
Di deretan tamu yang hadir ada satu pasang wanita yang terlihat menggeram marah, dia sungguh merasa kesal, nasibnya sungguh berbanding terbalik dengan dirinya.
Wilona, dia kini menyaksikan jika Marcell benar-benar mencintainya dan bahkan Nara di buatkan pesta yang sangat megah di sebuah hotel ternama di kota jakarta.
Ponsel nya bergetar dan dengan terpaksa ia meski membukanya, rupanya itu sebuah pesan yang masuk dari orang suruhannya.
Maaf bos, misi gagal, pengamanan sangat ketat, bahkan beberapa orang dari kami sudah tertangkap!
Sial! Kesal Wilona dalam hatinya, dia ingin membuat malu Nara dan membuat keluarga Admaja telah menyesal menerima nya, namun ternyata usahanya gagal dan kini ia hanya bisa meratapi nasibnya yang sangat merasa iri dengan apa yang Nara miliki.
Wilona pun membalas pesan yang di kirim orang suruhannya, agar jangan sampai mereka yang tertangkap tahu jika itu adalah perintahnya.
Kau selalu beruntung Rara, seharusnya aku yang ada di posisimu saat ini, ch tuhan benar-benar tidak adil padaku! Wilona yang menggerutu kesal dalam hatinya, karena Nara yang selalu menang darinya yang membuat dendam dirinya semakin besar dan ingin segera membuatnya menderita.
Kembali pada pasangan yang membuat iri semua orang. Mc sudah meminta agar para tamu untuk memberi ucapan selamat pada pasangan pengantin ini, namun tidak semua memberikan selamat pada mereka mengingat tamu yang datang sangat banyak, mereka pun dengan bergiliran memberikan selamat pada Nara.
"Selamat, semoga kalian cepat di berikan seorag anak." Ucap Gio pada Marcell dan Nara yang di temani oleh Sisca.
Marcell yang sempat terkejut melihat Gio datang bersama dengan Sisca." Kalian datang bersama?"
Sisca mengangguk."Kami tidak sengaja bertemu dan akhirnya bersama datang kemari, selamat ya, Nara kau beruntung mendapatkan Marcell !" Nara tersenyum dan mengangguk.
"Bukan dia yang beruntung namun aku, terimakasih sudah datang!"Ucap Marcell pada Sisca yang di angguki oleh nya.
Kini giliran Reno yang bersama dengan Citra membuat Nara tersenyum senang melihat nya Nara membisikan sesuatu pada Marcell. dan
"Hubby, mereka cocok bukan?" Lirihnya pada Marcell.
Marcell mengangguk dan tersenyum. "Ya semoga saja mereka berjodoh !" Jawab Marcell.
"Rara selamat ya, jika aku pikir aku memang belum mengucapkan selamat dengan benar padamu." Ucap Citra sambil terkekeh.
__ADS_1
Nara tertawa geli pada Citra." Terimakasih ku sudah selalu ada untuk ku !" Balas Nara dan Citra mengangguk.
"Selamat Marcell, meski aku sudah mengatakan nya, namun aku mengucapkanya lagi!" Ucap Reno sedikit tertawa.
"Aku sudah tidak sabar menunggu kabar baik dari kalian setelah ini !^ n Lanjut Reno dan di angguki oleh Citra.
"Semoga kalian cepat di berikan keturunan jika perlu sepasang bayi kembar, oh itu akan sangat lucu bukan?" Ucap doa Citra tulus pada Nara dan Marcell dengan membayangkan jika Nara akan melahirkan sepasang bayi kembar membuat Nara tersenyum.
"Hmm terimakasih doa nya, kami pun berharap begitu, akan segera di hadirkan seorang anak." Jawab Nara dan di angguki oleh Marcell.
Mereka pun turun dari tempat pelaminan setelah mengucapkan selamat dan doa pada pasangan pengantin.
Marcell beralih menatap istrinya lembut." Sayang jika kau lelah katakan padaku ok?" Nara pun mengangguk. Marcell khawatir jika Nara akan kelelahan.
Nara memang merasa lelah, namun momen ini adalah momen yang pertama dan terakhir baginya, ia tidak ingin melewatkan nya begitu saja ketika orang- orang memberikannya selamat dan doa untuk pernikahanya.
Amara dan Alex menaiki pelaminan dan memberi selamat pada Marcell. Awalnya Marcell merasa kesal karena adanya Amara di pernikahan nya. Marcell takut dia akan merusak momen bahagianya bersama Nara, mengingat jika beberapa hari kemarin Amara membuat kesal kepadanya.
Namun ketika Amara sudah berada di hadapanya, Amara hanya mengucapkan selamat dan maaf pada Marcell, membuat dirinya tertegun dan akhirnya ia mengangguk senang jika ternyata Amara sudah mulai berubah dan itu pasti karena Alex.
"Hmm, benar sayang, agar dia tidak lagi mengangguku!" Jawab Marcell terkekeh karena itu adaalh poin utama untuknya agar tidak di kejar-kejar lagi oleh Amara.
"Sepertinya kau senang di atas penderitaan ku, Nara!" Mendengar seorang wanita yang mendekat dan berbicara pada dirinya membuat Nara sedikit terkejut, namun Marcell menggenggam tangan Nara agar dia tidak terprovokasi oleh Wilona.
Kedua mata Marcell mencari seseorang dan mengkode padanya agar mengawasi wanita yang ada di hadapannya.
"Ya aku bahagia, karena ulah mu sendiri, terimakasih !" Ucap Nara sinis, dia tidak menyangka jika Wilona berani datang ke acara ini, karena jika ia perhatikan sebelumnya diantara para tamu tidak ada nya Erick yang datang ke acara pernikahan nya.
Wilona menggeram marah, ia sangat ingin menjambak rambut Nara dan merobek gaun indahnya, namun ia mesti mengontrol emosinya karena dia sadar dia akan mempermalukan dirinya sendiri.
Wilona tersenyum mirinh dan medmndekatkan wajahnya pada Nara "Aku ingin tahu reaksi semua nanti, jika mereka tahu kau menikah dengan Marcell karena memberikan keperwananmu padanya !"
__ADS_1
Deg.. Nara menatap Wilona tajam, sedangkan Wilona hanya tersenyum pada Nara yang terlihat ketakutan.
Marcell terus memperhatikan Nara karena takut jika Wilona akan macam-macam pada istrinya. Marcell pun menahan diri agar tidak ikut campur dalam pembicaraan mereka berdua, dia ingin lihat bagaimana Nara bisa mengatasinya, karena ia yakin jika Nara bukan wanita yang lemah.
Nara yang menatap tajam pada Wilona karena mengancam dirinya.
Dia Takut, tidak !
Nara haya tidak menyangka jika Wilona bisa mengacamnya seperti ini, apa dia bodoh? Pikir Nara.
Nara pun berbalik tersenyum pada Wilona yang membuatnya heran. "Lalu bagaimana jika aku mengatakan pada semua orang tentang anak satu- satunya keluarga Wijaya yang menikahi pria beristri 2, dengan alasan agar perusahaanya tidak gulung tikar ?" Balas Nara yang membuat Wilona menatap tajam Nara bahkan kedua tangannya terlihat terkepal kuat.
"Ck, kau tahu Wilona, aku lebih penasaran akan hal itu, melihat reaksi semua orang ketika mereka tahu tentang mu dan bahkan ibu mu yang masuk ke dalam penjara !" Lanjut Nara da tersenyum miring pada Wilona yang terlihat mati kutu.
"Heh kau bodoh jika ingin mengamcamku seperti itu, Wilona!" Balas Nara lagi yang membuat Wilona pergi meninggalkan mereka tanpa menyapa Marcell lebih dulu.
Mengancam ku, ch dia sungguh bodoh.
Marcell mengusap lembut bahu Nara setelah kepergian Wilona dia tahu saat ini Nara tengah merasa kesal bahkan marah.
Marcell sengaja tidak ikut berbicara, meski dia tahu apa yang Wilona katakan pada istrinya. Marcell senang jika Nara bisa membalikkan keadaan dan kini Wilona lah yang malu dan merasa takut jika nantinya Nara akan menyebarkan berita tentang keluarga Wijaya.
"Aku senang kau berani sayanga." Ucap Marcell pada Nara.
"Hmm memang kapan aku terlihat takut ?" Balas Nara membuat Marcell terkekeh.
Satu persatu para tamu sudah memberikan mereka selamat dan kini mereka tengah berdansa dengan alunan musik yang romantis.
Marcell dan Nara yang berdansa dengan indahnya di atas pelaminan dan di bawahnya para tamu yang juga ikut serta berdansa bersama pasangannya.
Gio mengulurkan tanganya pada Sisca dan Sisca menerimanya. Mereka pun berdansa tak kalah romantis dengan Marcell dan Nara, sepertinya mereka sudah mulai menerima satu sama lain.
__ADS_1
"Hubby, lihat lah Gio dan Sisca seperti nya mereka menjalin hubungan, apa mereka memang sudah dekat sebelumnya?"
Marcell menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu sayang, biarkan mereka, jika berjodoh kita hanya perlu mendukungnya saja, ku kira mereka cocok." Nara mengangguk setuju.