Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 92


__ADS_3

"Ck, aku tidak tahu di mana dia tinggal !" Hingga akhirnya dengan terpaksa Gio membawa Sisca ke apartemennya.


Gio membawa Sisca ke apartemennya dalam keadaan tidak sadarkan diri, namun dalam perjalanan Gio juga mencoba menghubungi Reno, dengan harapan Reno mengetahui alamat dimana Sisca tinggal, agar dia tidak membawanya ke apartemennya.


Reno: "Untuk apa kau menanyakan alamat Sisca?" Reno yang heran Gio di malam hari menanyakan tempat tinggal Sisca.


Gio: "Aku menemukan dia club malam dalam keadaan tidak sadarkan diri, dia mabuk, untuk itulah aku ingin mengantarkan nya pulang, dan bertanya pada mu dimana alamatnya!" Jelas Gio pada Reno.


Reno: "Aku tidak tahu, bawa saja ke tempatmu lebih dulu!" Jawab Reno terkekeh. " Jangan macam - macam padanya!" lanjut Reno mengingatkan Gio.


Gio: "Ck, ya sudah !" Gio menutup sambungan teleponnya, karena sedikit kesal jika Reno ternyata tidak tahu alamat rumah Sisca.


Reno di sebrang sana menggelengkan kepalanya lemah setelah berbicara dengan Gio di telepon. Reno merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan mata yang menatap langit - langit kamarnya.


"Sebesar itukah kau mencintai Marcell ?" Gumam Reno, dia tidak menyangka Sisca bisa sampai mabuk seperti ini, mungkin untuk melampiaskan perasaannya yang tidak pernah terbalas atau untuk membuat hatinya sedikit tenang dengan mabuk.


Namun jika di pikir itu juga bukan salah Marcell, karena Marcell sejak dulu memang hanya menganggapnya teman biasa dan bahkan Marcell tidak tahu jika Sisca menyukainya, bahkan dirinya pun baru mengetahui nya saat ini, Sisca begitu pintar menyimpan perasaan nya.


"Seharusnya kau ungkapkan sejak dulu, mungkin saat ini kau bisa menerima Marcell dengan wanita lain Sisca !" Lirihnya merasa kasihan pada Sisca.


"Ck, aku tidak mengerti tentang cinta, cinta membuat kita bodoh !" Decak kesal Reno, sambil menggelengkan kepalanya. Reno kesal karena Sisca bisa memendam perasaan pada Marcell hingga selama itu dan belum bisa move on sampai saat ini.


Reno pun menarik selimutnya dan memilih memejamkan matanya dan berharap dapat bermimpi dengan indah.


Tak lama Gio sudah sampai di apartemennya, di gendong nya Sisca di posisi depan ala bridal style.


Sisca dalam gendongan Gio tiba-tiba membuka matanya. Sisca menelisik siapa yang mambawa nya.

__ADS_1


"Siapa kau?" Tanya Sisca sedikit lirih.


Gio yang sadar Sisca terbangun tersenyum tipis. "Kau tidak ingat aku?" Jawabnya dengan terus melangkah menuju apartemennya yang sudah tidak jauh lagi.


Sisca menggelengkan kepalanya. "Kau tampan, tapi lebih tampan Marcell !" Jawabnya dengan terkekeh mengingat wajah Marcell.


Gio berdecih. "Jadi kau mabuk seperti ini karena Marcell !" Tanya Gio sambil membuka pintu apartemen nya, dan setelah terbuka Gio pun masuk dan membawa Sisca ke dalam kamarnya.


"Ya dia menikah dan akan go publik, hahaha aku sudah tidak akan memiliki kesempatan, hiks mengapa perasaan ku tidak pernah di balas, apa aku salah telah mencintainya ?" Sisca yang meracau membuat Gio menggelengkan kepalanya.


"Tidurlah kau mabuk Sisca!" Ujar Gio dengan membaringkan Sisca di tempat tidurnya dan sekita Sisca menggelengkan kepalanya, dia berniat bangkit dari tempat tidur Gio dan menatap Gio dengan mata yang menyipit, dia pun mencoba mendekati Gio.


Gio tetap memperhatikan Sisca, dia membiarkan Sisca dan ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh wanita menyebabkan ini dalam keadaan mabuk, namun tiba-tiba ia membelalakkan matanya, saat Sisca yang berniat turun dari tempat tidur dan malah memuntahkan isi perut nya di tubuh Gio.


Gio berdecak kesal dan mendorong Sisca hingga kembali berbaring di tempat tidurnya dengan sedikit kasar.


Gio berjalan ke arah lemari pakaian dan memilih pakaian untuk nya, hingga tangannya terhenti dan melirik Sisca dengan baju yang basah karena juga terkena tumpahan nya sendiri.


Gio berdecak kesal dan diraihnya baju untuk untuknya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lebih dulu.


Tak lama dia sudah membersihkan diri dan kini ia sedang menatap Sisca yang terlihat tertidur pulas tanpa risih dengan pakaian kotor dan basahnya.


Gio pun berbalik berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil satu buah kemeja putih nya dan berjalan berbalik ke arah Sisca.


"Jangan menyalahkan ku, aku terpaksa melakukan ini !" Dengan susah payah Gio membuka pakaian Sisca, dengan nafas memburu menahan gejolak dalam dirinya dan dengan sedikit menutup matanya agar tidak melihat kedua aset kembar milik Sisca yang terbungkus oleh kain hitam.


Namun Gio tidak bisa dengan jelas melihat untuk mengganti pakaian Sisca hingga akhirnya dia tetap membuka matanya, beberapa kali di harus menelan ludahnya sendiri karena harus melihat tubuh mulus Sisca yang hanya menggunakan CD dan Bra, karena harus menahan apa yang sedang di rasakan oleh nya kini, Gio lelaki normal yang mendambakan tubuh wanita dan Sisca membuat dirinya tersiksa karena harus menahan apa yang ada di bawah sana yang sudah berdiri tegak.

__ADS_1


"Ck, kau benar-benar menyebalkan Sisca, untungnya aku bukan lelaki yang bejat!"


Setelah selesai mengganti pakaian Sisca, dia pun memposisikan Sisca untuk tidur dengan benar lalu menyelimutinya. Gio pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan apa yang sudah dia tahan sejak tadi.


Saat ini Gio berada di luar kamarnya, dia berniat tidur di sofa panjang di depan TV.


Gio memikirkan bagaimana ekspresi Sisca ketika terbangun di esok hari, Gio pun berdecih karena sepertinya tahu jika Sisca pasti akan memarahinya.


Tidak mau memikirkan yang belum terjadi Gio pun menutup matanya dan tertidur.


Pagi hari Sisca sudah terbangun, matanya menatap sekelilingnya kamar yang asing baginya, dia terduduk dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.


"****, sakit sekali." ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Dimana ini ?" Lirih nya.


"Kau bangun, tidurmu nyenyak nona?"


Mendengar suara pria yang Bertanya padanya sontak membuat Sisca terkejut dan melihat siapa pria yang bertanya padanya.


"Kau, siapa kau ?" Tanya Sisca yang tidak mengingat Gio. Sisca pun melihat dirinya yang sudah berganti pakaian dengan memakai kemeja putih milik pria di hadapannya kini.


"Kau, apa yang kau lakukan padaku hah!" Geram Sisca dengan air mata yang menetes, karena berpikir pria yang ada di hadapannya sudah melakukan apapun pada tubuh Sisca.


Gio hanya berdecak kesal dan menatap Sisca yang menangis. "Apa kau merasakan ada yang aneh dengan tubuhmu, oh apa kau sudah tidak virgin ?" Ucap Gio dengan senyum seringainya pada Sisca.


Kedua bola mata Sisca membola mendengar perkataan Gio. "Kau dasar pria brengsek, tentu aku masih Virgin, aku menjaga nya untuk suamiku kelak !" Kesal Sisca dan kemudian ia menyadari dengan apa yang di katakan oleh Gio.

__ADS_1


__ADS_2