Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 175


__ADS_3

"Karena aku takut kau tidak memiliki perasaan yang sama untuk ku, dan lagi, aku juga takut jika kita menjalin hubungan, aku tidak akan ada waktu untuk mu, jadi seperti yang aku katakan, jika aku tidak ada waktu untuk bermain main, aku ingin langsung ke jenjang pernikahan dan saat ini, itu semua terwujud. " Jawab Reno tersenyum.


"Ch, Kau pria, seharusnya kau lebih berani." Ucap Citra.


"Heum, aku tahu, aku lemah dalam hal ini, Citra, bolehkan aku menc*um mu ?" Pinta Reno yang membuat Citra gugup.


Mengapa harus meminta, oh Reno, kau membuatku gugup. Batin Citra.


Reno menunggu jawaban Citra sabil terus memperhatikan bibir Citra yang ia gigit, membuat Reno semakin ingin menc*umnya dan ketika Reno ingin memberanikan diri, Citra kembali berbicara.


"Izinkan aku membersikan diri lebih dulu, bukan aku menolak, namun aku ingin memberikan yang terbaik untuk mu,di malam pertama kita." Jawab Citra membuat Reno semakin mengembangkan senyumannya.


Malam pertama. Batin Reno terkekeh.


Reno mengangguk."Mandi bersama ya?" Tawar Reno yang membuat Citra menatap Reno tajam.


Reno aku masih malu, tidak bisa kah dia tidak menawar lebih dulu, aku butuh waktu menyiapkan diriku. Ya tuhan mengapa aku sangat takut.


"Tidak, aku mandi sendiri, kau bisa mandi lebih dulu, aku perlu menghapus make up ku dulu!" Ujar Citra pada Reno.


Reno menggangguk."Baiklah dan hapus make up mu, lain kali, aku tidak ingin melihatmu mengenakan make up tebal seperti itu, itu memang membuat mu bertambah cantik, namun aku lebih suka kau yang natural !" Balasnya sambil menc*um sebelah pipi Citra dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.


Citra tersenyum sambil memegang pipi yang di c*um oleh Reno dan lalu ia mulai fokus untuk membersihkan make up di wajahnya.

__ADS_1


Sementara itu di bogor, Nara tengah berbicara serius dengan Marcel, suaminya. "Jadi Hubby, apa hubby akan memberikan mansion untuk Ka Reno dan Citra ?"


"Menurutmu bagaimana sayang?" Marcel yang berbalik bertanya pada Nara.


"Bagaimana jika rumah saja, di sekitar sini, bukankah Citra ingin ikut andil untuk mengurus panti asuhan, dan jika Citra tinggal disini, kita juga ya hubby. " Pintadan usulnya Nara pada Marcel.


Marcel mengangguk."Sebenarnya, aku juga berfikir seperti itu sayang, aku akan serahkan semuanya pada Reno mengenai panti asuhan, karena aku lebih percaya pada Reno dan Citra, terlebih ini adalah hal yang tidak bisa kita sepelekan, panti asuhan, kita yang merawat anak-anak yang terlantar dan yang tidak memiliki orang tua." Jawab Marcel yang memang memiliki rencana seperti yang Nara usulkan.


Nara mengangguk setuju dengan apa yang Marcel katakan." Benar, aku setuju dengan ini, aku dan Citra juga bisa membuat toko kue di sini Hubby, di dekat panti, bolehkah hubby, aku hanya ingin memiliki kegiatan." Pinta nya pada Marcel.


"Boleh sayang, nanti aku bantu, kamu juga bisa pakai tanah yang ayah kasih." Ucap Marcel dan Nara mengangguk, karena dia pun sudah ada rencana seperti itu, terlebih, karena tanah nya memang dekat dengan panti asuhan, yang kini sedang di bangun.


"Untuk Reno, untuk cabang perusahaan di bogor, aku akan berikan saham 15% untuk nya, jadi dia bisa memiliki banyak waktu untuk Citra dan panti asuhan nanti bahkam juga dia memiliki bisnis sendiri, ya dari pada Manshion bukan, jika saham, mungkin dia bisa meluaskan nya." Ucap Marcel membuat Nara tersenyum.


Marcel mengangguk."Tidak apa, ayah akan bantu suami mu ini untuk mencari asisten." Jawab Marcel.


"Itu bagus, karena bukan hal mudah dan harus bisa di percaya, oh ya Hubby, apa Hubby tahu kabar Wilona ?" Tanya Nara yang mengkhawatirkan Wilona.


Marcel menatap Nara."Wilona, heum, ku dengar dia sedang merintis dari bawah lagi, sebagai model."


Nara mengangguk."Hubby, bisakah kau membantunya."


"Sayang, kau tidak salah bicara ?"Heran Marcel, karena dia tahu bagaimana Wilona, dan istrinya ini ingin dia membantu Wilona.

__ADS_1


Nara mengangguk." Bantu dia, jadikan Brand Ambasador produk di perusahaan yang akan di realisasi, aku hanya tidak ingin jika dia hancur dan malah menggangguku lagi, kita bisa bukan membantunya secara diam-diam." Bujuknya pada Marcel.


Marcel terdiam, ia sebenarnya masih merasa berat jika harus membantu wanita yang pernah ingin melukai istrinya, bahkan juga pernah mencoba merayunya, namun perkataan Nara ada benarnya juga, tapi Marcel harus benar-benar memastikan lebih dulu, bagaimana Wilona, apa kah dia akan berubah menjadi lebih baik? Pikir Marcel.


"Bagaimana jika dia jadi model di korea di perusahan mu?" Usul Marcel.


"Hubby tidak berniat mengusirnya dari negara ini bukan?" Tanya Nara selidik.


"Hahaha, enggak dong sayang, maksud aku, jika dia dikorea mungkin karir nya akan semakin naik, bahkan di kenal di ASIA bukan?" Jawab Marcel, meski dia berpikir jika Wilona di korea akan membuat dia jauh dari Nara dan tidak akan mengganggunya lagi namun bukan berarti mengusirnya dari negara ini.


Nara mengangguk paham." Aku akan bicarakan ini pada kakek lebih dulu." Balasnya dan Marcel mengangguk.


Reno terlihat sedang memegang laptopnya dan ia terlihat sangat serius entah apa yang dia kerjakan karena sambil menunggu Citra yang sedang membersihkan diri, hingga ia tak sadar jika Citra kini tengah berdiri di dekat nya, di samping tempat tidur tidak jauh dari nya.


Citra mengenakan lingerie yang di dihadiahkan oleh Sisca, karena Sisca mengatakan, pada Citra. Manjakan suami mu di malam pertama, pakai ini, Reno pasti akan sangat senang dan malam pertama kalian pasti akan sangat berkesan.


Satu kalimat yang Citra ingat dari Sisca, meski awalnya ia menolak karena di pasti akan merasa sangat malu di hadapan Reno, namun apa yang Sisca katakan ada benar nya, terlebih kini mereka sudah sah menjadi suami istri jadi sah sah saja jika dia berpakaian sangat minim, memanjakan mata suami.


"Reno, kau sibuk ?" Tanya Citra sedikit gugup.


"Tidak, hanya memeriksa sedikit pekerjaan, sebentar aku akan menutup laptopnya." Jawab Reno yang belum melihat ke arah Citra.


Citra mengangguk dan menunduk, satu tangannya terlihat menarik narik rok bagian bawahnya yang sangat minim, juga bagian atas yang ia coba tutupi dengan satu tangan lainnya. Wajah Citra bahkan terlihat memerah, ia benar-benar sangat malu karena baru pertama kalinya ia memakai pakaian sexy di hadapan laki-laki.

__ADS_1


Reno menutup dan menyimpan laptopnya di atas nakas di sebelah Citra, mata Reno terlihat melotot ketika mnyadari jika Citra memakai lingerie, dengan cepat ia menyimpan laptopnya dan menarik Citra lembut kehadapannya, sedangkan dirinya yang duduk di pinggir ranjang.


__ADS_2