
"Di dekat sini ada restoran, kita bisa makan siang disana!" Ujar Gio mengusulkan restoran dekat dengan gedung mereka. Marcell dan Arya setuju, begitu pun dengan Drax dan juga Kendrik.
Mereka pun keluar gedung dan berjalan ke sebuah restoran yang memang dekat dengan tempat mereka dan dengan segera memesan makanannya.
Setelah selesai makan, Arya bertanya pada Marcell. "Kau akan ke perusahaan ?
Marcell sejenak berpikir dan lalu menggelengkan kepalanya. " Tidak, aku akan langsung pulang saja, lagi pula Reno sudah menghandle semua pekerjaan ku !"
Arya mengangguk. " Jika begitu lebih baik kita menjemput istri-istri kita, bukankah mereka sedang berada di mall. !" Usul Arya yang membuat Marcell mengangguk semangat.
Gio dan kedua orang lainya hanya tersenyum mendengar interaksi ayah dan anak. Mereka sangat kompak. Pikir mereka bersamaan.
"Aku akan menghubungi Nara lebih dulu!" Pamit Marcell dan sedikit menjauh dari meja mereka.
"Sepertinya tuan akan segera menjadi kakek !" Celetuk Drax.
Arya mengangguk. "Itu yang aku dan istriku harapkan, Kami ingin cepat mendengar tangis dan tawa seorang anak di mansion, bahkan menggendongnya dan mengajaknya bermain !" Jawab Arya yang sangat menantikan kehadiran seorag anak dari Marcell dan Nara.
Drax dan yang lainnya ikut tersenyum mendengar perkataan Arya, saat Tuan besar mereka membicarakannya seorang cucu yang suatu saat akan hadir di hidup mereka, Arya terlihat sangat bahagia apa lagi jika memang sudah ada anak dari Marcell dan Nara mungkin Arya akan semakin merasa bahagia begitu pun juga dengan Safira.
"Lebih baik kita makan siang lebih dulu!" Ujar Arya karena melihat jam yang melingkar di tanganya sudah melebihi waktu makan siang.
"Ah iya, ini sudah lebih dari waktu makan siang, tidak terasa kita sudah membicarakan hal ini cukup lama!" Tambah Marcell.
Mereka memaklumi, karena mereka sudah cukup lama tidak lagi menggendong anak kecil karena mereka hanya memiliki Marcell dan tidak memiliki anak lagi.
Tak lama, Marcell pun kembali duuk di kursinya.
__ADS_1
"Mereka masih disana ?" Tanya Arya.
Marcell mengangguk." Hmm, sedang menemani ibu berbelanja!"
"Ya sudah kita langsung saja, sudah tidak ada lagi yang akan kalian bahas bukan ?" Tanya Arya.
"Tidak ada Tuan, mungkin nanti saat di lapangan saja, untuk saat ini, mengenai persiapan biar kami saja yang mengurusnya !" Jawab Drax.
Marcell dan Arya mengangguk." Baiklah kami pamit lebih dulu!" Ujar Marcell sambil berdii di ikuti Arya dan yang lainnya.
PERUSAHAAN ADMAJA COMPANY.
Reno yang baru selesai makan siang dan berniat kembali masuk ke ruangannya, namun ia urungkan karena melihat Sisca yang terlihat sedang menangis.
Reno menghampiri Sisca. " Sisca ?" Panggil Marcell.
"Ah ya, ada apa Reno ?" Tanya Sisca, sambil menetralkan ekspresinya karena tidak ingin Reno tahu jika dirinya tengah bersedih.
Reno terdiam melihat ekspresi Sisca, dia tahu jika sepertinya Sisca tidak ingin tahu jika dia sedang bersedih, namum sifat ke kepoan Reno tidak bisa ia acuhkan begitu saja, hingga akhirnya ia akan tetap meSiscakannya pada Sisca.
"Kau menangis, apa ini karena Marcell ?" Celetuk Reno dengan tebakkan nya, karena memang ia berpikir Sisca bersedih karena undangan pernikahan Marcell dan Nara yang sudah tersebar dan Sisca yang pasti sudah menerimanya juga.
Sisca menghela nafasnya, karena ia sadar percuma saja menyembunyikan kesedihanya pada Reno. "Hmm aku hanya sedang merenungi nasibku yang selalu buruk, lebih tepatnya perasaan cinta yang aku rasakan tidak pernah terbalaskan, mungkin itu karena aku terlalu berpasrah !" Jelas nya mengingat jika dulu ia bisa menerima jika Marcell yang akhirnya memilih Amara menjadi kekasihnya dan dia akhirnya memilih pergi dan melupakan Marcell tapi nyatanya perasaan cinta yang ia rasakan tidak bisa ia hilangkan begitu saja.
Reno terdiam, meski ia belum pernah merasakan jatuh cinta seperti apa yang Sisca rasakan, namun ia sedikit paham akan cinta yang sesungguhnya.
"Lepaskan dan ikhlaskan, meski sulit tapi kau harus mencobanya, dengan begitu hatimu tidak akan merasakan sakit namun akan merasakan kedamaian. Percayalah suatu saat kau akan menemukan cinta yang sesungguhnya dan saat itu juga kau akan bahagia. !"
__ADS_1
Sisca tersenyum tipis mendengar perkataan Reno." Suatu saat, mengikhlasakan !."
Apa aku bisa. Pikir Sisca.
"Ya suatu saat, asal kau bisa menerima dan membuka hatimu untuk pria lain, lagi pula yang aku tahu, perasaan cinta yang kita rasakan akan membuat kita bahagia jika dia yang kita cintai bisa bahagia, kau ingin melihat Marcell bahagia bukan?"
Sisca terdiam, sebenarnya ia sudah bisa menerima kenyataan Marcell bersama Nara, niat ingin merebut Marcell tidak benar-benar ia lakukan karena dia buka wanita jahat yang akan merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain dengan cara yang salah, selama ini ia hanya mencoba mendekatinya kembali, dengan harapan Marcell maubm mencoba menerimanya, namun nyatanya baik dulu dan sekarang Marcell tidak pernah seditkit pun meliriknya.
Sisca mengerti dengan apa yang di katakan oleh Reno, ia harus bisa membuka hati untuk pria lain. Namun menurutnya itu sulit, karena dia sudah mencoba selaman ini untuk melupakan dan menjalin dengan pria lain, tapi Siscatanya sampai saat ini belum ada pria yang bisa menggantikan Marcell di hatinya.
Reno menatap Sisca yang terlihat sedang merenung, entah apa yang di pikirkan olehnya. " Sisca, jika kau sulit melupakan kau hanya perlu merelekan, jika kau bersikeras melupakan tentu itu akan sulit !"
"Sudahlah, jangan terus memikirkan Marcell, aku yakin sutu saat kau akan bahagia dengan pria yang akan mencintaimu!" Setelah mengatakan itu Reno pun pergi meninggalkan Sisca yang masih termenung.
Sisca menatap kepergian Reno, dia tersenyum tipis, rupanya Reno yang ia kira sudah tidak peduli padanya ternyata salah, Reno masih seperti dulu, menjadi teman yang bisa menenangkan dan menyadarkannya meski memang Reno terkesan cuek.
Di Apartemen Wilona, Wilona yang sudah mendapat kabar dari ayahnya jika keluarga Wijaya medapat undangan resepsi pernikahan Marcell dan Nara terlihat kesal.
Dalam benaknya ia berpikir jika rupanya memang benar mereka tidak bermain - main dalam pernikahan dan malahan mereka akan membuat semua orang tahu jika CEO Admaja Company sudah menikah.
"Ch, keluarga Admaja, apa mereka tidak salah jika lebih memilih wanita seperti Nara menjadi istri Marcell dan bahkan mereka menerima nya begitu saja, apa mereka tidak tahu jika mungkin Marcell terpaksa menikahi Nara karena malam itu ?"
Wilona pun berpikir untuk membuat mereka tahu akan cerita dimalam itu namun kemudian ia menepisnya. "Ck, tidak Wilona jika begini kau sendiri yang akan terkena masalah!"
...mana likenya sama vote ...
bintang 5 y besti
__ADS_1