Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 165


__ADS_3

"Sabarlah sayang, ingat lah anak kita, kau tidak boleh terlalu marah, percayakan semua padaku, dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal !" Ujar Marcel menenangkan Nara.


"Dia pembunuh Hubby aku tidak mau melihat nya lagi, di mesti di hukum !" Lirih Nara dalam pelukan Marcel yang terlihat melemah karena kondisinya yang belum- belum stabil.


Marcel mengangkat Nara dan menidurkan nya di kamar sebelah di temani oleh Sisca yang bersama dengan Gio.


"Tolong temani dia Sisca." Ucap Marcel pada Sisca yang di angguki oleh nya, Nara yang terlihat terus menangis.


Sementara itu pengacara Ridwan mencecar Erick dengan rasa kesal yang ada di hati nya, karena dia terlalu percaya pada Erick hingga membiarkan Nara tinggal bersama dengan nya, namun nyatanya, itu hanyalah alibi Erick agar harta Ferry terus berada adanya dan tidak beralih pada Nara.


"Untuk hal ini sesuai apa yang ada di surat waris, aku akan memberikan semua aset yang kau miliki kini menjadi atas Kinara Wijaya, kau tidak bisa membantahnya, karena ayahmu sudah menulisnya dengan jelas !" Ucap Pengacara Ridwan yang di tatap tajam oleh Erick Wijaya.


"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi, semua sudah menjadi milikku!" Sergah Erick tidak terima jika Aset Wijaya Grup berpindah pada Nara.


"Jangan berharap Erick, bahkan kau akan masuk ke dalam penjara bersama istrimu, dengan bukti rekaman ini, jadi terima saja hukuman mu, terlebih kau sudah beberapa kali mencoba mencelakai istriku dan terakhir kecelakaan yang terjadi tempo hari yang membuat rekan kami meninggal!" Marcel yang datang dengan aura berbeda, setelah membiarkan Nara beristirahat, ia harus pastikan Jika Erick beserta keluarga nya lah yang akan menderita, seperti apa yang di rasakan oleh Nara.

__ADS_1


"Kau tahu, dengan apa yang menimpamu sekarang, kau malah membuat anak mu merasakan penderitaan Nara, ah itu juga karena keinginan mu sendiri bukan?, jadi nikmati tidur mu di hotel prodeo bersama dengan istrimu!" Lanjut Marcel membuat Erick mengingat anak nya, Wilona.


Wilona yang sudah berharap semua akan berjalan dengan lancar dan akan segera berpisah dengan Samuel, namun nyatanya, itu hanyalah angan-angan nya saja, saat ini dia akan terus terikat dengan Samuel.


Wilona, maafkan ayah yang gagal dalam hal ini, ayah harap kau akan hidup bahagia.


"Dan sekarang, bekerjasama lah dengan kami, Kim Do Yun, kau bersekongkol bukan dengannya, aku ingin kau katakan semua rencana mu dengan nya ?" Erick menatap pria tua di hadapannya, ia pun tersenyum miring.


"Ya, itu karena dia yang memintaku melakukan semua ini, dan juga bentuk terimakasih ku atau mungkin sebuah ancaman darinya, jika aku tidak ingin mengikuti apapun perkataanya, karena apa yang sudah ku lalukan pada Kenzo dan Selena, hingga mereka meninggal hingga akhirnya hanya di sebut sebagai kecelakaan biasa, padahal jelas bukti saat itu ada, namun entah apa yang dia lakukan, hingga aku dan Anaya tidak masuk ke dalam penjara !" Ucap Erick yang mulai sedikit melunak, entah mungkin dia sudah menyerah, atau karena dia mengingat Wilona.


"Kau tahu, anda telah salah jika mempercayai Kim Do Yun, dia tidak pernah berniat untuk membagi bagiannya padamu, Kim Do Yun hanya memanfaatkan mu !" Jelas seorang wanita yang sangat mengenal Kim Do Yun.


"Siapa kau?" Tanya Erick Wijaya.


"Aku Aeri kekasih gelapnya Kim Do Yun, dia selalu menceritakan semuanya padaku, dan mungkin dia sekarang berada dalam perjalan menuju kemari, dan segera mendapatkan hukuman sama seperti mu!" Jelas Aeri.

__ADS_1


Aeri setelah di buang oleh Kim Do Yun, ia tidak terima begitu saja, siapa yang salah dan siapa yang mesti tersingkir, jelas bukan dirinya, dan kini ia memilih untuk berdiri di belakang Kim Ye Joon, agar bisa menjebloskan Kim Do Yun ke dalam penjara, beserta beberapa bukti yang ia miliki sebuah chat, dan rekaman saat menelpon, Aeri menyimpan semuanya jika hal ini terjadi, dan jika ia ikut terseret ke dalam penjara, mungkin semua akan ringan karena dia membantu untuk mengungkapkan semua bukti yang selalu di hilangkan oleh kim Do Yun.


Erick Wijaya menarik sudut bibirnya, namun pandangan mata ya terlihat sebuah kemarahan dan juga menyesal, jika dulu ia tidak menerima semua kesepakatan yang Do Yun minta, dia tidak akan berakhir seperti ini. Meski dia harus berurusan dengan pihak kepolisian, namun bukankah dengan uang itu bisa selesai dengan cepat, seperti apa yang di lakukan oleh Kim Do Yun.


"Aku tidak tahu siapa kau, tapi aku benar-benar kecewa dan marah karena kau dan Do Yun bekerjasama untuk membuat cucuku menderita, kalian benar-benar harus mendapatkan hukumannya, kalian adalah orang serakah yang menginginkan Harta yang bukan hak kalian, jika kalian bisa menerima dengan ikhlas apa yang sudah di tetapkan, mungkin.kalian bisa hidup lebih baik dan tidak berkahir di dalam jeruji besi.!"


"Kim Do Yun,saat ini sudah tertangkap dan di bawa langsung ke penjara, karena dia kedapatan tengah membuat orang yang menabrak mobil cucuku untuk pergi!" Lanjut Kim Ye Joon pada Erick dan semua nya, setelah mendapat laporan dari anak buah nya.


Aeri terkejut ia kira jika Do Yun akan datang kemari lebih dulu, namun nyatanya, Kim Ye Joon langsung meminta pihak polisi untuk menangkapnya di tempat yang Aeri sebutkan...


"Lalu bagaimana dengan ku, apa tuan akan menangkap ku juga?" Tanya Aeri dengan sedikit takut.


"Aku ingin, namun karena kau membantu ku, maka kau akan bebas, hanya saja aku minta untuk kau tidak lagi muncul di hadapanku, pergilah, dan tinggalkan semua bukti yang kau miliki disini!" Ucap Ye Joon di angguki oleh Aeri.


Aeri pun pergi dari tempat itu ia benar-benar sudah tidak peduli dengan hidup Kim Do Yun, karena pria yang sering tidur dengan nya saja sudah tidak peduli padanya, jadi untuk apa dia peduli, dia bisa menjadi lebih kejam pada orang yang menjahatinya, dan dia melakukan semua ini juga dengan alasan agar Kim Ye Joon tidak ikut menyeretnya masuk ke dalam penjara.

__ADS_1


"Baiklah, semua sudah berkahir, dan Reno kau dan juga dengan beberapa bodyguard The Admaja, kalian kembali ke indonesia secepatnya, agar Erick bisa segera di proses hukum, dan juga tangkap Anaya, dengan bukti yang kita miliki, aku akan segera menyusul, setelah semua urusanku disini selesai !" Titah Marcel yang di angguki Reno.


Reno tersenyum ke arah Erick. "Baiklah, kita pulang dan jemput istrimu, agar bisa sama-sama pergi ke hotel prodeo." Ucap Reno pada Erick yang menatap nya dan beralih menatap ke arah Marcel.


__ADS_2