tanya soal pernikahan, tapi karena ini yang bertanya adalah Arya, bos besar nya, dia tidak bisa kesal atau marah pada nya.
"Sebenarnya aku juga ingin secepat nya menikah Om, tapi belum ada calon nya. " Jawab Reno sambil tersenyum malu.
Arya mengangguk. "Bukankah kau bersama Citra?"
Reno tersenyum. "Kami baru dekat, dan juga baru mengenal, hubungan kami hanya sebatas teman." Jaba Reno karena memang mereka belum sedekat yang dipikran orang sekitar nya.
"Loh, Gio saja baru mengenal Sisca, tapi sudah berani mempersunting nya, justru jika kau lama bergerak, mungkin Citra akan di ambil pria lain, bagi saya Citra terlihat baik, apalagi dia sahabat Nara menantu ku." Arya yang memberikan pendapat nya membuat Reno hanya mengangguk saja.
Reno dan Marcel sebenarnya memiliki sikap yang hampir sama mengenai jatuh cinta pada wanita, sulit untuk jatuh Cinta, dan jika sudah jatuh cinta akan susah untuk menghilangkan, kecuali jika sudah di kecewakan.
"Doa kan saja Om, jika kita berjodoh, mungkin nanti ada jalan nya. " Balas Reno dan Arya hanya mengangguk.
"Apa kau sudah mendapatkan informasi nya?"
"Sudah tuan, dan semua informasi sudah ku kirim lewat email. "
"Baguslah, selanjutnya jalankan rencana awal kita, tapi ingat jangan sampai fatal, kita hanya memberikan sebuah peringatan, jika kedepan nya dia akan merasakan lebih dari ini !"
__ADS_1
"Maksud anda agar dia berhati-hati ?"
"Hahaha mungkin, namun lebih tepat nya agar dia bisa merasakan semua penderitaan yang aku alami karena kedua orang tuanya dan juga putri ku yang menderita karena dia memberontak pada perintahku, penderitaan yang dia alami akan di rasakan dengan cara perlahan, Jeno, kita tidak bisa membuatnya terluka parah, karena kita masih membutuhkan nya karena itu adalah sebagai salah satu syarat dari mereka, untuk membuka gerbang kita menuju kesuksesan, jadi kita hanya buat dia sedikit menderita, kita buat orang yang di sekitarnya membeci dirinya."